Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Siapa?


__ADS_3

Di perusahaan Backer company, pagi ini Len sudah di sibukkan dengan tumpukan berkas yang harus segera ia selesaikan, karena ia berjanji akan menjemput gadis kecilnya hari ini.


Len dengan teliti membaca setiap berkas penting miliknya, hingga ia melihat sebuah kejanggalan di grafik yang di buat bagian keuangan perusahaan.


Ada perbedaan sedikit di sana, tapi miliaran uang pasti sudah di kantongi oleh sang pelaku, orang itu sangat bodoh membuat masalah di perusahaan Becker. Di perusahaannya saja tak menerima sebuah kesalahan, apalagi dengan berani orang itu memanipulasi keuangan perusahaan.


"Panggil bagian keuangan ke sini! " kata Len di panggilan telpon yang dia buat untuk asistennya.


"Baik tuan! " ucap Noberto dari sebarang.


Yang tak lama masuk pria yang Len maksud dengan wajah gelisah nya bersama asisten Noberto.


"Katakan yang sebenarnya!! " ucap Len tanpa basa-basi.


"A.. apa maksud tuan!! sa.. saya tidak mengerti??!! " Kata Leo mencoba memberikan ekspresi bingungnya dalam ketakutannya.


"Benarkah tidak mengerti?? apa kau ingin mati sekarang?? " kata Len dengan dingin yang sudah paham dengan tipuan-tipuan basi.


"Sa.. saya benar-benar ti.. tidak tau tuan!! ke.. napa harus membunuh Sa.. ya!! " kata leo yang tergagap- gagap.


Len saat ini menatap asisten Noberto mengisyaratkan sesuatu, sedangkan sang asisten yang paham langsung keluar dari ruangan tuannya.


Tinggal mereka berdua di dalam ruangan Len, mendekati leo pria yang memanipulasi grafik keuangan perusahaannya, menatap tajam leo yang bahkan tak berani menatapnya kembali.


"Katakan! " ucap Len penuh penekanan.


leo hanya menggelengkan kepalanya tanpa mau mengeluarkan suaranya, mungkin dia menyesal sekarang berurusan dengan orang di depannya, meski telah bekerja cukup lama di sini.


"Kau ingin mati seperti apa? " tanya Len dengan seringaian iblisnya.


Membuat leo menatap mata tajam Len yang memerah menahan amarahnya saat ini.


"To.. tolong per.. timbangkan la.. gi membunuh Sa.. ya tu.. an!! Sa.. ya sudah bertahun-tahun be... kerja disini tuan!! A..aada jasa Sa.. ya juga di si.. ni!! " kata leo berani bernegosiasi.


"Jadi kau mengakuinya? " sengit Len.


Bugh...


"Akkkhhhhh...... "


Satu pukulan mendarat di tubuh leo hingga membuatnya terpental jauh. "Kau mengatakan jasa di sini ha??? " marah Len tak terbendung.


Bugh, bugh..


"Aaaakkkhhh a.. ampun tuan! " kata leo dengan kesakitannya.

__ADS_1


"Aku menggaji mu cukup besar perbulan , dan kau mengatakan jasa sekarang ha???? " marah Len.


Dalam hitungan detik asisten Noberto masuk membawa 2 anak buah Black B dengan membawa leo yang babak belur ke markas mereka.


Len mulai merapikan kembali jasnya yang berantakan barusan, tapi yang membuatnya bingung saat ini yaitu sang asisten yang masih berdiri di sana.


"Ada apa? " tanya Len sambil berjalan ke meja kebesarannya.


"Bagaimana perasaan tuan jika mengetahui berita ini?? ia bahkan baru memulai kebahagiaannya saat ini!! " kata asisten Noberto dalam hati.


"Jika tak ada yang di bicarakan, keluarlah!! aku harus menjemput anya siang ini! " usir Len.


"Ada yang perlu saya bicarakan tuan! " kata asisten Noberto yang tak ingin menutupi masalah apapun pada tuannya.


"Katakan! " perintah Len.


"Dia kembali! " kata asisten Noberto .


"Apa masalahnya! " kata Len, meski sedikit goyah, tapi di dalam hatinya sepenuhnya sudah ada anya, tapi memang ia tak siap jika harus bertemu dengan wanita ular itu lagi.


"Dia membawa bocah laki-laki berusia 8 tahun, dan dia mirip sekali dengan ada. " kata asisten Noberto sembari memberikan selembar foto pria kecil yang mirip tuannya.


deg.


"Kenapa membuahkan hasil!! bukannya dia tak mau hamil!! "


Hati Len goyah sekarang, bukan pada wanita masa lalunya tapi pada pria kecil di foto itu, mereka akan saling berurusan karena ada pria kecil itu di antara mereka.


"Tuan! " panggil asisten Noberto yang masih di sana.


"Tinggalkan aku sendiri! " ucap Len tak terbantahkan


" Baik tuan!" kata asisten Noberto, padahal masih ada yang perlu ia sampaikan.


Setelah kepergian asisten Noberto, Len termenung sendiri.


"Apa dia putraku?? Bagaimana dengan anya ku nanti?? apa dia bisa menerimanya. " guman len.


Padahal 5 hari ini Len bekerja keras melunakkan hati anya, tapi di saat gadisnya sudah mulai membuka bentengnya sedikit demi sedikit sekarang sudah ada masalah baru dari masa lalu Len.


Len mulai mengerjakan berkas berkasnya kembali sampai dia lupa menjemput gadis kecilnya, bahkan ia lupa mengatakan pada asistennya jika dia ada janji menjemput anya hari ini.


Len terus bekerja dengan pikiran semrawutnya, terkadang di selingi lamunannya yang membuat pekerjaannya semakin lama.


Hingga suara gemuruh langit terdengar di barengi hujan yang tiba-tiba sangat deras, Len memandangi langit gelap dari balik kaca besar ruangannya, sampai ia teringat dengan janjinya.

__ADS_1


Janji akan menjemput gadisnya, Len mulai gelagapan sambil menatap jam mahal di lengannya, yang tertera pukul 14.00 .


Ia terlambat satu jam lamanya, dengan keadaan di luar hujan deras.


Dengan cepat Len berlari ke ruangan asistennya dengan terburu-buru Len mengatakan janjinya pada anya tadi pagi.


Dua pria dewasa itu tergolong gopoh berlari ke dalam lift. Len mulai gelisah di sana, beberapa langkah lagi perjuangannya akan tercapai, tapi seolah semua sirna sekarang.


"Maaf baby, apa kamu kedinginan di luar sana, maaf daddy mengecewakan kamu lagi! " kata Len dengan pikiran gelisah bercampur khawatir saat ini.


"Semoga nona tidak apa apa!! " kata asisten Noberto, khawatir dengan nona dan tuannya, apalagi berita besar yang baru tuannya dapat.


Mereka berdua berlari menuju mobil sesaat setelah lift terbuka.


Sedangkan anya, di hujan sangat deras ia terus menunggu di halte kecil, saking kecilnya sedikit banyak anya terkena air hujan, tak sempat mencari tempat berteduh yang pas saat tiba-tiba hujan jatuh cukup deras.


Ia bingung saat ini, satu jam ia menunggu tapi tak muncul juga batang hidung daddy nya, jika ia kembali ke dalam kampus ia kan basah kuyup, tapi jika tetap di sini ia juga semakin kedinginan di sini.


"Apakah daddy akan meninggalkanku lagi!! apa daddy lupa! " kata anya dalam hati.


5 hari ini perhatian manis Len mampu meluluhkan hatinya, benteng yang sebenarnya tak begitu kokoh sudah hancur dengan cepat, tapi hari ini anya sedikit kecewa pada daddy nya.


Bahkan Len membiarkannya kehujanan di luar, menunggu entah sampai kapan, sebenarnya ia lelah saat ini, dan semakin lelah dengan ke adaan sekarang.


Rasa dingin yang menusuk tulangnya, berakibat pada kepalanya sekarang, pusing mulai melanda kepala anya, ia hanya bisa diam di sana berpegangan pada satu tiang yang sama rapuhnya dengannya.


"Kenapa sakit sekali! " kata anya yang merasakan sakit tubuh luar dan dalamnya , di tambah kepalanya juga.


Anya hanya ingin pulang sekarang, berharap Len memiliki belas kasihan untuk mengingat bahwa ia masih menunggunya di sini.


Sampai sebuah badan besar memeluknya dengan 1 payung yang dia pegang.


"Maaf baby, daddy lupa! " kata Len yang merangkuh membawa tubuh anya masuk ke dalam mobil


Len bisa merasakan tubuh anya yang dingin dan sedikit gemetar, ia menyesal sekarang, karena masalahnya malah berakibat fatal untuk gadis yang ia cintai.


.


.


.


Lanjut


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2