
Beda halnya dengan Len sahabat Carl yang ber mood jelek hari ini, Carl sendiri mengawali paginya dengan perasaan bahagia di dalam hatinya, karena hari ini ia mendaftarkan pernikahannya dengan sang kekasih melalui anak buahnya.
Walau perjalanannya masih cukup panjang untuk mendapatkan hati kekasihnya lagi, tapi setidaknya senta sudah berada dalam jangkau nya, tanpa takut di tinggalkan atau di ambil orang lain karena status yang akan mengikat mereka.
Tapi kebahagiaannya itu tak dengan terang-terangan ia tunjukkan, karena sang kekasih memilih mendiami nya, tak protes ataupun menjawab semua ucapannya.
Tak seperti kemarin yang masih ada protes di bibirnya, semua itu terjadi semenjak orang tuanya mengunjunginya kemarin, dan sekarang Carl sendiri sedang membantu kekasihnya untuk beres beres pulang. Seperti yang di ucapkan Bastian kemarin, kalau senta bisa pulang keesokan jarinya saat infusnya sudah habis.
"Apa papa mama tak ingin menjemput ku di rumah sakit?? " batin senta dengan matanya yang mengedar ke mana-mana mencari orang yang ia tunggu tunggu.
"Cari apa hm? " tanya Carl yang tak di tanggapi oleh sang kekasih.
"Jangan berharap yang tak mungkin senta!! mereka tak akan peduli padamu sekalipun kau mati sekarang!! peduli pun juga pasti ada maunya!!! jangan harapkan apapun lagi di dunia ini, karena Tuhan tak akan mengabulkannya untukmu!!! " batin Senta tanpa peduli akan sekitarnya.
Ia di bopong untuk duduk di kursi roda ia sama sekali tak peduli, sampai di depan mobil mewah mantan kekasihnya juga semakin tak peduli, hatinya seolah membatu , dengan otak yang selalu berfikir tentang kemalangan hidupnya.
Di dalam mobil, Carl sama sekali tak melepaskan genggaman tangannya pada tangan kecil Senta, ia kembali menunjukkan siapa ratu didalam hatinya, berlahan namun pasti ia juga mencoba kembali menyakinkan hati Senta dengan tindakan-tindakannya, ia juga akan belajar dari kejadian sebelumnya untuk tak membuat kesalahan yang sama lagi dan lagi.
"Apa tangannya terasa nyeri lagi sayang? " tanya Carl melihat perban di tangan Senta dan wajah nya yang terlihat menahan kesakitan, tapi sayangnya Senta tak berucap sedikitpun untuk menjawab pertanyaan nya, jangankan berucap menggeleng atau mengangguk saja tidak.
Carl sendiri hanya bisa menghela napas panjang, ia harus bersabar untuk menghadapi keterdiaman Senta, karena ia juga ikut andil akan hal itu.
"Berhenti di apotek sebentar!! beli obat ini!!! " perintah Carl pada sopirnya dan menunjukkan resep obat pereda nyeri yang di anjurkan Bastian kemarin.
__ADS_1
"Baik tuan! " jawab supirnya yang tak lama memberhentikan mobilnya di apotek yang tak sengaja mereka lewati.
Tak butuh waktu 5 menit obat yang Carl pesan sudah ada di tangannya, dengan sigap memberikan satu untuk Senta minum, dan air yang siap untuk membantu Senta meminum obatnya.
"Minum obatnya, biar tak terlalu sakit!! " ucap Carl begitu lembut menyodorkan satu buah obat di tangannya, dan di saat Senta akan mengambilnya, Carl dengan sigap mencegahnya. " Biar aku saja!! buka mulutmu!! " ucap Carl dengan senyum kecilnya karena sedang di tatap oleh kekasihnya.
"Mungkin aku akan sangat bahagia mendapatkan perlakukan seperti ini jika kau tak mengkhianati ku waktu itu!!! dan mungkin aku juga sangat bahagia saat mendengar kau berniat mempersunting ku sebelum kau membuat hati ini ragu untuk memilihmu!!! " batin Senta yang tak sadar tangan mantan kekasihnya sudah menggantung cukup lama.
"Hey, ayo buka mulutmu, jangan melamun terus!! " tegur Carl yang akhirnya membuat kekasih hatinya sadar dengan berlahan membuka mulutnya, tak lupa air yang sudah ia sediakan dari tadi, menyuapi nya dengan begitu hati-hati agar tak membuat Senta sedak, dan tak lupa bersihkan sisa sisa air yang tertinggal di bibir kekasihnya. " Mau cookies untuk menghilangkan rasa pahit di mulut hm? " tawal Carl dengan membuka sebungkus cookies yang ia punya di mobilnya, tapi tak ada respon dari senta yang lebih memilih menatap luar jendela mobil, " Mau tidak? " tanya nya lagi menunjukkan cookies yang terlihat lezat itu.
Sebenarnya Senta sendiri bisa melihat dengan samar-samar dari ekor matanya cookies di tangan Carl walau ia menatap ke arah samping, ia juga mengakui lidahnya serasa pahit setelah meminum obat tadi, tapi ego untuk diamnya terlalu dominan yang membuatnya mencoba tak peduli walau sangat sulit pada makanan yang di namakan cookies itu.
Pada akhirnya Carl memakan sediri cookies yang sudah ia buka, walau tak menyukai makanan manis, ia mencoba memakannya untuk membuat respon si pecinta makan itu.
Dan benar saja, baru satu gigitan Senta sudah menatapnya dengan tatapan dinginnya, yang membuat hatinya sedikit tercubit di buatnya, karena mata itulah yang dulu menatapnya penuh cinta, tapi Carl mencoba tak menunjukkan rasa sakit di hatinya dengan menunjukkan senyum manis di bibirnya.
Saat akan kembali mengigit cookies untuk kedua kalinya, Tiba-tiba cookies itu di ambil paksa secara cepat oleh wanita Carl yang tak akan bisa tahan oleh makanan.
Dengan senyum kecilnya carl menatap wanita yang mengambil alih cookies nya , dan dengan lahapnya menghabiskan cookies yang sempat ia gigit tadi.
"Enak? " tanya Carl yang lagi-lagi tak di jawab oleh Senta, tapi tangannya menunjukkan cookies baru yang akan membuat Senta merespon ucapannya. "Enak? " tanya Carl lagi, tapi hanya di tatap oleh sang wanita tercinta dan tak lama pandangan itu turun ke bawah ke tangannya yang memegang cookies.
"Enak! " jawab Senta dengan singkat seperti kutub utara lalu mengambil cookies di tangan mantan kekasihnya.
__ADS_1
Carl tersenyum bahagia saat bisa mendengar suara Senta walau hanya satu kata setelah semalam dan pagi ini tak mendengarnya sedikitpun, ia begitu rindu akan ocehan sayang, kekonyolan Senta, dan keceriaannya yang sudah tak terlihat lagi sekarang.
Tapi ia mencoba bersyukur dan berusaha dengan keras lagi untuk mengembalikan semuanya, atau malah akan lebih membahagiakan wanitanya nanti.
Sampai di kediaman Senta, Carl begitu mudah membopong tubuh kekasihnya itu, dengan hati-hati mengeluarkannya dari dalam mobil, dan berniat memindahkannya ke dalam kamar.
Tapi sayangnya langkah Carl terhenti waktu papa dan mama senta memanggil mereka di saat mereka begitu santai duduk di ruang tamu.
"Bawa Senta ke sini dulu! papa dan mama mau menunjukkan sesuatu!!! " ucap papa Senta.
"Apa suratnya sudah sampai!!! " batin Carl yang menebak itu adalah dokumen pendaftaran pernikahan mereka sembari mendudukkan Senta di sampingnya.
"Mereka bersantai di rumah, saat anak semata wayangnya terkapar tak berdaya seperti ini?? hehe, lucu sekali!!! " batin Senta yang miris akan kehidupan keluarganya.
"Tanda tangani ini!! kalian bedua!!! " ucap papa Senta yang sedang menunjukkan dokumen pernikahan mereka.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...