Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Menjelaskan


__ADS_3

"Baby! " panggil Len dengan wajah penuh kekhawatiran.


Berjalan menghampiri Anya yang berdiri mematung menatapnya dan memeluk tubuh kecil itu begitu erat.


"Aku lelah! " kata Anya sambil menikmati pelukan nyaman untuknya.


"Daddy bicara di dalam ya! sambil kamu istirahat! " kata Len dengan lembut menuntun Anya masuk ke dalam kamarnya.


"Anya mau mandi dulu! " kata Anya dengan pelan.


" Baiklah, mandi dulu! daddy akan tunggu kamu di sini sampai selesai. " kata Len mengambil beberapa barang yang Anya bawa dan tas yang masih bertengger di pundaknya. " Sana mandi! " kata Len dengan lembut dan menaruh barang-barang Anya di atas meja belajarnya.


"Ya! " jawab singkat Anya dan masuk ke dalam kamar mandi melakukan ritual mandinya.


Dengan Len yang setia menunggu Anya di sofa tak jauh dari ranjang cantik Anya, tak butuh waktu lama Len menunggu hingga Anya keluar dengan mengenakan handuk kecil saja, berjalan dengan santai menuju ke ruang ganti.


" Tidur lagi boy!! ini bukan saatnya meladeni pikiran mesum mu itu! " batin Len merasakan reaksi berlebihan si boy yang hanya melihat paha mulus dan bahu Anya yang terbuka.


Tak lama Len kembali melihat Anya yang keluar dari ruang dengan pakaian tidur lengkapnya, membuat Len lega tah harus berfikir mesum tidak pada waktunya, karena pikiran mesumnya memang tidak tau waktu.


"Mau bicara apa? " tanya Anya yang sebenarnya tau apa yang ingin Len bicarakan.


"Kamu tidak apa-apa?? syok atau takut mungkin? " tanya Len, yang membuat Anya bingung.


"Tidak!! emang kenapa? " pikir Anya. " tadi sempat lihat orang di tembak sih, tapi aku gak peduli juga! " kata Anya mengingat Tyga yang tertembak tadi.


"Waduh, apa yang papamu ajarkan selama ini ababy!! kau bahkan tak takut dengan suara pistol! " batin Len yang kaget melihat reaksi Anya yang biasa-biasa saja.


"Ada yang lain? " tanya Anya melihat Len yang terdiam.


"Iya, apa tadi kamu melihat daddy di mall? " tanya Len sambil memindahkan duduk di samping Anya di atas ranjang.


"Ya! " jawab Anya pelan.


"Tak ingin mendengarkan penjelasan daddy? " tanya Len yang mendapat gelengan pelan dari Anya. " Kenapa? " tanya Len bingung.


"Aku belum siap mendengar kemungkinan terburuknya! " kata Anya yang membuat Len gelagapan.


"Tidak ada kemungkinan terburuk baby!! karena memang hanya salah paham, di pemilik perusahaan MJ yang bekerja sama dengan perusahaan daddy, dan ada masalah di kerjasama kita yang akan daddy putuskan tadi, tapi perempuan menjijikkan itu meminta bertemu di mall, daddy tidak peduli bertemu di mana yang terpenting bisa memutuskan kerjasama itu dengan cepat, sampai hal tak terduga itu terjadi, lihat ini!! " kata Len memperlihatkan video CCTV di ponselnya saat sebelum ia di peluk sampai Len mendorong wanita itu cukup keras yang membuat wanita itu terjatuh di lantai.


Sebenarnya meskipun Len tak memperlihatkan video itu pun Anya percaya dengan penjelasan Len dengan kesungguhan di wajahnya sambil menikmati wajah tampannya.

__ADS_1


"Daddy tunjukkan kontrak kerja sama kita di ruang kerja daddy!! " kata Len agar Anya lebih percaya.


"Tidak perlu daddy! " kata Anya mencegah Len yang akan beranjak dari duduknya. " Anya percaya kok! " kata Anya dengan senyum di bibirnya.


"Terimakasih baby! " kata Len sambil memeluk tubuh Anya dengan sayang. " Aku mencintaimu, sangat mencintaimu baby! " kata Len dengan terus memeluk Anya.


"Anya juga mencintai daddy!!" kata Anya yang sekali lagi memilih mempercayai Len sepenuhnya. " Tapi tadi Anya habis dari club daddy, nganterin Senta!! " kata Anya yang membuat pelukan itu terlepas.


"kamu melihat wajah pria yang tertembak itu baby? " tanya Len yang teringat dengan Tyga.


"Iya, dia bilang namanya Tyga, tapi aku gak peduli sama sekali! " kata Anya mengatakan sebenarnya.


"Dia pria jahat, makanya tertembak!! jadi lain kali lebih baik menghindar jika bertemu lagi dengannya. " Len memperingatkan.


"Dari mana daddy tau??? apa tadi kelakuan daddy? " tebak Anya.


"Ya, dia orang di masa lalu daddy, yang entah kenapa memusuhi daddy sampai sekarang, aku kira semua karena Audrey, tapi akhir-akhir ini dia mulai menyerang ku lagi padahal Audrey sudah ada bersamanya!! Tapi yang pasti dia menginginkan kehancuran ku! " kata Len yang membuat Anya syok sekarang.


Pria random yang mengajaknya kenalan tadi adalah orang yang akan menghancurkan pria yang ia cintai.


"Apa seberbahaya itu? " tanya Anya yang penasaran.


"Tidak, jika dia tak tahu hubungan kita!! tapi aku juga tidak mau kamu di dekati oleh nya!! " kata Len kembali memeluk Anya dengan sayang.


"Tetap saja hindari Tyga jika tak sengaja bertemu!! dan pria lain tentunya! " kata Len dengan menciumi pipi Anya dan merebahkan tubuh mereka di atas ranjang Anya.


"Baiklah tuan pencemburu!! bagaimana dengan Dante hari ini?? aku kangen dengan pria kecil itu! " kata Anya sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Kau hanya kangen dengan anaknya?? bagaimana dengan papanya?? tidak kangen juga? " tanya Len dengan menyamping kan badannya menghadap Anya yang masih telentang, membelai pelan pipi cantiknya.


"Tidak!! karena papanya sudah ada di sini!! " kata Anya sambil menunjukkan wallpaper ponselnya dengan gambar wajah Len yang ia ambil diam-diam.


"Apa?? " kaget Len bercampur bahagia. "sejak kapan? " tanya Len yang memang tak pernah memperhatikan ponsel Anya.


"Sejak kemarin mungkin! " kata Anya yang tak pasti.


"Kalau seperti ini harusnya aku memberikanmu hadiah baby! " kata Len yang mengingatkan Anya dengan dasi yang ia beli tadi.


"Tunggu!! aku punya sesuatu untuk daddy! " kata Anya beranjak dari tidurnya dan mengambil paper bag kecil dengan brand mewah. " Ayo bangun, aku belikan daddy sesuatu! " kata Anya melihat Len yang tak kunjung bangun.


"Aku akan duduk jika kau duduk di sini baby! " kata Len menunjuk pahanya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Anya duduk di pangkuan Len yang otomatis membuat sang pemilik juga ikut duduk, dengan sesekali mengelus pinggang Anya.


"Ayo buka! " kata Anya karena Len hanya memperhatikan hadiah Anya.


"Kamu yang buka saja! " kata Len yang asik dengan memeluk pinggang Anya.


"Baiklah! " kata Anya mulai membuka kotak kecil yang ada di dalam paper bag. " Tadaa....!!!! " kata Anya memamerkan isi kotak itu.


"Wow.. dasi ini bagus baby!! aku akan pakai besok! " kata Len yang pada dasarnya menyukai warna hitam.


"Harus di pakai dong!! dan lihat, di sini ada inisial V nya. " kata Anya memamerkan huruf inisial namanya yang berwarna emas. "Apa Dante belajar dengan baik tadi? " tanya Anya yang ingat pertanyaannya belum di jawab oleh sang papa.


"Dia belajar dengan baik tentunya!! " kata Len sambil tangannya berlahan mencuri kesempatan masuk ke baju piyama Anya. " Dia ingin sekolah biasa katanya! " kata Len yang sudah menemukan benda kesukaannya.


"Ih!!!!! " kesal Anya mencoba melepaskan tangan nakal Len.


"Diamlah baby!! katanya tanya tentang Dante! " kata Len memaksa.


"Kau selalu saja memaksa dan mesum, jangan sampai sifatmu ini menurun pada putramu yang lucu itu! " cibir Len yang terus memaksa bermain-main dengan gunung yang tidak berapi miliknya.


"Genku saja dominan padanya baby, sifatnya pun tak akan jauh beda! " kata Len dengan percaya diri dengan terus memijit gunung Anya.


"Sshhhhhh!!! " desah Anya saat pujung gunung tak berapinya beberapa kali tersenggol. " diamlah dulu, aku mau tanya, shhhttt!! " kata Anya dengan kesal.


Namun tiba-tiba Len menidurkan Anya di atas kasur yang membuat pemilik tubuh kaget seketika.


" Daddy mau apa? " panik Anya.


Tanpa mengatakan apapun Len menciumi bibir ranum itu dengan lembut agar sang gadisnya tak kaget dengan yang Len lakukan. Dan benar saja, lama kelamaan Anya mulai terbuai dengan ciuman memabukkan itu.


Tanpa Anya sadari bagian atas bajunya mulai terlepas dengan sesekali di iringi pijatan-pijatan kecil yang semakin membakar gairah mereka.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2