
"Tanpa harus merenung aku tau siapa yang aku cintai yaitu kamu!! maafkan aku, aku menyesal!! aku hanya marah saat anakku terluka, sampai tak bisa berfikir logis saat itu. " kata Len kembali memelas.
Tak ada jawaban dari anak, tapi bukankah bagus jika Len mengkhawatirkan anaknya, tapi bukan berarti juga membenarkan tindakannya, sampai tak lama terdengar dering telpon milik Anya.
Yang mau tak mau membuat percakapan mereka terhenti, Anya berjalan ke tempat ponselnya berada yang di ikuti Len dari belakang, hingga mereka berdua melihat nama yang tertera di layar ponsel milik Anya.
Melihat nama papa Oscar yang memanggil saat ini, membuat Anya mengela nafas panjang untuk menetralkan emosinya sebelum mengangkat panggilan telpon papanya.
"Halo pa? " kata Anya saat sudah tersambung, dengan suara ceria tapi tidak dengan mata itu.
Len merasa dejavu sekarang, ia pernah melihat hal sama yang ia lihat saat ini, apa lagi semuanya karena ulahnya, dan terlihat sama persis.
"Halo sayang? bagaimana kabarmu? " kata papa Oscar yang masih dapat di dengar oleh pendengaran tajam milik Len.
"Baik pa! Bukankah di sana sudah malam? tumben sekali? apa ada hal penting pa? " kata Anya .
"Papa besok akan pulang, dan baru bisa mengabari sekarang! " kata papa Oscar menyampaikan maksudnya.
"Pulang?? tidak!! Anya tidak boleh meninggalkanku! apa lagi hubunganku tidak baik-baik saja saat ini! " batin Len cemas dan khawatir saat ini.
"Benarkah??? yeeee!! papa pulang! " senang Anya tanpa mempedulikan pria yang ada di belakangnya sekarang.
"Iya, tapi papa hanya dua hari di sana! " jelas papa Oscar.
"Dua hari?? its oke! " kata Len lega dalam hati.
"Yahhh, hanya dua hari!!! " kata Anya yang kecewa.
"Maaf sayang! pekerjaan papa masih banyak yang belum selesai dan tidak bisa lama-lama di tinggal!! hanya saja mamamu tak bisa membendung rasa kangennya pada putri tercintanya! Anya mau apa kalau papa pulang? " kata papa Oscar untuk menghibur sang putri.
"Apa Anya boleh tinggal di rumah saja pa? " tanya Anya dengan hati-hati.
"Apa?? kau berniat meninggalkanku baby!! aku tak akan membiarkan itu terjadi! " batin Len yang marah, khawatir bercampur menjadi satu.
"Tidak bisa!! papa tidak akan membiarkan Anya tinggal sendiri!! lebih aman jika kamu bersama dengan Len Anya!! ada apa? apa ada sesuatu yang terjadi, yang membuat kamu tak betah di sana sayang? " tanya papa Oscar.
"Waduh! bagaimana kalau Anya mengatakan semuanya!! apa lagi anak kesayangannya baru mendapatkan tamparan dariku!! bagaimana ini?? aku tak mau di pisahkan oleh Anya sekarang! " kata Len dalam hati yang semakin khawatir.
__ADS_1
"Tidak ada pa, hanya saja Anya masak tidak boleh!! bahkan sudah lama Anya tidak buat cake lagi! " kata Anya mengadu, yang memang juga salah satu faktor ia ingin tinggal di rumahnya sendiri, sebenarnya ada faktor besar yang tak mungkin Anya katakan.
"Hanya memasak?? aku akan mengabulkannya!! asalkan kamu tidak meninggalkanku baby! " batin len menyanggupi.
"Hahahahhahaa, papa akan bicarakan nanti pada len, ada keluhan lain sayang? " tanya papa Oscar.
"Tidak ada pa! " jawab Anya.
"Iya sudah, papa akan tidur dulu!! sudah malam, dan sampaikan pada Len kalau papa pulang besok! " kata papa Oscar.
" Baik pa, pasti Anya sampaikan!! Good night, Anya sayang papa. " kata Anya dengan hangat.
"Good night , papa juga sayang Anya! " kata papa Oscar sebelum sambungan telepon merek terputus.
Setelah kembali meletakkan ponselnya, Anya di kagetkan dengan yang berdiri cukup dekat di belakangnya saat ia membalikkan badannya, mundur satu langkah untuk memberikan jarak pada mereka berdua.
"Sejak kapan kamu ada di sini! " kata Anya dengan dingin kembali.
"Kau berniat meninggalkanku baby? " kata Len dengan menatap tajam.
"Tidak ada hubungan apapun di antara kita, dan tidak akan ada istilah meninggalkan atau di tinggalkan! " kata Anya menantang Len.
"Apa kau pikir aku percaya dengan omonganmu itu?? tidak akan lagi!! " kata Anya menatap dengan wajah dinginnya.
"Tidak baby, aku mengatakan sebenarnya, aku akan menikahi mu saat papamu pulang nanti. " kekeh Len.
"Nikahi saja cinta pertamamu sekaligus wanita yang melahirkan putramu!" kata Anya marah.
"Sudah aku bilang aku tidak mencintainya, hanya kamu, dan kamu yang akan aku nikahi! "
"Kau jangan egois, pikirkan putramu saat ini, berikan kebahagiaan untuknya! "
"Dante juga bahagia bersamamu, apa lagi yang harus di beratkan! " kekeh Len.
"Keluarga yang utuh adalah kebahagian yang sebenarnya untuk setiap anak, kau tidak boleh egois! "
" Aku bisa mewujudkannya bersamamu, dan hanya denganmu baby! " kekeh Len lagi
__ADS_1
"Tapi ada harapan besar di matanya, harapan dimana papa dan mamanya kembali bersama, mungkin dia hidup dalam tekanan selama ini yang membuatnya tak berani mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya, aku tak ingin mematahkan harapan itu, apa lagi harus menghancurkannya! " kata Anya panjang lebar.
"Tak akan membuatku merubah keputusanku untuk menikahi mu, meskipun kau mengatakan apapun sekarang. " kata Len yang tak goyah.
"Kau egois, ingat posisimu saat ini, kau tak sendiri seperti dulu! " kata Anya mengingatkan bahwa ia sudah menjadi seorang ayah sekarang.
"Setelah rasa sakit yang aku berikan, kau masih peduli padaku baby, bahkan memikirkan perasaan anakku, aku tak akan menyerah untuk memperjuangkan mu, dan aku tak akan salah memilihmu! " kata Len dengan senang.
"Tolong keluarlah!! sepertinya tak ada lagi yang akan kau bicarakan! " kata Anya melihat tak ada sepatah kata lagi yang terucap dari mulut Len.
"Apakah masih sakit? " tanya Len yang akan menyentuh pipi Anya yang masih memerah, tapi langsung di tepis oleh Anya.
" Tidak! " kata Anya dengan dingin yang kembali di ingatkan dengan sebuah tamparan tadi, "Tidak sesakit hatiku saat ini! " lanjut Anya dalam hati.
" Maaf! " cicit len dengan wajah penuh penyesalan, sebenarnya Len sakit mendapatkan penolakan oleh gadis tercintanya, hanya raut kesedihan di wajah Len.
"Bisakah kau keluar, aku mau ganti baju! " usir Anya lagi.
"Ganti saja!! aku mau di sini baby! " kata Len santai.
"Keluar! aku merasa tak nyaman sekarang! "
"Tidak mau! " kekeh Len.
Anya hanya bisa menghela napas bukan hanya kejam Len juga termasuk pria pemaksa, ia tak akan mampu menandingi sikap pemaksa nya, alhasil membuatnya pergi ke ruang ganti, dengan seorang pria yang ada di kamar nya saat ini.
Sedangkan Len hanya tersenyum, karena menang atas perdebatan mereka barusan, menunggu sang gadis selama apapun, tanpa khawatir sang anak terbangun mencarinya, karena ia yang obat yang terakhir di minum anaknya sedikit mengandung obat tidur di dalamnya.
.
.
.
Lanjut
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...