Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Kejutan


__ADS_3

Carl yang gemas langsung memeluk tubuh sang istri, sekaligus memberikan ketenangan didalam hati sang istri yang pastinya sedang merasa bersalah saat ini, sesekali memberikan ciuman di pucuk kepalanya dengan begitu sayang tanpa ada penolakan sedikitpun dari sang istri, dan hal itu membuat Carl berharap sang istri tak marah dan melupakan kejadian saat sarapan pagi tadi.


"Jangan kau pikir aku sudah tak marah dengan kejadian tadi pagi!!! " ucap Senta seolah tau isi pikiran suaminya. " Aku sadar akan kesalahanku, dan minta maaf tentunya, tapi untuk kejadian tadi masih terngiang-ngiang di pikiranku!!! " skak Senta yang membuat Carl terdiam sesaat, sembari melepaskan pelukan mereka.


Dengan wajah yang memelas, Carl menatap sang istri berharap tak marah akan kejadian, ia sangat tau perasaan sang istri, kalaupun ia berada di posisi itu mungkin bukan diam seperti apa yang di lakukan Senta, mungkin ia sudah teriak marah-marah atau bahkan membunuh pria yang memeluk mesra pasangannya seperti yang ia alami tadi, makanya Carl sendiri tak begitu memaklumi kemarahan istrinya.


"Tadi di luar kendali ku!!! " kata Carl dengan wajah yang masih memelas, "Tapi lain kali aku akan mengantisipasi hal seperti itu lagi tak terulang lagi!! " lanjutnya masih berusaha mendapatkan keringanan dari sang istri.


"Omong kosong!!! " kata Senta dengan melipatkan tangannya di dada.


Cup...


"Hey!!! " teriak Senta setelah sang suami mencuri ciuman di bibirnya, lalu mengelap bibirnya dengan kasar menghilangkan bekas ciuman sang suami.


Cup, cup, cup, cup, cup...


Dengan menarik tengkuk sang istri, Carl menciumi bibir Senta berkali-kali karena sedikit kesal ciuman nya tadi sempat di hapus.


"Ihhhhh, kau sangat menyebalkan!!! " kata Senta penuh penekanan menatap tajam sang suami, tapi yang di tatap hanya tersenyum kecil.


"Jangan di hapus!!! " ucap Carl menahan tangan istrinya yang siap mendarat cantik di bibirnya.


"Biarkan, kau selalu menyebalkan dan juga selalu menyakitiku, kau pria kejam!!! kau pantas mendapatkan balasan seperti ini, bahakan lebih parah hanya dari menghapus bekas bibir saja!!" ucap Senta dengan menatap tajam sang suami.


Mendengar ucapan Senta, Carl kembali memeluk tubuh Senta, tapi sekarang sedikit ada penolakan pada sang istri, walau begitu ia tetap memeluk tubuh kecil itu kembali sembari mengatakan ucapan maaf, Sampai lupa ada orang-orang yang menunggunya di balik pintu mansion.


"Udah!!!! kapan masuknya kalau begini terus!!! " kata Senta melepas pelukan suaminya dengan segala perjuangannya.


Yang tentu saja ucapan Senta membuat Carl sadar akan kejutan yang ia persiapkan untuk istrinya, sekaligus memuatnya was-was karena harus membuat orang-orang penting menunggunya di dalam rumah.

__ADS_1


"Ah, ia sayang!!! kita masuk, di rumah yang akan menjadi saksi bisu jalinan rumah tangga kita, bayi-bayi kecil yang akan menjadi pelengkap nanti!!! " kata Carl dengan senyum menggodanya.


"Cih, lebay!!! " ucap Senta pelan yang sepertinya tak di dengar suaminya.


tin tong..


Suara bel sengaja Carl bunyikan untuk memberi kode orang di dalam kalau dia sudah akan siap masuk rumah.


Hal itu juga yang membuat Senta sedikit bingung karena sang suami membunyikan bel rumahnya sendiri sebelum masuk, tapi ia tak mengutarakan kebingungan nya itu dan lebih memilih memperhatikan saja sang suami membuka pintu.


"Surprise!!!!!! " ucapan serempak orang-orang yang berdiri di balik pintu.


Mata Senta terbuka lebar sepenuhnya, melihat orang-orang yang menyayanginya berkumpul menjadi satu di depannya, mulai dari Anya dan suaminya, Rica dan pacarnya, lalu ada mama anne, Mark, dan satu lagi pria paruh baya yang tak asing bagi rakyat Inggris, Senta juga bisa menebak kalau itu papa mertua yang belum pernah bertatap muka dengannya.


Tanpa di minta, air mata Senta mengalir dengan sendirinya, ia sadar masih banyak orang yang begitu menyayanginya di sekelilingnya, walau kasih sayang orang tua sendiri juga penting untuknya, tapi air mata yang ia keluarkan hari ini sangat beda dari biasanya, karena air mata itu bentuk dari kebahagiaan tak terkira baginya.


Karena mama Anne sudah tau apa yang terjadi sampai anaknya harus segera menikahi wanita malang itu, dan tentunya ia juga sangat marah hingga tak mau berbicara dengan sang putra sampai detik ini juga.


"Sen!!! " ucap Anya tak lama mama Anne memeluk sahabatnya.


Dan tak lama di ikuti Rica yang sudah lama tak berkumpul bersama, hingga para wanita saling berpelukan untuk menguatkan wanita yang sangat membutuhkan semangat dari mereka.


Carl yang melihatnya hanya bisa tersenyum haru lalu menatap papa tirinya yang menatapnya dengan cukup tajam, membuat senyum haru itu seketika memudar dengan mata beralih ketempat lain yaitu ke arah sang adik yang ternyata menatapnya cukup tajam juga, hal itu semakin membuat perasaan nya tak karuan, tapi saat ia menatap sang sahabat, yang di tatap malah pura-pura tak melihatnya.


"Sial, sepertinya masalahku belum selesai!!! " batin Carl yang pada akhirnya memilih menatap para wanita yang masih berpelukan dengan senyum yang cukup canggung.


"Hiks, hiks!!!! " tangisan Senta masih belum mereda saat pelukan 4 wanita itu terlepas satu persatu.


"Senta, aku sudah tau semuanya, tak apa, tak akan merubah apapun di sini, kau akan tetap sahabat terbaik kita, kau tetaplah senta yang biasanya hm!!! " ucap Anya yang memang sudah di jelaskan sebelumnya oleh sang suami.

__ADS_1


"Ya, kau akan tetap jadi senta sahabat kita!!! " ucap Rica yang setuju akan ucapan Anya.


Sahabat Senta dan Anya yang satu itu ketinggalan cukup jauh tentang info sahabatnya yang sedang dilanda masalah itu, sampai Anya sendiri yang menjelaskan secara detail tadi pagi.


"Dan aku tetap menantu sekaligus putri kesayangan mama!! " ucap mama Anne yang tak mau kalah.


"Hiks, hiks!!! terimakasih, hiks, hiks!!! " kata Senta dengan sesenggukan karena rasa bagiannya.


"Cukup menangis nya, sekarang kita masuk dan merayakan kehadiran menantu baru mama!!! " ucapnya mama Anne dengan menarik tubuh Senta menuju halaman belakang dan di ikuti dua sahabat menantunya di belakang.


Hingga menyisakan para pria yang masih berdiri di depan rumah.


"Aku duluan!!! " Ucap Len yang tak mau ikut-ikut dengan masalah keluarga sahabatnya. " Kau ikut paman! " lanjutnya menggendong Mark sebelum berjalan menjauh bahkan tanpa menunggu jawaban pria yang lebih kecil dari anaknya itu.


Tinggal lah dua pria dewasa yang saling berhadapan dengan pria paruh baya yang masih bertubuh tegap menatap sang anak tiri dengan penuh intimidasi.


Bukan hanya marah akan perbuatan sang anak, pria paruh baya itu juga marah karena istrinya di buat menangis berhari-hari saat mendengar perbuatan sang anak, dan hari ini dia harus mendisiplinkan perbuatan sang anak tiri.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2