Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Menitipkan


__ADS_3

Di waktu yang sama, tuan Oscar duduk dengan memegang pelipisnya di kantornya, laporan yang baru ia dapat membuatnya sangat bingung saat ini.


Bukan bingung karena masalah yang ia hadapi, tapi berapa lama ia harus meninggalkan keluarga kecilnya nanti, terutama mama Rosa. Dari dulu ia tak bisa jauh terlalu lama dengan pujaan hatinya.


Jika ia membawa sang istri, bagaimana dengan putri semata wayangnya, ia tak tega harus meninggalkan sang putri sendiri di rumah besarnya, tapi ia juga tak bisa terlalu lama jauh dari mama Rosa.


Masalah restoran yang papa Oscar saat ini bukan tak mudah tapi banyaknya jumlah restoran yang terkena masalah membutanya harus berlama-lama di sana, apa lagi dia memiliki 10 cabang di indonesia.


Apa lagi kalau ternyata masalah yang dihadapi jauh lebih sulit dari perkiraan saat ini.


Di sela-sela kebingungan nya, ia teringat satu nama orang yang ia percaya untuk melindungi anya.


"Len!! Aku bisa meminta bantuannya!! ".


Yang tak lama papa Oscar menelpon pria yang ada di pikirannya.


" Halo Len!! " kata papa Oscar saat sudah tersambung.


"Ya tuan!! apa ada hal penting?? "tanya Len di sebrang.


" Apa aku bisa meminta bantuanmu? " tanya papa Oscar.


"Ya tuan, saya akan siap membantu jika saya mampu tuan. "


"Apa bisa bertemu, sepertinya lebih baik aku mengatakan langsung Len?? " kata papa Oscar yang terlihat serius saat ini.


" Satu jam lagi waktu istirahat makan siang, kita bisa bertemu di Res... " kata Len terpotong papa Oscar.


"Aku langsung ke kantormu saja, tidak perlu repot-repot keluar, kau juga pasti sibuk hari ini!!! "


"Baiklah jika tuan tidak keberatan, saya akan kirim kan alamatnya!! " kata Len di sebrang.


"Ya, terimakasih Len!! "


"Baik tuan! "


Percakapan terakhir mereka sebelum mengakhiri sambungan telpon.


Tuan Oscar bergegas pulang untuk menyampaikan maksud dan tujuan nya pada sang putri dan istri tercintanya.


Sampai di rumah, papa Oscar dengan segera membuka pintu utama, terlihat mama Rosa dan Anya yang sudah berpakaian rapi dengan tas punggungnya, khas anak kuliahan.


"Papa pulang cepat? " kata mama Rosa sambil menyambut suaminya.


Papa Oscar mendekat lalu mencium bibir istri sekilas tanpa mempedulikan sang anak yang sedang memperhatikannya.


"Ck, kalian cium-cium jangan di depan Anya!! " protes sang anak, membuat pasangan paruh bahaya itu hanya tersenyum menanggapi.


"Ada hal penting yang akan papa bicarakan!! Dengan kalian berdua. " kata papa .

__ADS_1


"Tidak bisa sekarang pa, waktu Anya sudah mepet!! Anya ada kuliah siang ini, bye pa ma!! "Kata anya lalu mencium pipi kedua orang tuanya, dan berlalu tanpa mendengar jawaban dari sang papa.


Membuat papa Oscar hanya geleng-geleng kepala. " Anakmu ma!! " kata apa Oscar .


"Ya, dia memang anak ku!! Hal penting apa yang ingin papa bicarakan? tanya mama sambil menggandeng tangan papa Oscar untuk duduk di sofa ruang tamu.


" Ada masalah restoran di Indonesia, dan hampir keseluruhan ma!! " kata papa Oscar terjeda.


"Lalu? " tanya mama Rosa penasaran.


"Papa akan lama di sana, tapi papa tak bisa lama-lama jauh dari mama!! " Kata papa Oscar yang mulai melas.


Mama Rosa mulai tau arah pembicaraan papa Oscar saat ini. " Kalau mama ikut, bagaimana sama anya pa?? mama tak bisa meninggalkan putri kecil kita sendirian di rumah!! ". terang mama Rosa.


" Ya, papa tau!! Papa mau menitipkan anya sama Len ma. " kata papa, yang membuat mama Rosa bingung sekarang.


"Len?? Len siapa?? jangan sembarangan menitipkan anak gadis kita dengan pria asing pa!! " tegas mama.


"Dia bukan pria asing ma!! apa mama ingat dengan laki-laki remaja yang papa tolong dulu, laki-laki remaja yang begitu tegar saat masalah besar menimpa keluarganya, dia pria bertanggung jawab ma!! papa bisa jamin itu. "


Mama Rosa hanya mengangguk angguk yang mulai mengingat siapa Len sebenarnya.


"Apa dia belum menikah, apa istrinya tak keberatan nanti dititipkan seorang gadis? " tanya mama Rosa.


"Tidak, dia belum menikah!! papa sudah buat janji dengannya waktu makan siang nanti!! "


"Bagaimana dengan anya?? apa dia mau pa?? bagaimana kalau anya tidak setuju nanti?? "


"Pasti mau!! anya anak yang pengertian ma!! " papa mencoba menyakinkan mama Rosa.


"Tapi bagaimana jika Len yang tak mau? " resah mama yang belum usai.


"Pasti mau ma, apa lagi putri kita sangat cantik!! " kata papa Oscar sambil menaik turunkan alisnya.


Papa Oscar tau betul sifat Len yang tau cara balas budi, jadi dia yakin Len tak akan menolaknya, tapi malah di anggap lain maksud oleh mama Rosa.


"Apa papa mau memanfaatkan kecantikan putri sendiri?? " kesal mama Rosa.


"Tidak, papa hanya membicarakan fakta!!! Apa mama tak akan siap-siap, sebentar lagi jam makan siang kantor lo? " papa Oscar mengingatkan.


"Ya, ya, ya!! " kata mama Rosa dengan memutar dua bola matanya yang terlihat malas. " Tunggu, kapan kita berangkatnya? " tanya mama Rosa yang terlewat.


"Besok siang!!! Sudah sana siap-siap ma!! " kata papa mendorong pelan istrinya agar beranjak dari sofa yang nyaman itu.


*****


Di perusahaan Becker company, Len menunggu kedatangan tuan Oscar sambil memikirkan bantuan apa yang di minta tuan Oscar.


Apa separah itu masalah restorannya yang membuat tuan Oscar sampai meminta bantuannya, tapi tentu saja Len dengan senang hati membantu orang yang sangat berjasa di hidupnya.

__ADS_1


Tok, tok tok


Suara ketukan pintu ruangan Len, yang tak lama masuklah asisten Noberto.


"Apa makan siang tuan di antarkan ke sini tuan? " tanya asisten Noberto, karena tak ada tanda-tanda sang tuan akan makan siang.


"Nanti saja, sepertinya aku akan makan siang bersama tuan Oscar sebentar lagi? " kata Len menatap lawan bicaranya.


"Tuan Oscar? " bingung asisten Noberto yang merasa tak ada janji dengan beliau.


"Ya, dia menelpon barusan!! dia akan ke sini!! Dia meminta bantuan padaku! " jelas Len.


"Apa tentang restoran yang dalam masalah? " tanya asisten Noberto yang sudah tau dari bodyguard bayangan Len.


"Entahlah, dia belum mengatakan apapun! kau tunggu di ruangan mungkin, jemput tuan Oscar jika sudah di bawah!! " perintah Len pada asistennya.


" Baik tuan. " kata asisten Noberto lalu keluar ruangan tuannya.


Di bawah rupanya tuan Oscar memarkirkan mobilnya dia area gedung perusahaan Backer. Masuk ke dalam gedung menggandeng satu tangan istrinya, dan tangan satunya membawa kotak makan berukuran lumayan besar.


Mama Rosa sengaja membawa makanan yang ia masak dengan sang putri untuk di bawakan pria yang akan menjaga anaknya nanti.


"Ada yang bisa saya bantu tuan? " tanya resepsionis dengan sopan dengan pasangan paruh baya di depannya.


"Saya mau bertemu tuan Becker! " kata papa Oscar.


"Apa sudah ada janji tuan? " tanyanya yang memang sesuai prosedur yang ada.


"Sudah! " jawab singkat papa Oscar.


"Sebentar tuan! " kata sang resepsionis.


Yang tak lama keluar lah asisten Noberto dari dalam lift untuk menjemput tuan Oscar.


"Tuan Oscar, nyonya! mari saya antarkan keruangan tuan Len " kata asisten Noberto.


"ya! " jawab singkat papa Oscar.


Papa Oscar dan mama Rosa terus mengikuti langkah asisten Noberto hingga sampai di ruangan Len.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2