Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Menangis Bersama


__ADS_3

Di ruang perawatan Senta, Anya bisa melihat sang sahabat yang berbaring tak sadarkan diri, dengan Perban menyelimuti telapak tangan sahabatnya dan Carl kekasih sahabatnya yang setia mendampingi Senta.


Dan tak lama Len juga ikut masuk, tapi Carl sama sekali tak menyadari ke hadapan sahabat nya, bahkan Anya sekalipun yang sedari tadi berdiri di belakangnya, kekasih Senta itu terlihat melamun dengan menunjukkan wajah sedihnya sampai tak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya.


"Carl!!! " panggil Len sambil menepuk bahu sahabatnya untuk menyadarkan lamun Anya.


Seketika Carl kaget dengan tepukan dan suara yang ia kenal, membalikkan badannya ke arah orang yang menepuk nya, dan dia juga semakin terkaget kaget saat keluarga lengkap Len juga ada di sini.


"Ka.. kalian tau dari mana? " tanya Carl yang tak menyangka mereka dengan cepat mengetahui apa yang terjadi, sedangkan dirinya tak pernah menghubungi siapapun, hanya untuk orang tua Senta saja tidak yang padahal lebih berhak akan tubuh kekasihnya.


"Bastian!!! " jawab Len.


"Apa yang terjadi sebenarnya?? " tanya Anya sembari mendekat ke arah ranjang rumah sakit yang sangat nyaman yang berbeda jauh dengan ranjang rumah sakit pada umumnya.


"Emmm.... !!! " bingung Carl menjelaskan.


"Aku ingin bicara denganmu!! di luar!!! " ucap Len yang menatap penuh intimidasi sahabatnya, yang tak mempedulikan pertanyaan sang istri. Lalu berjalan menghampiri Anya dengan memberikan dante pada pangkuan istrinya. " jaga sahabatmu sebenar!! dad ada perlu dengan pacarnya!!! " ucap Len berpamitan tanpa menunggu jawaban dari sang istri melangkahkan kakinya keluar ruangan yang di ikuti sang sahabat.


Tinggallah Anya, Dante, dan Senta di ruangan itu, meninggalkan Anya dengan begitu banyak tanda tanya di otaknya, bagaimana tidak, tak ada yang menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada sang sahabat, bertanya pada sahabatnya sendiri pun pasti mustahil karena Senta yang masih berbaring dengan wajah puncak nya dan selang infus yang masih terpasang.


"Apa yang terjadi sebenarnya!! tan dan om juga kemana??? sedikitpun tak ada rasa khawatir dengan mu yang seperti ini??? huuufffttt!!!! " ucap Anya pada sang sahabat.


"Dia sahabat Mom kan?? " tanya Dante yang memastikan.

__ADS_1


"Iya!! " jawab Anya dengan raut kesedihan di wajahnya.


"Pasti itu sakit!! " tunjuk Dante pada perban yang membungkus telapak tangan Senta. " aku pernah seperti itu, tapi tak sebanyak dan setebal itu berbahaya, dan itu saja sudah sakit sekali, apa lagi sabahat mom ini!!! " ucap Dante yang juga teringat akan luka lamanya.


"Sssuuuuttttttt!! jangan bahas masa lalu lagi, sekarang sudah ada dad dan mom yang tak akan membiarkan kamu terluka sedikitpun sayang!!! doakan saja sahabat mom cepat sadar hm!!! " kata Anya yang memeluk erat tubuh putranya itu.


"Baiklah!!! " jawab Dante dengan senyum lebarnya, tapi matanya salah fokus pada sofa yang terlihat begitu nyaman untuk ia buat duduk dengan ipad di tangannya, " aku mau ke sana!! " katanya lagi meminta di turunkan dari pangkuan mom nya.


Dengan senang hati Anya menurunkan pangkuannya lalu Dante yang berlari ke arah sofa dan ipad yang ada di tas kecilnya, setelah di rasa putranya sudah nyaman di tempatnya, Anya mengalihkan perhatian pada sang sahabat yang masih berbaring tak sadarkan diri.


Tangan Anya mulai menggenggam jemari Senta yang tak di perban tapi harus terganggu dengan selang infus yang tertanam rapih, Anya sendiri hanya bisa menghela nafas lagi dan lagi untuk menetralkan rasa sedihnya atas apa yang menimpa sahabatnya.


"Tak ada cerita sedikitpun untukku? kenapa? bukankah aku sahabatmu hm?? lalu apa gunanya aku kalau kau harus berbuat nekat seperti ini!! Apa mungkin aku yang tak berguna sama sekali untukmu?? dan apa juga gunanya panggilan sahabat yang selama ini kau sematkan??? hehehe!!! terlalu menyedihkan untuk menertawakan semuanya!!! " kata Anya yang tertawa miris di akhir.


Di tengah ocehan nya, Tiba-tiba tangan Senta yang di genggam Anya berlahan bergerak, bersamaan dengan mata sang sahabat yang sedikit demi sedikit mulai terbuka.


"Anya!!! " panggil Senta juga dengan suara lemahnya, dan air mata yang terlihat menggenang, karena saat ia membuka matanya , pikirannya langsung tertuju pada kejadian tadi siang, dan percobaan bunuh dirinya tadi sore yang sangat membuatnya terpukul.


"A.. aku akan panggilkan dokter oke!!! " ucap Anya panik takut Senta merasakan sakit yang membuatnya sampai akan menangis.


"Ti.. tidak, aku butuh kamu!!! " cegah Senta yang seketika membuat Anya memeluk tubuh lemah tak berdaya.


"Sssuuuutttt, aku tau kau membutuhkanku, kau bisa cerita sebanyak apapun setelah ini, tapi aku panggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu dulu oke!!! " kata Anya yang sedikit memberikan pelukan kekuatan untuk sang sahabat.

__ADS_1


"Aku hanya mau pelukan ini! aku butuh kau Anya hiks, hiks!! hanya kau yang mengerti keadaanku, hanya kau yang mau mendengarkan keluhan ku, hanya kau Anya, hiks, hiks!!! " ucap Senta dengan tangis pilunya.


"Iya!!! aku tau sen, aku akan ada untukmu sampai kau merasa lega sekarang!!! dan berlahan tenangkan dirimu oke, ada aku di sini!! semua akan baik-baik saja!! tenanglah!!!! " ucap Anya mengusap usap pundak temannya sembari memberikan pelukan pada orang yang berbaring itu.


"huhuhuuuuuhhhuuuuu!!! " tangis Senta malah semakin pecah saat ada satu orang yang masih begitu peduli padanya, di saat semua orang yang ia sayangi selalu mementingkan ego mereka tanpa memikirkan dirinya yang akan tersakiti nantinya.


"jika ingin menangis, menangis lah sepuas mu, dan setelah ini tak ada tangisan lagi yang aku dengar saat kau ingin menceritakan semuanya padaku! seburuk apapun kau menjalani hidupmu nanti, jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi, ada aku yang selalu berada di belakangmu, mendukung penuh hidup dan kebahagiaanmu, jika kamu mersa sakit, ingatlah aku yang selalu di belakangmu yang akan memberikan pelukan ketenangan kapan pun kau mau!! jangan pernah menyerah Senta!!!! " ucap Anya yang gak sadar menjatuhkan air matanya sendiri saat memberikan semangat hidup untuk sahabat terbaiknya.


"Huhuhuhhuhuhuuuuu!!! " Senta hanya bisa menangis sambil mengangguk angukkan kepalanya.


"Kau masih menganggap ku sahabat bukan??? tapi kenapa kau melakukan hal nekat seperti ini hm?? kau bisa menceritakan keluh kesahmu seperti biasanya padaku, kau bisa membagi beban hidupmu padaku, aku pasti akan membantu mu sebisa mungkin aku bantu, dalam hal apapun itu!! aku siap membantu mu kapan saja kau mau!! aku lupa akan kegunaan sahabatmu ini hm?? begitu tak bergunanya aku sampai kau harus melakukan hal senekat ini Senta?? hiks!!!! " ucap Anya yang dia sendiri merasa tak berguna akan hidup sahabatnya.


"Tidak!!! hiks, hiks!!! maaf, aku tak akan mengulangi nya lagi, karena kau punya kau sekarang!!! hiks, hiks!! maaf, janji tak akan mengulanginya!!!! " jawab Senta yang sepertinya menyesal akan tindakan konyolnya.


Dua wanita itu saling berpelukan dan saling menangis sampai melupakan pria kecil yang sedari tadi menatap mereka dengan senyum kecil yang tau begitu eratnya persahabatan mom nya dan kekasih paman Carl.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2