Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Pulang


__ADS_3

Esok menjelang pagi, rombongan Len bersiap pulang dengan penerbangan pagi, sengaja kembali berkumpul di vila papa Oscar untuk berpamitan.


"Anya pamit pulang! papa mama baik-baik di sini! Anya tunggu kalian juga pulang nanti! " ucap Anya sedih dengan bergantian memeluk orang tuanya.


"Ya! kami akan selalu baik-baik saja di sini oke! jangan sedih dong!! " ucap papa Oscar mengusap air mata sang anak yang sempat terjatuh.


"Anya juga hati-hati di sana tanpa mama dan papa! " ucap mama Rosa yang di angguki Anya.


Dengan masing-masing orang di rombongan Len berpamitan dengan papa Oscar dan mama Rosa, hingga terakhir giliran pria kecil yang terus memeluk mama Rosa, ia terlalu sedih berjauhan dengan grandma nya yang begitu menyayanginya tanpa melihat latar belakangnya seperti apa, pria kecil itu terus memeluk grandma nya tanpa menyadari ada begitu banyak orang sedang menunggunya.


"Sepertinya kita akan pulang lebih siang! " sindir Len pada sang putra.


Dante yang menyadari itu langsung melepas pelukannya dan menatap sedih wanita yang masih cantik walau di usianya yang hampir setengah abad.


"Dante pulang dulu grandma! " pamit Dante.


"Iya! Dante jadi anak penurut di sana oke! jadi anak baik dan rajin belajar!! jadi anak yang pintar! " ucap mama Rosa dengan semangat agar tak menambah kesedihan pria kecil itu.


"Tentu grandma! " ucap Dante. Lalu memeluk grandpa nya yang ada di sebelah mama Rosa. " Dante pamit! " ucapnya lagi.


"Ya, Hati-hati!! jadi seperti papamu agar bisa melindungi orang yang kamu sayangi di sekitarmu! " ucap papa Oscar yang di angguki Dante.


Hanya butuh waktu 30 menit rombongan Len sampai di bandara dengan jet pribadi miliknya yang sudah menunggu dari tadi, di dalam pesawat, Dante lebih memilih duduk di pangkuan Anya dengan kepala dia senderkan di dada Anya, terlihat pria kecil itu sangat sedih harus berjauhan dengan grandma nya.


Lain halnya dengan Len yang duduk berhadapan dengan Anya, pria itu terlihat sedikit kesal dengan posisi sang anak yang menguntungkan menurutnya.


"Nyaman hm?? enak hm??? akkkkkhhhhhhhh!!! daddy mau juga Dante!!! " batin Len menjerit melihat sang anak begitu nyaman di pelukan Anya, apa lagi berbantalkan gunung tak berapi milik Anya.


3 jam berlalu setelah keberangkatan jet mereka, Len merasa Anya lelah terus memangku Dante yang sendang tak baik-baik saja, berinisiatif memindahkan sang anak di ranjang yang tersedia di jet miliknya.

__ADS_1


Seolah tau Dante akan di pisahkan oleh Anya, pria kecil yang tertidur pulas itu terus memeluk Anya begitu erat saat akan di pindahkan dengan rengean kecil di bibirnya yang membuat Anya menggeleng pelan.


"Tumben manja! " batin Len.


" Biarkan saja dulu! nanti kalau aku lelah akan aku pindahkan sendiri!" ucap Anya menatap tunangannya itu.


Sedangkan Norbert yang ada di sebrang Anya menatap heran dengan sifat yang di tunjukkan pria kecil itu barusan.


"Aku sampai tak yakin kau adalah orang yang sama yang mengolok-ngolokku tadi malam! " batin Norbert melihat perubahan Dante yang begitu manja dengan Anya.


"Jangan biarkan dia lama-lama di pangkuanmu, paha dan lenganmu akan kebas nanti! " ucap Len yang diangguki Anya.


Dan benar saja, baru beberapa menit Anya merasakan kebas di pahanya, menatap Len dengan memelas.


"Dad, pahaku kebas! akan susah untuk jalan ini! " ucap Anya pada Len.


Tanpa mengatakan apapun, Len mendekat pada Anya dan karena Dante tak bisa di pisahkan dari pelukan Anya, Len membopong tubuh Anya sekaligus Dante yang masih menempel di tubuh Anya tak memberatkan sekali untuk Len angkat, menaruhnya di sebuah ranjang.


"Stop dad!! jangan aneh-aneh! " ucap Anya yang tau gelagat mesum Len.


"Why? Tak ada yang lihat juga!! tapi lihat putraku dia selalu menempel sedari tadi!! aku juga mau baby! " ucap Len sesaat menghentikan ciumannya dan kembali melanjutkannya.


"Daddy stop! dengarkan aku dulu! " Anya meminta Len menghentikan aksinya terlebih dahulu, tapi tentu saja tak di hiraukan oleh Len. " Sepertinya dante sedang sedih karena harus berpisah dengan mama, bahkan dia tak bicara sedikitpun setelah dari vila tadi, dan... dan mungkin dia juga takut akan berpisah denganku!! " ucap Anya berusaha tak mendesah yang nantinya takut terdengar putranya.


Tapi tiba-tiba tangan besar Len mendarat di bokong Anya yang masih berlapis rok jeans nya dengan begitu mulus, yang Anya tau pikiran mesum pria itu sudah tak bisa di cegah lagi.


"Stop! " ucap Anya sedikit keras lang malah membuat Dante terganggu.


"Mom! " ucap Dante dengan matanya yang masih tertutup, yang parahnya remasan Len semakin menjadi-jadi yang padahal pria itu tau anaknya mulai terbangun.

__ADS_1


"Ya sayang! mommy di sini! tidur lagi ya! " ucap Anya dengan sayang mengelus punggung sang anak yang masih terus memeluknya, memberikan ciuman kecil di keningnya agar berlahan kembali tertidur.


Len yang di belakang Anya dengan segala kenakalan nya, hanya tertawa kecil melihat ekspresi Anya yang sempat panik dengan situasi barusan, tapi Len dengan sengaja malah memperburuk rasa panik Anya.


Tapi ia mendapatkan karmanya seketika, saat ia juga merasakan gairah atas ulahnya, tapi tak bisa apa-apa karena ada sang anak yang lagi-lagi menempel pada Anya nya walau dalam keadaan tidur pulas tentunya membuat Len sedikit kesal di buatnya


Dan semakin kesal saat ia sadar kalau Anya juga ikut tertidur walau ia melakukan segalanya di tubuh bagian bawah Anya.


"****! " kesal lek dalam hati merasakan situasi sekarang.


Kembali membenahi pakaian bawah Anya dan beranjak dari ranjang yang menyiksanya saat ini, lalu masuk ke dalam toilet untuk menuntaskan sesuatu yang harus di tuntaskan sebagai pria normal.


1Jam Len berada di toilet sampai ia bisa mengeluarkan benih-benih calon anaknya, dan keluar dari toilet, tapi yang membuat Len kaget adalah Carl yang sudah berdiri di depan toilet yang ia pakai.


"Sedang apa kau lama-lama di toilet? " atau kau..!!!! " ucap Carl menggantung mengingat apa yang di lakukan pria berjam-jam di kamar mandi, karena ia juga sangat berpengalaman.


"Diam lah! " ucap Len santai meninggalkan temannya yang syok melihat kelakukan sahabatnya di dalam pesawat.


"Apa yang kalian lakukan di kamar tadi sampai harus di selesaikan di kamar mandi! padahal ada Dante di sana! gila, kalian sangat gila!!" pikir Carl mulai ke mana-mana.


selama 12 jam mereka melakukan perjalanan udara dengan Dante yang tetap terus menempel pada Anya, sampai mereka mendarat dengan selamat di bandara yang mereka tuju.


"Dante dengan daddy ya? kasian mommy mu yang kecil ini terus menggendong mu nanti! setelah di mobil kamu bisa memeluk mommy lagi? " ucap Len sebelum turun dari pesawat.


Len merasa kasian dengan Anya yang terus di tempeli oleh anaknya selama di perjalanan tadi, yang untungnya Dante mengangguk setuju dan beralih ke gendongan daddynya.


dan pada akhirnya para rombongan pulang ke masing-masing rumah, dengan Senta yang di antar Carl, dan pria kembar yang memilih satu mobil dengan tuan dan nona nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2