Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mood Jelek


__ADS_3

Ke esok anda harinya, pagi-pagi Len sudah di pusingkan dengan kemarahan istrinya, tak ada senyum yang bisa ia lihat pagi ini, ia juga berangkat kerja hanya mendapatkan satu ciuman yang itu juga karena paksaan nya.


Anya benar-benar menunjukkan kemarahan, dan kekesalannya di rumah persis seperti yang ia ucapkan tadi malah, hal itu membuat kepala atas dan bawahnya menjadi pusing karena tak mendapatkan jatah yang ia mau seperti malam malam sebelumnya.


Selama 4 hari menjadi suami, Len tak bisa lepas akan kenikmatan tubuh sang istri, sampai-sampai ia sempat tak bisa tidur dan berakibat pusing sekarang karena tak bisa menyalurkan hasratnya.


Di kantor pun tak sedikit pegawainya yang mendapatkan omelan gak jelas untuk meluapkan rasa pusingnya sekalipun hanya menatapnya, apa lagi pagi ini ia memiliki rapat penting yang pastinya tak akan berjalan dengan mulus karena mood nya pagi ini.


"Selamat pagi sir!! " sapa perwakilan masing-masing divisi yang siap melakukan rapat pagi ini.


"Hm!! " jawab Len duduk di kursi kebesarannya, tak lupa sekertaris dan asistennya yang selalu ada di sampingnya.


Tapi mata jeli Len tak sengaja menatap pemandangan menjijikkan yang membuat mood nya semakin tak karuan pagi ini.


"Suruh dia pakai pakaian yang benar! atau rapat ini tak akan berjalan sampai wanita itu tak membuat mataku sakit di sini!!! " ucap Len menatap jijik penampilan Illona, wanita yang ia maksud.


"Apa sih! ini juga tak terlalu terbuka!!! " batin Illona yang di tatap semua orang, pagi ini memang cara berpakaiannya beda dari biasanya yang memang lebih terbuka, untuk menarik perhatian tuan besarnya, tapi sayangnya semua tak sesuai harapannya, karena belum apa-apa ia sudah mendapat teguran yang menjengkelkan.


Keterdiaman Illona sendiri semakin memperkeruh suasana karena tak dengan sigap melakukan perintah tuannya yang sudah marah -marah tak jelas pagi ini.


"Di disini tempat untuk bekerja, bukan pelacuran! ganti pakaianmu atau kalian yang ada di sini tak mendapatkan gaji kalian bulan ini!!! " ucap Len dengan lantang.


Membuat seluruh orang gaduh dengan menyalahkan satu orang yang akan membuat mereka merugi setelah ini, yang memaksa Illona untuk keluar mencari pakaian yang bisa ia tukar, dengan perasaan setengah mati.


Asisten dan sekertaris Len yang bekerja di titik nolnya, menjadi heran saat tuannya itu sedikitpun tak pernah mempermasalahkan pakaian pegawainya sekarang tiba-tiba protes akan hal itu, karena biasanya tuannya itu lebih mementingkan kinerja mereka saja.


Apa mungkin karena statusnya kini menjadi seorang suami yang membuatnya lebih menjaga perasaan istrinya dan pandangannya, apa lagi pria kembar itu melihat sendiri ketegangan antara suami istri di meja makan tadi pagi, yang semakin membuat mereka percaya kalau semua ada kaitannya dengan sang istri.

__ADS_1


30 menit berlalu, tapi yang di tunggu di ruang rapat tak kunjung memunculkan batang hidungnya, semakin membuat len kesal termasuk divisi lain yang seolah hanya membuang-buang waktu percuma.


"Kau, jelaskan mengenai rencana divisi kalian!!! " tunjuk Len pada asisten Illona yang juga cemas menunggu sang ketua.


"Tapi sir, ketua yang lebih tau cara menjelaskannya!!! " ucap asisten Illona yang sebenarnya tak ingin mengambil kesempatan ketuanya yang sudah beliau persiapkan.


"Lakukan sekarang! semua ada di tangan mu! kalau atau tidak sama sekali!!! " ucap Len yang sudah terlanjur kesal dan semakin kesal.


Sekilas Asisten Illona menatap orang-orang di sekitarnya yang terlihat sedang memohon padanya, ia sadar mereka termasuk dirinya berada di mode bahaya kalau sudah berurusan dengan gaji, dan pada akhirnya ia berdiri membawa lembar materinya, mencoba tak peduli akan perasaan ketuanya nanti.


1 jam berlalu, rapat mereka berjalan cukup alot dengan Len yang mood tak baiknya, dan asisten Illona yang sedikit tak memiliki keberanian untuk membalas setiap sangkalan tuan besarnya, yang pada akhirnya sang asisten harus ikut turun tangan karena sudah mempelajari gagasan Illona yang pada akhirnya di jadi kan rapat hari ini.


Di saat tengang-tegangnya di ruang rapat, Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar, lalu masuk Illona dengan pakainya lebih baiknya yang entah mendapatkannya dari mana, kalau melihat jangka waktu 1,5 jam nya pasti baju itu tidak ia dapat dari meminjam tentunya.


Illona sendiri melongo saat mau rapat sudah di mulai tanpa dirinya, apa lagi di khususkan untuk divisinya, dengan berdiri mematung menatap rekannya yang sudah menggantikan posisinya.


"Tapi sir, saya sudah mengganti pakaian saya dengan benar, apa salah saya sekarang?? " bingung Illona dengan berani menjawab ucapan tuannya.


"1,5 jam?? kau pikir aku se royal itu ha? Kau tak seberharga waktuku, keluar sekarang juga!!! " kata Len dengan penuh penekanan.


Yang pada akhirnya membuat Illona keluar dari ruang rapat, ia sendiri tak tau diri dengan membuat semua orang menunggunya selama setengah jam, dan baru kembali dalam waktu satu jam setelah rapat di mulai.


Tak banyak orang yang menyoraki keluarnya Illona dari dalam hati, karena mereka-mereka juga kesal jika harus menunggu orang yang membuat mereka hampir mendapatkan masalah hari ini.


"Lanjutkan!! " kata Len menatap e arah depan proyektor untuk kembali fokus pada rapatnya.


Rapat pagi ini kembali menelan waktu satu jam lagi, hingga mendapatkan hasil yang memuaskan, dengan satu tujuan bersama tentunya, walau harus di penuhi drama perbedaan pendapat dan pemikiran sampai mendapatkan titik tengah dari gagasan yang di miliki divisi perencanaan.

__ADS_1


"Rapat selesai!! aku tak ingin kejadian ini terulang kembali, pakai pakaian yang benar saat berhadapan dengan ku, selebihnya terserah pada kalian, karena status baruku yang menjadi seorang suami sekarang!! kalian bisa bubar!!! " ucap Len dengan tegas.


"Baik sir!!! selamat siang!! " jawab serempak orang-orang yang ikut rapat hari ini, dan membubarkan diri termasuk asisten Illona.


Di luar ruang rapat, Illona yang sedari tadi gak pergi dari sana menunggu hasil rapat yang di lakukan asistennya, hatinya merasa was-was takut gagal karena ulahnya tadi pagi, sampai ia melihat masing -masing orang yang ikut rapat keluar dari ruangan itu.


Hampir semua orang yang melewatinya menatap dengan sinis padanya, tapi Illona sendiri tak peduli akan hal itu, yang terpenting adalah asistennya dah hasil dari rapat hari ini.


Hingga di barisan akhir Illona melihat asistennya keluar yang dengan sigap ia menghentikan pergerakan nya.


"Bagaimana dengan hasil rapatnya? " tanya Illona. " Berhasil? " lanjutnya penuh harap.


"Be.. berhasil!! " jawab sang asisten yang sedikit gugup takut di salahkan karena telah mengambil posisi ketuanya.


"Bagus, setidaknya kita akan sering bertemu dalam proyek ini!!! " batin Illona lalu menatap asistennya dengan senyum bahagianya. " oke kalau begitu!!! " jawab Illona lalu pergi dari hadapan asistennya, tanpa bertanya atau peduli akan proses yang alot untuk mencapai keberhasilan nya tadi.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2