
"Kenapa?? bukannya tadi membelaku di depan putramu! kenapa jawabnya begitu!! ck, jadi takut aku!!! " batin Len menatap sang istri untuk memastikan mimik wajah Anya yang terlihat tak bersahabat itu, dan tak lama ia kembali fokus pada berkas di tangannya dan meminta Illona untuk kembali menjelaskan gagasan yang ia miliki.
Bukan tanpa alasan Anya berbicara seperti itu, karena nyonya Becker itu tak sengaja menatap wajah Illona yang terlihat tak bersahabat dengannya yang padahal ia tak mereka memiliki kesalahan pada wanita itu.
Anya mulai menyimpulkan kalau wanita itu mungkin salah satu penggemar suaminya yang tak suka dengan kabar pernikahannya, apa lagi wanita itu tau ialah nyonya yang mereka maksud, tapi jika di pikir pikir suaminya itu tak pernah bersama wanita lain jika tak di dampingi asisten atau sekertaris nya, tapi Anya tak melihat keberadaan dua manusia itu di ruangan suaminya.
Di sela pikirannya yang melayang kemana mana, ia baru menyadari wanita itu begitu dekat dan semakin dekat e arah suaminya yang padahal tubuh mereka sudah terhalang meja besar milik Len bahkan terlihat sedikit menungging untuk mendapat kedekatan mereka.
Yang tentu saja membuat Anya sedikit greget melihatnya, apa lagi suaminya yang hanya membiarkan tindakan wanita itu, yang memang terlihat sangat fokus pada berkasnya hingga tak menyadari keadaan sekitarnya.
Dengan mulut komat kamit tanpa suara Anya begitu kesalnya dan cemburu secara bersamaan sampai tak menyadari gerak-geriknya itu di pantau oleh putra tercinta yang duduk bersebelahan dengannya.
"Kau mau pamer bokong di depan anak kecil? " ucap Dante yang terdengar tak sopan tapi memang realitanya seperti itu, karena posisi duduk wanita itu membelakangi sofa dengan posisi wanita itu mengangkat bokongnya akan bisa semakin dekat hingga terlihat menungging.
Ucapan Dante itu tentu saja membuat Len menatap ke arah sang anak, dan ia juga baru sadar kalau posisi Illona berada dekat di depannya yang padahal mejanya cukup besar jika harus berdekatan dengan posisi bersebrangan seperti sekarang.
"Sayang!! " tegur Anya pada sang anak, walau hatinya lumayan dongkol melihat pemandangan tadi.
"Apa-apa an kau ini!! keluar dari ruangan ku!! jelaskan sisanya pada asisten ku! " ucap Len terdengar membentak karena kesal pegawainya berlaku tak sopan.
"Ti.. tidak!! tadi saya hanya mau menunjukkan mana yang akan di bahas selanjutnya!! maaf sir!!! " ucap Illona yang memperlihatkan tampang memelas nya. "Anak kecil sialan!! " lanjutnya membatin kesal karena rencana membuat nyonya perusahaan tempat ia bekerja itu semakin cemburu padanya, walau tanpa ia tahu Anya sudah merasakan kecemburuan itu sedari tadi.
"Kau pikir aku bodoh apa!! sekali lagi aku berlaku tak sopan, Siap-siap saja kehilangan pekerjaanmu!! keluar sekarang juga!! " bentak Len yang terlanjur kesal dengan konsentrasinya yang terpecah juga.
"Ta.. tapi ini tinggal se.... " ucap Illona terpotong Anya.
"Dad jangan terlalu keras pada... "ucapan Anya juga terpotong suaminya
__ADS_1
"Diam, ini urusanku dengan pegawaiku! kau tak perlu ikut campur!!! " bentak Len tanpa sadar karena suasana hati yang masih panas.
Seketika Anya terdiam dengan ucapan Len yang membentaknya menciptakan keheningan sesaat di ruangan itu, bersamaan hati seorang istri yang terasa sedikit tercubit mendengar bentakan Len walau mungkin ia yang salah karena terlalu ikut campur yang padahal tadi Len sendiri yang menawarkan untuk mengajarkan tentang bisnis pada perusahaannya.
"Hehehe!!! tak apa mendapatkan bentakan asal kau juga mendapatkannya!!! " batin Illona orang orang bahagia atas pertengkaran suami istri di depannya.
"Daddy!! kau.... "
"Ssttttt!!! " ucap Anya sembari menutup mulut anaknya agar tak berbicara yang di takutkan malah memperkeruh suasana. " Dante diam dulu oke!! biarkan daddy menyelesaikan masalah nya dulu!! " lanjutnya menangkup wajah tampan putranya yang juga menatanya sembari menganggukkan kepalanya.
cup...
Di akhir Anya memberikan kecupan di kening Dante untuk hadiah karena putranya itu mau menurut dengan ucapannya
Sedangkan yang berperan sebagai suami seketika merasakan rasa bersalah tak sengaja membentak istrinya yang padahal selalu berucap lembut saat menegur sang anak yang merupakan putra bawaannya sendiri, tapi rasa bersalah nya itu belum ia tunjukkan karena masih ada orang lain di dalam ruangan itu.
"Baik, permisi sir!!! " pamit Illona dengan ke kebahagiaan di hatinya, apa lagi saat ia saling tatap dengan suami bossnya itu ia tak lupa memberikan senyum sinis nya yang hanya di ketahui oleh mereka saja.
Dengan tak mengapa Anya mau pun Dante, Illona berjalan keluar ruangan boss nya begitu saja, dan hal itu semakin membuat Anya semakin kesal setelah tatapan sinis nya tadi.
"Baby!! " panggil Len yang berjalan dengan cepat menuju ke arah istrinya setelah orang lain di keluarga kecil mereka pergi.
"Ya! " jawab Anya dengan senyum manisnya seolah tak terjadi apapun tadi.
"Jangan dekat-dekat mommy ku, kau membentaknya tadi!!! " ucap Dante menghalangi tubuh besar daddy nya yang tentu saja akan kalah walau di hadang dengan cara apapun.
"Baby! maaf!! " ucap Len memeluk tubuh Anya dari arah samping , tak peduli dengan sang anak yang terus menghalangi gerakannya.
__ADS_1
"Kenapa harus marah-marah hm!! jangan keterlaluan mereka juga manusia daddy!! " ucap Anya dengan lembut sembari menikmati pelukan yang begitu hangat untuknya" sini Dante mommy peluk! " lanjutnya memeluk putranya yang masih rusuh ke arah daddy nya.
"Sejujurnya aku sudah kesal dengan kelakuan nya sedari masuk tadi, dan semakin marah saat baru menyadari ia berlaku tak sopan dengan tubuhnya yang di letakkan di meja ku dan memperlihatkan hal tak sopan dan senonoh pada kalian, terutama putra kecilku ini!!! maaf aku lepas kontrol tadi karena ingin memberikan pelajaran padanya!!! " ucap Len dengan suara di buat se kasihan mungkin.
"Tak masalah, mungkin akunya juga yang tak tau tempat dan situasi saat berbicara! " ucap Anya dengan tersenyum kecil. " Boleh aku minta satu hal? " tanya Anya dengan hati-hati.
"Tentu, banyak hal pun pasti akan aku penuhi baby! " ucap Len dengan tersenyum bahagia saat mendapatkan maaf dari sang istri walau tak secara langsung sekalipun.
"Masa??? " ucap Dante dengan nama penuh ledekan pada Daddy nya.
"Anak kecil cukup diam dulu! " ucap Len tanpa menatap lawan bicara, memilih memejamkan matanya dengan sesekali mencium pucuk kepala istinya yang berada di pelukannya itu.
"Aku bukan anak kecil, karena aku cukup tau cara agar tak membuat hati seorang wanita terluka karena ucapanku!!! " ucap Dante terdengar menyindir perilaku daddy nya tadi.
"Sudah ku bilang kalau aku tak sengaja dan mengaku salah, kau tak tau kehidupan rumit orang dewasa, dan begitu memudahkan segala hal hanya dengan mulut kecilmu itu!!! " ucap Len yang sedikit tak Terima dengan ucapan sang anak.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1