Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Menitipkan 2


__ADS_3

Papa Oscar dan mama Rosa terus mengikuti langkah asisten Noberto hingga sampai di ruangan Len.


Len yang mendengar tuan Oscar di bawah, cepat-cepat ia meminta sang asisten untuk menjemput beliau.


Tok, tok, tok


Suara ketukan pintu dari luar ruangan Len, membuat sang pemilik mempersilahkan masuk, karena tau siapa yang datang.


"Apa kabar Len? " kata papa Oscar sambil menjabat tangan Len. "Dia istriku yang masih sama seperti dulu! " tuan Oscar yang mempertemukan dua orang yang lama tidak bertemu.


"Kabar baik tuan!! halo nyonya Rosa! " sapa Len dengan ramah, entah kemana wajah garangnya selama ini. "Mari duduk tuan nyonya! " Len menggiring mereka di sofa ruangannya. Dengan ia berhadapan dengan tuan dan nyonya waber.


"Jangan panggil nyonya, panggil mama saja. Kamu bisa bicara formal pada suamiku tapi tidak padaku!! Kau dulu bahkan memanggilku kakak! cicit mama Rosa di akhir.


Karena dulu memang mama Rosa sempat akrab dengan pria di depannya, sebelum takdir memisahkan keluarga kecilnya dengan Len.


Len sedikit canggung mendengar penuturan mama Rosa yang sudah lama tak bertemu, meski pun di usianya yang sudah setengah abad mama Rosa masih terlihat sangat muda, membuat Len merasa aneh jika harus memanggil mama.


"Turuti saja permintaan mama Rosa, dia wanita paling sabar kalau dengan putrinya, tapi tidak dengan pria!! " Kata papa Oscar yang menyadari kecanggungan Len, yang malah membuatnya semakin canggung.


"Oh ya, mama bawa makan siang buat kamu! " kata mama menunjukkan kotak makan lumayan besar yang tadi di bawa papa Oscar.


Di kecanggungan nya terselip rasa hangat di hati Len jika bersama keluarga di depannya.


"Terimakasih ma.. ma!! emmm, tadi anda mau meminta bantuan apa pada saya tuan? " tanya Len.


"Sebenarnya aku memiliki masalah restoran di Indonesia dan hampir seluruh cabang, aku akan sedikit lama di sana, sedangkan aku tak bisa terlalu lama jauh dengan istriku, aku berniat membawa istri, aku meminta bantuanmu untuk menjaga putriku, hanya kamu orang yang aku percaya? " kata papa Oscar.


deg


Jantung Len berdetak lebih cepat mendengar penuturan tuan Oscar, jika ia membantu menjaga anya otomatis ia akan bertemu gadis kecilnya setiap hari, ada rasa bahagia tuan Oscar mempercayakan putrinya padanya, tapi di sisi lain ia takut tak bisa mengontrol perasaannya saat nanti jika terus bertemu anya.


Len diam dengan kebingungan nya saat ini, apa saatnya dia memberanikan diri untuk bertanya, tapi Len masih memikirkan penolakan nantinya, yang membuatnya malah terus diam.


"Apa kau keberatan?? Jika iya, aku meminta bantuan sekertaris mu saja! " kata papa Oscar yang sudah punya opsi lain.


Mendengarnya membuat Len gelagapan. " Jangan!!! Tidak tuan, tidak seperti itu!! " kata Len yang tak Terima gadisnya di berikan orang lain.

__ADS_1


Asisten Noberto tersenyum melihat kelabakan tuannya, tapi dia juga bingung, kenapa harus adiknya, padahal di sini ada dia yang masih berdiri.


Len mulai menimang- nimang untuk bertanya atau tidak, tapi nantinya dia takut tak bisa mengontrol perasaannya dan akhirnya juga menerima penolakan, yang akhirnya Len memberanikan bertanya, mesti ada penolakan nantinya. Bukankah lebih baik di tolak di awal dari pada sudah terlanjur jauh malah mendapat penolakan.


"Emmm, bukankah putri anda sangat lah cantik! Bagaimana jika saya tak bisa mengontrol perasaan saya jika terus bertemu dengan putri anda? " tanya Len dengan hati-hati.


"Memang kenapa? Apa yang salah?? " tanya papa Oscar dengan bingung. " Bukan kah kau single!! putriku juga single?? apa yang salah? " kata papa Oscar yang masih bingung.


"Bukankah kurang ajar setelah apa yang anda berikan pada saya?? bahkan perbedaan umur kami?? saya takut memiliki perasaan lebih nantinya! " kata Len dengan berdebar kencang, dan sedikit berbohong padahal ia sudah memiliki perasaan lebih saat ini.


"Ck, kau lebih muda dariku, kenapa pikiranmu lebih kolot dariku!! tak ada yang salah dengan cinta yang penting sama sama single, malah aku akan berterima kasih jika kamu yang mendampingi putriku nanti! " kata papa Oscar yang tak pernah mempermasalahkan cinta sang putri.


deg


Hati Len sakit saat ini, dia seolah mendapatkan ganjaran dengan sifat pengecut nya, menyakiti dirinya sendiri dan gadisnya hanya karena ketakutan yang sebenarnya tidak ada.


serpihan- serpihan ingatannya melayang pada sang sahabat, semua yang di katakan benar adanya. Bodohnya Len tak memperjuangkan gadisnya dulu.


Ia sedih menyesal saat ini, apakah perasaan gadisnya masih sama seperti dulu sebelum ia tinggalkan, hatinya semakin sakit memikirkan itu, tapi bukankah setiap manusia memiliki sebuah kesempatan.


Len akan menggunakan kesempatan ini untuk mengambil hati anya yang sempat ia lukai dulu, walau dengan cara apapun nantinya. Yang terpenting anya harus berada di jangkauannya dulu.


Membuat papa Oscar bingung dengan perubahan wajah Len, apakah Len sebenarnya tertarik pada sang putri, memikirkannya membuat tuan Oscar sedikit ingin menggoda pria di depannya.


"Aku kira kau tak mau!! Jika tidak tadi akan aku titipkan Sekertaris mu!! bahkan dulu aku pernah menawari putriku untuknya!! kata papa Oscar .


" Akkkkhhhhhhhh, sakit ma!! " jerit papa Oscar yang langsung mendapatkan cubitan maut di perutnya .


"Kau menawarkan putri kesayanganku seperti barang ha?? awas kamu ya!! " ancam mama Rosa dengan mata melototnya, dan kembali mencubit nya sekali lagi.


"akkkhhh, adududuh!! lihat, dia baik hanya pada putrinya!! " adu papa Oscar.


Len yang tadinya ingin protes malah tersenyum sekarang melihat kehangatan keluarga di depannya.


Sama halnya dengan asisten Noberto yang lega saat tuannya berani melawan ketakutannya selama ini.


"Ayo makan!! jangan dengarkan pria aneh itu, ini masakan mama sendiri sama putri mama. " ajak mama Rosa. " Kamu juga, ayo sini makan bersama anak kembar! " kata mama Rosa yang memang tak bisa membedakan mana Noberto dan mana Norbert.

__ADS_1


Mendengar jika anya juga ikut memasak, membuat len bersengat untuk makan, tapi melihat sang asisten juga ikut makan, membuatnya tak rela jika makanan buatan gadis tercintanya di makan pria lain.


Alhasil len terus menatap tajam sang asisten yang sudah siap mengambil lauk yang ada di depannya, tanpa memandang ke arah sampingnya yang sudah seperti banteng!!


Lalu Len mulai memfokuskan matanya pada makanan itu, makannya hingga tak tersisa di piringnya.


"Boleh nambah lagi? " tanya Len pada tuan oscar dan mama Rosa. yang di jawab anggukan dua pasangan paruh baya itu.


Len mulai mengambil makanan satu piring penuh lagi, membuat asisten noberto melongo di buatnya.


"Sejak kapan napsu makan mu seperti ini tuan!! " kata asisten Noberto yang syok melihat pemandangan nya.


"Ah, kenyangnya!! " kata Len yang telah habis dua piring. " makanannya sangat enak ma! " kata Len tersenyum lembut.


"Jadi apa bisa jemput anya besok??karena siangnya aku harus berangkat!! " tanya papa oscar.


"Baik tuan, jam 9 saya akan ke sana! " kata Len yang bisa karena besok hari minggu.


"Baiklah, sepertinya jam makan siang sudah berlalu, kami pamit pulang dulu, kembalilah bekerja! " kata papa oscar tanpa basa basi.


"Terimakasih sudah mau menjaga putriku! " kata mama Rosa dengan tulus.


"Dengan senang hati ma! " kata Len dengan senyum.


"Mari saya antar tuan! " kata asisten Noberto yang mengantar tuan dan nyonya waber turun ke lantai bawah.


Setelah kepergian tuan oscar dan mama Rosa, Len kembali duduk di kursi kebesarannya, dengan tersenyum cerah ia membayangkan wajah gadis kecilnya.


"Sekarang aku akan mati-matian memperjuangkan mu baby, walau kesempatan itu sudah tidak ada!! " kata Len dalam hati yang sedikit memaksa.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2