Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Meminta Maaf


__ADS_3

Tok, tok, tok....


"Mom!!! " panggil Dante dari luar kamar yang terdengar cukup keras.


Membuat sepasang suami istri itu menatap ke sumber suara, melupakan perdebatan mereka barusan.


"Ya sayang!! sebentar!! " teriak Anya agar di dengar putranya, buru-buru keluar dari selimut tebal mereka tanpa peduli keadaannya Yang telanjang bulat , untuk mengambil handuk kimono nya yang di lempar jauh dari ranjang oleh sang suami, memakainya tepat di hadapan nya.


"Wow!!! " Sorak Len yang takjub akan keindahan tubuh istrinya, walau bukan yang pertama kali, tapi ia akan tetap takjub oleh indahnya ciptaan Tuhan itu.


"Pakai kimono mu juga dad!!! " ucap Anya memberikan kimono suaminya yang sempat berserakan ke atas ranjang agar mempermudah suaminya kapan saja memakainya.


Lalu dengan secepat kilat Anya membuka pintu kamarnya, tanpa peduli sang suami tak memakai apapun di balik selimut.


"Sayang, latihannya sudah selesai?? " tanya Anya yang tak menyadari 2 jam lebih ia berada di kamar .


"mom!!! " panggil Dante dengan wajah sedihnya.


"Kenapa hm??? sini bicara dengan mom!!! " ucap Anya menggandeng tangan anaknya untuk masuk ke dalam kamar mereka, bukan tanpa alasan ia hanya menggandeng, di karenakan tenaganya sudah habis di pakai bapak dengan satu anak itu, ia tak bisa melakukan hal yang biasa ia lakukan pada sang anak yaitu menggendong.


Kemudian Anya mengarahkan Dante ke sofa tak jauh dari ranjang, menghadap ke arah sang dad yang begitu santai tidur menyamping dengan kepala di sangga oleh tangannya.


Len melihat setiap gerak geriknya yang begitu lembut menyikapi tingkah sang anak, ia bisa tebak dari ekspresi anaknya yang merasa bersalah atas ucapannya tadi dan datang ke kamar mereka untuk meminta maaf.


" Kenapa sedih seperti ini!! bukannya harusnya bahagia setelah latihan tadi?? atau apa ada yang sakit di tubuh Dante? " tanya Anya menebak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.


"Maaf!!! " Dante hanya mengucapkan satu kata dengan wajah menunduk.


Membuat mom nya mengerutkan dahinya karena tak paham dengan maksud ucapannya.


"Apa karena yang tadi!!! " batin Anya yang ingat akan kejadian di ruang latihan tadi, dan sekarang sang anak meminta maaf dengan menunjukkan rasa bersalahnya.

__ADS_1


Mengingat itu Anya langsung memeluk tubuh sang anak .


"Tidak apa sayang!! bukan Dante yang salah, mom juga salah karena menganggu konsentrasi Dante, mom juga minta maaf ya!!! " ucap Anya agar tak membuat Dante semakin merasa bersalah.


"Tapi tadi aku menyinggung perasaan mu kan mom!!! aku melihatnya, kau terdiam tadi saat aku mengucapkan kata itu padamu!!! maaf!!! " ucap Dante yang masih dalam rasa bersalahnya.


"Tersinggung??? mana ada, malah mom tadi tertawa kok!! mom diam juga karena sempat berfikir sepertinya kurang tepat berbicara saat kamu duel tadi!!! " ucap Anya .


"Benarkah? " tanya Dante menyakinkan ucapan ibunya.


Bersamaan dengan itu, Tiba-tiba Len keluar dari selimutnya berniat berjalan ke arah anak dan istrinya yang saling berpelukan, karena sedari tadi ia hanya menjadi penonton yang sesekali tersenyum bahagia dengan kelakuan dia orang yang ia cinta hingga membuatnya ingin ikut nimbrung melengkapi kekurangan keluarga utuh yang sesungguhnya.


Tapi ia lupa akan tubuhnya yang masih telanjang bulat hingga mendapatkan hadiah plototan dari sang istri.


Anya sendiri syok akan kelakuan suaminya, dengan erat Anya memeluk anaknya beserta wajahnya agar tak melihat pemandangan tak senonoh suaminya dan memberikan kode plototan menunjukkan tubuh telanjang yang tak di sadari suaminya.


Len yang paham akan kode plototan itu, berlahan menunduk menatap bagian tubuhnya, yang akhirnya matanya juga ikut melotot seperti istrinya melihat keadaannya yang baru ia sadari, saat itu juga ia meloncat ke arah ranjang kembali dan menutup tubuhnya dengan selimutnya tadi, dan tak ada lagi angan angan keluarga lengkap yang saling berpelukan.


"Pantesan tadi kok sedikit dingin!! " batin Len yang tak habis pikir kan kelakuan nya sendiri.


"Tetap saja, ucapan itu tidak di benarkan, karena mom juga punya perasaan yang perlu di hargai, apa lagi menyakitinya!! dad tak suka itu!!! " ucap Len memilih nimbrung dari percakapan saja, karena secara fisik ia sangat tidak bisa.


"Aku tau aku salah!!! " ucap Dante menatap sang dad yang begitu santuy tidur di ranjang dengan posisi seperti di awal tanpa tau kejadian konyol barusan.


"Bagus!! seorang pria harus berani mengakui kesalahannya, lalu meminta maaf, dan juga tak mengulangi kesalahan yang sama tentunya!!! " ucap Len dengan tegas bertatapan dengan mata sang anak dengan penuh keyakinan. " kau bisa latihan kapanpun kau mau, asal jangan lupa tugas mu menjadi seorang pelajar!! paham??? " lanjutnya jauh lebih tegas.


"Paham Dad!!! " jawab Dante dengan keyakinan yang sama seperi dad nya dan jiwa optimis di dalam dirinya.


"Mandi sekarang juga dan kita akan makan malam setelahnya!!! " ucap Len mengarah pada sang anak yang terlihat masih memakai pakaian yang sama di saat latihan tadi.


"Baik dad!!! " ucap Dante turun dari duduknya. " aku mandi dulu mom!! "pamit Dante.

__ADS_1


Cup...


dan tak lupa memberikan kecupan di pipi mom.


" Hey!!!! " pekik Len yang proses pipi istrinya di cium sang anak.


"Bau mom seperti dad!! " ucap Dante dengan senyum nyengir nya yang membuat mom nya malu seketika.


"Ma.. mau mom bantu siapkan pakaianmu hm? " tawar Anya yang gugup dengan ucapan sang anak.


Sedangkan pemilik bau hanya tersenyum kecil mendengar penuturan anaknya berbanding terbalik dengan istrinya yang mulai gugup karena baru ingat mereka belum membersihkan diri mereka sehabis bercinta tadi.


"Tidak, sebaiknya mom mandi juga, karena bau dad sangat pekat!!! " ucap dante yang jujur membuat mom nya terdiam sebelum beranjak dari kamar orang tuanya. " bye mom!!! " pamit Dante lalu menutup pintu kamar orang tuanya.


Setelah kepergian anaknya, Anya mulai menatap tajam sang suami karena kesal dengan percakapan mereka di akhir.


"Aku mau ngomong sesuatu, kalau besok kita di diundang kerumah baru cari dan senta untuk merayakan pernikahan mereka!!! " ucap Len yang nyerocos agar tak kena marah istrinya, dan berbelok marah pada sang sahabat.


"Apa? " kaget Anya, yang tadinya berniat marah pada sang suami malah di buat marah akan informasinya. " ihhhhhh!!!!! " marah Anya memukul tubuh suaminya dengan bantal di sekitar ranjang.


"Stop sayang!!! kenapa malah marah padaku!!! " protes Len mencoba cuci tangan setelah perbuatannya tadi.


"Karena aku memang berniat marah padamu!!!! " ucap Anya yang terus memukul tubuh suaminya, " Apa lagi dengan kelakuan sahabatmu yang seenaknya sendri sama seperti mu!! membuatku semakin marah dengan kalian!!! iiiiihhhhhhhh!!!! " marah Anya terus memukul dengan bantal sampai sepuasnya.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2