Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mendapatkannya


__ADS_3

"Hohoho!!! kau berani mengumpat di depan wajahku hm!! aku akan membuatmu menyesal berteriak di depan wajahku dan membuatmu tak bisa lepas dari hidupku setelah ini sayang ku!!! " ucap Carl yang sudah gelap mata, dengan senyum menyeringai mengerikan.


"Jangan macam-macam atau aku akan berteriak sekencang-kencang nya!! " ancam Senta.


"Lakukan saja! karena aku bebas melakukan apapun di sini!!! " jawab Carl tak ada rasa takut sama sekali.


Dengan sigap Carl menarik ke atas piyama sepaha yang saat ini ia kenakan yang membuat Senta kaget dan mulai merasakan ketakutan luar biasa.


"Ti.. tidak!! apa yang kau lakukan, aku tidak mau, lepaskan aku!!!!! " ucap Senta melihat Carl yang tak terkendali saat ini. " ma!!!! pa!!! tolongggggg!!! hiks!!" teriak Senta.


cup...


Carl mencium paksa Senta yang berada di bahwa nya, dengan tangan yang sudah menjalar kemana- mana, tak peduli berantakan, teriakan, bahkan tangisan kekasih nya, entah kenapa ia tak bisa mengontrol emosinya saat dengan langsung Senta selalu meminta berpisah darinya.


Teriakan di wajahnya adalah akhir dari segala kesabaran nya yang secara baik-baik memberikan pengertian pada kekasih nya, dengan gelap mata Carl mencoba mendapatkan yang tak seharusnya ia miliki untuk sekarang.


Cukup lama Senta memberontak dengan tubuh tak seberapa, akhirnya rasa lelah mulai menjalar di tubuhnya, berontakan yang sia-sia itu cukup membuat Senta putus asa akan apa yang ia alami setelah ini.


"Hiks, hiks!!! " Senta hanya bisa menangis di sela-sela ciuman kasar yang tak pernah ia rasakan, hatinya yang hancur semakin tak berbentuk lagi saat kembali mendapatkan perlakukan tak mengenakkan dari mantan kekasih nya.


Secara berlahan cium yang sangat lama itu turun kebawah, dan semakin ke bawah dengan baju yang sudah berserakan tak berbentuk.


"Hiks, hiks!! cukup, kalau kau melakukannya aku akan membenci dirimu seumur hidupku!!! " ancam Senta lagi berharap Carl menghentikan perbuatan bejatnya.


Dan benar, ciuman yang ia rasakan ditubuhnya tiba-tiba berhenti yang membuat Senta sedikit memiliki harapan di sela-sela keputusasaan nya.


"Hiks, hiks!!! jangan lakukan lagi!! aku tak suka!!! " ucap Senta menatap mantan pacarnya yang juga menatapnya dengan kemarahan dan nafsu yang sudah tak tertahankan.

__ADS_1


Tapi bukannya melakukan apa yang Senta katakan, Carl semakin brutal menyentuh tubuh kekasih nya, memberikan tanda cinta yang bahkan bukan merah lagi, tapi sedikit biru-biru di kulit putih kekasih nya.


"Akkkkkkkhhhhhhhhh!!! tolong aku!!! toloooonnnngg!!!? " teriak Senta sekencang-kencang nya bersamaan rasa sakit yang ia rasakan pada bagian intinya. " jangan!!!!!! " teriaknya lagi.


Carl dengan tega merudal paksa kekasih nya itu tanpa rasa kasihan atau akibat yang akan ia lakukan setelahnya, dengan mata terpejam nya ia merasakan hal baru yang belum pernah ia rasakan, rasa sesak dan penuh kesulitannya yang tak pernah ia alami bersama wanita- wanita bayarannya.


Yang tentu saja hal itu tak akan sama, karena kekasih nya masih bersegel itu tak bisa di bandingkan sekuku pun dengan wanita-wanita bayarannya selama ini.


Dengan pelukan erah Carl merasakan cakaran-cakaran di punggungnya sebagai pelampiasan sakit yang Senta rasakan saat ini, rasa perih dan tangisan pilu Senta menyadarkannya akan dampak yang akan ia Terima setelah ini.


Tapi nasi sudah menjadi bubur, dengan tubuh yang saling menyatu tak akan mengembalikan apa yang ia renggut saat ini, bersamaan dengan mengalirnya darah segar yang menandakan semuanya sudah terlambat untuk di akhiri.


"Huhuhuhuuuuuu!!!! aku membencimu sialan!! " teriak Senta yang di peluk begitu erat oleh Carl, dengan tangannya yang tak pernah tinggal diam untuk memberikan pelajaran pada mantan kekasih nya itu.


"Aku mencintaimu! aku sangat mencintaimu! aku akan mempertanggung jawabkan segalanya padamu sayang!! " ucap Carl yang mulai menyadari akan tindakan keterlaluan nya.


Di sela sela permainan yang sangat hati-hati, Carl juga harus mendengar ucapan kebencian dan tangisan yang terlontarkan dari bibir cantik kekasih nya, kalaupun terdengar menyakitkan Carl akan dengan sigap membungkam bibir Senta dengan bibir nya sendiri.


Tangisan, umpatan yang Carl Terima, sesekali di barengi erangan tak tertahankan, dengan Carl yang semakin bersemangat untuk mencapai puncak keduanya.


Pria perkasa itu tak cukup hanya 1 jam permainan, yang membuat sang lawan main semakin tak berdaya di permainan pertama seumur hidupnya, hingga umpatan dan tangisan yang ia dengar berlahan memudar, berganti erangan kecil yang semakin membuat Carl puas akan permainannya.


"Cu... cukup!!! " ucap Senta dengan mata terpejam nya yang sudah menikmati segala permainan memabukkan yang Carl perankan.


Cukup di akui, seorang player sepertinya begitu pintar membuat wanita terbuai di bawahnya, seperti yang Senta rasakan pada akhirnya, yang tak bisa menahan erangannya setelah berkali-kali mencoba menahannya sekuat tenaga.


"Apanya yang cukup!! aku belum keluar sayang! " ucap Carl senyum sembari mengelap keringat di dahi kekasih nya dengan penuh rasa cinta.

__ADS_1


Tapi tak lama tangan besarnya di tepis cukup kencang yang membuat tangan Carl terhempas begitu saja, senyumannya seketika mengulang, bersamaan dengan kasarnya Carl mempermainkan tubuh kekasih nya.


"Aaakkkkhhhhhh!!! " teriak Senta yang sisa tenaga yang ada, dengan tubuh yang terguncang hebat dan inti yang sedikit sakit. " hiks, hiks!! sakit!!! kenapa kau menjadi pemarah seperti ini!!! " ucap Senta menatap pria yang begitu kejam mengambil kesuciannya.


Tak ada jawaban apapun selain tatapan tak bersahabat Carl, sampai ia mendapatkan puncak yang ia inginkan, sedangkan Senta jangan di tanya, entah berapa kali ia sudah merasakan puncak yang tak pernah ia rasakan selama ini.


Dengan nafas naik turun, Carl memeluk tubuh ringkih yang berada di bawahnya, dengan pasangannya yang lebih memilih memalingkan wajahnya.


"Terimakasih sayang!!! " ucap Carl yang tak melupakan ucapan terimakasih nya mendapatkan hal berharga di hidup kekasih nya. " aku mencintaimu!! " lanjutnya dengan sesekali mencium wajah tak berdaya kekasih nya.


Dengan Senta yang memilih membungkam kan bibirnya, sembari memejamkan matanya yang tak bisa menerima kenyataan kalau dia sudah kalah sekarang, air matanya sudah kering hanya untuk terus menangis, kehancuran hati dan tubuhnya seolah membungkam bibirnya sendiri.


"Turun dari tubuhku! " ucap Senta dengan dingin yang akhirnya membuka mulutnya.


Dengan hati-hati Carl melakukan apa yang di perintahkan kekasih nya, bersamaan dengan begitu jelas ia melihat darah kebanggan Senta yang sudah ia renggut sekarang.


Tak lama dari itu, Senta kembali membungkam bibirnya dengan tidur membelakangi pria yang sangat ia benci sekarang, sakit tubuhnya dan sakit hatinya melebur menjadi satu hingga merasakan keputusan asaan nya akan hidup.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2