Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Obrolan di atas ranjang


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 malam, Len baru saja sampai di kediamannya dengan raut wajah lebih tenang, tak ada aktifitas apapun saat ia masuk ke dalam mansion, hanya ada beberapa penjaga yang masih melakukan tugasnya.


Sampai di mansion, hal pertama yang di tuju adalah kamar Anya, tak butuh waktu 5 menit Len sudah ada di depan pintu, berlahan ia membuka kenop pintu kamar anya yang ternyata sedang di kunci.


Len tak ambil pusing akan hal itu, karena ia memiliki kunci kamar Anya juga, dan itu sudah di rencanakan sejak Anya akan tinggal di kediamannya.


Kembali pada pintu yang sudah bisa di buka, Len berjalan berlahan menatap gadisnya yang terbungkus selimut tebal dengan tidur menyamping, Len melihat ada butiran air di dahi , dan di sudut mata Anya.


"Kau baru tidur baby!! bahkan air matamu belum mengering!! " kata Len dalam hati yang sedih saat ini.


Len berlahan membaringkan tubuhnya di samping anya, sambil menyebabkan selimut tebal itu dan ikut masuk ke dalamnya. Ia terus memperhatikan wajah ayu Anya dengan mata sendunya.


"Kau gerah baby? " tanya Len dalam hati yang melihat semakin banyak keringat Anya yang keluar.


Dengan hati-hati Len menyibakkan selimut yang di pakai Anya sebatas pinggang, yang di respon lain oleh Anya.


"Dingin!!! " kata Anya pelan, yang segera Len kembalikan selimut itu seperti semula.


Len paham sekarang, obat yang Anya minum tadi sedang bekerja sekarang, Len memeluk Anya dengan sayang, memberikan kecupan cinta di kening yang sudah basah oleh keringat itu.


Berlahan-lahan Len memejamkan matanya mengikuti Anya, tak peduli besok gadis kecilnya marah karena tidur seranjang, matanya terlalu berat untuk memikirkan itu.


Pagi menjelang, Anya lebih dulu membuka matanya merasakan sebuah tangan besar bertengger manis di pinggang kecilnya. Anya cukup kaget sebenarnya, tapi ia mencoba tak bersuara yang nantinya akan mengganggu tidur Len.


"Sejak kapan dia ada di kamarku?? apa aku lupa mengunci?? " pikir Anya melihat manusia di sampingnya yang masih terjaga tidurnya.


Anya ingat semalam ia tidur cukup larut, jika di lihat dari pakaian Len yang seperti habis dari luar itu, membuat Anya mengerutkan dahinya.


"Dia pulang selarut itu?? dari mana?? ck, bukankah dia pria dewasa!!! dia bisa melakukan apapun diluar sana!! " pikir Anya dengan sedih.


Ia tak beranjak dari ranjang karena masih merasakan pusing di kepalanya, duduk dengan bersenderkan bantal, memandang ke arah kaca besar, tak ada niat sedikitpun untuk membangunkan pria kejam di sampingnya.


Suasana pagi dengan sedikit gemericik hujan, membuat setiap orang betah berada di atas tempat tidur begitu juga dengan Len, satu jam setelah Anya terbangun pria itu tetap betah memejamkan matanya.


"Apa dia tidak ke kantor? " pikir Anya yang menatap Len sekilas.


Kembali pada pemandangan indah di luar jendela, Anya tak ada kuliah hari ini, membuatnya lebih tenang memulihkan tubuhnya.


Anya termenung memikirkan perasaannya yang terombang ambing sekarang seolah tak ada kejelasan tapi selalu keluar perlakuan dan kata- kata cinta untuknya.


" Seperti inikah jika berhubungan dengan orang dewasa!! " pikir Anya yang tak mengerti.

__ADS_1


Gadis yang baru pertama merasakan cinta di sandingkan dengan cinta pria dewasa, membuatnya takut dengan perbedaan pemikiran cukup jauh, tapi bukankah kedewasaan tak memandang usia, sama seperti cinta.


Larut dalam pikirannya, Tiba-tiba ada tangan besar yang memeluk pinggangnya semakin erat, Anya tau siapa pelakunya, tapi ia tak peduli dengan orang ini.


Sedangkan Len yang tersadar akan tidurnya, mulai membuka matanya berlahan, pemandangan pertama yang ia lihat adalah, gadis yang ia cintai duduk dengan memandang ke arah luar.


Pemandangan sangat sempurna bagi Len, dengan tersenyum bahagia tangannya terulur memeluk gadis kecilnya dengan posisi masih rebahan.


"Pagi baby! " sapa Len dengan suara serak khas orang tidur, dengan rambut lebat berantakan dan mata tajamnya yang terlihat seksi saat bangun tidur.


"Kau tak bekerja?? " bukannya menjawab sapaan, anya bertanya seolah kapan dia pergi dari sini.


"Ayolah, aku bisa kapan saja masuk kerja baby!!! " kata Len dengan manja, semula kepalanya ada di samping anya berubah ke atas pangkuan anya.


Terlalu nyaman tidur di atas pangkuan orang yang di cintainya, sampai-sampai ia hampir tertidur kembali jika tidak mendengar ucapan horor anya.


"Kenapa pulang larut? " tanya anya seperti istri yang meminta kejelasan, membuat Len membuka matanya lebar-lebar.


"Darimana ia tau aku pulang larut!! apa semalam ia tidak tidur, tunggu!!!bukannya aku belum mengganti pakaianku!! waduhh!!!!" pikir Len yang tak kunjung menjawab pertanyaan anya.


"Tidak jadi!! " kata anya menarik pertanyaannya kembali.


Membuat Len gelagapan, bangun dari tidurnya dan duduk menghadap anya menatap wajahnya yang masih pucat tapi tak mengurangi kecantikannya.


" Benarkah?? apa kamu seperti papa?? mafia!!! aku dengar dulu papa seperti itu!!! " tanya anya.


"I.. iya!! Apa tak apa?? " tanya Len seolah meminta persetujuan.


"Kenapa?? apa kamu juga membunuh orang yang tidak bersalah? " tanya anya lagi.


"Tentu saja tidak!! daddy akan membunuh orang yang bersalah, atau yang sedang mengusik daddy?? " kata Len yang was-was gadisnya tak menerima keadaannya.


"Oh!! " kata anya santai tanpa menatap lawan bicaranya.


Len senang anya tak mempermasalahkan itu, sangking senangnya ia memeluk erat tubuh anya secara tiba-tiba, membuat anya mengaduh kesakitan.


"Aduuhhhhhh, tubuh anya masih sakit!!! " protes anya di sela-sela pelukan anya.


"Maaf baby! " kata Len melonggarkan pelukannya, yang malah memberikan kecupan di wajah anya.


"Cukup!!! " kata Anya yang mendapatkan ciuman tak cukup satu di pipinya, mendorong pelan wajah yang menciumnya tadi.

__ADS_1


"Kenapa baby!!! " kata Len sedikit kecewa.


"Anya masih sakit nanti malah tertular! " kata Anya terkesan cuek tapi penuh perhatian.


Bukannya menjauh, Len malah memberikan ciuman lebih banyak di seluruh wajah Anya memberikan banyak tekanan pada kepala anya, yang membuat kepala Anya semakin pusing sekarang.


"Kepala Anya sakit!! " keluh Anya .


"Benarkah!!! maaf baby!! " kata Len yang sudah tak menciumi wajah anya. "Kamu belum makan pagi ini, kita makan di sini saja oke! " kata Len yang di anggiki anya.


Len mulai menelpon pak pet untuk mengantarkan pesanan yang sama seperti semalam.


"Daddy mandi dulu baby! " pamit Len mencium kening anya sebelum keluar dari kamarnya menuju ke kamarnya sendiri.


Tak lama terdengar deringan ponsel Len di dalam sakunya, yang ternyata dari sang asisten.


"Bagaimana? " tanya Len saat sudah mengangkat telpon Noberto.


" Dia sudah di bandara dengan membawa pria kecil mirip anda itu tuan! " lapor Noberto.


"Apa bersama pria bajingan itu?? " tanya Len.


"Tidak, tapi masih ada campur tangan pria itu!! pria kecil itu benar-benar mirip anda tuan! " kata Noberto yang syok saat ini.


"Ikuti rencananya!! aku hanya mau putraku!! " kata Len mutlak.


Len langsung mematikan sambungan telpon itu sepihak, ia marah kenapa harus secepat ini, ia ingin membangun hubungannya dengan anya lebih dalam lagi, sebelum masalah ini akan datang.


"Sial." kata Len kesal, tapi ia teringat akan makan bersama gadis kecilnya.


Bergegas melakukan ritual mandinya yang tak ingin anya menunggunya terlalu lama.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2