Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Menjemput


__ADS_3

Pagi harinya kediaman Becker di hebohkan dengan persiapan menjemput papa Oscar dan mama Rosa, apalagi Dante orang pertama yang begitu semangat untuk segera bertemu grandma dan grandpa nya.


Sedangkan ada satu pria yang terlihat sedih mendengar kedua orang tua Anya akan tiba, bukan tanpa alasan karena Anya memilih kembali ke kediamannya saat orang tuanya pulang sampai hari H pernikahan mereka.


Yang tentu saja Len sangat keberatan mendengar keputusan itu, tapi jika sudah papa Oscar yang berbicara, pria penguasa itu tak bisa mengatakan tidak atau memaksa seperti biasanya, bukan karena takut tapi karena rasa segannya apalagi papa Oscar akan menjadi mertuanya sebentar lagi.


Dengan segala keterpaksaan dan ketidak relaannya Len hanya bisa mengangguk mengiyakan, yang padahal pernikahan mereka di laksanakan 4 hari setelah kepulangan papa Oscar dan mama Rosa, 4 hari bukanlah waktu yang lama bagi orang pada umumnya untuk menunggu, tapi Len dasarnya pria bucin, ia tak bisa jika tak melihat gadisnya walau hanya sehari sekalipun.


Bahkan waktu bekerja pun Len selalu berharap jam akan cepat berputar, sampai jam pulang kerja ia akan pulang walau pekerjaannya belum selesai, semua ia lakukan karena merasa tak bisa jauh dari tunangannya yang ia cintai, dan sekarang ia harus berpisah selama 4 hari, waktu yang sangat-sangat lama untuk pria bucin itu.


Di dalam mobil ia adalah satu-satunya orang yang tak ceria dengan kepulangan orang tua Anya, Dante yang bisanya tak banyak bicara dan suka sekali membuat orang terdiam, hari ini banyak berbicara dengan Anya sangking bahagianya mendengar kepulangan orang tua Anya.


Anya yang menyadari sikap Len mulai menatap dengan menggenggam tangan besar Len yang berada di atas pahanya.


"Kenapa hm? " tanya Anya yang berada di sampingnya.


Dante yang berada di samping kemudi tergugah untuk menatap daddy nya setelah mendengar ucapan mommy kesayangannya.


"Kenapa? tidak ada! " jawab Len seadanya yang malah menatap luar kaca mobil.


"Dia takut mommy tinggalkan! " Cletuk Dante langsung menatap ke depan setelah mendapatkan tatapan tajam dari daddy nya.


"Benarkah? Kita 4 hari lagi akan menikah, kenapa takut di tinggalkan? " tanya Anya menatap pria yang juga menatapnya saat ini.


"Tak ada kau di rumah! aku juga tak bisa melihatmu lagi saat pulang dari kantor! " jawab jujur Len dengan wajah memelas nya.


"Hanya untuk 4 hari, setelahnya kau bisa melihatku selama maut memisahkan! lagi pula kau bisa mampir sepulang dari kantor! " ucap Anya yang sama sekali tak mengurangi kesedihan Len.


"Tetap saja aku tak bisa mendengar kecerewetan mu lagi, tak ada yang membangunkan ku lagi, menyiapkan baju kerja ku, mengingatkan ku ini itu, membawakan ku bekal juga! 4 hari ini tak bisa seperti itu lagi! " rengek Len tanpa tau malu.


"Ck, lebay! " ucap Dante yang masih memandang ke arah depan.


"Dih, anak kecil tau apa! " cibir Len.

__ADS_1


"Aku bukan anak kecil, kau yang anak kecil, sedari tadi merengek ini itu mirip anak kecil!!" Dante berbalik mencibir.


"Ka.. kau!! Ti.. tidak boleh ya bicara seperti itu dengan orang dewasa! " ucap Len mencari pembelaan saat sebenarnya sudah dibuat mati kutu dengan kebenaran yang di ucapkan Dante.


"cih, playing victim! " ucap Dante yang semakin membuat Len terpojok kan.


"Cukup! kalian sebenarnya kenapa sih, cekcok mulu! masa gak ingat waktu kalian baru- baru ketemu! sekarang kenapa jadi seperti ini sih!! kalian punya masalah sebelumnya? " tanya Anya serius.


"Dia dulu lucu, ucapannya baik, manja dengan daddy nya!! Tapi sekarang berubah menyebalkan dan suka memojokkan orang! " ucap Len jujur menatap sinis putranya.


"Daddy juga sama, dulu penyayang, tegas, tak berlebihan!! tapi sekarang lebay, mirip anak kecil, banyak bicara, dan jauh lebih menyebalkan! satu hal lagi, aku tidak memojokkan tapi mengatakan fakta yang ada! " ucap Dante tak mau kalah.


"See??? dia tak selucu dulu, tak selugu dulu, bahkan pintar sekali berbicara, tidak ada imut-imutnya!! " kata Len ikut-ikutan tak mau mengalah.


"See??dia cerewet, lebih cerewet dari ibu-ibu komplek dan lagi selalu berlagak jadi korban! " lanjut Dante menjawab perdebatan Len.


"Kau..!! " kesal Len menatap tajam sang anak yang berada di kursi depan.


"Ck, sayang kau terlalu kecil untuk beradu denganku di atas ring! " ucap Len meremehkan.


"Kau pikir aku takut dengan ucapanmu itu!! Ada waktunya berubah generasi dan kau akan kalah denganku! " ucap Dante percaya diri.


"Heh, kau bahkan belum pernah merasakan kerasnya hidup my boy! " ucap Len lagi.


"No, no!! jangan salah, aku juga pernah merasakan kepahitan di lahirkan di dunia ini! jangan salah my old Man! " ejek Dante.


"Old Man??? daddy tidak tua ya! jangan katakan pahit kalau belum bisa meminum kopi my boy! " ucap Len tak mau kalah.


"Kenapa harus meminum kopi pahit kalau ada yang manis my old Man, hidup tidak untuk di buat sulit! " Dante yang masih betah berdebat.


"Justru minuman pahit adalah kenikmatan yang sesungguhnya! " ucap Len yang sedikit membuat Dante bingung. " Hehehe! anak kecil tak akan mengerti! akui saja kalau kau masih anak kecil my Boy! " cibir Len dengan kebingungan Dante.


"Hehehe!! aku i saja kau masih merengek jika dengan mommy, dan merengek hanya di lakukan oleh anak kecil, kau harus mengakui itu juga My old Man!! " kata Dante.

__ADS_1


"Heh, kau pintar sekali berbicara, sangat cocok berprofesi menjadi sales! " cibir Len.


"Kenapa harus menjadi sales kalau daddy ku adalah pria terkaya di dunia, aku nanti akan menjadi pria terkaya di dunia setelahnya, setelah warisan itu ada di tanganku! " ucap Dante yang membuat Len melotot kan matanya, selain mentok dengan perdebatan mereka Len juga kaget dengan ucapan Dante.


"Ka.. kau!!! jangan harap mendapatkan warisan dariku! cari uang sendiri, buat perusahaan mu sendiri, kau putra durhaka yang tak akan mendapatkannya! " ucap Len yang tak benar-benar melakukannya.


"Oke! aku akan buat pe....! "


Brak...


Ucapan Dante terpotong dengan di kagetkan suara pintu mobil yang tertutup dengan cukup keras karena ulah Anya sang sudah muak dengan perdebatan ayah dan anak itu tanpa ada ujungnya, dan baru 2 pria beda generasi itu sadari kalau mereka sudah sampai di bandara tempat yang mereka tuju.


Len yang menyadari itu langsung keluar dari mobil tak melanjutkan perdebatan mereka, dan tak lupa membukakan pintu mobil tempat Dante duduk, lalu menggandeng sang anak untuk mengejar langkah Anya yang jauh di depan.


Walau pun sering ada perdebatan di antara ayah dan anak itu, dari lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka sangat-sangat saling menyayangi, apalagi Len sebagai seorang ayah akan memberikan yang terbaik untuk sang anak dalam hal apapun, sangat melindungi dan menyayangi sang anak ya walaupun selalu ada percek cokan, bagaimanapun juga Dante adalah salah satu orang yang sangat berharga di hidupnya.


Sedangkan pak Pet yang secara khusus di tugaskan menjadi supir hari ini, hanya menatap dengan senyum tulusnya, pria yang sudah tak muda lagi itu sangat bahagia masih bisa mendampingi sang tuan dalam ke adaan apapun, menjadi saksi keterpurukan tuannya sampai kembali bahagia seperti sekarang, bisa menjadi saksi pria yang begitu dingin itu berubah menjadi begitu hangat, pria yang tak banyak berbicara berubah menjadi begitu banyak bicara.


Bagi pak Pet tak ada hal membahagiakan di hidupnya selain melihat tuannya si pria malang itu kembali memiliki hidup yang sebenarnya, benar-benar bahagia terpancar di wajahnya. Membayangkan itu tanpa di sadari air mata pria paruh baya itu jatuh dengan sendirinya sembari menatap tuannya yang berlari sembari menggandeng anaknya, yang berlahan ia seka dengan sebuah sapu tangan berinisial B, satu-satunya peninggalan tuan besar Becker yang ia dapatkan langsung dari beliau.


"Dia sudah bahagia tuan dan nyonya besar!! kalian pasti bahagia melihatnya, dia juga akan segera menikah, dan tugasku akan jauh lebih ringan setelah ini! " ucap pak Pet tertuju pada tuannya yang sebenarnya, menatap langit yang begitu cerah sembari menunggu tuannya kembali.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2