
12 pisau menancap di tubuhnya, membuat manager itu tumbang, tapi terlihat masih bernafas, dengan cucuran air mata dan darah secara beriringan, bahkan tak sanggup berbicara merasakan sakit luar biasa.
Di rasa masih hidup, Len dengan sadis menarik kembali pisau-pisau yang tertancap, dan melemparkan kembali pada tubuh yang sudah tak bisa bergerak di depannya.
Len terus mengulanginya hingga manager di depannya tak bernyawa lagi.
"Kau yang memintanya!! " kata Len menatap mayat di depannya dengan tersenyum mengerikan.
Kemudian berjalan ke arah wastafel kamar mandi untuk mencuci tangannya yang sempat terkena noda darah. Menatap dirinya sendiri di depan cermin.
"Bahkan aku tidak bergairah selain denganmu baby. " kata Len dengan dirinya sendiri.
Selesai dengan ritualnya, Len bejalan menuju kursi kebesarannya, menatap dua pria kembar dan satu sahabatnya yang sudah ada di depannya.
"Sudah waktunya meeting tuan. " lapor asisten Noberto.
"Bereskan mayat di kamar, " kata Len pada sang asisten. " Dan kau ikut aku meeting. " tunjuk Len pada Sekertaris Norbert.
Mereka mulai mengerjakan tugas masing-masing, dan Len yang akan beranjak meeting, tanpa mempedulikan sahabatnya yang sudah duduk santai di sofa ruangannya.
"Hei!! hei, ada aku di sini!! aku ingin bicara sesuatu denganmu!! " kata carl yang tidak di pedulikan mereka yang sedang sibuk saat ini. " Ini tentang gadis kecilnya. "
Perkataan di akhir carl yang membuat Len memberhentikan langkahnya yang sudah di depan pintu saat ini, menatap tajam pria yang tersenyum memamerkan gigi putihnya.
"Tunggu di sini!!! aku rapat sebentar. " kata Len yang memang tak sabaran jika menyangkut Anya, hanya saja meeting barusan sudah ia tunda satu jam lamanya.
Hanya 30 menit berlalu Len sudah kembali dari meeting nya yang sebenarnya belum selesai.
"Cepat sekali meeting mu!!! " cibir carl.
"Katakan! " kata Len tanpa basa-basi.
" Apa bodyguard bayanganmu tak mengatakan apapun? "
Len selama ini juga mengirimkan bodyguard bayangan untuk Anya atas se izin papa oscar dengan alasan membantu menjaga keluarganya, tentu saya papa oscar mengiyakan dengan senang hati tanpa tau maksud di baliknya.
"Belum! " kaya Len yang memang belum mendapatkan laporan apapun siang ini.
"Anya tadi malam kencan! dia pria satu kampus dengan anya. " kata carl dengan senyum misterius.
"Fuckkk!! " umpat cemburu Len.
"kalau cinta kenapa tidak diperjuangkan!!sudah 6 bulan, tapi gadis itu terlihat masih sangat mencintaimu!! " kata carl yang memang sering bertatap muka dengan anya di kampus.
"Aku tak ingin berharap! " kata Len masih memikirkan gadisnya yang mulai berkencan sekarang.
"Ck, tuan oscar tak akan berfikiran kolot sepertimu!!" kesal carl.
Len hanya diam memikirkan apa yang di lakukan anya saat berduaan dengan pria lain.
__ADS_1
"Apa mereka berpegangan tangan???atau sudah berpelukan bahkan berciuman!!!oh, ****!!"
Membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang ada membuat Len semakin cemburu saat ini. Tapi tiba-tiba ada suara deringan telpon ponsel Len di tengah tengah kecemburuannya.
Yang ternyata dari bodyguard bayangan untuk anya, dengan segera Len mengangkat telpon tersebut.
"Halo, ada informasi apa? " tanya Len sambil menatap sang sahabat yang tersenyum mengejek di sana.
"Tadi malam nona kecil keluar menonton bioskop ajakan teman pria di kampusnya tuan, tapi... " kata bodyguard terpotong Len.
" Kenapa tidak memberitahuku tadi malam ha!! bahkan aku baru tau sampai sekarang!! apa yang mereka lakukan??? kenapa harus di tempat gelap seperti bioskop??? Apa kalian mengawasi mereka dengan benar ha?? "Kata Len marah- marah.
Saat informasi sepenting ini ia baru tahu, bahkan sang sahabat juga tau lebih dulu, Jangan-jangan asisten dan Sekertaris kembarnya juga sudah tau, hanya dia yang tau, memikirkan itu membuat dada Len naik turun dengan amarah yang mengerikan saat ini.
Carl sang sahabat bergidik ngeri melihat pemandangan di depannya, sedikit menyesal mengompori pria itu tadi.
" Ma.. maaf tuan, tadi malam saya sudah mengubungi anda berkali-kali tapi tidak di angkat, sa.. saya bangun jam 8 tadi juga langsung menghubungi anda, tapi tetap tidak di angkat, saat saya mengubungi asisten Noberto, dia mengatakan anda sedang meeting tuan!! " jelas bodyguard di sambungan telpon.
"Oh ****!" kata Len mengingat tadi malam dan tadi pagi ia sibuk dengan kesenangannya.
Ia ingat hanya satu kali memegang ponselnya, saat memandangi wajah anya, tapi kenapa ia tidak menyadari ada banyak panggilan tak terjawab.
Membuatnya malah kesal pada dirinya sendiri, apalagi melihat ekspresi menyebalkan sahabatnya juga saat ini.
"lanjutkan!! " perintah melanjutkan informasi yang sempat terpotong dengan kemarahan tertahan.
Len yang tadinya sempat marah tah karuan, Tiba-tiba tersenyum senang, apalagi mendengar tuan oscar tak membiarkannya mendekati sang putri menambah kegirangan di hati Len.
Tapi ia teringat dengan perkataan kompor sahabatnya itu, menatap tajam carl yang juga menatapnya dengan deret gigi putihnya yang ia pamerkan.
"Ada lagi? " tanya Len.
"Ada masalah di restoran tuan oscar yang ada di Indonesia, bahkan hampir semua cabang di negara itu, hanya itu yang saya dapat informasikan tuan!! "
"Baiklah, segera laporkan jika ada informasi baru!! " kata Len dengan serius.
"Baik tuan. " kata bodyguard sebelum sambungan telpon mereka terputus.
Len menatap serius ke depan dengan mengetuk ketukan jari telunjuknya di meja kerjanya. Tak memikirkan lagi kejengkelannya pada sang sahabat.
"Ada apa? " tanya carl melihat perubahan wajah Len.
"Ada masalah di restoran tuan oscar di Indonesia, bahkan hampir keseluruhan? " ucap len yang ada di pikirannya saat ini.
"Lalu? " bingung carl, karena tak mungkin tuan oscar tak bisa mengatasinya.
"Bagaimana dengan anya kalau tinggal di rumah besar itu? "
ppppffffffff!!! hahhahaahaa...
__ADS_1
Tawa carl pecah saat tau isi pikiran Len saat ini.
"Apa yang kau tertawakan?aku hanya memikirkan anya nantinya!!" kesal Len.
"Ppfff, mungkin di titipkan padaku! " kata carl asal setelah tawa panjangnya.
"Apa maksudmu? " tanya Len dengan mata tajamnya.
"Tidak, anya sudah besar!! dia tak akan kelaparan meskipun di tinggal tuan oscar dan nyonya Rosa!! bahkan dia pintar memasak. "
"Apa??? tau dari mana kau??? " tanya Len sambil berjalan menuju sang sahabat.
"Dariku lah, aku pernah memakan masakannya. " carl mulai mengompori sahabatnya lagi.
"Kurang ajar! "
Len yang tak Terima langsung menepuk punggung carl dengan begitu keras.
"Keluarkan makanan itu sialan!! " tak Terima sahabatnya sudah memakan masakan dari tangan gadis nya.
"uhuk, uhuk, uhuk!!! cukup sialan!! " berontak carl, tapi tetap saja Len menepuk punggungnya dengan keras. " Uhuk, uhuk!! itu sudah lama sialan, bahkan makanan itu sudah menjadi kotoran, kotorannya sudah keluar cukup lama!! apa yang akan kau keluarkan sialan!! "
Mendengar itu Len berhenti menepuk punggung carl, lalu duduk di samping sahabatnya dengan tatapan kesalnya.
"Kau yang mendapatkan kesempatan tak kau perjuangkan!! kalau seperti ini kau juga yang marah- marah !! Kau tau, kau pria egois!! kau sendiri tak ingin memperjuangkannya, tapi tak ingin dia di miliki orang lain!! " cecar carl
Len langsung terdiam mendengarkan penuturan carl, dia pria egois dan dia menyadari itu.
"Keluar!! aku banyak pekerjaan!! " usir Len.
Mendapatkan pengusiran tak membuat carl sakit hati karena tau sifat sahabatnya itu. Mulutnya pedas tapi Len pria setia pada orang-orang di sekitarnya.
Mau tak mau carl keluar dengan gerutuan nya. Len tak mempedulikan itu, dan kembali ke kursi kerjanya, menyenderkan punggungnya, dengan mata menatap langit-langit ruang kerjanya.
"Apa aku harus melepaskan mu sepenuhnya baby?? apa aku akan sanggup?? maafkan keegoisan ku baby!! "
Kata Len dalam hati lalu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1