
Senta hanya bisa menunduk tanpa berani menatap Carl karena rasa takut untuk pertama kalinya melihat kemarahan Carl , sakit hati di bentak di depan umum, dan rasa malunya menjadi pusat perhatian karena kekacauan di sana, ia bisa berbuat apa-apa selain diam menahan tangisan yang bahkan tak bisa di bendung.
Carl yang mulai habis kesabaran dengan tak berperasaan menarik lengan senta cukup kasar bahkan terlihat sedikit menyeret, membawanya keluar dan pulang dari restoran mewah itu setelah ia membayar dan mengganti properti yang sempat ia rusak.
"Masuk! " ucap Carl dengan tegas.
Sedangkan Senta hanya bisa diam tapi bukan berarti dia akan membiarkan tingkah Carl seenaknya, ia mencoba untuk membiarkan emosinya mereda lebih dulu yang nantinya akan ia bicarakan kembali dengan kepala dingin, tapi ia juga tak pernah menyangka pria yang ia cintai memiliki sifat tempramen seperti ini.
"Aku akan segera menikahimu, kau hanya milikku, dan aku sudah membicarakan semuanya dengan orang tuamu!! tak ada bantahan, mengerti! " ucap tegas Carl di sela mengemudi nya yang sesekali menatap gadis yang hanya bisa menunduk itu, dan kemarahannya bertambah saat senta tak menjawab ucapan darinya. "JAWAB!!!!! " lanjutnya dengan nada membentak tanpa ia sadari.
deg..
Hati senta kembali di buat sakit dengan bentakan yang ia dapat, air mata yang sempat mengering itu kembali mengalir tanpa di minta, apa lagi dengan ketidakberdayaannya merasakan sesak yang ia Terima terus menerus.
"I.. iya!! hiks!!! " ucap Senta terbata-bata yang bahkan begitu sulit untuk berucap.
Carl yang mendengar isakan kecil itu langsung menatap ke sumber suara, ia mulai sadar dengan bentakan dan cara kasar yang ia lakukan tadi, hingga rasa penyesalan mulai menyelimuti hatinya, wanita yang begitu ia cintai kembali harus menangis karena rasa sakit karena sikapnya.
"Sayang! maaf!! " ucap Carl yang memeluk tubuh gadis yang menangis itu, yang otomatis membuatnya melepas setir mobil yang ia kemudikan dalam ke adaan masih berjalan.
"Awas!! " teriak senta menyadari situasi berbahaya yang mereka hadapi sekarang.
Tapi teriakan senta sedikit terlambat dengan tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi berjalan menyamping mengakibatkan mobil mewah itu harus adu body dengan pembatas jalanan.
Carl yang juga baru menyadari apa yang ia lakukan dengan cepat melepaskan pelukannya dan kembali ke tugas awalnya, dan mencoba mengontrol laju dan arah mobil yang ia tumpangi, yang pada akhirnya membuat mobil itu berbalik arah menjadi berlawanan yang sebelumnya sempat berputar dan berhenti di tempat.
__ADS_1
"Huhuhuuhuuuuu!!!! hiks, hiks, hiks!!! tangis Senta pecah dan begitu tersedu-sedu setelah merasakan ketegangan sebelumnya.
" Sayang!!!! maafkan aku!!! maaf!! " ucap Carl yang langsung memeluk tubuh yang syok saat hampir membuat mereka kecelakaan karena ulahnya.
"huhuhuhuhhhuuuu!! a..ku ta..kut, hiks, hiks!!! " ucap Senta memeluk erat tubuh besar Carl dengan tubuhnya sendiri yang bergetar sangking takutnya.
"Maaf sayang, aku salah membahayakan keselamatanmu, semua sudah baik-baik saja ada aku di sini, maaf!!! aku tak akan membiarkanmu terluka sedikit pun sayang!! maafkan aku!!! " ucap Carl yang terus meminta maaf atas kesalahan bertubi-tubi hingga puncaknya membuat mereka nyaris tak selamat.
"Huhuhuuuu!!!! ta..kut!!! " ucap Senta terus menerus.
"Sssuuuuuuttttt!!! semua sudah tak apa-apa sayang!! tak apa!! " ucap Carl menenangkan gadisnya yang masih syok. " kita keluar oke!!! " ucap Carl yang tak mungkin mereka masih berada di mobil yang pintu samping senta sudah hancur tak terbentuk dan hal itu yang membuat kekasihnya semakin syok walau tak ada luka yang mereka miliki.
"Tidak, tidak!!! jangan tinggalkan aku!! hiks, hiks, aku tak mau melihatnya!! " ucap Senta tak mau melepaskan pelukan mereka.
Dengan terpaksa karena sempitnya ruang di mobil itu, Carl berlahan mengangkat tubuh kecil Senta untuk duduk di atas pangkuannya dengan tubuh yang masih saling berpelukan, dan keluar mobil dengan Senta yang berada di gendongannya bak koala itu.
"Bagaimana bisa!! aku akan perintahkan anak buahku sekarang juga!! kau tak apa?? " ucap Mike dari balik panggilan telepon mereka yang kaget dengan apa yang di alami sahabat tuannya itu.
"Aku tak apa, hanya kekasihku sedikit syok barusan!!! Tapi tak ada luka sama sekali!!! " jawab Carl yang malah tak ada kata yang terucap dari balik telepon, membuat Carl yang tak bisa menunggu terlalu lama itu menegur Mike, " woy!! cepat bawa bantuan ke sini!!! " ucap Carl lagi dengan sedikit meninggikan suaranya.
"oh, sorry!! aku akan kirimkan sekarang!!! " jawab Mike yang pada akhirnya di matikan sambungan teleponnya oleh Carl dan dengan cepat mengirim lokasi tempatnya kecelakan.
Sembari menunggu bantuan Carl sesekali menenangkan Senta yang masih menangis dan beberapa kali menjawab pertanyaan orang-orang yang berlalu lalang saat melihatnya keadaan mobilnya.
"Sudah sayang!!! kita tak apa hm, sebenar lagi bantuan akan datang dan kita bisa pulang dengan selamat!! sudah cukup nangisnya!! " ucap Carl bersikap lembut yang berbanding terbalik dengannya yang berada di restoran dan sesaat sebelum mereka kecelakaan.
__ADS_1
Tapi tetap saja usaha Carl tak membuahkan hasil dengan Senta yang masih menangis walau dengan volume lebih kecil, dengan tubuh yang tetap bergetar walau tak separah tadi, dan terus memeluk tubuhnya begitu erat.
Jujur bagi Carl ada rasa bahagia di balik musibah dan kesedihan mereka sekarang yaitu Senta yang terus-terusan menempel padanya dan tak mau jauh dari dirinya yang padahal tadi untuk bersentuhan tangan saja seperti tak ikhlas.
Tak butuh waktu lama, bantuan yang Carl mau datang juga dengan Senta yang masih terus menempel pada tubuh Carl, dan pada akhirnya rasa lelah menangisnya dan rasa nyaman di pelukan Carl membuat senta berlahan tidur di dada bidang Carl.
Carl yang duduk di kursi penumpang bersama senta yang masih di pangkuannya mendengar begitu jelas dengkuran halus yang di ciptakan oleh hidung kekasihnya itu.
"Ck, habis marah-marah, nangis dan sekarang tidur hm!!! " ucap Carl yang gelas sesekali mencuri ciuman dari Senta yang tertidur itu. "Maaf tadi aku berbuat kasar dan membentak mu!! aku hanya tak ingin kehilanganmu sayang!!! kau segalanya untukku, aku sangat-sangat mencintaimu Senta!!! " ucap Carl dengan beribu-ribu penyesalan di hatinya.
"Hiks, hiks!!! " Senta yang tiba-tiba menangis dalam tidurnya.
"Ssuuutttt!!!! cup, cup!!! " ucap Carl yang menenangkan tidur senta seperti seorang ayah yang menangani bayinya yang sedang tantrum dalam tidurnya, mengusap usap punggung, pipi dan kepalanya, pokonya semua yang di rasa bisa menenangkan kekasih hatinya itu.
Tapi saat ia teringat mobil kesayangannya yang terluka karena kesalahannya itu membuat Carl menghela napas panjang, dan sepertinya ia juga perlu di tenangkan sekarang.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...