
Papa Will terus memeluk tubuh yang sama kekarnya dengan dirinya dan membiarkan Carl meluapkan kesedihan dan rasa sakit yang selama ini ia pendam, sampai ruangan yang sunyi itu menggema dengan tangisan putra pertamanya.
"Hiks, hiks!! Aku mengakui kesalahan ku pa, aku terpaksa melakukannya karena aku sangat takut kehilangan Senta, dia mau meninggalkanku, dia mau mengakhiri segalanya, aku tidak mau itu!! hiks, hiks, aku sangat mencintainya pa! sangat!!! " ucap Carl yang mulai meluapkan segala hal yang selama ini ia pendam.
Papa Will memang papa dan suami pengganti yang begitu tepat dan sempurna, pria tegas sekaligus bijaksana itu selalu tau dimana dia harus menempatkan dirinya hal itu lah yang membuat Carl begitu nyaman bercerita keluh kesah dengannya tanpa ada jarak sedikit pun.
Pria paruh baya yang berstatus papa tiri itu terus merangkul putranya yang dalam keadaan tak baik-baik saja, padahal tadi ia sempat memberikan pelajaran sebagai seorang pria sejati.
"Hatiku sakit melihatnya menangis, hatiku sakit saat melihatnya begitu hancur, atau sakit hati karena ulahku, aku juga merasakan sakit yang luar biasa pa, hiks, hiks!!! apa lagi melihatnya mencoba mengakhiri hidupnya karena ku, hatiku benar-benar hancur melihatnya!! aku sudah beberapa kali mencoba bicara baik-baik untuk tak mengakhiri segalanya, tapi dia tak mau, dia mau meninggalkanku pa!! hiks, hiks!! aku tak mau itu, aku sangat mencintainya!!!! " kata Carl yang masih mencoba menceritakan kesakitan nya, walau dengan suara yang sesenggukan.
"Huuuufffttttt!!! " papa Will hanya bisa menghela nafas menyikapi curhatan anaknya, cinta begitu besar anaknya memanglah bagus, tapi sayangnya cintanya tanpa ia sadari sudah bercampur dengan dengan obsesi, yang mau tak mau harus mendapatkan apa yang ia inginkan, tanpa peduli perasaan pasangannya, dan penyesalan pasti datang di akhir waktu.
"Dia wanita yang sangat baik, tulus mencintaiku, menerima masa lalu kelam ku, bahkan sedikit pun ia tak pernah mengungkitnya saat kita menjalin hubungan, dan dia orang yang membuatku berubah menjadi lebih baik seperi saat ini, hiks, hiks!!! semua berubah karena kekhilafan ku, tapi... tapi aku benar-benar sudah menolaknya pa!!! wanita itu yang menggodaku!! Senta melihatnya, dan sejak saat itu dia selalu memintaku untuk menjauh darinya, dan mengakhiri hubungan kami, aku tidak mau pa!!! hiks, hiks, aku sangat lah mencintainya!!! " Curhat Carl yang masih berlanjut.
Papa Will lagi-lagi hanya bisa menghela nafas dengan masih memeluk putranya, dan sengaja membiarkan putranya berucap apapun yang ada di dalam hatinya sampai benar-benar habis kata-kata di mulutnya dan tangisan yang mulai meredan, hingga pelukan seorang papa untuk anaknya itu mulai terlepas walau harus menunggu cukup lama.
"Kau bahagia sudah mengikatnya sekarang? " tanya papa Will yang di angguki Carl dengan begitu semangat sembari membersihkan sisa-sisa air mata di wajahnya. " Dengan cara seperti ini? " tanya nya lagi yang membuat gerakan carl terhenti. "Apa kau tak pernah berfikir ada obsesi di dalam cintamu? " ucap papa Carl kembali bertanya sekaligus menyadarkan sang anak.
"Tidak pa, aku sangat mencintainya dan sangat takut kehilangannya, itu saja!!! " jawab Carl yang memang tak merasa terobsesi.
__ADS_1
"Dengan caramu sekarang?? ada obsesi di dalam nya nak!!! " ucap papa Will sangat yakin sebagai orang yang lebih berpengalaman, "Nak, cinta yang sebenarnya tak akan menyakiti atau memaksa seperti ini! bahkan kau akan sangat berlapang dada melepaskannya jika itu untuk kebahagiaan orang yang kau cintai, kau tau apa arti cintamu seperti apa sekarang? " ucap papa Will yang tak pantang menyerah menyadarkan kekeliruan putranya.
Ucapan papa will tadi membuat Carl terdiam menatap pria paruh baya itu, ia sangat paham dan tau tapi memilih tak menjawab ucapan papanya, dan papa Will sendiri tak memaksanya untuk menjawab ucapannya.
"Dengarkan papa nak, renungkan hatimu dengan sebaik mungkin, kenali cintamu sendiri, jika cintamu jauh lebih kecil dari obsesi di hatimu, lepaskan dia!! tapi jika.... "
"Ti... tidak pa!! aku tidak mau, aku mendapatkannya sudah payah dengan rasa sakit yang luar biasa, aku akan melepaskannya atau pun menyia-nyiakan kesempatan ini!!! " kata Carl memotong ucapan papa will yang benar-benar takut kehilangan Senta, walaupun hanya mendengar ucapan papanya saja.
"Papa belum selesai berbicara!!! " ucap papa Will penuh penekanan dan ketegasan yang padahal beberapa detik yang lalu ia ber ucapan dengan begitu lembut pada putranya. " Sopan kah memotong ucapan orang tua? " lanjutnya bertanya sembari menatap tajam putra pertamanya.
Carl yang mendengar dan sadar apa yang di lakukan salah, hanya bisa menunduk tanpa berani menatap lawan bicaranya, bahkan basement yang dingin semakin dingin dengan aura yang terpancar kan dari seorang duke di depannya.
Carl tentu saja menjawab dengan anggukan kepalanya, bagaimana ia tak ingat kalau hal itu sudah ia terapkan tadi bersama sang istri, dan pastinya ia mengingat ucapan papanya tadi, hanya saja reflek dalam dirinya mendengar kata-kata melepaskan membuat bibirnya tak terkontrol untuk berucap.
"Maaf!!! " ucap Carl yang tau akan kesalahannya dan meminta maaf.
"Mau mendengarkan ucapan papa sampai selesai? " tanya papa Will yang pasti akan Fu angguki carl. " Dengarkan papa baik-baik, jika cintamu lebih kecil dari obsesi di dalamnya, lepaskan dia, karena itu bukanlah tentang cinta, tapi hanya sebuah kepuasan di dalam hatimu, tapi jika cintamu jauh lebih besar dari obsesi, cobalah hilangkan obsesi itu dengan berlahan, cintailah dia dengan sepenuhnya, muliakan dia seperti kau memuliakan mama mu! dan kebahagiaan pasti akan selalu menyertaimu!! pikirkan itu baik-baik!! kau paham maksud papa kan??" ucap papa Will.
"Ya pa!! akan ku pikirkan baik-baik! " jawab Carl dengan yakin, karena ucapan papa Will menurutnya benar adanya, ia merasa mendapatkan pencerahan dan tau apa yang akan ia lakukan kedepannya.
__ADS_1
"Bagus! push up 50× ! " ucap papa Will yang masih ingat akan kesalahan anaknya.
"Tapi Carl sedang sedih pa!!! " ucap Carl mencoba kabur dengan hukuman barunya.
"Kau masih bisa push up dalam suasana apapun kan!!! lakukan tanpa alasan!!! " ucap papa Will tegas tanpa mau termakan alasan sang anak.
"Tadi aku juga baru dapat hukuman dari papa bahkan lukanya belum mengering!!! " kata Carl masih mencari alasan.
"Lakukan atau aku akan membawa istriku ke istana!!! " ancam papa Will tak memberikan keringanan pada putranya meski sudah di buat babak belur tadi.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...