Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Senta Menyedihkan


__ADS_3

"Sayang!! " tegur Carl yang tak setuju dengan ucapan senta, karena baginya senta adalah segalanya bukan barang yang mudah di beli. Tapi jika dengan cara uang ia bisa mendapatkan senta seutuhnya, Carl siap melakukannya yang nantinya akan ia jadikan ratu yang tak ternilai harganya.


"Senta, dengar papa! papa tidak bermaksud menyembunyikan ini semua padamu, papa menginginkan seorang anak pada kala itu, dan tentu saja kau akan tetap menjadi putri papa!!! " ucap papa Senta yang merasa Senta adalah putri kecil yang ia besarkan seperti anaknya sendiri walaupun begitu banyak kekurangan di dalam dirinya.


"Apa sih pa!! yang penting dia sudah ada gunanya untuk kita, tak usah peduli ia tau atau tidak, toh sama saja dia anak yang kita beli dulu!!! " ucap mama Senta tanpa perasaan sedikitpun, seolah tak memiliki jiwa keibuan di dalam dirinya karena tak pernah merasakan perjuangan seorang ibu untuk melahirkan buah cintanya.


"Mama!! " tegur papa Senta penuh penekanan, walau ia tak begitu peduli akan kehadiran Senta, tapi bukan berarti mereka seenaknya menyakiti nya, hatinya pada akhirnya merasa iba saat pertama kali melihat putri yang ia besarkan itu terlihat begitu menyedihkan.


"Tutup mulutmu jika hanya untuk mengatakan kata menyakitkan untuk istriku!! ingat, dia sekarang istriku, jangan sampai aku mendengar kata tak mengenakkan untuk istriku, atau aku akan berubah pikirkan karena ucapanmu!! " ancam Carl dengan nada sedikit meninggi sangking marahnya pada ucapan mama Senta.


Dan hal itu membuat mama dan papa Senta diam, dua manusia gila harta itu tak akan berani membantah ucapan tambang emasnya, karena tujuan mereka memberikan putri mereka untuk mendapatkan harta, koneksi dan ke popularitas an dan semua itu kuncinya ada pada Carl sang menantu.


"ehhhhmmmm!!!! Aku mau berterimakasih pada papa dan mama karena mau menampung anak sepertiku, membesarkan ku dengan kecukupan, aku tau sekarang alasan kalian tak begitu memperhatikanku bahkan tak begitu menganggap kehadiran anak ini, aku sadar ini saatnya aku harus balas budi seperti yang kalian katakan, walau terlihat seperti seekor sapi yang di beli sedari kecil dan di besarkan untuk di jual lebih mahal, kalian mendapatkan laba dan aku bisa membalas budi dengan biaya yang kalian keluarkan!! sekali lagi terima kasih, membuatku paham untuk apa kau dilahirkan!!! " ucap Senta dengan lantang tanpa dengan air mata bercucuran.


"Sayang!!! " tegur Carl yang lagi-lagi tak suka dengan ucapan Senta yang merendahkan dirinya, karena baginya ia adalah ratu yang harus di junjung tinggi, bahakan lebih tinggi dari kedudukannya.


"Papa tidak sekejam itu Senta!!! " ucap papa Senta yang juga tak setuju dengan ucapan Senta.


"Tapi keadaannya menunjukkan hal seperti itu pa! " jawab Senta dengan senyum kecil di bibirnya, kehancuran hatinya membuat dirinya tak bisa mengontrol anggota tubuhnya, hatinya sakit dan sesak, matanya menangis menunjukkan kesedihannya, bibirnya tersenyum bahagia, dan seluruh anggota geraknya begitu lemas untuk ia gerakan, hanya duduk dan menatap orang-orang yang begitu tega menyakiti wanita sepertinya.

__ADS_1


"Tapi papa tulus membesarkan mu, kalaupun tak ada darah papa pada dirimu, kau akan tetap menjadi putri papa Senta!! " ucap papa Senta yang memang dari dalam hatinya.


sedangkan mama Senta yang malah terlihat biasa saja, malah terlihat begitu malas melihat drama keluarga nya itu, hatinya serasa beku tak memiliki rasa kepedulian sama sekali, yang terpenting adalah kesenangannya pribadi.


Senta sendiri hanya tersenyum kecil tanpa menjawab ucapan papanya, lalu menatap Carl yang berstatus suami walau tanpa cincin, pesta pernikahan, atau janji suci, cukup dengan satu tanda tangan dan semua selesai.


"Bisa bawa aku ke kamar? tubuhku terlalu lemas untuk berjalan!!! " ucap Senta menatap suaminya yang ada di sampingnya, lalu kembali menatap kedua orang tuanya. " maaf, aku izin tinggal di sini untuk sehari dulu, besok aku akan pulang ke rumah suamiku!!! " lanjut Senta yang meminta izin pada orang tua sambungnya.


Carl yang mendengar sebutan suami yang keluar dari mulut Senta tiba-tiba ada yang menggelitik di hatinya, setelah melalui berbagai penolakan, akhirnya apa yang Carl impikan bisa terwujud sekarang, hatinya begitu bahagia yang begitu berbeda dengan ekspresi wajahnya yang terlihat garang dan penuh kekesalan, karena tak mungkin ia menunjukkan kebahagiaannya dalam situasi menyedihkan istrinya, tapi kebahagiaan itu terselip rasa kesal saat kembali mendengar ucapan mama Senta.


"Oh, tak apa, besok harus keluar ya!!! " ucap mama Senta seolah tak butuh lagi akan ke jadikan putri yang ia besarkan.


"Cukup ma!! " ucap papa senta dengan tegas pada wanita yang berstatus sebagai istrinya, hanya status, lalu menatap putri kecilnya yang sudah siap di bawa masuk oleh sang suami. " Tak apa, besok, lusa dan kapan pun kau bisa tinggal di sini, ini masih tetap murah mu, rumah yang menjadi saksi perjalanan hidupmu hm!!! " ucap papa Senta yang sepertinya baru merasakan kehilangan saat putrinya akan pergi, yang padahal ia tak begitu peduli karena Senta masih ada di dalam jangkauannya.


"Saya permisi dulu om tan, dan tolong berikan berkas-berkas ini pada orang ku yang ada di luar!!! " ucap Carl berpamitan sebelum beranjak pergi ke kamar istrinya tanpa menunggu jawaban dari mertuanya.


Sambil berjalan, Carl sesekali menatap ke bawah, ke arah Senta yang menyembunyikan wajahnya di dada bidang miliknya, ia tua istrinya itu sedang menangis tertahan, terlihat dari bahunya yang bergetar hebat tapi tak ada suara isakan di bibir istrinya.


Cup, cup, cup...

__ADS_1


Carl begitu banyak memberikan kecupan di dahi Senta untuk menyalurkan rasa sayang yang ia inginkan, mencoba memberikan ketenangan untuk mengurangi rasa sedihnya.


Di dalam kamar, Carl berlahan menaruh tubuh ringkih itu dengan hati-hati ke ranjang, dengan Senta yang sigap membalikkan badannya membelakangi carl saat tubuhnya mendapat mulut di ranjang.


"Tinggalkan aku sendiri!! " ucap Senta sebelum menarik selimutnya hingga sebatas bahu.


Bukannya pergi, Carl malah ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya, memberikan pelukan dari arah belakang dan usapan kecil di tangan Senta.


"Bukankah kita suami istri sekarang!! kau harus berbagi rasa sakit mu pada suamimu, dan aku sebagai suami tak akan meninggalkanmu dalam keadaan tak baik-baik saja seperti ini, aku akan berada di sampingmu dalam keadaan suka mau pun duka, aku akan menunjukkan padamu kalau aku layak menjadi pendamping mu, terlepas dari semua kesalahan fatal ku selama ini!!! " ucap Carl yang begitu tulus memperbaiki hubungan mereka sekali lagi.


"Hiks, hikh!!! " akhirnya suara tangisan Senta yang di tahan tadi keluar juga, karena bagaimanapun tak baik menahan kesedihan yang nantinya malah akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2