
Dan gaun terakhir yang Anya coba yang sama cantiknya dengan kedua gaun tadi, dan tak lama Anya kembali dengan pakaiannya, lalu duduk di samping sang mama.
"Kamu suka yang mana? " tanya mama Rosa.
"Menurut mama yang mana? " Anya yang malah bertanya balik.
"Menurut mama yang nomer 2, itu sangat cantik ditubuhmu, dan cocok dengan usiamu sayang!! " ucap mama Rosa memberikan pendapat .
"Aku mau nomer dua cin!! " ucap spontan Anya pada Prince yang baru saja duduk nimbrung dengan kedua wanita cantik itu.
"Anya!!! pikirkan baik-baik dulu, ini pernikahanmu , kamu yang harus merasakan kebahagiaan dan kenyamanannya, apa lagi ini untuk tubuhmu sendiri!! ambil yang nyaman kamu pakai! " ucap mama Rosa memberikan nasehat anak gadisnya.
"You yakin? " tanya Prince yang juga menyakinkan keputusan gadis cantik itu.
"Em!! " ucap Anya dengan menganggukan kepalanya mantap. " semua nyaman dan semua aku suka, tapi karena mama suka nomer 2 aku ambil nomer dua saja! " ucap Anya pada Prince. " Dan jangan tunjukkan gaun itu pada tuanmu, sedikitpun jangan! aku ingin memberikan surprise padanya nanti! " ucap Anya tersenyum kecil membayangkan hari pernikahannya nanti.
"Oke cin!! semua aman terkendelong cin! " Jawab Prince dengan bertepuk tangan bahagia.
Bagaimana tak bahagia kalau gaun yang di pilih adalah yang paling mahal di antara kedua gaun tadi, di tambah kompensasi yang akan di dapat dari pria royal itu.
"Sekarang ganti mama! " ucap Anya menatap prince.
"Oke cin! " ucap Prince semakin bahagia, dan menggandeng mama Rosa untuk mengikuti langkahnya.
Beberapa kali mama Rosa berganti gaun yang akan ia pakai di pernikahan anak satu-satu, tapi satu yang membuat Anya, Prince dan lainnya terpukai karena aura kecantikan mama Rosa masih terpancar di usianya yang tak muda lagi, walau wajah Anya cenderung mirip papa Oscar tak tak bisa di pungkiri aura cantik yang di miliki Anya bersumber dari sang mama, tak butuh waktu lama sampai mama Rosa mendapatkan satu gaun yang menurutnya cocok untuknya, dan kembali duduk di tempat semula.
"Boleh lihat tuxedo calon suami dan putraku? " tanya Anya menatap wajah cantik pria yang baru saja duduk.
__ADS_1
"Oke cantik!! " jawab Prince dengan mengerlingkan matanya yang malah membuat Anya merinding di buatnya.
"Aku tak habis pikir daddy bisa mengenal manusia presto ini!! pait, pait!! " batin Anya tapi masih membalas dengan senyuman kecilnya.
"Ambilkan tuxedo ayah dan anak yang kemarin! " ucap Prince memerintahkan pegawainya.
Yang tak lama keluar setelan jas yang berwarna hitam, tak jauh beda dari jas pada umumnya, hanya saja ada beberapa detail yang hanya ada di gunakan pengantin pria, dan di sampingnya jam senada dengan ukuran kecil.
Saat Anya memperhatian tuxedo itu dengan detail tak matanya melihat sebuah kertas kecil yang menandakan kualitas baju yang ia pegang, dan tak lama matanya melotot saat tau harga setelan jas pengantin itu, dan berpindah pada tuxedo kecil yang akan di kenakan Dante, dan matanya kembali melotot saat melihat harganya yang tak jauh beda dan sangat tak wajar baginya walau dia anak orang kaya sekalipun.
"Ck, pemborosan!! " batin Anya yang bahkan tak tau harga fantastis gaunnya tadi yang jauh di banding 2 tuxedo yang ia lihat. " oke sudah cukup! " ucap Anya menyudahi melihat lihatnya. "Bahkan dadaku sesak melihat banyaknya angka nol di belakang angka 2 itu!!! " batin Anya lagi, lalu menatap mama Rosa yang ada di sampingnya. "Ini sudah jam makan siang! aku ke kampus dulu ma! " ucap Anya menatap jam di tangannya dan berpamitan pada sang mama.
"Kita bareng ke depan! " ucap mama pada sang anak, lalu menatap desainer gemulai tak jauh darinya, "Aku permisi dulu, terimakasih atas waktunya! " pamit mama Rosa.
"Tentu Ekhe yang harus berterima kasih nyonya! Terima kasih sudah menggunakan layanan butik ekhe! " ucap Prince dengan senyum bahagianya. " Hati-hati di jalan nyonya! " ucapnya lagi dengan ramah.
"Bye say!! " ucap Anya menirukan gaya prince.
"Emmuuuaahhhhh!! " Anya membalas dengan mengikuti gaya Prince sebelum memfokuskan langkahnya kedepan.
Sampai di parkiran mobil, Anya lebih dulu mengantar kan mama Rosa ke mobil yang akan membawanya pulang, di rasa mobil sang mama sudah bergerak keluar, Anya kembali berjalan menuju parkiran tak jauh darinya.
Tanpa ada rasa waspada sedikitpun, Anya berjalan ke sisi pintu kemudi yang tepat di sebelah sebuah mobil klasik yang bahkan Anya tak peduli tentang itu.
Tapi saat akan membuka pintu mobilnya, Anya tiba-tiba mendengar mobil di sampingnya membuka pintu mobilnya dan menariknya di kursi penumpang.
"Aaaaaa!!!" teriak Anya kaget yang tak siap dengan pertahan dirinya dapat dengan mudah masuk ke dalam mobil yang entah milik siapa.
__ADS_1
Sedangkan bodyguard bayangan yang selalu mengikuti Anya tak bisa dengan jelas melihat di sela-sela dua mobil tadi, hanya saja ia sempat mendengar teriakan yang samar-samar terdengar dari pendengaran tajamnya dan juga sempat melihat lambaikan nona nya yang saat terlihat seperti tertarik ke dalam mobil asing itu, yang bagi orang biasa terlihat tak terjadi apapun di sana.
Dengan mata jeli, pendengaran tajam dan ke kepekaan nya ke 2 bodyguard itu segera melangkahkan kakinya ke arah mobil nona nya yang terparkir untuk memastikan apa yang terjadi, dan 2 lagi berada di dalam mobil menatap sebuah mobil yang mereka curigai.
Dan benar saja saat Dua orang bodyguard itu memeriksa mobil nona nya, tak ada sang nona di sana yang dugaannya tadi benar adanya, dengan cepat mereka berlari ke arah mobil mereka yang tak jauh dari area butik, sambil sesekali melihat mobil klasik yang akan keluar .
"Kejar!!! aku tak asing dengan plat nomor mobil itu! " ucap salah satu bodyguard pada rekannya yang sedari tadi standby di mobil.
Dua bodyguard yang standby tanpa di jelaskan sudah tau apa rekannya maksud, dengan kecepatan sedang mengikuti tanpa di curigai sambil melaporkan pada rekannya yang lain.
"Dimana kau?? ini tugasmu!!! kenapa sampai kecolongan seperti ini!! " kesal salah satu bodyguard yang menelpon rekannya yang memiliki tugas tak jauh beda dengannya, hanya saja yang membedakan yang ia telpon selama ini bertugas mengawasi musuh tuannya.
"****!! aku di bohongi!! sepertinya dia sudah tau kalau selama ini sudah di awasi!!! aku akan melaporkannya pada tuan! " ucap rekannya yang tak lama mematikan panggilannya.
Saat sudah di persimpangan jalan bodyguard Anya melihat rekan lainnya dengan mobil berbeda sudah standby untuk menggantikannya mengikuti mobil klasik itu membawa nona nya. Dengan sengaja mobil bodyguard Anya membelokkan mobilnya tak lagi mengikuti mobil klasik itu, tapi dengan segera di ganti dengan mobil rekannya yang lain yang sudah terkoordinasi tadi.
Bagaimana pun mereka ingin membuat sang musuh tak merasa curiga dengan kehadiran mereka, apa lagi kalau sampai tau status nona nya, mereka benar-benar hati-hati saat sang nona sudah berada di musuh tuannya selama ini.
Mereka terus mengikuti mobil yang membawa nona nya yang juga sengaja mengikuti permainan mereka, dengan beberapa kali berganti mobil dan bodyguard untuk mengikuti kemanapun mobil klasik itu melaju sembari menunggu tindakan dari tuannya, apa lagi musuh yang selama ini mereka awasi sudah tau dengan keberadaan mereka.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...