Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Sudah sampai


__ADS_3

"Papa! " kata Anya lalu berlari menuju ruang tamu.


Di ikuti Len yang berjalan santai sambil menggandeng Dante dengan cookies di tangan yang tak di genggam Len.


Anya langsung memeluk tubuh besar papanya dan bergantian dengan mama Rosa, beda dengan mama Rosa yang lumayan lama saling berpelukan, sepertinya mama Rosa menahan rindu cukup lama.


"Apa kabar tuan oscar! " kata Len sambil berjabat tangan.


"Baik Len! " jawab papa Oscar yang bingung dengan pria kecil di samping Len.


Dan kaget saat di amati wajah anak itu sangat mirip dengan Len, papa Oscar mulai tau apa yang terjadi sekarang.


"Dia sudah punya anak?? sayang sekali!! aku berharap dia bisa jadi menantuku! " pikir papa Oscar yang mengira Len juga memiliki wanita pilihannya yaitu ibu dari pria kecil di samping Len.


"Apa kabar ma? " tanya Len bergantian sambil berjabat tangan pada mama Rosa.


"Baik! siapa anak kecil ini? " tanya mama Rosa dengan ramah.


"Ayo kenalan dengan mama nyanya! " tawar Anya pada pria kecil yang sedari tadi diam.


"Saya Dante, putra papa nyonya! " jawab Dante sambil menundukkan kepalanya sopan.


"Siapa nyonya?? Papamu saja memanggilku mama kenapa kamu nyonya! Grandma! " perintah mama Rosa di akhir.


Dante mengangkat kepalanya mengarah sang papa yang sedang meminta persetujuan, dan dengan cepat Len menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Grandma! " kata Dante membuat mama Rosa senang, ia begitu menyukai anak kecil sama seperti suaminya.


"Kita duduk! kalian pasti lelah! " kata Len menggiring semua untuk duduk di sofa ruang tamu.


Sedangkan papa Oscar hanya diam tanpa bertanya, bukan tidak tapi belum, ia tak akan membicarakan hal serius di depan anak kecil, apa lagi itu tentangnya, tapi pandangan papa Oscar tak pernah lepas dari Dante yang asik memakan cookies yang tersisa.


"Dante tak ingin berbagi cookies nya? " tanya mama Rosa menatap Dante yang duduk tak jauh darinya.


"Tentu saja boleh! kata nyanya Dante harus berbagi! " kata Dante berlari mengambil toples cookies nya yang ia tinggal tadi.


"Di mana ibunya? " tanya papa Oscar setelah diamnya tadi, sambil melihat Dante yang berlari menjauh.

__ADS_1


"Mamanya pergi hanya sebuah harta tak seberapa yang saya berikan tuan! " kata Len jujur.


"Tak ada niat bertanggung jawab? " tanya papa Oscar lagi.


"Meski dia cinta pertamaku tapi dia tak layak di pertahankan, dia juga tak layak menjadi seorang ibu meski dia yang melahirkan anakku, bahkan dia dengan gampang menukar anaknya dengan uang tak seberapa, dan saya juga sudah sudah jatuh cinta pada wanita lain! " kata Len menatap Anya di akhir.


Yang tak lama terdengar langkah kaki kecil yang sedang berlari.


"Jangan lari Dante! " kata mama Rosa yang perhatian.


Membuat Len optimis menikahi anya, yang menurutnya Dante bukanlah penghalang restu tuan Oscar dan mama Rosa, hanya saja ia harus lebih menyakinkan tuan Oscar yang belum apa-apa sudah menanyakan tentang Dante.


"Sepertinya masih ada harapan! tak apalah kalau ada buntutnya kalau se imut itu! " pikir papa Oscar yang sedikit lega, ia sedikit ngotot dengan Len karena menurutnya Len lah pria yang pantas untuk anaknya dalam segi apapun, apalagi kekuatannya yang sudah melampaui dirinya yang dulu, ia akan merasa tenang jika putrinya berada di tangan orang yang tepat.


Tuan Oscar tak satu tahun atau dua tahun bersama Len, ia tau betul sifat pria itu yang tak akan gampang mempermainkan wanita, apa lagi soal tanggung jawab, Len adalah pria yang bertanggung jawab menurut papa Oscar.


Hanya saja papa Oscar belum tau kecerobohan dan sikap pengecut nya dulu yang menyakiti hati putrinya. Jika tau, entah apa yang akan papa Oscar perbuat pada Len, memukulnya saja sepertinya belum cukup.


"Ini cookies nya grandma! " kata Dante semangat, sampai melupakan kakinya yang masih sakit.


"Jangan lari-lari, kakimu masih sakit bukan! " kata Len dengan lembut.


"Dengan anak sesayang itu! apa lagi dengan istri!! " batin papa Oscar.


"Dante lupa!! hehehe!!! " kata Dante dengan menggarukkan kepalanya yang tak gatal. Terlihat lucu di depan para orang dewasa.


"Kenapa bisa terluka? " tanya mama Rosa yang khawatir.


"Di dorong mama saat Dante tak memberikan hadiah dari nyanya! " jujur Dante, pria kecil itu belajar jujur seperti apa yang nyanya nya ajarkan.


"Astaga!!! " kaget mama Rosa.


"Tak apa grandma!! itu sudah biasa! " kata Dante dengan senyum bahagianya telah berhasil jujur pada orang yang menyayanginya.


Malah membuat hati orang dewasa di sana teriris-iris, apa lagi mengatakannya dengan senyuman anak tampa dosa di depan mereka, seolah dia berkata tak masalah mendapatkan perlakuan seperti itu, apa lagi hati seorang ayah yang begitu mencintai putranya.


Mama Rosa langsung berjongkok memeluk sayang Dante yang sedari tadi masih berdiri, dengan senang hati di balas oleh tangan kecil Dante.

__ADS_1


"Dante sayang!! tak akan ada lagi yang berbuat seperti itu pada Dante, semua orang yang ada di sini akan selalu menjaga Dante dari bahaya apapun! " kata mama Rosa yang merasa miris dengan perlakuan ibu kandungnya sendiri.


Mama Rosa juga tak habis pikir ada seorang ibu yang berbuat jahat pada anak kandungnya sendiri, pria kecil yang sudah mencuri hatinya sejak pertama menatapnya memiliki banyak hal pahit yang ia alami di usianya yang masih belia.


"Malang sekali nasibmu calon cucu!! aku akan mendukung sepenuhnya kalau Len menjauhkan mu dengan wanita iblis itu meski dia ibu kandungmu sekalipun!! Sepertinya aku akan ikut berperan menjagamu mulai sekarang! " batin papa Oscar, selebihnya kejanggalan di otaknya akan ia tanyakan nanti pada papa pria kecil itu.


"Papa juga berkata seperti itu juga!! akan banyak yang menjaga Dante! " kata Dante senang.


Mereka terus berbincang dengan Dante dan mama Rosa yang lebih dominan, tak seperti ayahnya Dante lebih banyak berbicara dan berekspresi, dengan senang hati mama Rosa menjawab setiap perkataan Dante.


Tidak dengan Anya yang lebih memilih bersandar di bahu papanya sambil memperhatikan interaksi mamanya dan pria kecil itu, sedangkan Len malah mencuri-curi pandang pada Anya yang dapat di tangkap oleh mata tajam papa Oscar.


Tak lama datanglah pak pet dengan seorang guru privat untuk Dante berumur tak jauh dari Len.


"Maaf mengganggu tuan! guru tuan kecil sudah datang! " kata pak pet berdiri di samping guru yang lumayan tampan.


"Dante mau sekolah dulu grandma, bye grandpa!! nyanya aku akan menghabiskan cookies nya nanti. " kata Dante dengan semangat ke dalam ruangan yang sudah di sulap oleh Len menjadi ruang belajar Dante.


"Lakukan tugasmu!" kata Len pada guru anaknya. " pak pet, awasi pembelajaran Dante! " perintah Len yang langsung di laksanakan oleh mereka.


"Baik tuan! " jawab mereka serempak, dan berjalan menuju ruangan belajar Dante.


"Dante homeschooling? " tanya mama Rosa.


"Iya ma! di usianya ke-8 tahun belum sama sekali mengenyam pendidikan. " kata Len.


Yang membuat mama Rosa dan papa Oscar kembali syok, kejahatan apa lagi yang di lakukan ibu kandung Dante setelah ini.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2