Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Saling Menampar Bokong


__ADS_3

"Astaga, sejak kapan tuan bisa banyak bicara seperti ini!! " Kata Norbert yang melihat perdebatan tuan dan nona nya.


Sedangkan saudaranya malah stay cool masih melihat perdebatan yang sebenarnya tak penting.


"Paman tidak setiap saat bersama Anya, minggir! " kata Anya yang sedari tadi di halangi Len.


"Paman? bahkan panggilan mu sudah berubah nona, kau pasti sakit hati waktu itu!! ck, jika aku jadi kamu, aku tak akan mau melihat wajah pecundang itu!! " olok Norbert dalam hati.


"Tidak boleh, jangan memandang pria lain seperti itu daddy tidak Terima! " kata Len cemburu.


"Siapa anda melarang-larang!! paman bergandengan tangan dengan seorang wanita di depan Anya tak melarang kok!! " kata Anya yang mengungkit 6 bulan yang lalu.


"Kapan daddy menggandeng wanita di depan ka... " kata Len terhenti mengingat kejadian 6 bulan yang lalu.


Manager yang sudah di neraka sekarang satu-satunya wanita yang pernah bertemu Anya saat bersamanya, atas alasan kaki sakit terpaksa harus di gandeng oleh Len.


"Tidak baby, kamu salah paham, itu karena mereka berdua. " kata Len yang menyalahkan dua pria kembar yang sedari tadi menonton perdebatan sengit.


"Anya tak peduli! " kata Anya .


"Maaf tuan, saya permisi dulu tuan. " kata Noberto yang sedari tadi diam saja sudah mulai jengah dengan perdebatan mereka.


Norbert yang sebenarnya sedari tadi ingin pergi tapi tak berani mengatakannya juga menganggukkan kepalanya setuju. Saudara kembar itu akan pergi setelah anggukan dari tuannya, tapi di tahan oleh Anya.


"Tunggu, Anya belum melihat perbedaan kalian, jangan pergi dulu. " kata Anya menghentikan pergerakan pria kembar itu.


" Tidak, kalian pergi sekarang! jangan dengarkan nona mu. " perintah Len.


Dua pria kembar itu pun berlalu pergi atas perintah tuannya untuk tak mempedulikan nona kecil.


"Tidak, jangan pergi! " kata Anya yang akan mengejar langkah besar pria kembar itu.


Dengan cepat Len menahannya, yang malah menggendong tubuh Anya seperti karung beras saking gemasnya, membawanya masuk ke dalam lift.


"Akkhhhh, turunin Anya!!! teriak Anya yang sedang di jungkir balikkan saat ini.


plak


Suara tamparan pada bokong sintal Anya yang berada di samping wajah Len saat ini.


"Berhenti jangan pukul! " jerit Anya yang memberontak di atas pundak Len.


Plak.


Satu tamparan bokong sintal Anya terdengar lagi.


"Diam baby!! nanti ada yang dengar! " kata tak masuk akal Len karena meraka sedang di lift, yang pasti tak akan ada yang mendengar.


Konyolnya lagi Anya menurut dengan perkataan Len, karena Anya tak ingin mengganggu waktu istirahat orang.


Saat diamnya Anya, Tiba-tiba gadis itu memiliki ide untuk membalas rasa panasnya pada bokong sintalnya, dengan berani Anya mengulurkan tangannya ke bawah.

__ADS_1


Plak, plak, plak..


"Akkkhhhhhh, anyaaaaa!! " kata Len kaget karena Anya juga ikutan menampar bokongnya cukup keras.


plak, plak, plak


"Rasakan itu!! Turunkan Anya sekarang! atau aku pukul terus!!" ancam anya tapi tak di pedulikan Len.


Karena mendapatkan balasan dari Anya, dengan gemas Len menggigit bokong Anya yang ada di sampingnya.


"Akkkhhhhhhh, sakit, sakit! " keluh Anya merasakan sakit di bokongnya.


Tapi tak membuat Anya berhenti membalas perlakuan Len dengan menampari bokong Len dengan keras.


Sampai Len membuka pintu kamar Anya, dan melemparkan tubuh kecil itu ke ranjang.


"Paman mau apa? " tanya was-was Anya yang melihat Len mengunci kamarnya.


"Hanya mengobrol! " kata Len dengan senyum mesumnya.


" tapi tidak harus di kunci juga kan! " protes Anya, tanpa di pedulikan Len.


Mendudukkan bokongnya di sofa tak jauh dari ranjang, sampai terdengar bunyi deringan ponsel Anya.


Secepat kilat Anya mengambilnya dari atas laci samping ranjang, melihat nama yang tertera di ponselnya, membuat Anya tersenyum cerah dan segera mengangkat panggilan telpon itu.


Melihat ekspresi Anya yang sangat bahagia membuat Len menatap penasaran, siapa yang menelpon malam-malam sampai membuat Anya bahagia, Len takut jika itu pria yang bisa membahagiakan gadis kecilnya sekarang, tapi kecemasan itu tak berlangsung lama saat mendengar kata papa keluar dari mulut yang pernah ia ***** itu.


"Hai sayang, kau belum tidur? " tanya papa oscar dari sebrang.


"Belum, Anya habis makan pa. " kata Anya sambil berjalan pelan bolak balik yang tak luput dari pandangan Len.


"Jam segini baru makan? " tanya papa oscar.


"Anya baru bangun tidur dari siang, jadinya Anya baru makan! " jelas Anya.


"Apa teman papa menjaga Anya dengan baik sayang? " tanya papa oscar membuat Anya menatap pria yang duduk di sofa yang juga menatapnya.


"ck, belum juga sehati pa!! emm, tapi baik kok!" kata Anya dengan ragu.


"Kenapa terdengar tidak meyakinkan! " kata papa oscar yang menyadari itu.


"Emm, baik sih!! tapi sedikit menyebalkan dan cerewet sekali. " kata Anya dengan suara lucu, tapi ada raut kesedihan di wajahnya. "kau tau pa, hatiku selalu sakit saat terus terusan melihatnya. " kata Anya dalam hati mulai menetralkan wajahnya lagi agar tak terlihat sedih.


"Jadi ini yang kamu maksud baby, kau bersedih, tapi tak akan membiarkan orang lain ikut sedih karena mu, maafkan aku sudah memberikan luka itu padamu, aku janji akan membahagiakanmu mulai sekarang baby! " kata Len dalam hati, yang ikut merasakan sakit kepura-puraan wanita yang tegar di depannya.


"Aku mencintaimu! " gumam Len yang hanya ia seorang yang dapat mendengar sambil menatap gadis kecilnya yang berbincang panjang dengan papanya.


"Dia pria tidak banyak bicara dan penurut sayang, jadi tidak mungkin dia seperti itu. " kata papa oscar yang tak percaya dengan perkataan Anya.


"Dia cerewet sekali hanya karena tangan Anya tergores pisau, bahkan dia menyalahkan Anya, padahal dia sendiri yang mengagetkan Anya, sampai tangan Anya tergores pa! " kata Anya yang bergosip sesekali memandang pria yang ia gosipi.

__ADS_1


"Hahahahahaha, ada-ada saja kamu ini! " tawa papa oscar terdengar cukup keras.


"Mama mana? " tanya Anya pada papa oscar di sambungan telpon.


"Mama tidur sayang, sepertinya kelelahan melakukan perjalanan panjang barusan, Anya juga tidur, jangan keras-keras belajarnya, papa sayang Anya. " kata papa oscar dari sebrang.


"Anya akan tidur segera pa, Anya juga sangat sayang papa!! bye pa!! " kata Anya .


"Bye sayang! " kata papa oscar sebelum sambungan telpon mereka terputus.


Anya menatap tajam pria yang saat ini juga sedang menatapnya, ingin rasanya Anya mencolok mata itu yang tidak ada hentinya memandang inya.


"Bisakah paman keluar, Anya akan belajar!! usir Anya.


" Belajar saja, daddy tidak akan mengganggu! " kata Len tak beranjak dari duduknya.


Tak ingin memperpanjang perdebatan yang dengan Len, Anya berjalan ke ruang ganti, menyeret koper hitam yang memang berisi perlengkapan kuliahnya.


Mengeluarkan satu persatu buku yang besok akan ia bawah.


"Besok ada kuliah pagi? " tanya Len yang masih menatap gerak gerik Anya.


"Ya! " jawab singkat.


"Besok berangkat bersama daddy! " perintah len.


"Tidak mau, Anya dengan supir saja. " tolak Anya.


" Harus mau, besok berangkat dengan daddy!! tidak ada penolakan!! " mutlak Len.


Lalu menghampiri gadis kecilnya yang sedang menata buku-bukunya. Melihat itu Anya memberhentikan kegiatannya menatap pria di depannya.


" Mau apa?" kata Anya was- was karena Len terus mendekat pada wajahnya.


Dengan cepat Anya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, takut Len mencuri ciumannya lagi, tapii...


Cup, sebuah kecupan mendarat di kening Anya. " Belajar yang rajin, jangan tidur malam-malam!! love you baby! " kata Len berlalu pergi keluar ke kamar Anya.


Dengan kesal Anya menghapus sangat kasar bekas ciuman di keningnya , mengunci kembali kamarnya dari dalam.


Tapi rasa kesalnya terhenti mengingat file yang Rica kirimkan tadi. Anya mulai membuka laptopnya dan juga mulai mempelajari materi yang dikirim Rica.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2