
Sampai sebuah kembang api meluncur tak jauh dari arah balkon, yang tadinya bingung sekarang malah membuat Len benar-benar syok dengan apa yang ia lihat.
"Happy birthday dad! " ucap Anya dengan senyum manis di bibirnya
Ucapan yang sama yang tertulis di kembang api yang sempat membuat Len syok tadi, lalu menatap wajah gadis nya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Semua hanya bohong kan! kau tak akan membatalkan hari bahagia kita kan baby?! " tanya Len dan memeluk gadis nya begitu erat.
"Aku tak akan membatalkannya. tapi Dad, kau harusnya bahagia dengan kejutanku! bukan malah membahas yang itu! " ucap Anya yang sedikit kecewa.
"Tidak, aku sangat bahagia kau tak membatalkannya! kau tak marah lagi hm!! kau membuat jantungku terasa akan copot baby!! " ucap Len terus memeluk tubuh Anya, tak peduli hari ini hari bahagianya juga.
"Aku tak bahagia dengan kejutanku? " kesal Anya yang sudah capek berdrama tadi.
"ehem! " demen Dante yang tiba-tiba sudah ada di samping mereka dengan membawa kue ulang tahun untuk daddy nya tak lupa pria kembar, Bastian, Carl, dan pak Pet yang sedari tadi menunggu pasangan yang terus berpelukan itu. " Aku lelah menunggu kalian dengan membawa kue 13!!
Dante kesal.
"Uluh-uluh, maafkan mommy oke! sekarang beri ucapan pada daddy! " ucap Anya melepas pelukan nya.
"Happy birthday dad! " ucap Dante dengan datar.
"Kau bahkan tak mengatakan dengan penuh perasaan! " ejek Len menatap putranya.
"Mom! " kesal Dante mengadu pada ibunya.
"Come on dad! " ucap Anya menggelengkan pelan kepalanya menatap Len, memberikan kode untuk tak menggoda putranya.
"Oke, oke! terimakasih anak daddy! " ucap Len yang tak lama juga mendapatkan ucapan selamat dari orang-orang yang selama ini mendampinginya. "Kita benar akan segera menikah kan! kau tak jadi membatalkannya kan? " ucap Len memastikan memastikan kembali yang malah membuat Anya dan lainnya jengah.
"Tidak! lagian itu ide dadakan dari Carl kok! " ucap Anya dengan santai.
Len yang mendengar ucapan Anya langsung menatap tajam sang sahabat yang juga menatapnya dengan deretan gigi yang terpampang nyata.
"Aku membuatku berada di tepi jurang Anya!! " batin Carl yang masih mempertahankan cengiran di bibirnya.
__ADS_1
Sebenarnya semua sudah di rencanakan oleh Anya yang tau hari ini adalah hari kelahiran tunangannya, dengan sengaja memberikan waktu luang pada pria lain yang sebenarnya tak pernah ia lakukan sebelumnya walau ada waktu sekalipun, Niat awal Anya adalah Anya ingin membuat Len cemburu, tapi kejadian uban itu benar-benar di luar rencananya, dan pada akhirnya ia mendapatkan hal lebih yang membuat tubuhnya sakit-sakit.
Sampai Anya tak sengaja mengatakan pertengkaran mereka yang benar-benar terjadi saat Carl menanyakan keberhasilan rencananya, lalu Carl memiliki ide dadakan dengan membatalkan rencana pernikahan mereka untuk menambah gereget rencana Carl.
Walau sempat bahagia melihat wajah panik temannya dari kejauhan, tapi sekarang ia yang di buat panik dengan tatapan mengerikan sang sahabat.
"Cecenguk ini yang punya ide brilian itu hm? " tanya Len dengan penuh penekanan.
"Iya! aku tak akan berfikir sejauh itu kalau tidak di beritahu oleh Carl dad, dan itu berhasil membuatmu ketakutan!! hehehee! " ucap jujur Anya seolah mendorong Carl yang sudah berada di tepi jurang.
"****!! " kesal Carl hanya bisa membatin mendengar perkataan Anya, tapi bibirnya mencoba mempertahankan senyumannya yang padahal sudah tak ada mood untuk melakukannya.
"Hohoho!! kau yang meracuni Otak gadisku hm? " ucap Len lagi menatap tajam Carl.
"Kalian melupakanku?? aku lelah memegang kue yang berat ini? " kata Dante yang sedari tadi kesal di abaikan.
"Sini biar mommy saja! " ucap Anya mengambil alih kue ulang tahun itu. " make wish dad? " ucap Anya menatap pria yang di depannya.
"Kau selamat! " batin Len menatap Carl lalu tersenyum menatap gadisnya.
"Selalu berikan aku kebahagian bersama keluarga kecilku ini! " batin Len mengungkapkan permohonannya lalu membuka matanya kembali.
Tak lama membuka matanya Len meniup lilin yang sedari tadi masih menyala, tak lupa mencium kening kedua orang yang sangat ia cintai setelahnya.
"Terimakasih untuk semua! terutama pemeran utamanya tadi! " kata Len menatap satu-satunya wanita di antara mereka. " Maaf untuk yang tadi, aku kembali membuat kesalahan, aku melakukannya karena takut kehilanganmu, aku sangat-sangat mencintaimu baby!! maafkan aku! " ucap Len dengan mengelus sayang Anya.
"Ya aku sempat marah tadi, tapi aku mohon jangan lakukan hal itu lagi, kita bisa membicarakannya dengan baik-baik, aku juga sangat mencintaimu dad! tak ada sedikitpun terlintas di pikiranku untuk meninggalkanmu atau berselingkuh!! tidak dad, aku juga benci hal itu!! jadi kalau ada masalah jangan pernah takut aku akan meninggalkanmu! karena itu tak akan terjadi jika bukan dari mulutmu ini sendiri yang mengatakan untuk pergi darimu! mengerti? " ucap Anya yang juga menatap Len penuh cinta dan saling berpelukan.
"Aku ke bawah saja! dari pada melihat kemesraan orang yang tak tau tempat! " ucap Dante meninggalkan Len dan Anya.
"A.. aku kebawah juga! " ucap Carl lebih dulu mengikuti Dante yang masih takut mendapatkan tatapan mengerikan dari Len.
Sampai satu persatu orang berpamitan ke bawah dengan pesta kecil-kecilan yang sudah di siapkan orang-orang, meninggalkan Anya dan Len yang betah berada di pelukan Len.
"Sebenarnya masalah uban tadi di luar rencanaku!! niatku hanya ingin membuatmu cemburu karena keluar dengan Cody tadi, tak pernah berfikir akan sangat dekat seperti tadi! " ucap Anya mengadukan rencana sebenarnya.
__ADS_1
"Aku tau kau tak pernah berbohong! tapi jangan coba-coba mengubahnya lagi! dan jangan sebut nama pria lain saat sedang bermesraan seperti ini! " ucap Len memeluk tubuh Anya semakin erat.
"Aku tak akan mengulanginya! itu terlalu mengerikan untuk di lakukan! " ucap Anya takut hal menyakitkan itu terjadi lagi. "Benarkah persiapannya selesai secepat itu? " tanya Anya, berfikir tak mungkin rencana pernikahan mereka siap dalam waktu 2 hari walau pun acara tertutup sekalipun.
"Hanya acara tertutup bukan hal susah untuk di selesaikan dalam waktu 2 hari baby! " jawab Len, membuat Anya mengangguk-angguk.
"huuufffttt!!! biarkan aku memelukmu seperti ini sebentar! " ucap Anya juga memeluk erat tubuh besar Len.
"Kau bisa memelukku selama apapun! kenapa hm? masih takut? " tanya Len.
"Sedikit!! " jawab Anya dengan mata terpejamnya.
"Maaf membuatmu takut, aku akan belajar mengontrol emosiku didepanmu! seperti yang kau ucapkan, kita akan bicarakan setiap masalah yang terjadi dengan baik-baik, dengan kepala dingin, ingatlah kalau aku sangat mencintaimu, aku akan melakukan apapun yang kamu mau baby!! " ucap Len menciumi kepala tunangannya yang betah berada di pelukannya.
"Ya! aku akan selalu mengingatnya! " jawab Anya menatap tunangannya setelah pelukan mereka terlepas.
cup.
Satu kecupan Anya berikan di bibir Len, dengan tersenyum kecil setelahnya.
"Kita turun! banyak orang yang menunggu pria yang sedang ulang tahun di sini! " ucap Anya menarik jemari Len yang ia genggam.
Tanpa memprotes Len mengikuti langkah Anya dengan senyum bahagianya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1