
"Ck, sombong sekali!! Tapi semakin menarik untuk mendapatkanmu ! Wow bahkan dadanya!! pasti masih ori gadis di depanku ini!!! " batin Tyga menatap lapar Anya, yang tentunya sangat membuatnya risih. "Tak apa, tapi sepertinya kita berjodoh Rose! " ucap pede Tyga dengan pertemuan kedua mereka.
"Rose? Namaku bukan rose! " kesal Anya namanya seenaknya di ubah oleh pria ia benci.
"Bagaimana dengan honey? " goda Tyga, tapi godaan itu tak ada respon dari Anya yang lebih memilih bermain-main dengan ponselnya. "Ada keperluan apa kamu di sini? " tanya Tyga lagi, dan kembali tak ada jawaban dari Anya. " Come on!! jangan diami aku seperti ini rose! " ucap Tyga sembari memegang tangan Anya yang ada di atas meja, tapi langsung di tepis oleh sang pemilik.
"Apa sih!! " kesal Anya, tapi tiba-tiba dia memiliki sebuah ide . "Aku liburan dengan pacarku! " kata Anya dengan santai.
"Benarkah??? sayang sekali! " kata Tyga. "Kau bohong!! kau mencoba membuatku menjauh ha? tidak akan Rose! " batin Tyga. "Tapi tak masalah! hanya pacar saja, Kau ingin menjadikanku pacar keduamu juga tak apa! " goda Tyga lagi.
"Maaf, aku orang yang setia! " jawab Anya.
"****! " Batin Tyga yang mulai menyadari situasi bahaya yang ia hadapi, "Apa aku akan tertembak lagi hari ini! " pikir Tyga lagi melihat begitu banyak senapan yang mengarah padanya, walau tak terlihat tapi ada kilauan seperti mutiara yang menandakan ada sebuah senapan, dan semua mengarah padanya. "Apa-apa an ini!! kau menemukan aku lagi bajingan! " Tyga yang hanya bisa bicara dalam hati.
Tyga tak sadar selama ia pergi pasti Len tau di mana ia berada tapi Len tak akan menyerang jika Tyga tak berada di sekitar gadisnya, artinya ancaman yang ia dapat bersumber dari gadis yang ia incar, hanya saja ia terlalu bodoh untuk menyadarinya dan terlalu jumawa untuk melawan musuh yang sebenarnya tak sebanding dengannya.
"Sayang! " panggil Anya pada papa Oscar dari kejauhan, melangkahkan kakinya mendekat dengan satu kedipan mata.
Tyga yang penasaran dengan kebenaran ucapan Anya membalikkan badannya melihat seperti apa pria yang bisa meluluhkan gadis sombong itu, tapi tak lama ia terkejut melihat siapa yang Anya panggil dan Anya gandeng dengan mesra, bahkan Anya tak segan-segan mencium pipi pria itu di depannya.
"Kejutan apa lagi ini! Kau malah memilih pria tua itu, bahkan kalian cocok jadi ayah dan anak, persetan dengan semuanya!! aku akan tetap mendapatkanmu! kau tak ingin berkenalan denganku bukan! aku akan mencarinya sendiri! " batin Tyga terus menatap dua sejoli itu.
"Lakukan kalau kau bisa! " batin papa Oscar seolah tau apa yang di pikirkan pria yang sebelumnya duduk dengan putrinya.
__ADS_1
Sebenarnya papa Oscar kaget saat sang putri duduk dengan seorang pria dan lebih kaget saat keluar kata sayang dari bibir anaknya, tapi dengan satu kedipan sang putri papa Oscar mulai paham dan ikut mengikuti alur sang anak.
Tapi ada hal yang membuat papa Oscar lebih terkejut, yaitu sebuah tanda yang seperti Tyga lihat yang berjumlah banyak mengarah pada pria yang duduk dengan putrinya, sebagai mantan mafia papa Oscar tau kalau itu adalah sebuah senapan.
Papa Oscar baru melihat hal seperti ini dari pertama kali ia tinggal di Indonesia, yang artinya dia adalah pria yang berbahaya.
Tapi saat papa Oscar dan Anya akan lebih mendekat pada Tyga, Tiba-tiba pria itu pergi tanpa pamit dengan sisa-sisa kepanikan di wajahnya, yang tentu saja membuta Anya tertawa kecil yang mengira maksud lain dengan kepergian Tyga.
"Kenapa tertawa? " tanya papa Oscar dan kembali duduk di kursi mereka.
"Tidak! hanya lucu melihat wajah paniknya tadi! " jawab Anya santai.
"Jangan pernah bertemu pria tadi lagi, kalau tak sengaja hindari saja! dia pria yang berbahaya! " kata papa Oscar yang di angguki Anya. " kau tak menyadarinya tadi? " tanya papa Oscar mencoba melihat seberapa jeli anaknya.
"Aku baru melihatnya saat berjalan dengan papa tadi! karena memang posisinya ada di belakang ku! " kata Anya yang tau juga.
"Tak ada! hanya minta kenalan lagi dan bertanya kenapa aku ada di sini! tapi aku tak mau memberitahukan nama ku! dan aku bilang sedang liburan dengan pacarku!! yang sebenarnya pacar tua ku mulai dari dalam perut mama! " jawab Anya dengan senyum kecilnya.
"Dia tak menyadari wajah kita yang begitu mirip?? Ck, sepertinya dia pria bodoh yang tak sengaja menyinggung orang besar! " kata papa Oscar mencibir kejelian pria itu. " Tunggu! Berkenalan lagi?? jadi sebelumnya pernah bertemu dengannya? " tanya papa Oscar sangat penasaran.
"Emmm!!! se.. sebenarnya!! emmm!!! " anya ragu untuk mengatakannya.
"Katakan sekarang! " kata papa Oscar penuh penekanan.
__ADS_1
"Se.. sebenarnya pernah be.. bertemu di ........ club! " jawab Anya dengan ragu-ragu, yang tentunya mendapatkan plototan dari papa Oscar. " Tapi Anya hanya mengantarkan Senta memberikan hadiah pada temannya, lagi pula Anya menunggu di luar kok! beneran pa dan... dan Anya bertemu dengannya dan meminta kenalan tapi pada akhirnya dia tertembak saat itu! hanya itu pa! " Anya menjelaskan agar sang papa tak salah paham.
"Kau tau! papa sekarang berada jauh darimu, papa sangat menjagamu agar tak ada bahaya yang akan mengintaimu, bahkan papa sampai meminta tolong pada orang lain untuk menjagamu saat papa tak ada, karena apa? karena papa tak mau kau kenapa-kenapa sayang, tapi kenapa kamu malah masuk sendiri ke tempat yang sangat berbahaya seperti itu!! papa tak habis pikir dengan tindakan mu pergi ke club dengan usiamu yang belum genap 20 tahun, Tolong jangan bertingkah saat papa tidak ada di sampingmu, papa tidak akan tenang bekerja jika seperti ini! " marah papa Oscar mendengar untuk pertama kali anaknya pergi di sebuah club.
"Maaf pa! Anya tak berniat pergi ke sana! Anya tak melakukan apapun juga! maafin Anya pa, jangan seperti ini, Anya akan baik-baik saja di sana kok!! maaf!! " kata Anya yang sedih dengan kemarahannya, ia merasa menyesal pernah pergi ke club saat dia patah hati dulu, yang tentunya tak Anya ceritakan pada papanya.
"Baik-baik saja gimana? lihat akibat tindakan mu! yang malah bertemu pria berbahaya di tempat itu, dan papa yakin dia akan terus menganggu mu jika ada kesempatan! " terang papa Oscar yang masih marah.
"Maafin Anya pa!! Anya tak akan mengulanginya lagi! tidak akan pernah! " ucap Anya penuh penyesalan. Anya menyadari tindakannya yang salah, kalau saja dia tak pergi malam itu ,Anya pasti tak akan bertemu dengan pria seperti Tyga.
"Sudahlah! kita pulang saja! " kata papa Oscar beranjak membayar pesanan sang anak dan berjalan pergi yang di ikuti Anya tentunya.
"Maafin Anya pa! " mohon Anya sambil terus berjalan mengikuti langkah papa Oscar.
Tapi tak ada jawaban dari papanya, yang membuat Anya murung dengan diam terus mengikuti langkah papa Oscar sampai masuk ke dalam villa mereka, tak ada satu ucapan pun yang keluar dari mulut papa Oscar yang semakin membuat Anya sedih.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...