Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Perdebatan ayah dan anak


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, di dalam mobil Anya hanya diam tak menghiraukan papa Oscar yang ada di sampingnya. Dengan tangan di lipat kedepan, wajah sok serius malah terlihat lucu, dan bibir kecilnya yang semakin mengecil karena mengerucutkan mulutnya, hal itu menandakan Anya masih marah dengan sang papa.


Pak buf yang sedang menyupirkan majikannya itu menjadi bingung, karena nona nya mendadak jadi pendiam, tak seperti biasanya yang banyak cerita, bahkan hal yang tidak perlu sekalipun. "Sepertinya nona sedang marah! " tebak pak buf, yang diamnya nona majikannya itu.


Sedangkan papa Oscar yang melihat gerak gerik putrinya itu tak bisa menahan kekehan nya. Tuan Oscar versi perempuan itu menatap tajam sang papa karena malah menertawakan kemarahannya, dan tiba tiba ada yang menggenang di sudut mata Tuan Oscar versi perempuan itu.


Tuan Oscar yang melihat anaknya akan menangis itu, langsung memasukan sang putri kedalam pelukannya dengan lembut. "Papa minta maaf, tadi ngomel ngomel sayang, " kata papa Oscar, di angguki sang anak sambil terisak kecil. "Tapi Anya tetap tidak boleh ikut ke mobil orang asing ya! " kata papa Oscar lagi, menasihati Anya.


Membuat Anya yang tadinya mengangguk patuh, menjadi protes kembali. "Itu kan karena papa gak angkat telpon Anya. Gak ada taxi juga yang lewat, kan bukan salah Anya numpang orang lain. " kata Anya, ngeyel.


"Tetap itu gak boleh Anya, kalo ternyata yang bawa Anya orang jahat gimana, papa gak mau Anya kenapa kenapa." kata papa Oscar dengan tegas.


Melihat mobil sudah terparkir di halaman rumah, Anya langsung melepas pelukan papa Oscar dan keluar mobil tanpa melanjutkan pembicaraan mereka, yang sepertinya tidak akan habisnya. Anya berlari masuk kedalam rumah, yang di sambut mama Rosa di ruang tamu, di ikuti papa Oscar di belakang Anya.


Anya langsung masuk kedalam pelukan sang mama, meneruskan tangisannya di dalam mobil tadi .


"Kenapa sayang? " tanya mama Rosa dengan lembut, yang merasakan tangisan sang anak di dekatnya, mengelus-elus kepala sang anak penuh kasih sayang. karena tak ada jawaban dari sang anak, mama Rosa menatap sang suami yang ada di depannya. "pa? " kata mama penuh tanda tanya.


"Dia ikut mobil pria asing saat mau ke restoran, karena mobil tiba-tiba mogok di jalan. Aku sedikit memarahinya. Seperti ini lah jadinya. " kata papa Oscar, sambil menghela nafas panjang.


Mama Rosa memahami kekhawatiran sang suami, ia menangkup wajah purtinya dengan kedua tangannya. "Tadi tidak apa apa, tapi lain kali tidak di ulangi lagi ya sayang. Anak gadis tidak boleh sembarangan masuk ke mobil pria asing. " kata mama Rosa menasehati anak dengan lembut.


"Tapi daddy bukan pria jahat yang seperti papa bilang ma, daddy juga pelanggan di restoran, aku pernah melihatnya ma, dan tujuan kita sama ma. daddy juga bilang Anya bukan orang asing baginya. " kata Anya beruntun, setelah selesai tangisannya. Membuat mama Rosa syok dan papa Oscar menatap tajam anaknya.

__ADS_1


"Vanya waber! " bentak papa dengan keras. " Siapa yang mengajarimu bicara seperti itu! " kata papa Oscar marah dengan panggilan anaknya pada pria asing yang masih lajang.


Membuat Anya yang semula selesai menangis, kembali menangis karena bentakan papanya. "A.. a.. Anya ha.. hanya iseng pa." kata Anya dengan terbata bata, takut dengan sang papa.


"Iseng bukan pada pria asing Anya. " kata papa, yang frustasi dengan Anya.


"pa! " kata mama, mengingatkan sang suami untuk mengontrol emosinya, karena melihat wajah ketakutan sang anak.


"La.. lagi pula Anya... hiks, hiks. ju... juga nyaman kok!. " kata Anya penuh kejujuran itu


Membuat papa semakin naik dara dibuatnya. "Kau tau umurmu berapa Anya! Papa tidak habis pikir dengan kamu!" kata papa lebih marah dari sebelumnya. Entah kecemburuan seorang ayah yang mengetahui anaknya mulai menyukai lawan jenisnya, atau takut pria jahat yang memanfaatkan kepolosan sang anak.


Anya yang tak tahan melihat kemarahan sang papa , memilih berlari ke lantai dua menuju kamarnya. Kecewa dengan kemarahan berlebihan sang papa. Menurut insting anya,daddy nya tidak akan menyakitinya, meskipun terlihat garang.


Melihat anaknya berlari ke kamarnya sambil menangis, membuat papa Oscar menghela nafas untuk meredam emosinya.


Apalagi beberapa hari ini kemarin, ada yang mencoba mencari indentitas sang putri, meski bisa papa Oscar atasi. siapa yang mencoba menjebol pertahanannya itu, papa Oscar belum tahu, karena orang yang mencoba mencari identitas putrinya, sama kuatnya dengan pertahanan dirinya.


Hal itu yang memicu kemarahan berlebihan papa Oscar. Kenapa setelahnya, putrinya di dekati pria asing. Apa dia memiliki musuh baru, atau musuh lamanya. "Tapi tidak mungkin, aku sudah membereskan musuh masa laluku, apa musuh baruku? Tapi apa tujuannya. " Membuat tuan Oscar bertanya tanya dalam pikirannya.


Namun tiba-tiba ada yang menepuk pahu papa Oscar, yang tak lain adalah mama Rosa yang melihat sang suami mematung di tempat setelah kepergian putri tercintanya. " Gak apa apa, nanti aku bujuk Anya nya. " kata mama. Memeluk papa Oscar, memberikan ketenangan.


"Apa papa keterlaluan ma. " kata papa yang baru sadar sikap berlebihan nya itu.

__ADS_1


"ya, sedikit. " kata mama.


"Aku sering melatih gadis kecilku itu, agar menjadi wanita yang kuat. Kenapa jadi cengeng seperti itu." kata papa Oscar,yang tak habis pikir dengan anaknya itu. Hanya di jawab senyuman manis sang istri lalu melepas pelukannya, dan menggandeng mesra tangan suaminya. Menuntunnya ke kamar mereka.


Di dalam kamarnya, Anya menangis tersedu sedu, setalah mengunci kamarnya. "Kenapa papa bentak Anya? kan papa yang gak jawab telpon Anya. Kalau di jawab Anya gak akan iku daddy, huhuhuuuhuuuuu. " kata Anya, berbicara sendiri, mengeluarkan sesuatu mengganjal di hatinya.


Belum selesai dengan tangisannya tiba-tiba suara ponsel Anya berbunyi. Saat melihat layar ponselnya, terdapat nama Daddy tampan dengan panggilan telepon.


Tanpa basa basi Anya mengangkat panggilan telpon tersebut, karena tau hanya satu orang yang iya panggil daddy.


"Daddy, gara-gara daddy papa anya marah marah sama Anya, gaga-gara menumpang mobil daddy papa Anya marah-marah. gara-gara anya panggil daddy dengan daddy papa anya juga marah-marah. Semua salah daddy. " kata Anya menggebu gebu pada orang di balik telepon.


"ubah panggilan video baby. " kata len di turuti Anya. dan berubah wajah len yang ada di layar ponsel Anya. Melihat mata sembab Anya, hidung memerah, dan penampilan sedikit berantakan, membuat len khawatir pada Anya. "kamu menangis lagi baby. " kata len di dalam ponsel Anya.


"Ya, semua gara-gara daddy, daddy selalu membuat Anya menangis. " kan Anya, sambil mengusap air matanya.


"maaf baby, lain kali daddy akan buat kamu bahagia, ok! " Kata len, memberikan senyuman kecilnya.


Anya tersenyum mendengar penuruan Len, dan mengangguk kecil. "Anya mau mandi, bye daddy. " kata Anya memutuskan panggilan sepihak nya.


Anya berlari ke kamar mandi sambil tersenyum, dan melanjutkan rutinitasnya di kamar mandi.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2