
Dan saat wine itu berhasil masuk ke dalam mulutnya, dengan cepat Anya mencium bibir sang , membuka paksa bibir sang suami untuk mendapatkan cairan merah yang ia inginkan, walau sedikit Anya mendapatkan wine itu dengan cara yang cukup ekstrim.
Len mengerutkan dahinya dan sedikit kaget dengan keagresifan istrinya itu, dengan si boy yang semakin menunjukkan jati dirinya, ada rasa senang saat Anya juga mengikuti alur malam ini, tapi rasa senangnya itu tak berlangsung lama saat tau tujuan gadisnya itu menciumnya cukup agresif tadi.
"Dapat!!! wine yang enak!! rasanya tetap terbakar sih!!! " ucap Anya dengan sesekali mengecap rasa wine dari bibir suaminya.
"Mencuri hm?? " tanya Len dengan kesalnya, " Istriku ini semakin kesini semakin berani seperti ya!!! " ucap len yang berdiri dari duduknya dan satu langkah ke depan menuju istrinya yang memang tak jauh dari ia duduk.
"A... pa??? " Gugup Anya berniat menjauh dengan melangkah mundur, tapi sayangnya niat itu tak terlaksana karena tangan besar suaminya menahan pinggangnya untuk tak menjauh.
"Aku ingin melakukan apa yang kau lakukan barusan!! " ujar Len dengan suara seksinya, menatap manik mata yang terlihat gugup itu.
"Tunggu!! Aku ada rencana lain, jangan seperti ini dulu dad!!! " ucap Anya yang tak di tanggapi oleh sang suami.
Cup...
Satu kecupan Len berikan di kening cantik istrinya, tanpa menghilangkan otak mesumnya, Len mulai melepaskan istrinya dari dekapannya, yang tentu saja membuat lega pihak istri.
"Rencana apa? " tanya Len dengan meneguk seluruh wine di gelasnya, dan menelannya dengan cepat, takut gadisnya merebutnya seperti tadi.
"Pinjem ponselnya!!! " ujar Anya dengan menengadahkan tangannya.
Walau dengan pikiran bingungnya, Len tetap menyerahkan ponselnya ke tangan yang siap menerima pemberiannya itu, dan semakin bingung saat sang istri mengotak-atik ponselnya, sampai sebuah suara lagu klasik dengan diiringi biola merdu terdengar dari arah ponselnya.
"Mau berdansa dengan ku suamiku? " tanya Anya setelah meletakkan ponsel suaminya ke meja.
"Dengan senang hati baby!! " ucap Len menerima uluran tangan istrinya.
Walau terlihat sangat kaku, tapi mereka berdua tetap melakukannya dengan begitu pelan, saling bertatapan menikmati alunan musik yang begitu merdu di telinga mereka. Dansa yang tadinya terlihat normal, semakin ke sini semakin rapat dan rapat sekali sampai tak ada celah kosong di tubuh mereka, menempel seperti cicak dan dinding jika saling bertemu.
Suasana romantis dan kehangatan tubuh karena wine tadi, menjadi faktor gairah yang mulai muncul di masing-masing pengantin baru itu, dengan jiwa yang terasa terbakar akan api gairah, mereka dengan sendirinya berlahan mendekatkan wajah masing-masing.
cup...
__ADS_1
Pasangan pengantin untuk saling memberikan rasa cinta dengan gairah yang tersalurkan dari indra perasa mereka, bersamaan dengan gerakan dansa yang semakin melamban dan musik yang semakin syahdu di indra pendengaran mereka.
Suara decapan antar kulit dan liur tak mau kalah dengan biola yang mengiringi musik dansa mereka dan bahkan lebih intens di bandingkan sang biola, tak terdengar merdu tapi lebih ke seksi yang semakin membakar gairah satu sama lain.
Semakin dalam rasa yang mereka dapatkan, sampai pihak wanita memilik menyudahi rasa manis wine bercampur dengan rasa manis bibir yang sangat menggoda itu.
Saling menatap wajah sayu di kelopak mata mereka berdua, dengan Len yang mengangkat tubuh kecil istrinya menuju kamar milik mereka dengan mata yang tak pernah lepas.
Tapi saat mereka akan memulainya kembali, suara dering ponsel yang sekarang bersumber dari ponsel Anya terdengar cukup keras sebenarnya cukup menganggu.
Len yang mencoba tak mempedulikannya, berlahan mendekat memulai lebih dahulu, tapi sayangnya semua itu di hentikan oleh sang istri yang memilih meladeni ponselnya yang tak kunjung berhenti itu.
"Tunggu dad!! sepertinya telpon penting!! " ujar Anya dengan menahan dada suaminya untuk tak semakin mendekat ke arahnya.
Dengan tanpa berucap, Len menjauh bersamaan rasa kesal di hatinya, memilih duduk di sofa menghadap sang istri yang berdiri dengan satu ponsel di tangannya.
"Ya sayang!! " ucap Anya ke arah ponselnya yang ternyata panggilan video, dan tak lama menatap suaminya yang sedang kesal itu sembari mendekat ke arah suaminya.
"ck, menganggu!!! " batin Len yang juga mendengar suara anaknya dari balik telpon.
"Kami tak melakukan apapun dan akan istirahat sebentar lagi!!! " jawab Anya dengan berani duduk di pangkuan suaminya dan mengarahkan kamera ponselnya ke arahnya dan suami.
"Aku suka tinggal dengan grandma grandpa, boleh lebih lama di sini? " ijin Dante pada kedua orang tuanya.
"Tidak...!!!!
" Ya!!! " jawab pasutri itu bersamaan, dengan Anya tak setuju dan Len yang semangat menyetujuinya. " Biarkan dia menghabiskan waktunya bersama grandma grandpa nya sebelum mereka kembali ke Indonesia lagi!!! " ujar Len beralasan yang saat di tatap tajam oleh istrinya, tapi sebenarnya ada maksud lain yang tak mau di ganggu anak pertamanya itu.
"Bagaimana??? " tanya Dante yang belum menemukan titik terang karena sang mommy tak mengizinkannya.
"Kau tak akan rindu kalau lama jauh dengan mommy!! " ujar lebay Anya.
"Mom, aku hanya ingin menghabiskan waktuku sebentar sebelum grandma dan grandpa pergi jauh lagi!! Setelahnya aku akan selalu bersama mommy dalam waktu yang bahkan tak terhitung!!! " ujar Dante dengan suara dan wajah memelas terlihat di layar ponsel.
__ADS_1
"Baiklah!! " hati ibu baru itu tak tega saat melihat wajah anaknya dengan penuh permohonan itu.
"Terimakasih mom!! I love you!! byeeeeeee!!!! " ujar
Dante langsung mematikan sambungan video mereka setelah mendapatkan ijin dan berterimakasih barusan.
"Huuuffftttt!! dia tak bertanya kabar ku kah??? putramu langsung mematikan telponnya setelah mendapatkan apa yang ia mau!! dia melupakanku!!! " keluh Anya yang melupakan tujuan awalnya malam ini.
"Mana ada!! dia begitu menyayangimu lebih dari aku, dia tak lupa, hanya memberikan waktu berdua untuk kita sekarang hm!!! " ucap Len dengan memeluk wanita yang masih berada di pangkuannya itu.
"Kalian berdua sama saja, Sama-sama pintar beralasan!!! " kesal Anya. " minggir aku mau tidur!! " ucapnya lagi berniat menyingkirkan lengan yang memeluk perutnya itu.
"Tidak bisa dong!! ini malam pertama kita!! masa tidur aja!! kita lanjutkan yang tadi oke!! " ujar Len yang tentu saja tak mau melewatkan malam ini.
"Aku sudah tak mood melakukan apapun!!! " ujar Anya dengan wajah di tekuk nya.
"Benarkah!! " ujar Len memulai aksinya yang tertunda tadi.
Membalikkan tubuh gadisnya yang berada di pangkuannya hingga berhadapan dengannya, memberikan pelukan kecil saat terlihat jelas wajah kesal istrinya, sesekali memberikan sapuan tangan di punggungnya.
"Sudah siap baby? " tanya Len dengan tersenyum nakal.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1