
Esok harinya di siang hari, keluarga besar itu menyempatkan diri untuk berlibur bersama, walau tadi malam sedikit ada masalah saat mengantarkan gadisnya yang sedang mabuk, tapi itu tak berlangsung lama saat mendengar penjelasan Len, walau masih ada sedikit omelan yang Len dengan, tapi Len memaklumi itu.
Siapa orang tua yang tak mengomel saat putrinya yang tak pernah merasakan kesenangan sesaat tiba- tiba tidak baik-baik saja saat ia pulang, walau dengan tunangannya sekalipun.
Sedangkan Anya pagi-pagi sudah mendapatkan ceramah dari ke dua orang tuanya, yang tak menurut dengan maksud baik len, bahkan papa Oscar sempat memberikan Anya hukuman yang tentu saja sangat melelahkan.
Dan siangnya mereka memutuskan untuk berlibur bersama di pantai, dengan Dante yang begitu bahagia bermain bersama mama Rosa dan Anya, dua wanita itu melimpahkan begitu banyak kasih sayang pada pria kecil yang kurang beruntung dulu.
Len yang berjemur di samping papa Oscar tak jauh dari sang anak bermain memandangi nya dengan senyum bahagia, sangat bahagia yang tak bisa di gambarkan, bagi seorang ayah seperti Len tak ada hal membahagiakan selain melihat anaknya bahagia, apa lagi bahagia dengan wanita pilihannya.
Jika melihat dirinya yang dulu, Len tak pernah menyangka akan mendapatkan kebahagian dari keluarga kecilnya. Memiliki seorang putra, dan memilih memutuskan hubungan serius dengan seorang wanita, hal yang tak pernah terfikir kan sebelumnya.
Bolehkah ia merasa Tuhan adil sekarang? setelah perjalanan panjang dengan kehilangan anggota keluarganya, ia sekarang mendapatkannya kembali, anggota keluarga yang nantinya akan terus bertambah, dan yang paling membahagiakan dia akan mendapatkannya dari orang yang akan menemaninya sampai tua nanti.
"Bagaimana perasaanmu melihat anakmu bahagia? " tanya papa Oscar yang membuyarkan lamunan Len, menatap pria yang berbicara padanya barusan sesaat, dan kembali memandangi orang yang ia sayangi.
"Sangat! Sangat bahagia! Apalagi wanita pilihanku ikut andil dalam membahagiakan putraku!! kebahagiaan itu tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi! " ucap Len yang di angguki setuju oleh papa Oscar.
"Bagaimana dengan rencana pernikahan? " todong papa Oscar tiba-tiba.
"Aku akan menunggu sampai urusan papa selesai di sini lalu kembali ke jerman, dan saat itu juga aku akan menikahinya!! " ucap Len yakin.
"Bagaimana kalau urusanku selesai satu minggu lagi? " papa Oscar melihat keseriusan Len.
"Itu jauh lebih bagus, aku bisa cepat menikahi Anya. " ucap Len santai.
"Satu tahun? " tanya papa Oscar lagi.
"Itu tidak mungkin! " ucap Len.
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini! " ucap papa Oscar.
"Aku akan membawamu pulang untuk sementara waktu! " ucap Len
"Cih!!! " cibir papa Oscar. " Tapi aku mohon jaga putriku seperti aku menjaganya, dan sayangi putriku seperti aku yang menyayanginya, dan kembalikan dia saat kau sudah tak mencintainya, jangan sakiti dia secara fisik ataupun mental, karena aku dan istriku tak ada hak lagi untuk ikut campur dalam masalah anya saat sudah menjadi tanggung jawabmu nanti! " ucap papa oscar mengungkapkan isi hatinya.
__ADS_1
"Sudah aku bilang tadi malam, aku tak akan mengembalikan putrimu nanti karena aku tak akan pernah berhenti mencintainya sampai kapanpun! " ucap Len masih menatap sang anak yang tiba-tiba berlari ke arahnya meninggalkan dua wanita dengan beda generasi itu.
Membisikkan sesuatu di telinga papanya yang membuat Len tersenyum kecil dan mengangguk mengerti.
"Aku pamit ke kamar mandi dulu pa!! " ucap Len dengan menggandeng tangan putranya yang tentu papa Oscar tau maksud bisikan cucunya.
Tak lama Len meninggalkan papa Oscar, Anya juga mendekat ke arah papa Oscar.
"Kemana mereka? " tanya Anya sambil duduk di sebelah sang papa.
"Ke kamar mandi! " papa Oscar menjeda ucapannya sebenar. " Kau bahagia sayang? " tanya papa Oscar menatap sang anak.
"Bahagia?? tentu saja bahagia, bertemu papa dan mama dan berlibur bersama seperti ini! " jawab Anya.
"Bukan itu maksudku! tapi hubunganmu dengan Len! kau bahagia??? di usiamu yang masih muda di hadapkan dengan sebuah pernikahan sebentar lagi! " Tanya papa Oscar lagi yang tentu saja membuat Anya terdiam sesaat.
"Bahagia pa! anak papa ini selalu bahagia jika bersama orang yang ia cintai! apa lagi prianya memilih putrimu ini sebagai wanita terakhir di hidupnya!! pernikahan adalah simbol keseriusan seorang pria, wanita mana yang tak bahagia saat pria yang ia cintai akan menikahinya!! dan itu yang Anya rasakan sekarang, Apa lagi di tambah restu kalian! Anya sangat bahagia pa! " ucap Len tersenyum lembut pada papa Oscar.
"Papa ikut bahagia mendengarnya! dan papa berharap kau akan selalu bahagia nantinya! " ucap papa Oscar yang di angguki Anya.
"Cih, lihatlah pria muda itu! berani-beraninya mendekati ibumu! " kesal papa Oscar yang langsung menghampiri istri tercintanya.
Anya mulai berfikir apakah rumah tangganya akan se seru rumah tangga orang tuanya nanti, memiliki anak yang lucu-lucu, membesarkan bersama, sampai melihat mereka tumbuh menjadi orang-orang yang sukses nanti, membayangkannya saja sudah membuat anya gereget sendiri.
Tapi Anya lupa kalau hidup sendiri saja pasti memiliki kesulitan sendiri, apalagi menyatukan dua pemikiran dari sebuah pernikahan, yang tak semudah membuat anak tentunya.
"Mommy! " panggil Dante dari arah belakang yang tentunya membuat Anya menoleh ke sumber suara.
"Ya sayang? " jawab Anya merentangkan tangannya meminta Dante duduk di pangkuannya. " Panas hm? " tanya Anya yang melihat wajah sang anak mulai memerah.
"Sedikit! " jawab Dante.
"Di mana daddy ku? " tanya Anya yang belum melihat Len di sekitar mereka.
"Emmm.. masih di belakang! tadi berbicara dengan seorang perempuan! " ucap Dante tersenyum misterius.
__ADS_1
"Apa? " marah Anya. " Tunjukkan mommy di mana daddy ku? " ucap Anya yang menggandeng tangan Dante.
"Hihihihihiii!!! semoga tak apa-apa setelah ini pa! " batin Dante yang mengerjai papanya.
Dan benar saja, Anya melihat Len yang di kelilingi beberapa wanita yang anehnya Len terlihat tak nyaman di sana, yang bergegas Anya menghampiri calon suaminya dengan terus menggenggam tangan Dante.
"Kau meninggalkan anakmu sendiri di sana! dan bersenang-senang di sini ha? " ucap Anya marah yang membuat para wanita memandangi gadis cantik bak dewi yunani itu.
"Sudah ku bilang minggir! kau membuat istriku marah dan anakku menunggu lama! " marah Len pada para wanita yang tak mau pergi darinya sedari tadi.
Yang tentu saja para gadis itu terdiam melihat wanita yang begitu cantik apa lagi dengan kata istri tadi yang membuat mereka langsung menciut di buatnya.
"Apa lihat-lihat! awas aku melihat kalian berani menggoda suamiku lagi! atau kau akan merasakan ini....! "
Dukkkk.
"Akkkkkhhhhhh! " acting Len kesakitan karena baru saja mendapatkan tendangan dari kaki kecil Anya yang mendarat mulus di tulang keringnya.
"Keras!!" batin Anya yang sekarang kakinya merasakan sakit.
"Aku bisa melakukan lebih dari itu! campakan itu! " garang Anya yang membuat gadis-gadis tadi berhamburan pergi.
Setelah mengusir lalat-lalat tadi, Anya menatap tajam calon suaminya, dan berbalik pergi dengan menggandeng tangan Dante tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Baby! " panggil Len sambil terus mengejar langkah Anya. " aku tidak aneh-aneh kok! mereka saja yang tau mau pergi! Aku sudah memarahi mereka sampai mengatakan kata-kata sampah mereka tetap tak pergi! " ucap Len membela dirinya yang tak di pedulikan oleh Anya.
Sedangkan Dante tertawa lucu dalam hatinya, melihat papanya yang akan tunduk jika singanya mulai mengeluarkan taringnya seperti sekarang.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...