
" Hhooooohhhhmmm!! " Senta sedikit menguap. "baiklah-baiklah! " jawabnya .
" Tak sadar kalau kau begitu cantik dan sangatlah fresh, kau adalah idaman setiap pria yang ingin memiliki hubungan serius, kau keibuan, kau cantik, kau pemberani, kau juga sangat lucu! kau paket komplit untuk seorang pria dewasa seperti kami, kau selalu merendah yang membuatku semakin mencintaimu, kau juga wanita yang kuat dengan segala masalah internal yang kau emban sendiri! di mana sisi rendahnya di dalam dirimu, karena aku tampan dan mapan? tapi bukankan sangat cocok dengan wanita cantik dengan paket komplit sepertimu hm?? jangan pernah merendahkan dirimu lagi, karena kau sangatlah terhormat dan mahal bagiku pria yang pendosa ini! kau paham sekarang? " ucap Carl tak ada jawaban yang membuatnya mengerutkan dahinya, berfikir dengan menebak-nebak . " sayang? " panggil sekali lagi tapi kembali tak ada jawaban, yang semakin mendukung kebenaran tebakannya tadi.
Hingga berlahan di lihatnya dengan baik-baik wanita yang sedari tadi masih berbaring membelakangi nya yang ternyata ia memejamkan matanya dengan dengkuran halus di bibirnya tertidur begitu pulas, membuat Carl melongo sesaat.
"Tuh kan! " ucap Carl membenarkan tebakannya. " Apa kau pikir aku sedang berdongeng tadi sampai-sampai membuatmu tertidur begitu cepat hm? " tanyanya pada wanita yang bahkan tak bisa merespon ucapannya. "Tapi tak apa, yang terpenting kau sudah menerima cintaku, dan membuat hubungan serius ini semakin serius nantinya, sampai benar-benar dapat mempersunting mu, menjadi satu-satunya seperti permintaanmu tadi!! aku sangat mencintaimu tau! aku tak pernah se cinta ini pada seorang wanita, kau wanita pertama dan satu-satunya yang mendapatkan cinta berlimpah dariku! jangan tinggalkan aku atau menyakiti hatiku hm!! i love you sayang! " ucapnya lagi sebelum ikut memejamkan matanya dan menyusul kekasih hatinya yang sudah tidur sedari tadi.
Pagi harinya, orang pertama yang membuka matanya adalah Senta karena memang kebiasaan paginya tak jauh beda dengan sang sahabat Anya, hal pertama yang ia pandangi adalah interior kamar yang jauh berbeda dari kamar miliknya, lebih terlihat maskulin ketimbang kamarnya yang cenderung ke feminim.
Sampai Senta melotot kan matanya saat mengingat di mana ia terakhir kali berbaring, di tambah sebuah tangan besar yang tidur memeluk pinggang rampingnya, secara reflek ia bangun dari tidurnya yang membuat sebuah pergerakan cukup besar dengan wajah yang masih syoknya.
"Kenapa sayang? " tanya Carl terbangun dari tidurnya karena pergerakan Senta tadi dengan suara serang khas bangun tidur dan rambut yang berantakan, lalu menatap wanita yang berdiri mematung tak jauh dari ranjang dengan wajah syoknya. " Kenapa hm? " tanyanya lagi karena tak ada jawaban.
"Apa aku akan hamil? " ucap tak terduga Senta.
Membuat mata Carl yang tadinya masih mengantuk dengan sesekali masih memejamkan matanya menjadi terbuka lebar selebar lebarnya dengan begitu terang benderang menghilangkan rasa kantuk nya dalam sekejap mata.
"Apanya yang hamil? aku tak melakukan apapun padamu! " ucap Carl yang kaget dengan ucapan absurt kekasihnya yang masih bolos lebih terkesan bodoh.
"Tapi semalam ini kita sudah tidur bersama! " kata Senta yang masih dalam keadaan syok tak bisa berfikir jernih, ia masih tak menyangka bisa tidur dengan seorang pria untuk pertama kali di hidupnya.
__ADS_1
"Kau tak pernah belajar biologi ha? kau pikir hanya sedang tidur bisa jadi anak? orang hamil itu terjadi ketika sel telur bertemu dengan sel ****** laki-laki, dan menghasilkan zigot yang nantinya akan tumbuh menjadi janin, kita saja tak pernah lakukan proses itu, bagaimana bisa kamu hamil hm? " ucap Carl yang gereget, membuat jiwa dosen gatal untuk menjelaskan kepada kekasih bodohnya itu.
"Hehehe!! ini kali pertama aku tidur seranjang dengan pria, kenapa jadi sebodoh ini sih! " ucap Senta memukul pelan kepalanya sendiri, tapi hanya sesaat sampai ia menyadari masalah baru yang akan ia hadapi nanti. " tunggu! ponsel? mana ponsel? tas, tas??" bingung Senta dengan wajah kembali panik.
"Kau semalam menaruhnya di luar! " ucap Carl membantu menjawab pencarian Senta.
Dengan secepat kilat Senta berlari keluar kamar kekasihnya, yang tak lama tiba-tiba ia kembali dengan Carl yang sudah berdiri dari tidurnya, dengan satu telapak tangannya ia arahkan pada kening kekasih barunya itu, mengukur suhu tubuh Carl yang semalam sempat panas.
"Panasnya sudah turun! " ucap Senta dan kembali berlari keluar menuju benda yang ia cari tadi.
Carl yang melihat tingkah kekasihnya itu hanya bisa geleng-gelang m, di tengah kepanikannya masih juga memikirkan kesehatannya, membuatnya sangat bahagia merasa di cintai dan begitu di perhatikan oleh kekasih hatinya.
Dengan sedikit membenahi rambut yang acak-cakan Carl melangkahkan kakinya ke arah kekasih hatinya berlari tadi.
"Aku tidak pulang dan tak ada kabar semalaman, tapi tak ada panggilan telpon dari papa maupun mama! apa mereka tak khawatir dengan putri mereka, padahal aku barusan sudah panik takut mereka akan khawatir padaku! hehe, mereka benar-benar sudah gak peduli dengan putri mereka! " ucap Senta sedih dengan tertawa sumbang.
Mendengar itu, Carl langsung memeluk Senta yang sedang bersedih karena kedua orang tuanya, memberikan kenyamanan, perhatian, dan rasa cinta yang kekasih hatinya butuhkan.
"Kau tak ingin keluar dari rumah itu? " tanya Carl yang memang menurutnya rumah tempat berpulang gadisnya itu sudah tak sehat secara mental.
"Ya, sangat ingin, tapi aku belum memiliki uang yang cukup dan pekerjaan yang tetap! " jawab Senta yang sebenarnya sudah muak melihat kelakuan kedua orang tuanya dengan sugar baby mereka masing-masing.
__ADS_1
"Menikahlah denganku! " ucap Carl dengan penuh keyakinan.
Membuat Senta otomatis mendongakkan kepalanya menatap wajah pria yang jauh lebih tinggi darinya, sampai merasakan sebuah keyakinan yang cukup kuat di mata prianya, tapi sayangnya malah dirinya yang tak yakin akan pantas berada di samping kekasihnya itu dalam sebuah ikatan yang sakral baginya.
"A.. aku..... "
"Tak apa kalau belum siap! aku pasti akan menunggumu siap dengan pinangan ku nanti! aku hanya tak ingin kau mendapatkan kehidupan yang baik dan keluar dari rumah terkutuk itu! " ucap Carl memotong ucapan Senta yang sangat jelas belum siap untuk menuju sebuah pernikahan.
"Maaf, bukan aku tak yakin padamu! hanya perlu waktu untuk memantaskan diri dan yakin seyakin yakinnya! aku tak mau kita menikah hanya untuk pelarian ku semata, yang malah menyakitimu nanti, biarkan aku pantas dan yakin dulu! aku hanya ingin yang terbaik untuk hubungan ini! " ucap Senta dengan ketulusan di hatinya.
Walau sempat di tolak, tapi Carl malah bahagia mendengar ucapan Senta, ia tak salah memilih orang untuk di jadikan istri nantinya, kekasihnya itu begitu memikirkan segalanya, begitu berharganya kah dirinya sampai Senta yang paket komplit itu harus memantaskan diri dengannya dengan tujuan yang sangat menyentuh hatinya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...