
Mereka terus mengikuti mobil yang membawa nona nya yang juga sengaja mengikuti permainan mereka, dengan beberapa kali berganti mobil dan bodyguard untuk mengikuti kemanapun mobil klasik itu melaju sembari menunggu tindakan dari tuannya, apa lagi musuh yang selama ini mereka awasi sudah tau dengan keberadaan mereka.
Sedangkan Anya yang di tarik dari belakang tadi sempat memberontak saat tau siapa yang menyeratnya masuk ke dalam mobil, hanya saja pelukan pria itu cukup kuat yang membuat Anya tak bisa berbuat banyak saat sebelum pintu mobil yang membawanya tertutup hingga berlahan bergerak menjauhi mobilnya.
"Kau!!!! apa yang kau lakukan!! " ucap Anya mencoba melepaskan pelukan pria yang baru 2 kali bertemu dengannya.
"Siapa kamu sebenarnya hm? " tanya pria yang tak lain adalah Tyga yang nekat membawa paksa yang sempat mencuri perhatiannya itu.
Bukan tanpa alasan Tyga bertanya seperti itu, hanya saja saat ia mencari tau identisan gadis di depannya ia tak menemukan apapun selain nama yang bahkan tak bermarga membuat Tyga curiga bahwa Anya bukan lah wanita sembarangan, kecurigaannya di dukung dengan ia yang melihat 2 pria berbadan besar berlari ke arah mobil gadis di dekapannya saat setelah ia membawa Anya.
Yang sebelumnya Tyga juga mendapatkan teror saat ia mencoba mendekati gadis yang mencuri perhatiannya, begitu misterius nya Anya semakin membuat Tyga ingin memilikinya dan semakin berbahanyanya Anya membuat jiwa Tyga semakin tertantang di buatnya.
"Lepas!!! " kesal Anya yang masih didalam dekapan Tyga.
"Hay vanya!!! bicara padaku siapa kau sebenarnya? " tanya Tyga dengan senyum kecilnya .
"Sepertinya dugaanmu salah! tak ada yang mengikuti kita sejauh ini! " ucap rekan Tyga di kursi kemudi, yang merasa tak ada mobil yang sama mengikuti mereka sedari tadi.
"Ck, diam sialan!! urus kemudi mu saja! " kesal Tyga pada sang rekan.
"Kalau barangnya sebagus ini aku juga mau! " ucap rekan Tyga menatap mesum Anya dari balik sepion.
Membuat Anya menatap marah dua orang yang berani-beraninya menculiknya tanpa tau akibat yang akan mereka dapat setelah ini.
"Apa?? aku bukan wanita seperti itu!! jangan macam-macam padaku!! atau aku kan memukulmu setelah ini bajinagan!! " teriak Anya sangking kesalnya.
"huhuuuuuu.. takut!!! " ejek rekan Tyga.
"Diam lah! aku tak akan membaginya untuk siapapun! dia wanita spesial untukku!! " Ucap Tyga pada rekannya, lalu menatap gadia yang ada di dekapannya. " Tenang saja Vanya, hanya aku seorang yang akan memilikimu!! " ucap nya lagi dengan pede.
" ck, tak adil! " ucap rekan yang membantu Tyga.
"Akan ku carikan wanita seperti yang kau mau! tapi tidak dengan yang ini! " ucap Tyga memperingatkan temannya.
__ADS_1
"Lepas kan aku sekarang! " ucap Anya lagi karena Tyga tak kunjung melepaskan pelukannya, padahal mereka sudah ada di dalam mobil apa lagi mobil yang mereka tumpangi melaju cukup kencang yang tak memungkinkan Anya untuk kabur.
"Tak mau!! kau terlihat cantik saat dari dekat seperti ini ! " ucap Tyga menatap intens wajah sempurna milik Anya dengan lebih dekat, dan semakin dekat yang tentu saja membuat Anya was-was dengan apa yang akan di lakukan Tyga selanjutnya.
Dukkk....
Dengan nekat Anya menghuyungkan kepalanya ke ke kepala Tyga dengan cukup kuat, hal hasil membuat kedua kepala meraka terbentur sangat keras.
"Agghhh!!! apa yang kau lakukan vanya! " ucap Tyga kesakitan karena ulah Anya yang tanpa sengaja melepas pelukan Anya.
Bugh, bugh...
Dengan menahan sakit di kepalanya, Anya dengan berani dua kali memukul Tyga tepat di hidungnya dengan sekuat tenaga, membuat sang pemilik hidung kesakitan, yang sayangnya pukulan ketiga Anya dapat di tangkap oleh tangan besar Tyga, membuat Anya tak bisa lagi menyerang pria yang sudah berlumuran darah di hidung dan kepalanya.
Tapi tak lama anya juga merasakan di kepalanya mengalir darah turun ke wajahnya yang berasal dari jepit rambut yang ia benturkan di kepala Tyga tadi, membuat kepalanya juga ikut terluka.
"Hahhaahaaa!!! " Tawa rekan Tyga melihat dua manusia itu dengan masing-masing berdarah darah.
Masih dengan kedua tangan Anya yang ia pegang, Tyga dengan kekuatannya yang besar sedikit membanting anya kebelakang menidurkan anya dangan posisi tengkurap dan tangan yang di kunci ke belakang dengan sedikit terpelintir.
"Agghhhhh!!! " teriak anya merasakan kesakitan di tangannya.
"Kau yang memulai hm!! maaf kalau sakit, tapi ini pelajaran untuk wanita pembangkang seperti mu! " ucap geram Tyga yang tiba-tiba matanya tertuju pada tubuh bangun belakang anya yang padat berisi.
Plak...
Satu tamparan yang membuat sang penamper gemas, lain halnya pemilik aset yang di tampar, dengan kemarahan yang tak terkendali Anya mencoba berfikir untuk keluar dari situasi ini dan membalas pelecehan yang baru saja ia dapatkan.
Dengan posisi masih terkunci dengan satu kaki menjuntai ke bawah karena sempitnya ruang di dalam mobil, anya dengan cepat mengayunkan kaki itu ke arah rahang Tyga dari bawah, yang kembali pria itu mendapatkan serangan dari anya sang keras kali ini, sampai membuat kuncinya terlepas sesaat.
Anya juga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu untuk kembali menyerang Tyga dari segala arah walau dalam keadaan tengkurap sekalipun, dengan yang terakhir pada aset Tyga yang terkena satu pukulan mau dari anya sebelum rekan Tyga mengacungkan senapan ke arah anya.
"Lakukan lagi atau kau mati sekarang juga! " ucap rekan Tyga dengan satu tangan memandang senapan ke arah anya dan satu tangannya untuk mengemudikan mobil yang mereka tumpangi, ia yang sedari tadi hanya tertawa-tawa itu mulai bertindak saat anya sudah melampaui batasannya.
__ADS_1
Dengan terpaksa anya terdiam dengan ancaman itu yang sesekali menatap pria di sebelannya dengan rasa sakit karena perbuatannya, belum lagi darah yang tak hentinya mengalir di hidung dan kepala Tyga.
"Ck, segitu kemampuan temanmu! " ucap Anya tertawa sumbang yang bahkan tak takut sedikitpun dengan senapan yang di acungkan padanya yang bisa membunuhnya kapan saja.
"Ka.. kau!! " ucap Tyga di sela kesakitan nya menatap kesal wanita yang sempat ia puja-puja tadi. "Aku tak berniat melukaimu di sini! kenapa kau melakukan ini padaku hm? " ucap Tyga dengan mencengkram satu tangan anya melupakan satu tangan lainnya dengan mencengkramnya sangat kuat, sebenarnya ia tak tega harus melukai gadis imut di depannya yang ternyata sangat mengerikan .
"Hanya ingin saja! " jawab anya yang malah tertawa kecil.
Brak..
Dengan tanpa belas kasihan rekan Tyga menghantam ujung senapannya ke arah kening Anya dengan keras yang membuat luka baru di sana.
"Akkhhhhhh!!! " teriak Anya kesakitan dengan darah baru mengalir ke wajahnya.
Apa yang kau lakukan! " ucap Tyga yang kaget dengan tindakan rekannya dan menatap khawatir gadis di depannya.
"Diam kau bodoh!!! " ucap rekan Tyga, lalu kembali mengacungkan senapannya ke arah Anya. " Siap kau sebenarnya ha? " ucap Rekan Tyga menatap curiga gadis yang bahkan tak takut dengan acungan pistolnya.
"Hehehee!! tebak!! " ucap Anya yang malah tertawa garing seolah tak terjadi apapun di antara mereka.
Dua pria di dalam mobil itu kaget dengan sikap asli gadis yang bersampul imut, sangat cantik, dan begitu polos itu, malah berbanding terbalik yang malah sangat berbahaya terbukti dari beberapa serangan yang Tyga dapat tadi, dan tak ada rasa takut sedikitpun dengan ancaman yang mereka berikan, apa lagi dengan luka yang ia dapat malah masih sempat-sempatnya tertawa bercanda.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1