
Hal pertama yang begitu membuat Anya malas berada di keramaian adalah mereka yang akan menjadi pusat perhatian, seperti sekarang walau hanya berada di kantor suaminya tapi tetap saja begitu banyak mata memandang ke arah mobil mereka, dan dengan perasaan yang ogah-ogahan senta akhirnya turun mengikuti apa yang di lakukan suami dan anak nya.
Sedangkan Len dengan sigap menggandeng tangan sang istri dengan putranya yang tak lama di ikuti sang putri yang menggandeng tangan istrinya yang kosong. Tak begitu mempermasalahkan itu, Len bersama keluarga kecilnya itu berjalan masuk kedalam kantor.
Lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian apa lagi wanita yang berada di tengah, digandeng mesra oleh bos mereka setelah mendengar pengumuman pernikahannya yang tertutup itu.
Yang secara tak langsung Len memperkenalkan siapa nyonya dari pemilik perusahaan ini, yang terlihat tak sepadan untuk umur, dan sangat setara untuk segi kwalitas.
Sampai di rintangan lobi perusahaan, Anya mulai lega saat sudah masuk ke dalam lift yang hanya ada mereka bertiga di dalam.
"Huuuufffttt!!! aku gak suka orang lihat sampek segitunya, ini yang membuatku kurang suka keluar rumah, toh sama aja! aku juga manusia, aku juga bernyawa kayak mereka!! aku buka mahluk langka yang sampai di tatap kayak gitu!! kalau bisa di tinggal aja kepala ini di rumah!!! " ucap Anya mengomel sendiri.
Dengan ayah dan anak yang saling pandang saat mendengar kecerewetan wanita satu-satunya di antara mereka itu.
"Mana bisa orang memalingkan pandangannya pada wanita secantik kamu hm!! dan Mereka hanya penasaran dengan wajah nyonya mereka!! itu saja!! " ucap Len tersenyum pada istrinya yang padahal tadi dia tak menunjukkan ekspresi apapun saat berada di lobi.
"Bis tidak kalau kau tersenyum sedikit pada orang yang menyapamu ataupun orang lain!! kasihan mereka seperti orang bodoh, jangan dingin dingin pada orang lain!!! " ucap Anya menasehati.
"Tidak! senyuman ini hanya untukmu!! dan kau yang berhak melihatnya! " ucap Len dengan tegas.
"Sedikit saja!! " nego Anya.
"Tidak sama sekali!! Karena senyumanku cukup berbahaya untuk pria maupun wanita, karena efeknya akan jatuh cinta nantinya, dan hanya kamu yang boleh jatuh cinta dan melihat senyuman ini!!! " ucap Len dengan tersenyum jahilnya.
"apa sih, dasar bapak-bapak gak jelas!! ke PD an aja!!!" ucapnya bersamaan dengan pintu lift terbuka, yang membuat Anya berjalan lebih dulu dengan menggandeng tangan sang anak di ikuti Len di belakang.
Len hanya bisa tersenyum kecil dengan melanjutkan langkahnya, ia tak yakin kalau itu dirinya, bagaimana tidak, Tiba-tiba bicara hal konyol yang tak pernah ia lakukan sebelumnya, karena dia bukanlah tipe orang yang suka basa-basi tapi semua itu terbantahkan saat bersama istri tercintanya, apa lagi kalau sudah berdebat dengan Dante, image tak banyak bicaranya berubah seketika, image dinginnya berubah ekspresif jika di pertemukan dua anak manusia itu.
Saat baru masuk ke dalam ruangan milik Len, Dua orang anak manusia yang sebenarnya tak punya kepentingan itu secara bersamaan merebahkan tubuhnya di sofa tak jauh dari meja kerja milik Len, dengan suami yang hanya bisa menggeleng-geleng melihat kekompakan ibu dan anak itu meski tak memiliki ikatan darah.
"Tidak mau belajar bisnis? " tanya Len pada Anya dan Dante sembari duduk di meja kebesarannya .
__ADS_1
"Tidak! aku masih kecil!! duniaku masih tentang anak-anak dad!!! " jawab Dante dengan mata yang tertuju pada ipad yang sedari tadi ia bawa.
"Setelah kejadian tiga hari kemarin membuat otakmu malas untuk berfikir!! " jawab Anya dengan memejamkan matanya.
"Kalau mau tidur di ranjang baby!! badan mu akan sakit jika tidur di situ!! " ucap Len menunjuk ke arah kamar khusus yang ada di kantornya.
"Oh, aku lupa!! " ucap Anya bangun dari tidur di sofa nya.
Cup..
"Terimakasih dad!!! " ucap Anya mencuri ciuman di bibir suaminya dan berlari kecil ke arah kamar khusus.
"Kau memancing.... " ucap Len terhenti saat Len melihat Anya menunjuk kearah putra mereka yang asik dengan ipad miliknya dan masuk ke dalam kamar khusus miliknya. " aku hampir lupa kalau punya putra!!! " batin Len yang sudah memikirkan yang tidak-tidak setelah mendapatkan ciuman tadi.
"Apanya yang memancing? " tanya Dante yang sebenarnya mendengar tapi tak memperhatikan sekitar.
"Tak ada! daddy kerja dulu! jangan ganggu!!! " ucap Len dengan cepat menghindar.
Tiga jam berlalu, hati Len tiba-tiba resah sembari sesekali menatap pintu kamar khusus yang tertutup rapat itu, entah kenapa hatinya seolah tak bisa membiarkan sang istri di anggur kan begitu saja jika berada di dekatnya.
"Daddy mengecek mommy mu sebentar!! " ucap Len yang sebelumnya sudah memperhatikan gerak gerik anaknya yang begitu santuy tidur di sofa dan tak pernah berpaling dengan ipad nya.
"Ya dad! " jawab Dante yang masih tak memperhatikan sekitar.
Len dengan semangat 45 berjalan masuk ke dalam kamar dengan tak lupa menguncinya dari dalam, ia bisa melihat sang istri yang tertidur telentang dengan rok di bawah lutut itu sudah tersingkap ke atas.
Membuat Len panas dingin sediri di buatnya, apa lagi di luar ada anaknya yang membuatnya tak bisa berbuat yang iya iya seperti otak mesumnya selama ini.
Dengan hati yang penuh kegundahan dan nafsu yang mulai muncul, pada akhirnya Len menaikan selimut untuk menutupi tubuh istrinya yang sedang tertidur.
"Baby, aku haus! " ucap Len terdengar meminta izin.
__ADS_1
Bukannya meminum air Len malah menaikkan kaos yang Anya kenakan dan memilih meminum dari sumbernya yang secara logika tak akan menghilangkan rasa hausnya.
Sembari ikut rebahan Len mulai bermain di sumber kehidupan dari gunungnya langsung yang memang menjadi miliknya, dengan pemilik asli yang sesekali mengerutkan dahinya di sela sela tidurnya.
Sedangkan Anya yang setengah tidur itu bisa merasakan geli di salah satu anggota tubuhnya yang sangat sensitif, tanpa ada penolakan sedikitpun ia membiarkan kebiasaan baru yang ia alami 3 hari lalu itu terus terjadi, toh dia sendiri tau siapa pelakunya yang berhak atas dirinya.
Tapi sayangnya kegiatan mengasikkan itu harus terganggu saat mendengar gedoran dari balik pintu kamar khusus.
Bugh bugh bugh bugh. .
Suara gedoran pinta yang tentu aja mengganggu tidur princess cantik sembari menyusui tadi, dengan mata sayup-sayup terbuka.
"Dad ada karyawan mu di luar!!! " Teriak Dante dari luar kamar.
"Iya, daddy keluar segera!! " jawab Len sama teriaknya saat melihat mata istrinya terbuka. " hehehe, aku haus tadi!! " ucap melembut pada istrinya sembari menutup kedua aset Anya yang sempat ia mainkan.
"Hm!! " jawab Anya yang malah membenahi t posisinya untuk kembali tidur.
Cup..
"Daddy kerja lagi!!! I love you!! " ucap Len setelah memberi kecupan di bibir istrinya sebelum keluar dari kamar khusus, dan tak lupa juga membenahi kemeja yang sedikit berantakan karena ulahnya sendiri.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...