
Len tak menyangka hal gila ini terjadi sebelum acara pernikahan mereka, kejadian bertubi-tubi menimpa mereka tanpa ada hentinya, bahkan luka tembak di lengannya saja belum kering sudah kembali mendapatkan kejadian tak terduga.
"Dia.. dia menciumu ku tadi!! maafkan aku tak bisa menjaga bibirku hanya untuk kau seorang, aku salah aku kotor hiks, jangan tinggalkan aku hiks, aku minta maaf, aku mengecewakan mu! aku menyakiti hatimu, tapi.. tapi jangan tinggalkan aku, semua di luar kendali ku, aku juga tidak mau seperti ini!! hiks, hiks!! " ucap Anya dengan menggebu-gebu tapi dengan terus memeluk tubuh Len seolah tak mau di tinggalkan.
Len yang mendengar pernyataan Anya menjadi seperti orang bodoh sendiri, padahal ia tadi sudah berfikir jauh dari apa yang Anya ucapkan, tapi di sisi lain, rasa sesal dan sesak di hatinya setidaknya jauh lebih berkurang dari sebelumnya berganti rasa haru dengan sikap gadisnya, tak membiarkan siapapun menyentuhnya selain ia seorang yang padahal banyak wanita yang begitu mudah bersentuhan dengan pria manapun yang ia mau.
"Siapa yang akan meninggalkan mu hm?? dan apanya yang kotor, kau bersih baby!! bahkan kau wanita suci!! " ucap Len menatap penuh cinta wanita yang membuatnya harus saat ini.
"Ta.. tapi ini bekas!! ini bekas orang lain!! " ucap Anya dengan sesekali mengelap bibirnya seolah kotor yang tak bisa di hilangkan. "hiks.. ini kotor!!maaf!! apa aku tak pantas lagi untukmu?" ucapnya lagi yang masih merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Gadis yang polos dalam hal percintaan itu menganggap apa yang terjadi padanya sangatlah fatal di bandingkan membunuh orang sekalipun, karena itu kali pertamanya ia mengalami hal demikian lebih apa bingung bagaimana menyikapinya, lain halnya dengan bunuh membunuh yang sudah ia lihat saat kecil dan berhenti saat sang mama menghentikannya.
"Lalu bagaimana denganku? Dante tak akan jadi dengan sebuah ke ajaiban, aku melalui proses sang lebih jauh dari apa yang kamu alami ini, tapi aku menerimaku yang bekas ini tanpa harus mengingat-ngingat apa yang aku lakukan, jika bicara siapa yang tak pantas, harusnya itu aku bukan kamu baby!! " ucap Len menjawab merasakan hati gadisnya.
"Ti.. tidak!! kau pantas untuk ku! kau milikku, kau selalu pantas denganku hiks!!! " kata anya yang tak setuju dengan ucapan calon suaminya.
"Jangan berkecil hati lagi, karena kau jauh lebih kotor darimu, dia hanya menyentuh bibirmu saja, tak akan menghilangkan kehormatanmu sebagai perempuan baby!! kau masih Anya yang sama, yang masih suci, dan jangan mengelap nya terlalu kasar karena nanti akan melukai bibir cantikmu ini! " ucap Len memberikan arahan gadis kecilnya yang tak berpengalaman itu.
"Ti.. tidak bisa, hiks! rasanya sangat kotor, jijik saat mengingatnya!! " jawab anya.
"Aku yang akan membersihkannya! " ucap Len menangkup kedua pipi cubi anya dan mendekatkan wajah mereka masing-masing.
Cup..
Len ******* bibir anya setelah ucapanya tadi dengan Anya yang menyambut ciuman pria tercintanya itu, berniat membersihkan bibir Anya yang menurut gadisnya itu kotor karena bekas orang lain, walau ada rasa lain di bibir gadisnya Len tak mengiraukan itu, sampai-sampai ia juga tak menghiraukan sang mertua yang masih berada di kursi kemudi sebelahnya.
__ADS_1
Papa Oscar yang melihat pemandangan haru tadi mendadak berubah konyol dan cukup kesal dengan apa yang di lakukan menantunya saat di depan matanya, mungkin ia bisa memaklumi apa yang di lakukan dua sejoli itu mengingat 3 hari kedepan adalah hari pernikahan mereka tapi juga tak harus di lakukan di depan matanya seperti sekarang, apalagi ia yang berada di samping mereka saat ini.
Bahkan jika sekilas di lihat papa Oscar mereka malah menikmati ciuman itu seolah tak ada dirinya di sekitar mereka, yang semakin membuatnya kesal .
"Ehem!! " dehem papa Oscar yang mulai geram dengan apa yang di lakukan anak dan calon menantunya yang tak ada sopan-sopannya, tapi sayangnya mereka begitu asik dengan ciuman mereka tanpa menyadari deheman orang tua di samping dua sejoli itu. " EHEMMM!!! " dehem papa Oscar lebih keras yang akhirnya dapat di dengar.
Sedangkan dua sejoli itu yang menyadari sikap kebablasan nya di depan orang tua mereka, dengan cepat menyudahi kegiatan menyenangkan mereka dan berlahan menatap pria paruh baya yang menatapnya kesal.
"Papa! " ucap Anya yang baru menyadari kehadiran papanya.
"Masih ingat dengan papa? " tanya papa Oscar menatap sang anak yang masih berada di pangkuan Len yang otomatis juga dapat melihat menantunya.
Len sendiri hanya bisa memijat pelipisnya yang baik-baik saja itu untuk menahan rasa malunya saat tak bisa mengontrol tubuhnya tadi dan fatal nya di tonton oleh papa dari wanita yang ia cium tadi.
"Pa! " ucap Anya lagi yang siap akan menangis lagi.
"Sa.. sakit! hiks!! " jawab Anya.
"Sesakit itu? " bukan papa Oscar, melainkan Len yang tadinya malu berubah khawatir saat sadar dengan ke adaan gadisnya yang masih berlumuran darah itu. " Lebih cepat jalannya pa! " tanpa sadar Len memerintahkan pria paruh baya yang sangat ia segani itu yang membuat papa Oscar melotot kan mendengarnya, dan menyandarkan kepala Anya ke bahunya dengan wajah mengarah ke kursi kemudi. " Sshhhhtttt, sebentar lagi tak akan sakit!! kita akan sampai rumah sakit baby! lagian kenapa sampai seperti ini sih!! apa yang mereka lakukan padamu?" tanya Len berubah cerewet saat khawatir dengan orang yang ia cintai.
"Yang ini mereka memukul ku dengan ujung pistol itu! " jawab Anya menunjukkan luka di pelipisnya yang jauh lebih parah dari dua luka yang ia miliki.
"Lalu ini? " tanya Len menatap jepit rambut yang menyatu dengan luka Anya.
"A.. aku sengaja membenturkannya ke kepala Tyga yang aku lupa ada jepit rambutnya di sana! aku melakukannya dengan sekuat tenang aku! dia terus memelukku yang membuatku merasa tak nyaman dengan itu! " jujur Anya kembali membuat Len haru dengan tindakan Anya.
__ADS_1
Tapi saat ia sadar Anya di peluk bajingan itu, mendadak len berubah marah dan kesal dengan apa yang di lakukan Tyga yang berani-bedaninya memeluk Anya apa lagi menciumnya sampai Anya menyalahkan dirinya sendiri.
"Aku akan membalas rasa sakitmu ini berkali-kali lipat dari apa yang kamu rasakan sekarang!! " ucap Len dengan kilatan kemarahan di matanya.
"Aku akan ikut andil dalam hal itu! " ucap papa Oscar menyela percakapan mereka.
"Ssshhhttt! kenapa sekarang terasa begitu sakit!! " kata Anya yang semakin membuat Len panik.
"Lebih cepat dong pa! " ucap Len yang masih tak sadar memerintahkan orang tua.
"Kau memerintahku ha? " kesal papa Oscar.
"Pa.. ma.. af, tapi.. tapi Anya!! kasian!! " ucap Len gugup yang baru menyadari ucapannya.
"Diam di tempatmu! " ucap papa Oscar yang membuat King bisnis dan king mafia itu terdiam tanpa berani menjawab.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...