Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Wanita Tanpa Nama


__ADS_3

Sedangkan Len hanya bisa menatap siksaan demi siksaan yang sahabatnya dapat, sebenarnya ada rasa kasihan di dalam hatinya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa di hadapan papa mertuanya setelah apa yang di lakukan Tyga, dengan sesekali memalingkan wajahnya karena tak tega, entah kekejamannya itu tak bisa gunakan saat bersama sahabatnya yang satu ini.


"Selebihnya kau! " ucap papa Oscar yang sudah puas, dengan Tyga yang sudah lemas karena beberapa kali menahan sakit yang luar biasa, tak lupa melepas clemek yang sempat ia pakai dan membuangnya ke tempat sampah tak jauh ia berdiri. "Jangan tunjukkan rasa belas kasihanmu pada musuh, atau kau yang akan rugi nanti! " ucapnya lagi, lalu beranjak pergi meninggalkan Tyga dan Len di ruangan itu,


Tyga menyesal sekarang harus berurusan dengan orang-orang kejam seperti di depannya, yang ia pikir tak akan seburuk itu, dengan sisa sisa ketakutan dan tenaganya ia menatap sahabat lamanya itu dengan air mata yang menggenang, mencoba meminta belas kasihan pada orang yang pernah ia anggap sahabat itu.


"Kau menyesal sekarang? " tanya Len yang di angguki kecil pria yang tak berdaya itu. " Kau tak hanya berurusan dengan ku, tapi dengan putri kesayangannya, walau aku mengasihani mu, dia tak akan pernah tinggal diam untuk membiarkan kau hidup, mungkin aku lebih kuat darinya, tapi dia lebih kejam dari ku, dia bisa membunuh siapapun demi keluarga kecilnya!"ucap Len yang tak lama menodongkan sebuah pistol di bagian kepala Tyga. " Hanya ini yang bisa aku bantu! " ucapnya.


Dor..


Satu tembakan tepat di kening Tyga, dengan sekejap dapat menidurkan sahabat lamanya untuk selama-lamanya, membunuh tanpa menderita rasa sakit yang Len maksud membatu, tapi setelah ia menembakkan pelurunya bukannya menyesal atau merasa bersalah Len malah merasa lega di hatinya, dapat menyingkirkan beban di hatinya bertahun-tahun lamanya.


Len kembali duduk di kursi yang berhadapan dengan tubuh yang hanya raga itu, dengan sempat-sempatnya menuangkan satu gelas wine yang memang selalu tersedia, dengan satu tegukan Len merayakan suka citanya sekaligus rasa dukanya.


Tak berselang lama Len beranjak pergi setelah puas menatap mayat Tyga, dan seperti biasanya ia akan menyuruh anak buahnya untuk membereskan mayat yang ada di ruang penyiksaan.


"Ada informasi penting! " ucap asisten Noberto sekaligus sahabat tuannya.


"Katakan! " jawab Len yang kembali meneguk segelas wine dengan duduk di bar mini yang ia miliki di markasnya.


"Wanita itu memang memiliki putri tapi dia tak mau di pindahkan di panti asuhan kalau tidak papanya yang menjemput, dan yang membuat kaget dia memiliki fotomu! " ucap Asisten Noberto.


"Bagaimana mungkin aku tidur dengan ibunya 8 tahun yang lalu dan dai sekarang berusia 5 tahun! dia bodoh apa bagaimana!! " kesal Len yang tau maksud asistennya.


"Dia tidak bodoh, dia baru berusia 5 tahun, di sini yang salah orang dewasa dengan mengatakan fotomu adalah papanya yang tentu salah besar!! " ucap asisten Noberto menjelaskan.

__ADS_1


"Kau tau Dante saja bisa mengejar ketertinggalan nya hanya dalam waktu seminggu, itu baru namanya tidak bodoh ! " ucap Len kesalnya.


"Jangan bandingkan dia dengan putramu dong! " ucap asisten Noberto tak setuju, yang menurutnya setiap anak pasti berbeda-beda.


"Berarti dia bukan keturunanku! ia bodoh! " ucap Len memulai berdekatan.


"Siapa yang bilang dia keturunan mu!! sudah sangat jelas dia bukan anakmu, ia hanya mengikuti ucapan orang dewasa! " kata asisten Noberto yang biasanya tak banyak bicara tiba-tiba mau berdebat dengan tuannya.


"Tetap saja dia bodoh!! mana ada orang hamil selama 3 tahun dan menghasilkan dia! " ucap Len dengan mendumel.


"Mana dia tau kalau kau melakukan dengan ibunya saat 3 tahun yang lalu, yang ia tahu hanya fotomu itu adalah papanya, itu saja! " kata asisten Noberto yang masih tak mau kalah.


"Aku ingin membunuh ibunya sekarang juga! " ucap Len yang kesal dengan doktrim yang wanita itu berikan pada anaknya dengan sangat merugikan dirinya apalagi jika calon istrinya tau dan salah paham padanya.


"Bawa wanita itu ke ruang penyiksaan! " ucap Len pada salah satu anak buah yang juga sedang meminum wine nya.


Tak lama anak buahnya pergi, Len ikut bangkit untuk memberikan pelajaran pada wanita yang ia sendiri tak tau namanya tapi sudah sekali ia tiduri dulu, dengan menepuk pelan bahu Noberto sebelum benar-benar pergi.


Sedangkan Noberto tak pernah mencegah apa yang di lakukan tuan sekaligus sahabatnya itu jika memang Len yang tak salah, atau melalukan tindakan yang sesuai prinsip mereka.


Di raung penyiksaan yang sudah bersih dari mayat dan darah Tyga yang padahal baru saja di tinggal beberapa menit yang lalu dan anak buah Len benar-benar melakukan tugasnya dengan baik, dan sekarang berganti dengan wanita tanpa nama yang berbaring di brankas dengan tubuh terikat.


Dengan segala berontakan yang sia-sia wanita itu tetap saja melakukannya dengan air mata yang tak berhenti mengalir, ia tak pernah berfikir kenekatannya akan berujung seperti yang di katakan orang yang mengancamnya dulu.


ceklek..

__ADS_1


Di sela-sela berontakan wanita tanpa nama itu, Len masuk dengan berlahan berjalan menuju brankas .


"Hai! " sapa Len dengan tersenyum menyeringai nya, bukan terlihat ramah malah terlihat menakutkan bagi orang yang melihat.


"Ma.. maafkan aku! a.. aku akan pergi dari hidupmu jika kau melepaskan ku setelah iki, tolong jangan bunuh aku! " mohon wanita itu dengan pakaian yang sama yang terakhir ia pakai dan wajah yang lusuh.


"Bagaimana dengan putrimu yang bilang aku adalah papanya hm? " tanya Len yang lembut malah membuat orang merinding mendengarnya.


"i.. itu!! i... tu... "


"Tak bisa menjelaskan bukan! kau sudah merencanakannya selena 5 tahun ini hm? Hadiah apa yang harus aku berikan dengan rencana yang begitu lama ini! " ucap Len dengan berjalan ke arah pisau pisau kecil di laci tak jauh dari brankas.


"Di.. dia dulu berkali-kali bertanya siapa papanya, a.. aku yang bingung te.. terpaksa me.. mengatakan ka.. kamu papanya, a.. ku juga tak tau si.. siapa papanya, maaf!! ma.. akan aku!!! " ucap Wanita itu dengan penuh ketakutan.


"Lalu kau dengan sengaja datang ke perusahaan ku hm? dengan berlahan meminta pengakuan juga hm!! kau pikir aku tak punya calon istri dan anak di rumah ha! siapa kau dengan mudahnya mengklaim aku papa anakmu ha, kau pikir kau pantas ha! nama belakangku bahkan tak pantas bersanding dengan nama anak mu yang bahkan tak tau siapa papa kandungnya!!" ucap len mulai menunjukkan kemarahannya .


Jleb...


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2