
Di sebuah ruang tertutup tak jauh dari gereja dan pesta pernikahan Len, pria itu berdiri di samping sang istri yang sedang duduk dengan wajah masih menunjukkan kemarahan, Len berdiri bukan karena tak mendapatkan kursi kosong, tapi ingin tetap berada di samping sang istri duduk di sofa single dan tangan yang selalu ia genggam.
Tak hanya Len dan sang istri, di ruangan itu juga terdapat mertuanya dan putranya yang sama sekali tak mau menatap wajahnya, dengan papa Oscar membaca map berisi beberapa bukti kalau gadis kecil tadi bukan anaknya, mulai dari siapa ayah yang sebenarnya, apa yang di lakukan sang mama sampai mengira Len lah papanya, dan kejadian yang terjadi padanya dan mama gadis kecil itu tanggal dan bulan, semua lengkap tanpa terlewatkan sedikitpun, dan tes DNA yang beberapa hari lalu ia lakukan, semua itu di baca dengan teliti oleh papa Oscar dan sang istri di sampingnya.
Sedangkan Dante yang ada di pangkuan grandma tak ikut melihat ataupun membaca tulisan di tangan grandpa nya, memilih diam dengan menundukkan kepalanya, tanpa mau melihat sekitar, tanpa ekspresi, dan tanpa berucap sama sekali, ia terlalu marah dengan daddy nya yang memiliki anak dari wanita lain, cukup kehadirannya lah yang sempat membuat hati mommy nya sakit walau ia yakin mommy nya memiliki hati yang lapang, tapi bukan berarti akan di sakiti terus menerus oleh daddy nya.
Cukup lama keheningan terjadi di situasi tak mengenakkan itu sampai papa Oscar bertanya hingga memecah keheningan di sana.
"Siapa yang menjebakmu? " tanya papa Oscar, ia merasa lega dengan bukti-bukti di tangannya, dan ia memaklumi tindakan Len dan anak buahnya karena memang hanyalah sebuah keterpaksaan.
"Tyga!! " jawab Len singkat.
"Dia terlalu baik pada sahabat lamanya itu, setelah apa yang dia lakukan pada pria ini, puncaknya adalah ketika kejadian penculikan nyonya ! " Terang Noberto yang sedari tadi hanya di anggap patung, dan sekarang ia berbicara seolah mengadu pada orang yang jauh lebih kuat dari tuannya.
"Kau harusnya lebih kejam pada orang seperti itu, kalau tidak malah kau sendiri yang rugi, contohnya seperti ini! " ucap papa Oscar menasehati menantunya.
Len yang di nasehati mertuanya itu malah menatap sang istri dengan menaik turunkan alisnya yang marah karena ia yang terlalu kejam, dan sekarang papanya sendiri yang memintanya untuk lebih kejam.
"Dia tau dengan masa lalumu ini? " tanya papa Oscar dengan hati-hati mengarahkan matanya pada sang putri.
__ADS_1
"Sangat tau, hanya saja dia tak tau siapa wanita wanita itu pa!! " ucap Len jujur membuat papa Oscar mengangguk anggukkan kepalanya.
"Banyak kerugian yang di berikan pria itu pada tuan saya! " ucap Noberto Tiba-tiba dan semakin berani mengadu dengan Len yang tadinya menatap istrinya berubah menatap tajam asisten sekaligus sahabatnya itu.
"Ck, bodoh kau!! apa perlu ku ajari lagi?? kau tau duniamu kan!! kau harus lebih kejam dari sekarang!! ' ucap papa Oscar menggebu-gebu.
" Asal istriku mengijinkan!! " jawab Len dengan tersenyum kecil sekarang, sembari menatap istrinya yang hanya cemberut sedari tadi.
Membuat semua orang menatap wanita yang tak berucap sedikitpun sedari tadi, yang padahal mereka tau se cerewet apa Anya selama ini.
"Kenapa? kau marah sayang? " tanya konyol papa Oscar.
"Mom!! " panggil Dante yang sedari tadi hanya diam, lalu turun dari pangkuan grandma nya dan berlari memeluk tubuh mommy nya yang sedang bersedih itu. "Maafkan kelakuan papa, dia menyakitimu untuk kedua kalinya, dia memiliki anak dari wanita lain sepertiku, aku tau dia jahat, tapi jangan bersedih mom, kehadiranku dulu sudah sangat menyakiti hatimu dan sekarang kembali terulang karena ulah pria kejam itu, aku akan selalu berada di samping mommy, menyembuhkan luka yang di berikan oleh pria itu, kalau perlu tinggalkan pria yang selalu menyakitimu itu, kau bisa mencari pria yang masih muda dan tak menyakitimu seperti pria itu! aku tau kekecewaan mommy, aku juga merasakannya mom, jangan terlalu sedih, karena kita bernasib sama!!" ucap Dante panjang lebar.
"Sudah? " tanya Len dengan penuh penekanan, karena terlalu kesal dengan ucapan putranya sendiri, di tambah Anya yang mengangguk anggukkan kepalanya seolah setuju.
Sedangkan papa Oscar dan mama Rosa hanya tertawa kecil melihat kelakuan cucunya itu yang tak ingin anak mereka sedih karena masalah yang sebenarnya tak benar adanya.
"Apa? " sewot Anya sembari memangku putranya.
__ADS_1
"Aku mau jelaskan kalau anak kecil tadi bukan anakku! " ucap Len menunjukkan tes DNA yang memang menunjukkan. " Mamanya dengan sengaja menunjukkan fotoku sebagai papa anak kecil itu, yang padahal dia papanya! " ucap Len menunjuk foto pria tua dengan perut buncit. " Dia beristri yang tak mungkin mempertanggung jawabkan perbuatan mereka! " terang Len. " Kau ingat aku pernah mengatakan aku di jebak Tyga selama dua kali? " tanya Len yang di angguki Anya. " Dia salah satu wanita itu, kejadian itu terjadi 7 tahun yang lalu, dan gadis kecil tadi masih berusia 5 tahun!! kau bisa menyimpulkan sendiri hm? " ucap Len menatap kedua orang yang ia sayangi.
"Tetap saja tadi sempat menyakiti mommy! " ucap dante yang tak mau mengalah.
"Aku tau itu dari awal saat responnya pada anak kecil tadi, kau tak akan seperti itu pada darah dagingmu sendiri!! tapi tetap saja aku tak membenarkan sifat kasar kalian pada anak kecil yang bahkan tak tau masalah orang dewasa!!! " ujar Anya kesal di akhir.
"Baiklah, daddy minta maaf pada kalian!!! Daddy sangat salah! jangan marah-marah lagi ya! " ucap Len yang mengalah.
"Tapi bagaimana dengan nasib anak itu, tadi dia bilang kalau mamanya sudah tak pulang beberapa hari ini? " tanya Anya pada suaminya.
"Ya, bagaimanapun dia hanya anak kecil, ia juga tak minta di lahirkan! aku juga merasa miris dengan kondisinya tadi!! Tak bisa di bayangkan bagaimana kehidupannya di luar sana dengannya yang sekecil itu, kau tak berniat mengadopsinya" ujar mama Rosa yang nimbrung dan mendapatkan pelototan dari putrinya sendiri.
"Ma! aku bisa hamil sendiri, kenapa harus adopsi, banyak cara lain! " ujar Anya yang membuat otak Len sedikit traveling di buatnya.
"Hehehhe!! " tawa canggung mama Rosa yang sepertinya salah bertanya.
"Bagaimana kalau dia masih menganggap daddy sebagai papanya?? kan sangat merugikan, aku tak mau punya saudara yang sifatnya seperti itu!! " Dante yang juga bertanya dan mengingat perilaku Lisa yang menuduh mommynya merebut daddy nya dari mamanya.
"Ibunya kemana? kenapa harus menelantarkan anaknya seperti itu? " papa Oscar juga bertanya.
__ADS_1
"Kenapa kalian kompak sekali hm!! aku akan jelaskan satu-satu, dan aku tak akan sekejam itu untuk membiarkan gadis kecil itu hidup di jalanan! " ujar Len yang diberondong dengan banyak pertanyaan.