
Anya terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya, sampai langkahnya di hentikan oleh panggilan pria yang ia cintai.
"Baby! " panggil Len dengan wajah penuh kekhawatiran.
Flashback on
Setelah pulang dari pertemuannya dengan pemilik perusahaan MJ Len di mall yang sama dengan yang Anya kunjungi, Len terus menunggu Anya yang tak kunjung pulang, setelah makan malam pun yang di tunggu tak kunjung pulang membuat Len semakin gelisah, apalagi Anya pasti melihat adegan tak semestinya tadi, ia ingin cepat bertemu Anya dan menjelaskan segalanya.
"Nyanya pulang malam lagi? " tanya Dante yang memang tak jauh darinya.
"Sepertinya iya! " jawab Len singkat karena kekhawatirannya.
"Ada apa dengan nyanya? kenapa papa khawatir sekali? " tanya Dante dengan wajah seriusnya, yang tentunya pria kecil itu tak ingin nyanya nya mengalami hal buruk.
"Tidak!! papa hanya khawatir nyanya di goda pria muda di luar sana! " Len beralasan.
"Ck, papa sadar, papa tua sekarang! " cibir Dante yang tak habis pikir dengan pikiran pria dewasa itu.
" Diamlah!! bagaimana sekolahmu hari ini! " tanya Len mengalihkan pembicaraan.
" Membosankan! " singkat Dante yang membuat Len mengerutkan dahinya.
"Membosankan bagaimana? katakan pada papa biar papa perbaiki nantinya! " kata Len menatap serius sang anak saat ini, apapun yang terjadi pada dirinya tetaplah kenyamanan dan pendidikan anak yang paling penting baginya.
"Dante mau sekolah! dan kelas 2 tentunya! " kata Dante dengan tenang.
"Apa kamu sudah siap?? kamu baru beberapa minggu homeschooling Dante, kamu harus homeschooling dulu sampai kamu benar-benar siap! " Len memberikan pengertian.
"Aku tau pa!! Dante sudah siap kok! " kata Dante mantap.
" Bagaimana bisa?? tunggu!! apa kamu bohong bilang tak pernah sekolah dulu? " tanya Len menatap sang anak dengan tajam.
"Tidak, tidak!! Dante memang tidak pernah seolah, tapi Dante belajar dari buku dari Anya dulu!! dan sekarang Dante siap!! " kata Dante dengan mantap yang membuat bangga papanya.
" Kau memang putraku!! " bangga akan kejeniusan sang anak. " besok akan coba di tes dulu sebelum masuk sekolah! " kata Len mengabulkan permintaan sang anak.
"Terimakasih pa! " bahagia Dante dengan memeluk sang papa. " Dante mau belajar sekarang! " kata Dante beranjak dari sana.
" Biar pak Pet mengantarkan! " kata Len yang tak ingin sang anak menaiki lift sendirian.
" Dante bisa sendiri! " kata Dante lalu berlari begitu saja.
Yang membuat Len hanya geleng-geleng kepala, tapi ia yakin anak jenius nya itu bisa menggunakan lift dengan baik setelah beberapa kali mencoba, ia kembali termenung di ruang makan yang di temani pria kembar.
__ADS_1
Len teringat dengan Anya yang entah ada di mana, merogoh ponselnya yang berada di saku celana yang berniat menelpon gadis tercintanya, sayangnya bukan Anya yang mengangkat telponnya yang tak lain sahabatnya yang Len juga tahu, tapi setidaknya ada setitik kelegaan saat tau Anya tak sendiri saat ini.
Yang tak lama ia kembali melakukan panggilan telpon dengan bodyguard bayangan Anya.
"Ada di mana Anya sekarang? " tanya Len pada orang yang ia telpon.
"Di restoran favorit mereka biasanya tuan!! ia bersama sahabatnya sekarang! " Jawab bodyguard bayangan itu menjelaskan.
"Apa dia ke toilet 30 menit yang lalu? " tanya Len lagi.
"Tidak tuan!! nona memang ke toilet tapi saat mereka baru masuk tadi!! dan beberapa menit yang lalu nona memberikan ponselnya pada sahabatnya untuk mengangkat sebuah panggilan! " terangnya lagi.
" Baiklah! pantau terus! " kata Len langsung memutuskan panggilan sepihak.
Len terdiam setelah mendengar fakta yang baru saja ia dengar, gadisnya baru saja berbohong untuk menghindarinya, ia semakin percaya kalau Anya melihatnya tadi, pikirannya semakin bingung berniat menyusul Anya atau menunggunya di rumah saja, sampai suara pria memecah lamunannya.
" Ada apa? " tanya Noberto sebagai seorang sahabat.
"Dia mengindari ku! " jawab Len menatap Noberto.
" Mungkin hanya perlu waktu saja!! Dengan sahabatnya akan jauh lebih tepat!!" kata Noberto menjelaskan.
"Aku akan menyusulnya jika tidak pulang-pulang! " kata Len .
"Orang jatuh cinta itu memang rumit!! capek sendiri yang lihat!! " batin Norbert sedari tadi diam, pria supel itu terlalu segan untuk berkata selayaknya sahabat seperti kakak kembarnya dan lebih memilih menyimpannya di hati.
Len kembali terdiam tanpa ada tanda-tanda akan beranjak dari ruang makan dengan pria kembar itu dengan setia menemani tuannya yang sedang tidak baik-baik saja, sampai terdengar dering ponsel Len yang ternyata dari bodyguard bayangan yang sama.
" Katakan! " kata Len yang sudah mengangkat panggilan telpon.
"Tyga mencoba mendekati nona saat mengantarkan sahabatnya di club Rose tuan! " lapor bodyguard.
"Apa? " kaget bercampur marah, " Bagaimana Tyga bisa ada di sekitar sini!! aku ke sana sekarang! " Kata Len dengan kilatan kemarahan yang langsung di cegah oleh Noberto.
Noberto dengan cepat merebut ponsel tuannya, tuannya tak boleh gegabah kalau sudah menyangkut tentang Tyga.
"Ada apa? " tanya Noberto pada penelpon sambil melihat Len yang gelisah. " Jangan ke mana-mana dulu! " kata Noberto pada sang sahabat.
"Tyga bersama nona sekarang!! " terang bodyguard bayangan Anya, yang membuat Noberto tau akar permasalahan nya. Q
"Jangan ke mana-mana, atau Tyga akan tau hubunganmu dengan nona, yang akan membahayakan nya nanti!! aku yakin Tyga hanya sekedar berkenalan saja, jangan sampai kau malah memperburuk keadaan nantinya! " kata Noberto pada Len yang membuat pria itu lagi-lagi terdiam. "Beri peringatan bahwa tempat itu tak aman untuknya! " kata Noberto pada si penelpon yang pasti di pahami sang bodyguard.
"Baik tuan! " jawab si penelpon.
__ADS_1
Dan benar saja, tak lama ada suara tembakan yang terdengar di dalam ponsel dengan mode loudspeaker yang pasti dapat di dengar oleh semua orang di meja makan.
Yang semakin membuat Len gelisah, apalagi penembakan itu terjadi tak jauh dari Anya pastinya, Len khawatir Anya akan syok dan ketakutan tanpa dia di sisinya, tapi di lain hal dia tak boleh gegabah menunjukkan hubungannya pada Tyga yang akan membahayakan Anya nantinya.
"Pergi dari sana dengan cepat!! biarkan bodyguard lain yang mengawasi nona!! " kata Noberto dan mematikan panggilan telpon mereka. " Nona akan baik-baik saja, selagi kau tak memperlihatkan dirimu di sekitar nona! " kata Noberto lagi untuk sang sahabat.
" Ya, kau benar!! Bodoh sekali apa yang akan aku lakukan barusan. " kata Len menyadari kecerobohannya.
" Ya, kau akan bodoh jika menyangkut nona!!" jawab Noberto dengan pedas.
" Kau! " kesal Len yang di katakan bodoh oleh sahabat berkedok asisten itu.
"Itu benar bukan? kau harus mengontrol emosimu saat bersama nona, biar bisa berfikir jernih menghadapi masalah ke depannya!! Aku tak akan selalu tau apa yang akan kamu hadapi nantinya!! berfikir cerdas lah seperti dulu!! " kata Noberto yang lagi -lagi memberikan solusi.
" Aku akan belajar itu! " Kata Len membenarkan.
" Dan hati-hati karena Tyga sudah kembali, hilangkan rasa persahabatanmu itu pada orang yang selalu ingin menghancurkan mu dan bunuh saja pria meresahkan itu, lagi pula kau memiliki banyak kesempatan untuk membunuhnya, Tyga terlalu memandang remeh kau yang berkali-kali lipat lebih kuat darinya!! " Noberto kembali menasihati.
" Aku setuju dengan itu, apalagi anda punya nona dan tuan kecil yang takutnya akan menjadi korban nantinya, karena Tyga hanya menginginkan kehancuran anda! lebih cepat lebih baik! " kata Norbert yang sedari tadi hanya diam.
"Akan aku pikirkan! " kata Len berlalu pergi meninggalkan pria kembar itu menuju kamarnya.
Len merenungkan segalanya, Keselamatan orang yang ia sayangi dan Tyga yang tak henti-hentinya berulah, termenung sangat lama, sampai ia mendengar suara langkah kaki dari luar yang Len tau siapa itu, ia bergegas berjalan membuka pintu kamarnya dan memanggil Anya yang sedari tadi ia tunggu.
"Baby! " panggil Len dengan wajah khawatirnya.
Flashback ****off****
.
.
.
Sudah tau siapa Tyga?????
Lanjut...
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1