Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Kegiatan Pengantin Baru


__ADS_3

Setelah langit menunjukkan gelapnya, sekarang ia berganti menjadi terang benderang dengan langit berwarna biru dan beberapa awan putih menghiasinya jangan lupa sang mentari yang berjasa besar akan hal itu memperlihatkan eksistensinya yang menjulang cukup tinggi dari arah timur menunjukkan kalau pagi sepertinya sudah berlalu.


Di kamar mewah keluarga Becker, sang nyonya kembali bangun cukup siang karena ulah sang suami, tapi hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan sang suami yang juga memandangi nya, dengan senyuman kecilnya dan mata yang sedikit terbuka Anya menyapa sang suami.


"Pagi dad!! " ucapnya menatap sang suami.


"Pagi? kau tak lihat mata hati di sana hm? " ucap len tersenyum lucu menunjuk jendela kaca memperlihatkan cukup terik di luar.


"Ck, kesiangan lagi!! aku tak mau begadang dengan mu lagi!! " kesal Anya yang kembali bangun siang.


"Mana bisa!! sekarang mandi dengan daddy! " ucap len bangun dan mengulurkan tangannya seperti seorang ayah dan anak.


"Apa? aku mandi sendiri! " ucap Anya bangun dan membelit tubuh telanjangnya dengan selimut, berjalan menuju kamar mandi tanpa mempedulikan tangan yang terulur untuknya itu.


"Ikut baby! " ucap Len berjalan mengikuti langkah istrinya.


"Tidak!! aku tau pikiran mesum mu tuan Becker!" ucap Anya berhenti lalu membalikkan badannya dengan kedua tangan yang bertengger cantik di pinggangnya. " ihhh, jangan ikut! kalau kau mau lebih dulu ya silahkan!!! " ucap Anya mempersilahkan Len untuk masuk lebih dulu.


Bukannya masuk, Len malah mengangkat tubuh yang tak seberapa itu dan membawanya masuk bersama kedalam kamar mandi tanpa ada persetujuan pemilik tubuh kecil itu.


"Aaaakkkkkhhhh!!! lepas!! aku akan marah ya! awas!!! aku tak mau lagi!!! " teriak Anya tak di hiraukan sang suami.


Dan benar saja, satu jam berlalu kegiatan mandi mereka baru selesai, keluar dengan ekspresi wajah yang berbanding terbalik, Anya dengan wajah di tekuk nya dan Len dengan wajah sumringah nya, jangan lupa kaki kecil Anya yang berjalan menghentak-hentak ke arah ruang ganti.


Tanpa peduli suaminya yang berada di ruangan yang sama dengan nya, Anya membuka handuk kimono nya secara terang-terangan memakai pakaiannya satu persatu.


Len yang tadi begitu senang mendapatkan jatah kembali walau dengan paksaan sekarang berubah nelangsa kembali saat melihat pemandangan indah di depannya, bagaimana tidak, si boy yang tertidur nyenyak kembali bereaksi saat di tunjukkan sarang miliknya.


"Baby! " ucap Len dengan nada memelas.


"Apa? " ucap galak Anya berbalik menatap suaminya dengan memperlihatkan setelan bra dan underwear nya berwarna merah menyala.


Sangking kesalnya dengan sang suami ia tak menyadari penampilan yang akan mengundang singa lapar itu untuk memakannya kembali, apa lagi Len yang tak pernah tahan jika di hadapkan dengan penampilan sang istri meski hanya terbuka sedikit.

__ADS_1


Tanpa menjawab ia mendekat dan kembali memberikan kecupan di bibir sang istri dengan senyum mesumnya yang khas bagi Anya.


"Jangan lagi-lagi ya! " ucap Anya yang memilih beranjak pergi dengan satu dress yang ada di tangannya, menjauhi singa yang kembali lapar itu


"Tapi aku mau lagi! salahmu yang sembarangan berganti pakaian di hadapanmu! " ucap Len yang menahan kepergian sang istri.


"Cukup dad! aku lapar! " ucap Anya menolak permintaan suaminya yang tadi saja sudah ia layani.


"Come on, hanya sebentar kok! " ucap Len dengan sedikit memaksa menanggalkan kembali apa yang di pakai Anya.


Siang ini pasutri baru itu sudah bertukar keringat dua kali dan dua duanya di lakukan dengan paksaan pihak suami yang paling tak bisa melihat tubuh sang istri, yang bilangnya sebentar nyatanya mereka kembali menghabiskan satu jamnya di ruang ganti untuk melayani ke inginkan Len.


"Terimakasih baby! " ucap Len yang tak pernah lupa setelah mendapatkan pelayanan dari sang istri dan satu kecupan di kening. "Aku bersihkan baby! " lanjutnya tanpa jijik membersihkan sisa dia percintaan mereka di bibir bawah sang istri.


Sedangkan Anya hanya bisa tertidur di sebuah etalase besar yang berjajar jam-jam mewah milihnya dan milik Len, Anya begitu lelah menghadapi kelakuan sang suami, walau tak bisa di pungkiri ia juga merasakan kenikmatan luar biasa atas permainan suaminya, tapi setelahnya yang membuatnya berfikir dua kali untuk terus mengiyakan kemauan suaminya.


Dengan tubuh masih telentang Anya menatap langit-langit ruangan itu, rasa lelah nya membuatnya begitu malas hanya untuk menggerakkan tubuhnya, lagi dan lagi ia di buat lemas, walau sempat menolak tapi jujur ia tak bisa menolak pesona len.


Len yang mendengarnya dengan cepat memakai pakaian rumahan nya, dan setelahnya beralih pada sang istri, memakaikan dress yang sempat istrinya pilih itu tanpa dalaman agar lebih cepat baginya.


"Maaf baby! kita makan sekarang! " ucap Len menggendong tubuh yang lemas karenanya.


Dua pasutri itu keluar dari ruang ganti dengan kamar yang sudah berjejer beberapa troli makanan yang ternyata sudah Len pesan sebelumnya, ruang kamar mereka seketika berbuah seperti meja makan.


"Aku suapi oke! " ucap Len mendudukkan sang istri di atas pangkuannya dan mengambil beberapa menu makanan untuknya.


"Ini sudah siang dan kau baru memberikan makan istrimu!! kau pria kejam tau, tubuhku sudah lapar sedari tadi, malah dibuat lemas berkali-kali olehmu! kau pria berperasaan, dan sekarang tubuhku sakit semua!! " ucap Anya kesal dengan sang suami yang tak memikirkan keadaannya.


" Maaf baby!! aku tak akan membuatmu seperti ini lagi! aku janji! sekarang makan dan kembali memulihkan tubuhmu! " ucap Len yang lebih memilih mengalah karena memang semua karena perbuatannya.


Yang akhirnya mereka makan sepiring berdua dengan Len yang begitu telaten menyuapi sang istri dan sesekali menyuapkan pada dirinya sendiri hingga dua porsi makanan habis oleh mereka berdua.


"Sebagai permintaan maaf daddy! kamu mau jalan-jalan kemana? aku akan kabulkan kemauan mu hari ini! " ucap Len menghibur wanitanya itu yang masih dengan wajah cemberut nya.

__ADS_1


"Aku mau tidur lagi! " jawab Anya.


"Bukannya kemarin kamu kau jalan jalan keluar! ayo, kita jalan -jalan sekarang! " ucap Len yang masih membujuk sang istri.


"Tidak mood! tubuhku lelah, mau tidur saja! " ucap Anya.


"Daddy akan menggendong mu kemanapun kau mau, tak perlu berjalan yang akan menambah lelahmu! ayo mau ke mana? " ucap Len yang masih berusaha.


"Kau mau menurutinya kan? " ucap Anya memastikan, yang dengan cepat di angguki Len. " Aku mau ke ranjang ku!! " ucapnya menunjuk ranjang tak jauh dari mereka duduk.


"Jalan-jalan keluar rumah bukan di kamar baby! " ucap Len yang tak menyetujui ucapan istrinya.


"Ya sudah! " ucap Anya yang berdiri dari pangkuan sang suami dan berjalan sendiri ke arah ranjang mereka, meski dengan sedikit tertatih tatih dan merebahkan tubuhnya dengan segitu nyaman. " Kalau mau keluar, keluarlah sendiri! aku mau tidur! " ucap Anya .


"Tidur ya tidur! tapi jangan marah lagi! " ucap Len yang juga ikut tidur di sebelah sang istri.


"Siapa yang marah! aku hanya kesal saja! " jawab Anya.


"Maaf! " ucap Len yang pada akhirnya memeluk tubuh sang istri kembali.


Tak ada aktifitas apapun selain rebahan dari pengantin baru itu, rasa lelah yang sering bertempur yang membuat mereka terlalu mala untuk bergerak dan lagi-lagi berurusan dengan ranjang empuk dan nyaman itu.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2