
Len yang marah hanya menatap tajam Cody tanpa berniat menjawab pertanyaannya, lalu kembali menatap sang gadis dengan kecemburuan yang tak terbatas.
"Pulang! " ucapnya lagi menarik pergelangan tangan Anya yang tak siap itu, yang hampir mengakibatkan sang gadis terjatuh karena ulahnya.
"Santai bro! " ucap Cody yang tak setuju dengan sikap sedikit kasar Len.
"Tak perlu mengurus ku! dan jangan sampai aku melihatmu mendekati gadisku lagi! " ucap Len sebelum pergi dari cafe itu dengan mengandeng tangan Anya.
"Maaf, sepertinya kau akan dalam masalah besar karena ku! " ucap Cody menatap dua orang yang menjauh dari harapannya.
Sedangkan di dalam mobil, Len mantap tajam Anya yang hanya bisa menunduk takut di samping Len.
"Kenapa kau melakukannya! kita mau menikah Anya! " ucap Len penuh penekanan.
"Melakukan apa?? aku hanya mengajari materi yang tidak ia tau! " ucap Anya hati-hati.
"Apa kau pikir aku bodoh ha! aku melihatnya tadi! tak ada orang belajar begitu dekat sampai memegangi kepala segala!! " ucap Len meninggikan suaranya karena kecemburuan nya. "****!!! kau berniat selingkuh dari ku Anya!! " umpat Len tak bisa mengontrol kemarahannya.
"Ti.. tidak! itu tidak mungkin! tadi Cody.....!!!!!!! akkkkkhhhhhhh!!! " ucap Anya teriak saat tiba-tiba Len melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan cukup ugal-ugalan tanpa mempertimbangkan nyawa mereka yang berada di dalam mobil. " cu.. cukup!! Hati-hati dad!! aku tidak selingkuh, Cody hanya mencari uban tadi, kami tak sedekat itu sebelumnya! aku tau batasan ku dad!! " Anya mulai menjelaskan.
"Heh!! apa tak ada alasan yang lebih konyol lagi ha! " marah Len sembari menyetir.
"Biar Anya yang menyetir Oke!! daddy tak baik menyetir dengan marah seperti ini! " ucap Anya tak di hiraukan Len. "Daddy maaf! aku tak mungkin seperti yang kau ucapkan! " ucapnya lagi tapi kembali tak di hiraukan.
Sampai di kediamannya, Len tak menggeluarkan sepatah katapun, hanya menggandeng tangan Anya menuju kamarnya yang sangat cocok untuk privasi mereka.
"Apa yang kau lakukan tadi ha! kau ingin menjalin hubungan dengan pria muda juga hm!! apa tak puas dengan pria matang sepertiku! " ucap Len dingin menatap wanita yang duduk di ranjang kamarnya.
"Tidak dad! tadi hanya mencari uban! beneran! " ucap Anya jujur.
__ADS_1
"Hehe! " tawa mengejek Len dengan alasan konyol Anya. " Apapun alasanmu kau tak boleh berselingkuh dariku Anya, kau hanya milikku, kita akan menikah dalam waktu dekat ini! kau tau itu ha! " teriak Len yang masih tak percaya dengan alasan Anya.
"Aku sudah bilang kalau aku tak seperti yang kau ucapkan! kenapa masih tak percaya! tadi benar-benar mencari uban saja! " jujur Anya lagi.
"Ikut denganku! " ucap Len menyeret dengan menarik pergelangan tangan Anya menuju kamar mandi. " Tubuhmu harus di bersihkan dari bekas pria sialan itu! aku tak tau mana saja yang sudah di pegang-pegang oleh nya! " ucap Len yang masih dengan kemarahannya.
"Dia tak melakukan apapun padaku! aku tak semurahan itu! " ucap Anya yang ikut naik darah mendengar tuduhan Len.
"Diam dan menurut Anya! " ucap Len penuh penekanan.
Tanpa melepas pakaian mereka Len ikut membasahkan dirinya di bawah shower dengan air dingin, menggosok-gosok beberapa bagian tubuh termasuk kepala Anya.
"Cu.. cukup! " ucap Anya yang sudah tak tahan dengan air dingin yang membasahi tubuhnya.
Tapi Len tak menghiraukan ucapan Anya, tapi tak lama Len mulai membuka baju Anya satu persatu tanpa kelembutan.
Sedangkan Len yang juga basah kuyup seperti tak merasakan dinginnya air saat dalam kemarahannya, tanpa bicara lagi dan tatapan dinginnya ia memandikan Anya.
Selesai dengan ritual mandi, Len merebahkan tubuh Anya ke ranjang miliknya, dan mulai menyentuh setiap inci tubuh Anya dengan kemarahannya, tak luput bibir manis Anya yang di ***** begitu kasar, sangat kasar sampai Anya merasakan hal berbeda dari biasanya.
Biasanya Anya mendapatkan kenikmatan dari kegiatan mereka tapi sekarang entah kenapa ada rasa sakit di sela kenikmatan itu.
"Sshhhhttttt dad!!! ini sedikit sa.. sakit!!! pelan! " ucap Anya berniat protes.
Tapi sayangnya kembali tak ada jawaban dari Len, sampai pelepasan pertama Anya pun Len tetap tak bersuara, pria itu Anya menatap wajah sayu Anya yang ada di bawahnya, walau tanpa melakukan penyatuan sang gadis Len sangat pandai untuk memuaskan Anya.
"Cu.. cukup! " ucap Pelan Anya.
"hiks.. sa.. sakit!! " ucap Anya yang merasakan beberapa bagian tubuhnya merasa perih karena ulah Len.
__ADS_1
"Masih berani dekat-dekat dengan pria lain? atau berselingkuh denganku! " ucap Len menatap tajam Anya yang mulai menangis.
"Hiks..!!! " Anya tak bisa membendung tangisannya tanpa bisa menjawab ucapan Len, tubuhnya terlalu sakit apa lagi hawa dingin yang masih menerpa tubuhnya. "Kenapa harus sekejam ini! kenapa harus mencintai pria seperti ini Tuhan! " Anya yang hanya bisa membatin tanpa mau berdebat lagi dengan Len.
Anya tak peduli dengan ke adaan nya sekarang, memilih tidur dengan tubuh lelahnya, walau dengan air mata yang masih mengalir di pipinya, memiringkan tubuhnya sekuat tenaga, tidur membelakangi pria yang ia cintai.
"Kau dengar tidak! jangan pernah berlakukan berbuat macam-macam padaku, atau kau akan merasakan hal yang sama seperti sekarang anya! " ucap len yang tak ada jawaban dari anya. " Dan jangan pernah keluar tanpa seizinku, Kau dengar? " teriak len di akhir yang di jawab anggukan pelan Anya.
Setelah puas dengan ancamannya, len berjalan ke kamar mandi lagi untuk menuntaskan yang harus di tuntaskan, cukup 30 menit len kembali dari kamar mandi dengan emosi yang sudah stabil dengan pelampiasan hasrat dan kemarahannya, tak lupa si boy di tutup dengan piyama panjang miliknya.
Hatinya mulai merasakan iba saat melihat kondisi Anya karena perbuatannya meringkuk kedinginan tanpa selimut dan baju membelakangi nya dengan rambut yang masih basah dan berantakan, tak lupa pemandangan merah merah hampir di seluruh tubuhnya.
Len mulai mendekat dengan dada bidangnya yang tak tertutup apapun tak lupa membawa hairdryer di tangannya berniat mengeringkan rambut basah Anya sambil menaikkan selimut untuk menutupi tubuh telanjang Anya.
"Aku sangat mencintaimu baby! maaf, aku melakukannya agar kau tak meninggalkanku, sampai kejadian di masa lalu terulang padamu, aku tak mau di duakan, itu rasanya sakit sekali baby, bahkan melihatmu hanya di sentuh pria lain saja hatiku sudah cukup sakit!! maaf menyakitimu seperti ini, aku hanya memberikan gertakan saja, aku tidak benar-benar menyakitimu!! maaf, aku sangat mencintaimu! " ucap Len di sela-sela mengeringkan rambut Anya.
Saat rambut Anya hampir kering, Len dapat melihat dengan jelas ada satu helai uban di kepala Anya. Membuat Len membulatkan matanya teringat dengan alasan Anya tak menurutnya tak masuk akal tadi, tapi sekarang ia melihat sendiri memang alasan Anya benar adanya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1