
Dengan rasa kaget dan gugupnya Carl membenahi pakaiannya yang sedikit berantakan, hingga ia mendongakkan kepalanya melihat siapa yang memergoki kegiatan enaknya tadi.
Matanya seketika terbuka lebar sampai terlihat akan keluar saat melihat siapa orang yang memergokinya, seketika rasa penyesalannya datang tanpa di minta, hanya bisa terdiam lidahnya kelu walau hanya mengucapkan sepatah kata, mau menjelaskan semua sudah jelas terlihat tadi, ia hanya bisa merutuki kebodohannya sendiri.
Flashback off
Kenapa diam di pintu!! taruh bukunya di meja saya!! " ucap dosen yang meminta bantuan Senta hingga memecah keheningan sesaat itu.
Membuat keterdiaman senta tak berlangsung lama, dan segera menaruh buku-buku yang ia bawa pada tempatnya tanpa menatap kekasihnya yang habis berciuman dan bercumbu mesra dengan rekan kerjanya, dan tak lama di ikuti Riky yang tadi juga ikut membawa buku-buku bersama temannya itu.
"Terimakasih sen!! " ucap dosen.
"Sama-sama sir, permisi!! " ucap Senta buru-buru keluar dari pemandangan menyesakkan itu.
"Senta tunggu!! " ujar Riky yang tertinggal. " permisi sir!! " lanjutnya pamit dan mengejar Senta yang meninggalkannya.
Carl yang sedari tadi diam yang ingat kalau kekasihnya sempat bilang tak ada jadwal kampus sekarang, tapi kenapa sekarang ada di sini bersama pria playboy yang dulu mengejar istri sahabatnya, ia berfikir kekasihnya berbohong padanya, sampai ia baru menyadari kalau kekasihnya itu sudah tak ada di tempat saat dosen yang baru datang itu bertegur sapa padanya.
"Kenapa anda bisa di sini sir??? sudah tak ada kelas mengajar lagi apa??? " tanya dosen itu yang malah mengingatkannya pada satu tugas yang belum terlaksana.
"Ada! permisi! " ucap Carl pergi tanpa mau menatap wanita yang menggodanya tadi.
Berjalan keruangannya dengan cepat mencari tas dan beberapa kebutuhan untuk mengajar sore ini, ia lakukan cepat sembari ingin mengejar sang kekasih sembari melakukan tugasnya kalau bisa mengejar ketertinggalan nya.
Sedangkan Senta rasanya sangatlah marah, sangat sesak, sangat ingin menangis, tapi ia sadari dimana ia berada mencoba menguatkan hati dan tangisannya agar tak terlihat dengan memperlihatkan wajah datarnya.
Berjalan tanpa menyadari orang yang juga berlalu lalang di sekitarnya, bahkan tak peduli jika ada bencana sekalipun, meratapi nasib percintaannya yang telah patah dan penuh luka ini.
__ADS_1
"Sen!! cepet banget jalannya!! " ucap Riky yang berjalan mengimbanginya.
"Aku buru-buru pulang!! " ujar Senta beralasan masih dengan jalan cepatnya.
"Yahhhh, padahal aku ingin mengajakmu makan-makan sore ini! " ucap Riky dengan nada kecewanya.
"Iya maaf, papa mengabari ada hal penting di rumah!! aku duluan oke! lain kali kita saja! bye!! " ujar Senta sebelum masuk ke dalam mobilnya.
"Dari kemarin-kemarin selalu begitu juga jawabannya!! kayak lagi jaga hati orang saja!! dasar!! " dumel Riky yang terdengar marah-marah itu.
Yang tanpa mereka sadari Carl yang sempat menyusul tadi dapat mendengar percakapan mereka yang memang tak jauh dari mereka berjalan niatnya mengejar malah terdiam saat mendengar dan melihat semuanya.
Hatinya semakin merasa bersalah saat Senta begitu menjaga hubungan mereka dari orang luar
seperti sekarang, tapi pada akhirnya ia menodai hubungan mereka yang padahal baru menjalin 3 hari lamanya.
"Ya, dia sangat syok melihat pacarnya berselingkuh di saat sayang-sayangnya dan hangat-hangatnya!! bodoh bukan!! gadis baik itu harus tersakiti karena ulah kekasihnya!! " ucap Carl yang padahal tak ada siapapun di sekitarnya.
Lalu Carl hanya bisa memandang mobil yang berjalan keluar dari area kampus, menatapnya sampai tak terlihat dari pandangannya, bukan tak mau mengejar tapi ia memilih melakukan tugas dan tanggung jawabnya dulu dan akan menjelaskan pada kekasihnya nanti saat tugas hati ini selesai, yang padahal sudah tak ada yang bisa di jelaskan, karena semua sudah dilihat dengan begitu jelasnya.
"Hai Carl!! kita selesaikan yang belum selesai tadi yuk!! " ujar Barbara yang tiba-tiba juga berdiri di sampingnya.
"Tak ada kelanjutan!! aku akan menjaga kesetiaanku pada kekasihku! " ujar Carl yang tentu saja membuat Barbara tak Terima karena tak bisa bertukar keringat dengan pria hot itu.
"Ayolah! kita bisa melakukannya di belakang pacarmu! aku tau kau juga menginginkannya tadi, semua akan baik-baik saja kalau kita main bersih hm!! jangan khawatirkan apapun! " ujar Barbara yang menjelma menjadi iblis.
"Sudah ku bilang aku berhenti melakukannya, sekali lagi kau berniat menggodaku, Siap-siap kau akan kehilangan karir dan nyawamu sendiri!! " ujar Carl penuh kemarahan tanpa mau menatap wanita yang membuat semuanya hancur sekarang.
__ADS_1
Sebenarnya Carl sudah benar untuk menolak dan menghindar tadi, tapi godaan dari pria yang baru bertobat itu sepertinya masih memiliki keimanan yang tipis, yang tadinya yakin bisa menolak seketika luntur saat di perlihatkan benda-benda menggiurkan tadi, walau sepenuhnya bukan salahnya tapi tetap saja apa yang di lakukan Carl adalah sebuah kesalahan fatal.
"Adudududu!! aku takut!! " ejek Barbara yang tak tau sebenarnya pria di depannya itu seperti apa.
"Mau mencoba? " tanya Carl tersenyum misterius yang tiba-tiba mengeluarkan satu pisau kecil di tangannya.
"A.. apa yang ka.. kau lakukan! ba.. bagaimana bisa kau membawa se.. senjata tajam di sekolah!! " ucap Barbara yang kaget bercampur takut melihat benda tajam itu, rasa PD dan tak takutnya tadi seketika hilang melihatnya.
"Kau lupa siapa aku!! kau lupa sifat kejam pemilik kampus tempatmu bekerja ini?? kami tak beda jauh, hanya saja aku lebih ramah dari nya!! mau coba hm?? " ujar Carl mendekat dengan sedikit menekan ujung pisau ke arah perut Barbara .
Tanpa menjawab Barbara pergi menjauh dari orang yang ternyata berbahaya itu, yang untuk sementara tak mendekat pada pada pria yang sedang marah itu, yang artinya ada ia belum menyerah untuk bertukar keringat dengan partner nya itu .
Setelah mengancam Barbara Carl hanya bisa menghela nafas panjang, untuk pertama kali ia menunjukkan sisi dirinya yang tak banyak orang tau dan telah lama ia kubur dalam-dalam, semarah-marahnya ia pada seseorang ia tak pernah menunjukkan sifat kejamnya ini.
Dengan langkah tak semangatnya Carl berjalan ke arah mobilnya menuju kampus yang sama saat ia melakukan tugasnya yang pertama tadi, dan akan kembali dengan tugas terakhirnya, walau tak bersemangat ia berharap waktu 2 jam nanti akan berjalan dengan cepat agar ia bisa menyelesaikan masalahnya dan yang paling utama melihat ke adaan kekasihnya setelah apa yang telah ia perbuat.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1