
"Papa!!! " teriak gadis kecil itu saat melihat orang yang ia maksud.
Suasana yang tadinya lumayan ramai, seketika hening saat sebuah panggilan kecil yang tentu saja bukan dari suara dante, karena anak kecil di acara tersebut hanyalah dante seorang.
Dan semua orang di tambah menjadi bingung saat seorang gadis kecil tiba-tiba memeluk kaki Len yang ia panggil papa tadi, sama halnya dengan Dante yang bingung sedikit kaget saat tau papa yang di maksud gadis kecil yang ia bawa, ia sedikitpun tak berfikir ke sana.
"Apa dulu mama bukan satu-satunya!!! " pikir Dante.
"Papa, kenapa papa tak menjemputku?? mama sudah tak ada kabar selama beberapa hari ini!! aku sendiri menunggu papa di sana!! " ucap gadis kecil lusuh dan cerewet itu, membuat Len bingung harus berbuat apa, dan marah kenapa bisa orang asing dapat masuk di acaranya ini.
"Wedehhhh, apa nih?? gak mungkin kan anak sekecil itu bisa berbohong!! kau koleksi anak bro, baru nikah udah dapet dua aja, mamanya beda-beda lagi, belum lagi dari Anya nanti!!! ck, kau TOP bro!!! " batin Carl yang malah bercanda saat melihat adegan yang kemungkinan ayah dan anak itu.
Len hanya bisa menatap gadis kecil itu dengan tatapan tajam tanpa mau menjawab atau merespon ucapan gadis kecil itu, dan mengangkat dagunya menatap seluruh orang yang ada di pesta pernikahannya yang seolah meminta penjelasan padanya terutama mertuanya saat ini, tapi tidak dengan Noberto, Norbert, dan Mike yang tau permasalahan di awal.
Lain halnya dengan Anya yang tak menelan ucapan gadis itu mentah-mentah, ia berjongkok mengajarkan tubuhnya dengan gadis kecil yang masih memeluk kaki suaminya, dengan wajah yang sedikit takut karena mendapatkan penolakan dari suaminya.
"Hai, siapa nama gadis cantik ini? " tanya Anya, walau sebenarnya hatinya tak karuan tapi ia mencoba tenang sebelum mendengar penjelasan suaminya.
"Lisa!!! " jawab gadis kecil itu yang ternyata bernama Lisa, tapi tak lama pandangannya mengarah ke gaun yang Anya pakai. " Dia papaku, jangan rebut dia dari mamaku, dia hanya milikku dan mamaku!!! " marah Lisa saat melihat gaun pengantin yang Anya pakai.
"Siapa yang merebut!! " jawab Anya dengan mengerucutkan bibirnya lucu mengikuti alur gadis kecil itu, " Dan siapa yang percaya kalau pria itu adalah papamu!! " ucapnya lagi menunjuk wajah suaminya.
Namun dengan berlahan ia mengangkat sedikit bajunya, yang terselipkan sebuah foto yang tersimpan rapi di sabuk celananya.
"Ini! " tunjuk Lisa memperlihatkan foto selfi lawas yang memang adalah wajah suaminya dan seorang wanita disana.
"Aku tau ini foto lama! tapi kau bermain dengan sapa lagi ini!! " batin Anya yang kesal dengan menatap tajam suaminya itu.
"****, dia benar-benar merencanakannya!! dan kenapa kalian tak mengatakan kalau fotonya seperti itu!! " marah Len pada pria yang tau akan masalahnya. " Siapa yang membiarkan orang asing ini masuk ke dalam acara ku? " tanya Len marah menatap dua anak buah yang berdiri di belakang Dante.
"Aku! " jawab Dante dengan tatapan kecewanya. " dia anakmu, bukan orang asing! " ucapnya dengan tatapan dingin dan kecewanya melihat apa yang ia saksikan sekarang.
__ADS_1
"Ma, pa, bisakah kalian masuk dulu, aku akan jelaskan segalanya, ini tak seperti yang di pikirkan, dan tolong bawa putraku juga! Norbert akan mengantar kalian! " ucap Len menatap mertuanya itu.
Tanpa berucap apapun papa Oscar dan mama Rosa melangkahkan kakinya mengikuti Norbert ke ruang khusus yang memang di miliki gereja itu, tak lupa juga Dante yang berada di gendongan papa Oscar, walau sempat ada penolakan tadi, dengan segala ucapan pengertian dua pasutri paruh baya itu pada akhirnya Dante ikut dengan grandma dan grandpa nya.
"Dia kakak ku?? kenapa mama tak pernah cerita? " tanya Lisa menatap orang yang dia anggap papanya.
"Itu hanya omong kosong mamamu saja!! aku bukan papamu! Akan aku jelaskan kalau kau sudah mengerti. " ucap Len dengan menatap tajam anak kecil yang mengacaukan pesta pernikahannya. "Bawa dia ketempat semestinya! " ucapnya pada anak buahnya.
" Ti.. tidak!! papa jangan tinggalkan aku!! pa!!! mereka membawaku pergi pa!!! papa!! " jerit Lisa yang sama sekali tak di hiraukan Len.
"Kenapa harus sekasar itu!! hei, pelan-pelan!!! " ucap Anya yang mengejar gadis kecil yang di paksa pergi itu.
"Tetap di sini! " ucap Len dengan cepat mencegah sang istri mengejar anak kecil itu.
"Apa?? kau keterlaluan sekali sih, dia hanyalah anak kecil, jika pun dia memang anakmu memang kenapa?? bukankah aku selalu memaafkanmu!! kau tau aku lemah karena cintaku besarku padamu ha!! tak adakah rasa kemanusiaan sedikit saja di hatimu!!! " ucap Anya marah yang sedikit memberontak untuk mengejar gadis malang itu, tapi usahanya sangat sia-sia dengan kekuatan besar suaminya itu.
"Dia bukan anakku!! " ujar Len dengan nada rendahnya.
"Tapi dia salah, dia mengacaukan pesta pernikahanku! " bela Len.
"Kau menyamakan pemikiran anak sekecil itu dengan orang dewasa? kau gila Len! " ucap Anya untuk pertama kalinya memanggil namanya. " Lepaskan tanganku sekarang juga! " ujar Anya dengan penuh penekanan yang tak di hiraukan oleh suaminya.
"Dengarkan penjelasan tuan nyonya! ini semua tidak benar adanya!! saya punya buktinya! " ucap Noberto yang berniat membantunya.
"Aku tak peduli dengan kebenaran apapun!! Terlalu malas menatap wajahnya, pria yang tak punya hati nurani sepertinya!!! " ucap Anya semakin marah tanpa menatap sang suami.
"Kau sangat tau sifatku baby!! kau masih sangat mencintaiku meski tau sifat jelek ku itu!!! " ucap Len menatap istrinya yang sedang marah itu. "Malam pertamaku tak semulus sang ku pikirkan nanti malam!!! " batin Len masih menatap istrinya. " Ikut denganku! aku jelaskan semuanya bersama papa , mama, dan putramu yang sempat marah tadi!! " ujarnya lagi berniat menarik tangan istrinya untuk mengikutinya.
"Aku bisa jalan sendiri! " ucap Anya menghempaskan tangan suaminya.
Len melihat itu dengan cepat membopong tubuh istrinya, walau dengan gaun yang besar tak mempersulit gendongannya, yang membuat orang di sana bersorak bahagia setelah melihat pertengkaran pengantin baru itu.
__ADS_1
"Lepaskan aku manusia kejam! " ucap Anya marah di gendongan suaminya.
"Tak akan!!! " jawab Len beralih pada Mike dan Noberto. " Bear kau ikut denganku! " tunjuk nya pada Noberto. " Dan kau jamu tamu ku! " ucapnya menunjuk Mike sebelum benar-benar pergi.
Dan kedua orang kepercayaannya itu berpencar untuk melakukan perintah tuannya, sampai satu orang pria mendumel tak jelas di samping pacar barunya.
"Sepertinya sulit! " gumam Carl yang masih terdengar di telinga pacarnya.
"Apanya? " bingung Senta.
"Malam pertamanya! baru juga tadi di doakan banyak hal baik, sudah ada saja masalahnya, percintaan mereka terlalu rumit!!" jawab Carl tanpa sadar.
"Sok tau!! Awas sampai itu juga terjadi padaku!! " ucap Senta yang membuat sadar Carl dari ucapannya tadi.
"Mana ada!! itu tak akan terjadi karena.... " ucap Carl menggantung karena terjebak dengan ucapannya sendiri.
"Karena sangat berpengalaman dengan tidur meniduri!!! " tekan Senta sebelum beranjak pergi ke tempat beberapa makanan yang tersedia, karena terbiasa meluapkan amarahnya dengan makanan.
"Sayang!! tidak seperti itu!! tunggu sayang!! " ujar Carl mengejar kekasihnya yang marah itu. " kenapa jadi ikutan marah-marahan sih!!! " batin Carl yang ternyata nasibnya tak jauh beda dengan sang sahabat.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1