Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Sarapan


__ADS_3

"Itu bukan rayuan, tapi ucapan yang ada di hatiku sayang!! " kata Carl menyangkal ucapan senta, tapi tak ada respon lagi dari istrinya. " Kamu mau makan apa? " tanya Carl mencoba mengajak bicara istrinya kembali.


"Terserah! " jawab singkat senta yang membuat suaminya sedikit mati kutu.


Hingga tak terdengar lagi percakapan di antara mereka sampai di sebuah restoran cukup mewah yang di pilih Carl untuk melaksanakan sarapan paginya bersama sang istri.


"Mau pesan apa sayang? " tanya Carl yang baru menundukkan bokong mereka di kursi kosong yang tersedia.


"Apa saja, asal jangan makanan berat untuk sarapan!! " jawab Senta yang terdengar masih cuek.


"baiklah sayang ku!!! " jawab Carl yang sabar menghadapi sikap istrinya, dan mulai memesan makanan yang menurutnya cocok dengan permintaan sang istri.


Dengan menu yang sama, pengantin baru itu melaksanakan sarapan paginya dengan begitu tenang tanpa perdebatan atau gangguan apapun, sampai seorang wanita yang memanggil Carl dengan begitu mesra.


"Sir Honey, lama tak bertemu!!! " panggil seorang wanita yang berpakaian seksi dengan berani memeluk Carl dan berniat mencium sir honey nya, tapi hal itu tak akan terjadi dengan Carl yang dengan sigap menghindar dari bibir menor itu.


Sedangkan Senta hanya bisa menatap interaksi suaminya yang begitu mesra dengan wanita lain, melihat cara berpakaian dan tubuh wanita seksi itu, ia sendiri bisa menebak siapa wanita di depannya itu dan apa hubungannya dengan sang suami.


"Aku kangen tahu!!! " ucap wanita seksi itu begitu manja setelah tak berhasil mencium salah satu klien nya dulu, dan memilih memeluknya erat dengan menggesek-gesekkan dua gunung tak berapinya untuk menggoda, dengan sengaja di lakukan tanpa peduli ada wanita lain di meja sir honey nya.


Yang hal itu tentu saja dapat di lihat oleh Senta, tapi saat mulutnya akan terbuka untuk menegur wanita murahan itu, Carl lebih dulu mendorong wanita seksi itu dengan begitu kuat sampai terjungkal ke lantai.


Carl sendiri sudah merasa was-was sejak tadi saat harus di pertemukan dengan wanita-wanita masa lalunya yang terlibat akan kenakalan nya, bahkan saat ia menatap wajah sang istri ada raut kesedihan di wajahnya, membuatnya mengantisipasi kesedihan yang terlalu parah untuk sang istri, dan sedikit ada kemarahan saat wanita itu berani memeluknya tadi.


Senta hanya memandang dingin wanita yang sedang berusaha bangun dari jatuhnya dengan wajah yang terlihat menahan sakit, dan tak mempedulikan tatapan sang suami walau dia sadar akan hal itu.


"Sir honey!! kenapa mendorong ku!!! " ucap wanita seksi itu yang sudah berhasil berdiri sendiri dengan susah payah.

__ADS_1


"Jaga sikapmu!! kau hanya.... "


"Hay!!! " sapa Senta memotong ucapan suaminya. " Aku istrinya di sini!! hargai keberadaan!!setidaknya lakukan di belakangku saja, mataku sakit melihatnya!!! " ucap Senta dengan dingin.


klak!!!!!


Senta menaruh garpu dan pisaunya sedikit membanting, hingga terdengar bunyian cukup keras karena gesekannya dengan meja yang terbuat dari kaca itu, lalu melangkah pergi tanpa menghabiskan sarapannya atau berpamitan pada sang suami.


Mood nya terlalu buruk hanya untuk menyuapkan makanan ke mulutnya, hatinya juga sedih harus menghadapi hal seperti ini sebagai konsekuensi menikahi player yang kata sudah berubah, tapi hal seperti ini juga di luar kendali suaminya yang harus bertemu partner-partner di masa lalunya.


"Sayang!!! " panggil Carl yang mulai khawatir dengan kepergian sang istri, tapi ia memilih menatap tajam wanita yang membuat masalah pagi ini. " Tunggu akibat membuat istriku sedih sekarang!! satu hal lagi, dulu kau hanya partner dan akan tetap seperti itu, jangan menganggap kita akrab itu *****!!!! " Ucap Carl dengan kemarahan di matanya lalu berjalan meninggalkan wanita yang dulu menjadi partner nya.


Yang tentu saja membuat wanita itu gelagapan di buatnya lalu mengejar uang berjalannya, dan memeluknya dari arah belakang saat sudah begitu dekat.


"Sir honey, aku minta maaf!! kau dengar sendiri kan apa yang di ucapkan istri mu!! aku juga tak masalah kalaupun kau sudah beristri, aku akan... "


Brak....


Membuat wanita itu terjatuh dengan bibir yang berdarah karena sikutan mautnya, jangan lupa beberapa gigi yang rontok karena ulah Carl.


"Si.. iiir ho.. ney!!! " ucap wanita itu yang tak menyangkan akan mendapatkan pukulan keras dari seorang pria yang dulu terkenal lemah lembut pada setiap wanita.


"Bawa dia ke markas!!! " ucap Carl pada anak buahnya yang tak jauh dari nya berdiri, tak mempedulikan panggilan wanita itu, dan pergi tanpa menunggu jawaban sang anak buah.


Di langkahnya mengejar sang istri, Carl sengaja melepas kemeja yang ia pakai dan membuangnya ke tong sampah yang entah kenapa ia merasa jijik dengan kelas pelukan wanita itu, hingga menyisakan kaos polos yang sedikit ketat hingga mencetak tubuh atletis nya, tanpa peduli ia menjadi pusat perhatian orang yang berlalu lalang dengan apa yang ia lakukan.


Di dalam mobil, Carl melihat sang istri hanya menatap jendela luar mobil tanpa peduli akan kehadirannya, atau mungkin tak menyadari kehadirannya karena terlihat sedang melamun dengan mata yang terlihat begitu sedih.

__ADS_1


"Sayang!!! " panggil Carl dengan lembut, sembari menggenggam tangan kecil dan lentik milik sang istri.


"Emm, ya?? " kaget Senta tersadar akan lamunan nya. " Kita pulang!! aku lelah sekarang!!! " ucap Senta terdengar dingin tanpa menatap atau membalas genggaman tangan itu.


"Maaf, ini di luar kendali ku, aku makan mencoba mengantisipasi semuanya agar tak terjadi hal yang tidak-tidak!! aku akan berusaha dengan keras setelah ini!! maaf!!! " ucap Carl dengan wajah memelas nya.


"Aku tak peduli!! aku hanya mau pulang sekarang!!! " ucap Senta dengan penuh penekanan.


"Baiklah kita pulang! tapi jangan berfikir tidak-tidak tentang ku, karena hanya kau yang aku cintai sayang, dan aku berbuah lebih baik hanya untuk mu!!! " ucap Carl sebelum mobil yang mereka tumpangi bergerak untuk membawa mereka pulang.


Di perjalanan pun Senta tak pernah membuka mulutnya hanya untuk berucap sepatah katapun, meski Carl dengan berusaha keras membuat sang istri mau berbicara padanya atau pun membuat mood istrinya menjadi baik.


Tak lupa tangan yang terus Carl genggam walau pun terabaikan sedari tadi, hingga sampai di sebuah gerbang yang sangat tinggi, memperlihatkan mansion besar dan megah saat pintu gerbang itu di buka.


Mansion penuh kenangan milik mendiang papa tercinta Carl, yang selama ini tak tersentuh sedikitpun dengan hal-hal berbau kenakalan nya, karena mansion yang sangat spesial itu tentu saja untuk orang yang spesial juga, dan setelah sekian lama ia kembali ke mansion masa kecilnya, dengan membawa kebahagiaannya di genggaman tangannya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2