
Lain halnya dengan sang sahabat, Len dikejutkan dengan tamu tak di undang saat ia meeting tadi siang, sang asisten mengabarkan ibu kandung dari putranya tiba-tiba mencarinya di lobi perusahaan, memaksa masuk dengan segala cara, sampai mengancam akan membawa putra biologisnya atau mengacaukan hubungannya dengan sang tunangan.
Berita Len bertunangan memang sudah menyebar di seluruh penjuru yang memang ia sengaja hanya saja Len tak mempublikasikan siapa tunangannya, walau seperti demikian banyak wanita di luar sana yang patah hati dengan berita tersebut.
Sama hal nya dengan mantan pacarnya yang ada di bawah, entah kenapa wanita itu kembali yang membuat Len terpaksa menemuinya, yang tentu saja di dampingi pria kembar, ia tak akan berduaan bersama seorang wanita selain dengan Anya seorang.
"Len tolonglah aku sekali lagi! aku mohon padamu! " ucap Audrey yang datang-datang bersujud di kaki Len.
Membuat Len melangkah mundur agar tak bersentuhan dengan wanita menjijikan di depannya, bukannya menanyakan kabar putranya, ia malah merendahkan dirinya hanya karena sebuah materi tebak Len.
"Di mana Tyga? kenapa harus padaku! bukankah dia cinta matimu! " ucap pedas Len.
"Dia... dia meninggalkanku dan mengambil semuanya dariku, menghabiskan uangku! aku tak punya apa-apa sekarang! pinjamkan aku uang sedikit saja agar bisa pergi dari negara ini, aku ingin pergi dari pria itu, aku mohon aku tak tau harus meminta bantuan pada siapa lagi, aku janji tak akan menganggumu setelah ini! tolong aku! " ucap Audrey dengan wajah sedihnya.
"Keluar dari sini! curhatmu sudah selesai! " kata Len tanpa belas kasian.
Seorang wanita yang rapuh karena kehilangan harta dan juga cintanya, memohon permintaan tolong padanya tapi tak ada rasa belas kasihan di hatinya setelah apa yang selama ini Audrey lakukan padanya, mungkin Audrey mendapatkan karmanya sekarang.
Di tinggalkan dan di sakiti sama seperti yang Len rasakan dulu, parahnya lagi menyembunyikan sang putra dan tak menganggapnya sebagai manusia, membayangkannya saja membuat kepala Len terasa mendidih, dengan mata memerah menahan amarahnya.
"Aku mohon, untuk kali ini saja, bantu aku! aku janji tidak akan menganggumu lagi setelah ini! " Audrey yang terus memohon.
"Di seret atau keluar dari sini dengan kakimu sendiri! ini kesempatan terakhirmu, kau tau bukan aku orang seperti apa! " ancam Len.
"Tidak, tidak! aku mohon tolong aku sekali lagi, aku janji ini pasti yang terakhir! " ucap Audrey dengan berlinang air mata.
Yang lucunya semua hanya karena materi, tak ada sedikitpun terlintas di pikirannya untuk menanyakan sang anak, atau menyebutkan namanya sekali saja, tapi di sisi lain Len bersyukur tak di sulitkan saat mendapatkan putra satu-satunya itu.
"Panggil security! " ucap Len menatap asistennya.
"Aku tak akan keluar dari sini sebelum kau membantuku! atau aku akan mengatakan pada Tyga siapa tunanganmu itu! " Audrey berbalik mengancam saat sudah di ujung.
"Ck, jangan katakan omong kosong di sini! " ucap Len meremehkan Audrey.
__ADS_1
"Vanya, wanita yang di titipan papanya padamu!! benar bukan! " ucap Audrey yang sebenarnya hanya menebak.
Len yang mendengar nama Anya di sebut melotot kan matanya kaget dari mana Audrey tau, tak hanya dia, Norbert dan Noberto juga kaget dengan apa yang mereka dengar barusan.
"****!! dari mana wanita ini tau!! apa ada mata-mata di sekitarmu?? itu tak mungkin jika bekerja sama dengan Audrey!!! " kesal Len menatap wanita yang memiliki kartu As nya.
"Aku yakin tak ada mata-mata di sekitar tuan! dari mana wanita ular ini tau! " pikir Norbert.
"Ular memang terlalu berbahaya kalau tidak di kurung! " Noberto juga ikut membatin.
"Kau..!! " tunjuk Len dengan kemarahan yang sedari tadi di tahan, sambil meraih leher Audrey yang hampir tercekik saat Audrey dengan cepat berdiri dari sujudnya, tapi tetap saja leher itu tetap tercekik bagaimanapun Audrey menghindar.
"Akkkkhhhh!! lepas! " ucap Audrey kesakitan karena cekikan cukup keras, apa lagi dengan tangan besar Len yang akan sangat mudah mematahkan lehernya.
"Tidak tuan! " ucap asisten Noberto menyadarkan tindakannya.
Len menatap wanita yang ia cekik itu yang sudah memerah karena ulahnya, dengan kasar Len melepas cekikannya yang membuat Audrey jatuh tersungkur.
"Uhuk..uhuk..uhuk!" Audrey terbatuk selepas cekikan di lehernya, berdiri kembali dan menatap tajam pria yang baru saja akan mencelakai nya. "Kau mau membunuhku?? kau tak ingat aku ibu dari putramu ha, bayangkan jika putramu tau kalau ayahnya sendiri yang membunuh ibunya! kau mau melihat anakmu bersedih ha? " Marah Audrey atas perlakuan Len setelah apa yang ia dapatkan darinya.
Len terdiam memikirkan perkataan Audrey yang ada benarnya, lalu menatap kedua saudara kembar yang tak jauh dari nya, sedangkan yang di pandang memberikan isyarat anggukan secara bersamaan pada sang tuan, dan tak lama mereka berita tersenyum kecil yang bahkan tak terlihat di mata orang awam.
"Baiklah, aku akan membawamu keluar dari negara ini! " ucap Len dengan kemarahan yang berangsur menghilang.
"Tidak perlu! kau tinggal berikan aku uang dan aku akan berangkat sendiri! aku tak akan merepotkan mulai lagi! " ucap Audrey PD dengan ancamannya.
"Pakai jet pribadiku saja biar irit! masalah uang akan aku berikan setelah keluar dari negara ini! " ucap Len dengan santai.
"Emm... baiklah! kapan aku bisa berangkat? " tanya Audrey bahagia bisa memperalat mantannya itu.
"Sekarang juga tak masalah! semua biar di urus oleh Bear! " ucap Len menatap sang asisten dengan senyum misterius nya.
"Kalian tak berencana membunuhku kan? " Audrey sedikit curiga dengan gelagat Len barusan.
__ADS_1
"Tidak! aku tak mau membuat putraku sakit hati atau bersedih karena ku! tenang saja, selagi masih ada Dante di sekitarmu, kau akan aman! " ucap Len dengan serius menatap sang asisten.
"Akhirnya berguna juga anak itu! " batin Audrey.
"Nona, mari ikut saya! " ucap asisten Noberto yang bertanggung jawab dengan penerbangan Audrey.
"Baiklah, bye! " ucap Audrey sombong tanpa mengatakan Terima kasih pada orang yang membantunya, dan berjalan keluar ruangan Len mengikuti langkah asisten Noberto.
"Selamat masuk ke penangkaran mu wanita ular! dan nikmati kesombonganmu itu! " batin Norbert bahagia melihat wanita berbisa itu akan di pindahkan ke pulau lain, yang pastinya tak sembarang orang akan masuk atau pun keluar dengan mudah.
"Jangan bahas hal ini di depan Anya dan Dante, aku tak ingin membuat mereka kepikiran, terutama Dante walau dari mulutnya mengatakan ikhlas tapi aku yakin hatinya tak sejalan dengan bibirnya, dan kembali bekerja! ingat kataku barusan! " ucap Len pada adik asistennya.
"Baik tuan! " patuh Sekertaris Norbert sebelum pergi dari ruangan tuannya.
Tak lama Sekertaris nya pergi, Len menelpon Mike untuk menjawab rasa penasarannya sedari tadi.
"Halo tuan! " ucap Mike di sebrang.
"Audrey mencariku lagi, dan kenapa Tyga meninggalkannya? " ucap Len langsung pada intinya.
"Sudah ku duga!! Tyga menguras habis semua yang di miliki nona Audrey dan meninggalkannya begitu saja, dan Tyga juga tak hanya memiliki satu wanita saja tuan! Terlalu mudah untuk meninggalkan nona Audrey saat tak memiliki apapun! dan mudah kembali saat nona Audrey memiliki uang lagi! " jelas Mike.
"Ya! " ucap Len sebelum mematikan panggilan ponselnya. "Kau bodoh mempertahankan hubungan seperti itu! aku yakin kau akan kembali padanya setelah ini!! ck, kalian terlalu meremehkanku!! tapi itu pun tak akan terjadi sampai kau mati nanti! " batin Len tersenyum misterius.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...