Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Beraktifitas kembali


__ADS_3

Pagi hari Anya bangun dengan senyum cerahnya, meskipun Anya mendapatkan skors dari sekolah sampai ujian semester di mulai berlaku juga untuk Berta rival Anya, sementara entah bagaimana nasib kepala sekolah yang sudah di dipecat yang menjadi incaran Len saat ini.


Anya tetap membiasakan bangun pagi seperti biasanya. Melakukan aktifitas seperti biasa, hanya saja tidak ada persiapan untuk berangkat ke sekolah. Selesai dengan ritual mandinya, Anya mengambil ponselnya untuk mengabari orang spesial yang entah kenapa tak memberikan kabar tadi malam.


"Daddy Anya sudah bangun, apa daddy masih sibuk? kenapa tidak membalas pesan Anya, menelpon pun tidak. " tulis Anya melalui pesan whatsApp untuk Len.


Semua pesan yang Anya kirim dari tadi malam belum ada yang di baca oleh sang daddy.


"Mungkin daddy masih sibuk. " kata Anya yang berfikiran positif.


Dengan segera Anya turun kebawah untuk sarapan pagi, setelah menaruh ponselnya di meja belajarnya.


"Pagi semua! " kata Anya dengan ceria saat sudah ada di depan meja makan.


" Pagi sayang. " kata mama Rosa dan papa Oscar.


" Anya mau bicara sesuatu yang penting pa. " kata Anya .


"Kita makan dulu, kita bicarakan setelahnya. " kata papa Oscar, yang tidak boleh berbicara waktu makan.


Anya hanya mengangguk dan mengambil satu Roti gandum dengan selai coklat kesukaannya. Memakan dengan tenang sampai tak tersisa.


"Mau bicara apa? " kata papa Oscar setelah menyelesaikan makannya.


" Emmm, Anya mau ikut kelas akselerasi pa." kata anya


" Beri daddy alasan. " kata papa Oscar dengan serius menatap anaknya.


"Anya ingin cepat dewasa. " kata Anya dengan senyum imutnya.


" Papa serius Anya! " kata papa Oscar.


" Baiklah-baiklah, Anya sudah menguasai materi semester 2 pa. jika harus nunggu 6 bulan lagi, malah akan membuang- buang waktu pa. " kata Anya dengan mode serius.


"Apa kamu sanggup sayang?" kata mama Rosa yang mulai angkat bicara.


" ya, Anya kalau tidak sanggup, tidak akan meminta ma. " kata Anya meyakinkan sang mama.


"Apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu sayang?" tanya papa Oscar, di angguki yakin oleh Anya. "Apa kamu bisa mempertanggung jawabkan keputusanmu ini nanti Anya? " tanya papa Oscar lagi, untuk meyakinkan keputusan Anya, yang di takutkan nanti malah menjadi beban pikiran Anya.


Karena papa Oscar lebih mengedepankan kebahagian dan kenyamanan sang putri.


"ya, anya bisa mempertanggung jawabkan semuanya nanti pa, Anya tidak akan mengecewakan kalian. " kata Anya dengan tegas di wajah imutnya.

__ADS_1


"Baiklah papa akan bicara dengan pihak sekolah. " kata papa Oscar, yang akhirnya dapat di yakinkan oleh Anya.


" Serius pa, Yeeeee!!!!!! I love you papa sayang. " kata Anya sambil memeluk papa Oscar, dan terakhir mencium pipi papa Oscar.


"Apapun untukmu, asalkan itu baik sayang. " kata papa Oscar.


Anya lalu mengikuti langkah mama Rosa yang akan mengantarkan kepergian papa Oscar untuk bekerja, dengan sengaja membawakan tas kerja milik sang papa.


Sesampainya di depan pintu rumah, papa Oscar berpamitan dengan 2 bidadarinya, lalu masuk ke mobil, dengan Anya yang melambaikan tangannya saat mobil papa Anya berjalan.


" Sebentar lagi Anya akan lulus SMA daddy, dan masuk perguruan tinggi. Anya akan memantaskan diri untuk daddy, Anya akan berjuang daddy. " kata Anya dalam hati sambil melihat mobil papa Oscar yang menjauh pergi.


"Hari ini kita bikin pancake stroberi sayang. " kata mama Anya sambil menggandeng tangan anaknya masuk kedalam rumah.


"Tidak, Anya mau belajar buat persiapan akselerasi tiga hari lagi mama sayang, " kata Anya menolak halus. " bye ma. " kata Anya melepas gandengan tangan mama Rosa, dan berlalu pergi ke kamarnya.


Membuat mama Rosa geleng- geleng dengan semangat belajar Anya, padahal hari masih pagi.


Di kamar bernuansa pink, Anya mengotak- atik ponselnya melihat whatsapp percakapan dengan daddy nya.


"Belum ada balasan. " kata Anya melihat ponselnya yang masih sama.


" Hari ini Anya di skors sampai ujian semester, tapi Anya tetap belajar daddy. " Tulis Anya untuk sang daddy.


"Ck, sesibuk apa sampai lupa sama Anya. " kata Anya mendumel setelah melihat pesannya sudah terkirim.


*****


Di perusaan Backer, Len memegangi ponselnya yang terdapat notifikasi pesan dari Anya, hanya melihatnya tanpa mau membuka apa lagi membalas, bukan tak mau tapi terpaksa.


Dan tak lama layar ponselnya berubah menjadi panggilan telpon bernama Mike di sana.


" halo. " kata Len setelah mengangkat panggilannya.


" Target sudah di markas tuan. " kata mike dari sambungan telpon.


" Tahan dulu, nanti malam aku akan kesana. " kata Len dan langsung mematikan sambungan telponnya.


"Kau sudah berlaku tak adil pada gadis kecilku bajingan, kau akan menerima akibatnya! " gumam Len penuh emosi bercampur senang, saat anak buahnya sudah menangkap kepala sekolah yang mencari masalah dengan keluarga waber.


Len mulai mengotak atik ponselnya kembali dan mengubungi papa Oscar.


" ya, Len. " suara papa Oscar saat sudah tersambung.

__ADS_1


"Bajingan itu sudah tertangkap tuan, sudah ada di markas Black B, bagaiman kau nanti malam tuan. " kata Len yang memang sebelumnya sudah bersekongkol dengan papa Oscar dan berniat mengajaknya bertemu.


"Kalau malam aku tidak bisa Len, ada anak dan istriku yang menungguku pulang, bagaimana sore ini. " kata papa Oscar bernego.


"Ya, baiklah tuan. " kata len


"Sampai ketemu nanti Len. " kata papa Oscar sebelum mematikan sambungan telpon mereka.


Len diam sesaat memikirkan perkataan papa Oscar yang mengatakan anaknya menunggunya pulang, membuatnya kembali memikirkan Anya.


"Bisakah saya menyukai putri anda tuan Oscar, bukankan itu sangat kurang ajar tuan. cih, kau benar- benar tidak tau diri . " kata Len yang hanya berani iya ucapkan di dalam hati.


Len kembali sadar dari lamunannya, dan kembali mengerjakan tumpukan berkas yang ada di depannya, agar nanti sore ia dapat menepati janji dengan tuan Oscar.


Tok, tok, tok. Suara pintu ruang kerja Len di ketuk.


"Masuk." kata sang pemilik ruangan dengan suara dinginnya.


Masuklah asisten Noberto untuk melaporkan hasil penyelidikannya.


"Seperti yang anda duga tuan. " kata asisten Noberto sambil menyerahkan sebuah berkas berisi bukti-bukti kecurangan seseorang.


"Cih, trik yang sama! " kata Len melihat isi berkas yang asistennya serahkan barusan.


"Ya, dia akan mengirim sekertaris seksi yang baru, untuk menggoda anda seperti sebelumnya. " kata asisten Noberto yang mendapatkan informasi dari mata-mata.


"Tangkap dia, sebelum 2 cecenguk itu memulai aksinya. " kata Len penuh jijik.


" Baik tuan. " kata asisten Noberto, membungkukkan sedikit punggungnya tanda hormat dan keluar dari ruangan tuannya.


"Sepertinya kesempatan yang aku berikan tak kau gunakan dengan baik tuan Bruno." gumam Len.


Len marah mendapati rekan bisnisnya membuat ulah yang sama seperti sebelumnya. Iya mulai menyesal membuang- buang waktunya untuk hal yang sia-sia.


Dan akan memberikan kematian yang kejam untuk orang yang mengkhianati nya, apa lagi bruno yang sudah Len berikan kesempatan kedua yang langka bagi siapapun.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2