
"Sudah siap baby? " tanya Len dengan tersenyum nakal.
Bukannya menjawab, Anya malah dengan sengaja membuka kancing kemeja yang suaminya pakai, entah setan apa yang membuat mood nya kembali baik, dengan sikap provokatif nya ia terus membuka kancing satu persatu sampai tak tersisa, dan menanggalkan kemeja suaminya dengan sangat hati-hati, menatap wajah yang tersenyum padanya sambil berdiri dari duduknya.
"Tunggu di sini!! " ucap tak terduga Anya kemudian berlari menuju ruang ganti kamar mereka.
Len yang tadinya sudah senang dengan tindakan istrinya, sekarang berubah sedikit kecewa karena harus kembali menunggu lagi, padahal si boy sudah ready dari tadi tapi ada saja kendala malam ini.
Walau dalam ke adaan kesalnya, ia tetap menunggu Anya yang entah sedang apa, dan sesekali memainkan ponsel sang istri yang memang tidak jauh dari ia duduk.
Ada senyum kecil terbentuk dari bibir pria dingin itu saat melihat wallpaper ponsel istrinya yang menggunakan foto keluarga kecilnya yang istrinya dapat dari berbagai paksaan, dapat di lihat wajah putranya yang cemberut dan dirinya dengan senyum terpaksa nya, sedangkan sang mommy tersenyum lebar menunjukkan kecantikan nya.
Dengan diam-diam ia mengirimkan berbagai foto keluarga kecilnya dan sang istri ke ponselnya, yang sesekali tertawa kecil dengan foto mereka yang 90% tak ada yang jelas karena ia begitu tak suka dengan kamera yang sebelas dua belas dengan sang anak.
Terlalu asik dengan foto lucu-lucu itu, Len tak menyadari sang istri yang sudah keluar dari ruang ganti dengan surprise yang semakin membuatnya bahagia nanti.
"Dad!! " panggil Anya di ambang pintu ruang ganti cukup jauh dari Len duduk.
"Sudah selesai? " tanya Len berlahan mengangkat wajahnya mengarah objek suara tadi, dengan mata yang terlihat akan keluar ia menatap sang istri yang benar-benar memberikan kejutan untuknya.
Dengan lingerie hitam transparan yang kontras dengan warna kulitnya, memperlihatkan bagian-bagian yang selama ini ia inginkan, tanpa mengatakan apapun Len dengan cepat menghampiri sang istri yang masih berdiri di ambang pintu.
Cup..
Len dengan agresifnya memberikan ciuman di bibir manis milik istrinya memeluknya begitu erat sembari membawanya ke arah ranjang milik mereka, dengan begitu hati-hati ia meletakkan sang istri bak kaca yang mudah pecah tanpa mau lepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Kau luar biasa baby!! " puji Len dengan nafas naik turunnya, membuat sang istri malu di buatnya.
Semua yang Anya lakukan ini adalah hasil ia belajar dari sang mama, ia bertekad akan menyenangkan sang suami dalam bentuk apapun termasuk sekarang, statusnya yang berubah saat ini membuatnya harus banyak belajar dari orang yang berpengalaman seperti mamanya.
"Kau suka?? karena mama membelikannya begitu banyak kemarin! " ucap Anya dengan menatap pria yang berada di atasnya itu.
"Sangat suka!! kau harus memakainya setiap malam hm!! " ujar Len dengan girang.
Hingga terjadilah malam pertama meraka, meski terdengar kesakitan di awal sampai berubah menjadi erangan yang menggema di malam yang dingin itu.Dengan meluapkan segala cinta dan nafsu secara bersamaan sampai sama-sama mencapai puncak yang mereka inginkan.
Membuat dua pasangan pasutri itu ngos ngosan dengan ******* masing-masing, apa lagi Anya yang beberapa kali ******* dalam satu permainan mereka, merasakan lelah yang luar biasa dengan Anya bisa berbaring merasakan terlalu berat tubuhnya bergerak.
"Terimakasih baby!! " ucap Len bahagia telah menjadikan Anya sebagai wanita seutuhnya, dengannya pria pertama dan akan yang terakhir melakukannya, tak lupa kecupan sayang sebagai ucapan terimakasihnya.
"sama-sama, Kau tak lelah dad? " tanya Anya dengan sekuat tenaga dengan sekilas menatap suaminya karena juga begitu lelah untuk membuka matanya.
Sedangkan Anya yang sangat lelah itu sebenarnya hanya pura-pura tertidur waktu memejamkan matanya saat mendengar ucapan Len yang membuatnya harus merasakan ekstra lelah malam ini, ia lebih memilih menghindar dari pada meladeni suaminya itu, bukannya ia tak mau hanya saja tubuhnya tak memungkinkan untuk meladeni maksud suaminya itu.
Len memilih tak memaksa, toh masih banyak waktu untuk bisa melakukannya kembali, walau sebenarnya ia kurang puas yang sepertinya lebih ke pada tak pernah puas merasakan kenikmatan tubuh istrinya.
Hal pertama yang Len lakukan sebelum ikut tidur di samping istrinya yaitu membersihkan tubuhnya akan tak lengket, selesai dengan ritual bersih-bersihnya ia keluar dengan satu kain basah di tangannya, berniat membersihkan milik istrinya agar membuatnya tidur lebih nyaman.
Begitu hati-hati tanpa merasakan jijik sama sekali ia membersihkan daging 1 ons itu yang mirip dengan peach dengan darah yang masih menempel, jangan lupa cairan mereka yang bertemu di satu tepat itu.
Ada rasa kebanggan saat melihat noda merah karena perbuatannya tadi, menjadi orang pertama dan satu-satunya yang melakukannya dengan sebuah ikatan resmi.
__ADS_1
Selesai dengan acara bersih bersihnya, Len merebahkan tubuhnya di samping sang istri, tak lupa menarik selimut yang sudah berantakan karena ulah mereka tadi untuk menutupi tubuh polos istrinya, dan ikut tertidur dengan memeluk erat tubuh Anya.
Pagi menjelang, mata Anya merasakan silauan mentari yang sudah naik ucup tinggi, yang membuatnya dengan terpaksa membuka mata cantiknya yang tertidur cukup panjang, saat ia menatap jam di dinding, matanya melotot saat jam sudah menunjukkan 12 siang, untuk kali pertamanya ia bangun sangat siang, kegiatan selama benar-benar membuatnya lelah sampai bangun dengan waktu yang sangat lama dari biasanya.
Tapi saat ia melihat ke arah samping ranjangnya, suami yang tadi malam tidur di sampingnya itu sudah tak ada di tempat.
"Apa daddy sudah berangkat kerja!! ck, istri macam apa kamu ini!! hari pertama jadi istri sudah lalai sadari tugasmu!!? " ihhhh!!! " kesal Anya dengan memukul-mukul kepala pelan sangking kesalnya.
Bersamaan dengan pintu kamar yang di buka berlahan, memperlihatkan sang suami tangannya membawa sebuah troli yang pasti berisi makanan.
"Kenapa pukul-pukul?? " tanya Len yang sempat melihat sang istri memukuli dirinya sendiri.
"Daddy tak kerja??? maaf aku bangun kesiangan!! harusnya aku yang melayani mu, tapi sekarang malah sebaliknya!!! maaf!! " ucapnya dengan wajah sedih tapi terlihat lucu dengan rambut yang berantakan.
"Beberapa hari ini daddy tak kerja, aku akan menemanimu di rumah!! Kau lupa apa yang terjadi semalam hm?? itu wajah jika kau bangun kesiangan baby!! dan biarkan hari ini aku yang melayani mu!! " ucap Len sembari duduk di samping ranjang yang istrinya tiduri. " Mau makan dulu atau mandi dulu? " lanjutnya bertanya.
.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...