
Kembali di waktu Anya yang baru keluar dari ruang kepala sekolah. Persis seperti yang di harapkan, baru aja terdengar suara bel jam istirahan, yang pastinya akan banyak siswa siswi keluar untuk istirahat, Anya bergegas belari menuju kelasnya, karena drama yang dia buat masih belum berakhir.
Anya berlali pelan saat hampir sampai di kelas dengan menangis tersedu sedu, padahal ada banyak siswa siswi yang keluar kelas pada saat itu. Membuat kedua sahabatnya mengampirinya.
"Anyaaa! " kata Rica dengan memeluk Anya di ikuti Senta, terjadilah kegiatan peluk memeluk . " Apa yang terjadi? "tanya Rica, sesui yang di perkirakan oleh Anya.
Anya lalu melepas pelukannya dari kedua sahabatnya. " Aku apapun, aku hanya membela diriku ca, mereka akan menyerang ku, aku hanya memegang tangannya untuk mencegah mereka ta, " kata Anya dengan menangis dan sedikit mengeraskan suaranya, membuat drama itu menjadi tontonan siswa siswi yang mendengar, tak luput juga dengan Riky, faktor penyebab masalah sekrang.
"Anya." kata kedua sahabatnya yang merasa iba.
"Apa kau ingat saat aku juga menumpahkan bakso ke kepalanya karena ulahnya. Mereka akan menyerang ku lagi saat aku sendiri di lorong kamar mandi, " lanjut Anya. "A.. aku hanya melindungi diriku, tapi kenapa dia berkata seolah dia korban, dan.. dan dia selalu mengancamku untuk tidak dekat dengan Riky, tapi kenapa sekarang jadi seperti ini, huhuhuuuhuuu. " kata Anya masih melanjutkan dramanya.
Rica dan Senta langsung memeluk lagi sahabatnya itu, untuk memenangkan tangisannya. Sedangkan siswa siswi yang sempat membicarakan Anya waktu baru datang di sekolahan itu jadi terdiam
"Bukannya Berta selalu menuli anak yang selalu dekat dengan Riky." kata siswi 1.
"Jadi Anya juga mengalaminya. Tunggu, insiden menumpahkan bakso kemarin, bukannya Anya bersama Riky saat itu. " kata Siswi 2 . yang mulai bergosip.
" Ya, Berta jahat sekali, lempar batu sembunyi tangan seperti sekarang. " kata siswi 3.
Kedua dayang-dayang Berta yang mendengar siswi-siswi yang mulai berbisik tentang kejelekan tuan putrinya, dengan cepat pergi dari kerumunan itu, karena tak mau terseret dalam masalah sang tuan putri.
" Cih, murahan sekali, melakukan apapun untuk seorang laki-laki. " kata siswi 2 lanjut perbincangan mereka.
"Aku jadi merasa bersalah, telah berfikir Anya adalah seorang pembully, padahal dia baik pada semua orang. " kata siswi 3 dan di angguki teman temannya.
__ADS_1
Anya yang mendengarkan bisikan-bisikan yang berbalik menyerang Berta , membuat ia senang karena pertanda rencananya berhasil. "Kau yang memulai bermain trik denganku Berta. Maaf, aku bukan orang yang mudah di tindas. " Kata Anya dalam hati. "Aku akan pergi guys, karena aku tidak di perbolehkan mengikuti pelajaran hari ini. " kata Anya akan pergi karena dramanya sudah berakhir.
"Yang sabar Anya, kami selalu ada di samping kamu ok. " kata Senta yang di angguki Anya.
Saat Anya mulai berjalan pergi, Tiba-tiba Riky menghentikan jalannya. " tunggu Anya. " kata Riky yang tadi juga ikut mendengar drama yang di buat Anya.
"Waduh, ini di luar rencana. " kata dalam hati, " Lepas ky. " kata Anya yang menyadari tangannya di genggam riky, dan berlari sekencang kencangnya menjauh dari riky.
Tetapi riky tetap mengejarnya, berhubung lari Anya tak secepat lari riky, membuat riky bisa menangkap tangan Anya untuk menghentikan lari Anya yang sudah sampai di depan gerbang sekolah.
"Lepas ky," kata Anya sambil melepas pegangan tangan riky. "Semua karena kamu selalu mencoba mendekati Anya, Anya hanya ingin belajar dengan tenang ky, tolong jangan dekat-dekat denganku lagi agar Berta tak membuat masalah padaku lagi. " kata Anya memohon dengan sedikit tangisan, melanjutkan drama yang sudah selesai, agar orang di depannya menjauh darinya.
"Tidak honey, aku tidak mau menjauhi wanita yang aku cintai, maafkan aku honey, semua karena wanita gila itu, tapi bukan kemauan ku. " kata riky memohon .
"cih, omong kosong! " kata Anya dalam hati, yang sudah muak itu. " Ya, semua karena kamu dan wanita gilamu itu, Anya hanya ingin hidup tenang, tau semua karenamu Anya jadi seperti ini, SEMUA KARENA KAMU RIKY. " Kata Anya dengan berteriak di akhir. "Maaf, harus berbuat kasar seperti ini. " kata Anya dalam hati, meninggalkan laki- laki yang mematung di tempatnya.
Yang tak lama keluar papa Oscar dan mama Rosa mencari anak gadisnya.
"Anya mana pa? " kata mama Rosa dengan ketus mencemaskan sang anak.
"Mungkin sudah pulang naik taxi ma, tenang oke. kita pulang sekarang ok. " kata papa Oscar yang sebenarnya mencemaskan anak dan istrinya yang mulai ketus itu.
"Bagaimana bisa papa biasa saja, melihat Anya yang tidak baik-baik saja saat keluar tadi. " kata mama marah karena memang belum tau drama ayah dan anaknya.
"Anya pasti sudah ada di rumah ma, ayo cepat kita pulang. " kata papa Oscar langsung menarik paksa sang istri yang sedang marah itu.
__ADS_1
Disisi lain, Berta yang baru keluar dari ruang kepala sekolah, mulai berjalan menelusuri lorong sekolah, ia mendengar bisik bisik yang mengarah padanya.
"Dasar wanita muarahan. " kata siswi 1 dengan terang-terangan. Membuat Berta menatap tajam wanita itu.
"Cih, lempar batu sembunyi tangan, memalukan. " kata siswi 2.
" menjijikan sekali." kata siswi 3 , dan banyak lagi kata cemoohan untuk Berta.
Berta berjalan pelan sambil mendengarkan cemoohan untuk dirinya, yang dia pikir orang-orang sedang mendukungnya seperti tadi pagi. Tak sengaja matanya Berta melihat dua dayang-dayangnya yang selalu mendukungnya.
"Helen, Mia! " panggil Berta dengan sedikit berteriak kepada kedua dayang-dayangnya, sedikit senang bertemu dengan teman yang selalu mendukungnya.
Sedangkan Helen dan Mia yang mendengar suara yang mereka kenal, yang sekarang menjadi buah bibir karena perilakunya itu, hanya melirik sekilas, dan berlalu pergi menuju kelas mereka dengan cepat seolah tak mendengar panggilan tuan putrinya itu.
"Maafkan aku, jangan melibatkan kami. " kata Helen dalam hati, sedangkan Mia hanya menunduk dan pergi.
" Apa? teman macam apa kalian, saat temannya dalam masalah, malah pergi seolah tak tau apa- apa, kalian ikut bahagia saat di atas bersamaku, sekarang kalian meninggalkanku saat seperti ini, awas kalian nanti, dan Anya, ini belum berakhir, akan aku balas lebih sakit nanti. " kata Berta dalam hati, sambil berlalu pergi meninggalkan sekolah tanpa rasa malu dan merasa bersalah sedikit pun.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...