
Cup..
Satu kecupan dan ******* Carl lakukan di bibir cantik milik Senta, dengan lidah yang mencoba masuk ke dalam rongga mulut kekasihnya, pria berpengalaman itu begitu mudah membuatnya terbuai, tapi sayangnya tak ada balasan dari lawan mainnya.
"Kenapa tak di balas? tak suka hm? " tanya Carl setelah melepaskan ciumannya dan satu tangannya memegangi pipi halusnya.
"A..aku tak tau ha..harus bagaimana! " jawab Senta yang menunduk malu itu.
"Tatap aku!" perintah Carl dengan mengangkat dagu kekasihnya dengan mata mereka yang kembali bertatapan. " Lakukan seperti apa yang aku lakukan tadi! " ucapnya lagi yang di angguki Senta.
Cup..
Ciuman kembali Carl lakukan setelah mendapatkan persetujuan tadi, bermain-main di rongga sang gadis sampai ia merasa Senta membalas ciumannya, ia bisa merasakan kekakuan ciuman gadisnya yang menandakan tak berpengalaman nya Senta apalagi dia tau bibir miliknya lah yang bernama kali mencium bibir gadisnya itu.
Cukup lama mereka berciuman sampai Carl melepaskan ciuman itu yang memang di rasa Senta akan ke habisan nafas, dengan nafas naik-turun, mata sayu dan bibir bengkak , Carl bisa melihat begitu indah dan seksinya ciptaan Tuhan di depannya, walau dia pria yang berpengalaman, tapi rasa yang di miliki gadisnya itu jauh lebih nikmat di bandingkan wanita bayarannya selama ini, apa lagi di lakukan dengan cinta.
Carl yang tak tahan kembali mencium bibir yang sudah bengkak itu berulang kali, rasanya tak pernah mau berhenti jika sudah menempel seperti ini, sampai sang kekasih menepuk pelan dada bidangnya yang dengan terpaksa Carl melepaskan ciuman mereka.
"Cu.. cukup! " ucap Senta yang semakin ngos-ngosan di buatnya.
Cup..
"Oke cukup! " ucap Carl dengan memberikan kecupan terakhir.
"Mataku susah untuk di buka! " ucap Senta yang memang begitu seksi di mata Carl saat ini.
Yang tentu saja membuat si joni berdiri tanpa di minta sedari tadi, tapi dengan sekuat tenaga Carl menahan hasratnya yang tak mungkin ia salurkan pada sang kekasih hatinya, atau malah akan ada perang Dunia ke 3 nantinya.
Carl dengan begitu perhatian mengelap liur milik nya yang begitu belepotan di bibir Senta, yang sesekali membuat Senta memejamkan matanya.
"Kenapa di pejamkan, mau lagi hm? " tawar Carl pada gadis yang sedang memejamkan matanya.
"Cu.. cukup, su.. sudah aku bilang mataku susah di buka, mungkin mengantuk? tapi ada rasa lain yang aneh! " jujur Senta yang membuat Carl tertawa kecil.
__ADS_1
"Kau sensitif sekali sayang!!! " batin Carl, " Itu terjadi karena ciuman kita tadi! " ucap Carl yang memberikan pembelajaran pada sang kekasih.
"Berarti ini sangat cocok untuk orang insomnia! " ucap tak terduga Senta.
"Bbuuuuffftttt!!!! kau lucu sekali hm? jadi gemes tau!!! mana ada orang insomnia di obati dengan ciuman, ngarang!!! " kata Carl yang sempat tertawa tertahan karena kekonyolan kekasihnya.
"Aku baru tau kalau ciuman membuat susah membuka mata seperti orang mengantuk, jadi ku kira itu akan cocok untuk orang yang susah tidur! " ucap Senta dengan polos.
"Ck, kau ini!! makanya sekolah itu untuk belajar bukan bermain-main! "
"Kau tau sendiri aku tak suka belajar! " ucap Senta yang sangat di ketahui kekasihnya.
"Tak masalah, yang penting nanti bisa merawat dan tak membiarkan anak-anak kita kelaparan nanti! menjadi istri dan ibu yang baik di rumah tangga kita! " ucap Carl.
"Gombal aja terus! " ucap Senta yang sebenarnya malu mendengar ucapan Carl.
"Boleh lagi? " pinta Carl menatap bibir seksi kekasih hatinya.
"Apanya? " bingung Senta dengan ucapan Carl.
Sedangkan Senta yang mendapatkan semangat tiba-tiba melotot kan matanya karena kaget, tapi tak berlangsung lama ia mulai membalas apa yang di lakukan kekasihnya, tanpa ada penolakan sama sekali.
Ciuman terakhir ini mereka lakukan cukup lama di banding sebelum-sebelumnya, hingga mereka saling melepaskan dari, saling bertatap mata dengan mata masing-masing yang sangat sayu.
Dengan sekuat tenaga Carl kembali menahan hasratnya yang semakin memuncak, menahan sang joni untuk tak memperlihatkan keberadaannya, tapi sayangnya itu sudah gagal dari awal, dengannya yang sedikit meringiskan wajahnya.
"Dia berdiri? " tanya Senta yang baru sadar ada sesuatu yang mengganjal di perutnya, yang dengan pasrah Carl menganggukkan kepalanya, sampai membuat Senta reflek melepaskan pelukan mereka sedari tadi. " Maaf, apa itu sakit? " tanya Senta dengan hati-hati saat beberapa kali melihat ringisan kecil Carl.
"Kenapa meminta maaf hm? aku tak apa! " jawab Carl yang sebenarnya menahan hasrat yang tak bisa di bendung, sampai matanya menangkap pintu kamar mandi milik kekasihnya. " Aku mau pinjam kamar mandinya sebentar, aku akan menidurkan nya! " ucap Carl yang di angguki Senta.
Tanpa berasa basi Carl berlari ke arah kamar mandi menuntaskan apa yang harus di tuntas nya, hingga 30 menit berlalu ia keluar ke kamar mandi milik kekasihnya, melihat sang kekasih yang duduk di tepi ranjang dengan wajah khawatirnya.
"Sudah tak apa? " tanya Senta yang dengan cepat menghampiri Carl saat melihatnya keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Sudah lega! " jawab Carl dengan senyum cerahnya mengusap pipi kekasihnya pelan. "Istirahatlah, aku pulang dulu! " ucap Carl berpamitan pada kekasihnya itu, tapi tanpa sadar tangan yang mengelus pipi itu berpindah ke bibir Senta yang masih bengkak. "cukup, cukup! tanganku pegal harus menidurkan si joni lagi!!" batin Carl menolak pikiran mesumnya.
"Kenapa? mau lagi? " ucap Senta yang malah berbalik menawarkan, yang tentu saja membuat Carl syok mendengarnya.
"Sudah ketagihan ternyata! " ucap Carl tersenyum menggoda.
"ehhhmmmm!!!! ternyata rasanya enak! " ucap Senta terlampau jujur.
"hehehehe, lain kali kita lakukan lebih sering, Tidak boleh dengan orang lain! " ucap carl dengan tegas di akhir.
"Aku tak berani untuk itu, dan kalau bisa denganmu kenapa harus dengan yang lain! " ucap Senta
" Bagus!! besok aku jemput di acara pernikahan sahabat kita, tidurlah, tak perlu mengantarku! " ucap Carl mencium kening kekasihnya itu.
"Hati-hati! " ucap Senta tersenyum hangat pada kekasihnya, dan menatap kepergian Carl sampai pintu kamarnya benar-benar tertutup.
Di bawah, Carl sempat berpas-pasan dengan papa Senta dengan wanita muda yang terlihat berumur tak jauh dari sang anak saling bergandengan tangan, sebagai pacar sang anak yang baik dengan terpaksa Carl berpamitan tanpa menghiraukan wanita murahan yang bahkan tak secantik kekasihnya.
"Saya pamit om! " ucap carl yang berhadapan dengan papa Senta.
"Ya, tolong jaga putri kesayanganku! " ucap papa Senta dengan tersenyum hangat.
"Cih, apanya yang anak kesayangan!! " cibir Carl dalam hati, tapi yang membuatnya risih adalah wanita muda milik papa senta yang menatapnya penuh menggoda, yang membuatnya semakin jijik melihatnya. " Tanpa di minta saya akan dengan senang hati menjaga putri anda!! dan jangan biarkan mata wanita anda menatap saya dengan lapar seperti itu, karena sampai kapanpun saya adalah milik putri anda! " ucap Carl sebelum pergi dari rumah yang memuakkan itu, tanpa mempedulikan perdebatan yang sempat ia dengar dari dua sejoli dengan perbedaan umur sangat jauh itu.
Carl tak bisa membayangkan kehidupan memuakkan dan menyesakkan yang selama ini kekasih hatinya jalanin, dengannya sendiri yang hanya beberapa menit sudah merasakan rasa sakit hati dan muak pada orang-orang yang tak tau malu di rumah itu.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...