Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Sifat Turunan Mantan Mafia


__ADS_3

Dua pria di dalam mobil itu kaget dengan sikap asli gadis yang bersampul imut, sangat cantik, dan begitu polos itu, malah berbanding terbalik yang malah sangat berbahaya terbukti dari beberapa serangan yang Tyga dapat tadi, dan tak ada rasa takut sedikitpun dengan ancaman yang mereka berikan, apa lagi dengan luka yang ia dapat malah masih sempat-sempatnya tertawa bercanda.


Sedangkan Anya yang terlahir dari papa mantan mafia dan segala bahaya yang sempat mereka alami, tak membiarkan sang gadis berpangku tangan akan dirinya, mendidik keras dalam berbagai ke adaan yang pernah Anya alami,


Senapan, darah, terluka, bahanya pun bukan lah hal barunya, menghadapi berbagai situasi dengan berulang-ulang saat latihan membuat Anya begitu mudah menerapkannya di dunia yang sebenarnya.


Sehingga membuatnya tak terlalu kaget akan apa yang terjadi padanya saat ini, seperti Anya yang pertama kali bertemu Tyga yang tertembak dulu.


Jika bicara sakit, tentu saja Anya merasakan begitu sakit di kepala dan lengannya, hanya saja ia mencoba membalikkan keadaan dengan mereka yang sebelumnya berniat membuatnya takut akan berbalik mereka yang takut padanya.


"Ka.. kau siapa sebenarnya, bahkan aku tak bisa mencari identitasmu sedikitpun! " ucap Tyga yang bahkan rekannya tak tau.


"Apa? " kaget rekan Tyga mendengar ucapan temannya.


Karena pikirannya bercabang dengan kemudi dan rasa kagetnya, Anya memanfaatkan kelengahan itu untuk mengambil alih senapan yang mengarah padanya dengan satu tangan yang tak Tyga pegang tadi.


Dengan begitu mudah senapan itu berada di tangan Anya dan berbalik mengacungkannya ke arah dua pria pecundang itu, karena memang Tyga dan rekannya terlalu bodoh untuk menangkap seorang Anya.


Tentu saja hal itu membuat dua pria bodoh itu kaget dan mulai ketakutan dengan nasib mereka selanjutnya, yang mereka pikir Anya hanyalah gadis selamah dan polos, tapi semua tak sesuai apa yang mereka pikirkan sebelumnya.


"Lepaskan tanganku atau tanganmu yang akan terlepas dari tubuhmu! " ucap Anya menatap Tyga dengan senyum kecilnya.


Tyga yang tak mau tangannya terpisah dari tubuhnya dengan cepat melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Anya, dan memundurkan badanya sedikit mentok pada pintu mobil dengan berusaha berfikir bagaimana menaklukkan gadis di depannya yang sepertinya ia belum menyerah untuk mendapatkan gadis seperti Anya.


"Vanya, tenang oke! aku tak akan melukaimu lagi!! turunkan senjatamu oke!!Jangan main-main dengan senjata itu, atau kau yang akan terluka kembali!!" bujuk Tyga yang malah seperti orang bodoh.

__ADS_1


"****!!! bodoh!! kenapa aku harus ikut pria bodoh ini tadi!!! " batin Rekan Tyga yang mulai menyesali keterlibatannya, apa lagi mendengar fakta baru yang ia dengar tadi, karena orang yang memiliki identitas misterius itu rata-rata adalah golongan keluarga mafia-mafia besar, orang sepenting apapun pasti dapat dengan mudah mereka dapatkan identitasnya walau di sembunyikan sekalipun, ini barusan temannya mengakui sendiri begitu misterius nya gadis di imut tapi berbahaya itu menandakan perkiraannya tepat atau bahkan mungkin jauh dari apa yang ia prediksikan.


Di tambah dengan sikap yang di tunjukan gadis imut itu dapat di simpulkan kalau itu adalah bagian dari didikan seorang anggota mafia, dengan rasa takutnya rekan Tyga terus menatap kedepan terfokus pada kemudi nya tanpa berniat menyinggung gadis imut itu, tak peduli pada temannya yang begitu bodoh itu.


"Siapa kau sebenarnya? " pertanyaan terdengar konyol dari rekan Tyga yang tentu saja orang yang di tutup identitasnya tak akan mengatakan siapa ia sebenarnya secara gamblang.


"Hehe!! ingin tau siapa aku??? boleh, asal kalian ikut kerumahku! " ucap Anya dengan tersenyum sumbang.


"Ck, apa kau pikir aku orang bodoh yang akan menggali lubang kuburuanku sendiri!! " jawab yang tak lain rekan Tyga yang sebenarnya kesal dalam ketakutannya, ia bingung arus membunuh atau melepaskan karena sama-sama akan membuatnya meregang nyawa nantinya, di tambah Anya yang sedari tadi tertawa mengejek pada mereka membuatnya semakin terpojok kan.


"Tapi nyatanya kalian orang terbodoh yang pernah aku temui!! kau pikir bisa membawaku hanya dengan 2 orang saja!! ck, ck, ck... lucu!!! " ucap Anya dengan wajah seriusnya.


"Tunggu!! kenapa kamu ada di butik gaun pengantin tadi? " Tyga menyela yang jauh dari arah pembicaraan mereka .


Membuat rekannya mengerutkan keningnya tak mengerti sampai ia kembali kesal saat sang sahabat bicara tak penting di waktu genting seperti sekarang, apa lagi senapan yang Anya bawa masih di arahkan ke mereka dan siap membunuh mereka pakan saja.


"Ya, mungkin aku bodoh karenanya!! " ucap Tyga yang malah tersenyum dengan membayangkan tak jelas.


"Apa karena terkena pukulan keras tadi! " batin rekan Tyga melihat keanehan temannya itu.


"Emm!! kau mengingatkanku pada calon suamiku!! dia sangatlah pintar tapi akan terlihat bodoh saat bersamaku!! " ucap anya membayangkan wajah bodoh len.


Mendengar itu Tyga yang tadi masih bisa tersenyum tiba-tiba senyuman itu menghilang, berganti kemarahan yang tak tertutupi, berniat merebut pistol di tangan anya.


Anya yang tau gerakan Tyga, dengan cepat menghindar dan sempat sekali memuluk wajah prai yang marah padanya.

__ADS_1


Tak anya di situ saja, Tyga kembali menyerang anya dengan targetnya adalah kepala anya sampai kepala mereka saling menyentuh dengan anya yang mencoba mempertahankan senjatanya, tapi tanpa di duga...


cup...


Sebuah kecupan di bibir anya yang di lakukan Tyga terjadi karena Anya sendiri tak menduga itu akan terjadi, sedangkan dia fokus mempertahankan senjatanya, dengan ekspresi marahnya Anya menatap pria yang malah tersenyum menggoda padanya.


Dor...


"Akkhhh!! " kesakitan Tyga pada telinganya.


Satu tembakan Anya sengaja Anya arahkan pada samping Tyga tepat di telinga kanannya sampai tembus ke kaca pintu mobil belakang Tyga, Anya begitu marah karena harus merasa ternodai dengan pria lain saat ia akan menikah nanti, ia sadar terlalu bermain-main tadi yang malah membuatnya malah dan menyalahkan dirinya sendiri.


Tanpa di duga satu butir air mata Anya menggenang dengan segala penyesalannya, tak bisa menjaga asetnya hanya untuk calon suaminya seorang, sangking kesal dan menyesalnya Anya tak bisa membendung air matanya yang terus mengalir.


Sedangkan rekan Tyga yang merasakan ketegangan itu hanya bisa diam walau di dalam hatinya ia tertawa lepas melihat wanita sombong tadi menangis karena sebuah kecupan.


Tapi tawa bahagianya itu tak berlangsung lama, saat ada satu mobil yang menghentikan laju mobilnya, tapi jika di lihat-lihat semua pengendara yang ia kira orang biasa yang beriringan dengan mobilnya tadi tiba-tiba juga ikut berhenti di samping mobilnya, dan semakin banyak mengelilingi mobilnya yang entah bagaimana jalan itu tiba-tiba sepi berlalu lalang.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2