Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Dua kepala


__ADS_3

Di malam yang cukup larut, seorang pria terduduk bersama para sahabat yang seharian ini juga melakukan kesibukan masing-masing, yang pada akhirnya berkumpul hanya untuk saling melepas penat, tapi hanya satu sahabat mereka yang tak ikut bergabung, siapa lagi kalau bukan pengantin baru yang pastinya tak bisa di ganggu.


Carl, Noberto, Norbert, dan Mike berkumpul di satu meja markas yang memang tempat mereka berkumpul, tapi yang membuat mereka bingung adalah satu sahabat mereka yang suka bertingkah dan bicara itu tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba diam seperti patung.


"Kau kenapa?? apa kecelakaan tadi membuat benturan di di kepalamu? " tanya Mike yang tahu kejadian yang di alami Carl tadi.


"Aku mau satu kepala!! " ucap Carl tak terduga yang bahkan tak menjawab pertanyaan Mike sama sekali.


Ketiga pria yang mendengar ucapan Carl serempak menatapnya dengan bersamaan, mereka tau akan sisi yang hilang dari dalam diri Carl, hanya saja tiba-tiba itu kembali tanpa aba-aba.


"Kau ada masalah? " Tanya Noberto saat merasa Carl mendapatkan pergolakan batin yang membuatnya tertekan dan memaksa sisi lainnya untuk muncul.


"Huffftttt, dia mau mengakhiri hubungan kami dan mencoba meninggalkanku!! kalian tau aku sangat-sangat mencintainya bukan, dia terus bilang mengakhiri semuanya!! " ucap Carl lalu meneguk segelas wine di tangannya saat merasakan sesak di hatinya mengingat setiap ucapan yang terlontar kan dibibir cantik kekasihnya itu.


"Dia melakukannya bukan tanpa alasan kan? " tanya Norbert .


Sedangkan Mike yang tak sengaja tau dari bibir kekasih Carl itu hanya bisa diam, mencuci bibirnya rapat-rapat karena itu bukan ranahnya untuk menjawab walaupun ia tau sekalipun.


"Aku kembali tergoda , dan dia melihatku saat itu!! " ucap Carl jujur.


"Bajingan!!! " umpat Norbert spontan saat mendengar alasan Carl .


"Bodoh!!! " Noberto melanjutkan kata kasar yang di lakukan sang adik sebelumnya.


" Bagus kalau dia meminta mengakhiri hubungan kalian, dia bisa mencari pria yang baik seperti dirinya dan kau sangat bodoh membuat seorang wanita baik baik yang bisa menerima segala masa lalu mu pergi dengan rasa sakit hati yang kau torehkan! kau tak bersyukur bung!!! " kesal Norbert bersamaan jiwa jomblonya yang meronta-tonta, apa lagi mendapatkan gadis yang baik di zaman sekarang sangatlah susah.


"kau gak berhak berkomentar karena kau tak tau apa-apa!!! " ujar Carl yang menunjukkan tempramen nya.


"Kau sendiri yang bilang tergoda pada wanita lain, kau pengkhianat bung! aku jadi kasihan dengan wanita itu yang sudah jatuh tertimpa tangga pula! ck, ck, ck kau belum layak mendapatkan gadis baik-baik!!! " ucap Norbert yang masih tak mau mengalah.


"Shut up!!! aku sudah menolaknya berkali-kali tapi wanita sialan itu malah memperlihatkan seluruh tubuhnya padaku !! aku juga pria normal sialan, aku tak sepenuhnya salah karena wanita sialan itu terus menggodaku, kau tak tau itu bukan!! lebih baik tutup mulut sialan mu itu!!! " ujar Carl yang tak bisa mengontrol dirinya .


"Kau diam lah dulu!! tak semua harus kau komentari!! " ucap Noberto menunjuk sang adik. " Ada satu tahanan di markas, kau bisa melampiaskan segalanya di sana!!!" lanjut Noberto pada Carl.

__ADS_1


"Tapi aku kan memperbaiki segalanya dengan menikahinya!! aku akan mengganti rasa sakitnya dengan banyak kebahagiaan di rumah tangga kami!!! " ucap Carl yang tersenyum kecil lalu keluar dari ruang bar yang mereka miliki dan Mike yang mengikuti langkah sahabatnya , dengan emosi yang cepat berubah-ubah secara drastis.


"Ya! kau menikahinya agar bisa menyakitinya tanpa takut di tinggalkan!!! " ujar Norbert kembali berkomentar walau yang di komentari tak ada di tempat.


"Kau harus menjaga bicara mu!! dia tak baik-baik saja, tak perlu menyalahkannya walau memang dia salah!! komentarmu itu tak di perlukan kalau malah memperburuk segalanya, kau tak melihat matanya tadi??? dia bukan Carl yang biasanya tak mudah tersinggung dengan ucapan frontal mu itu!!! " ucap Noberto menasehati adiknya itu.


Norbert sendiri hanya bisa diam mendengar nasehat Noberto, ia sadar situasinya tak tepat untuk berkomentar dan tak harus menghakimi sebuah kesalahan, apa lagi tempramen yang di tunjukkan Carl semakin membuatnya sadar kalau diam jauh lebih baik di situasi sekarang, dan dia akan menjaga sikap dan bicara jika menyangkut masalah yang di hadapi Carl, yang padahal ia dan Carl tipe orang yang sama, suka blak-blak kan dan banyak bicara.


*****


Di dalam ruang penyiksaan yang biasanya di lakukan Len sekarang beralih pada sang sahabat yang haus akan pelampiasan.


Untuk pertama kalinya dari bertahun-tahun lamanya Carl kembali melihat ruangan yang dulu semoat ia tinggalkan yang tak banyak memiliki perubahan, bermacan-macam pisau dan alat penyiksaan lainnya membuat Carl tertawa kecil, yang pada akhirnya ia kembali pada dirinya yang sebenarnya.


"Apa yang membuatnya berada di situasi malang ini?? " tanya Carl.


"Dia salah satu orang yang membuatku harus bersembunyi di mobil kekasihmu!! dan juga membuatku harus mendengar curhatannya karena kelakuanmu!!! " ucap Mike menatap pria yang masih berbaring di brankas dengan tubuh yang di ikat.


"Banyak yang dia katakan? " tanya Carl sembari mengambil pisau satu pisau dan berjalan pada pria yang sedang berbaring.


jleb..


"Akkkkhhhhhhh!!! " jerit pria yang tidur tadi seketika bangun dengan merasakan sakit di tusuk di perutnya.


"Penyesalan mencintaimu.... " lanjut Mike.


jleb..


"Akkkkhhhhhh!!!! stop!! sakit sialan!!! " ucap pria yang dia di siksa kembali mendapatkan luka tak jauh dari luka tusukan yang pertama.


"Tangisan kekecewaan... " lanjut Mike.


jleb...

__ADS_1


"Akkkhhhhh!! stop!!! " teriak pria yang di siksa tapi tak di hiraukan oleh dua manusia itu.


"Bahkan menyerah akan hidupnya!!!! " ucapan Mike yang terakhir.


Jleb, jleb, jleb......


Carl terus menusuk-nusuk sampai tak terdengar jeritan dari pria yang ia siksa, dengan tubuh yang sudah tak beraturan tapi ia tetap melakukan hal yang sama, untuk melampiaskan rasa sakit hatinya yang seperti di tusuk-tusuk mendengar semua ucapan Mike.


Yang tanpa sadar, air matanya ikut terjatuh dengan wajah marahnya akan dirinya sendiri, wanita yang ia cintai sampai berfikir tak mau melanjutkan hidupnya karena dirinya, luka yang ia berikan, sakit yang ia berikan.


"Aaakkkkkkkhhhhhh!!!!!!! " teriak Carl di akhir berusaha meredakan rasa sesak dan penyesalannya.


"Dia sudah tak berbentuk bung!! " Ucap Mike yang memang begitu adanya.


"Aku mau lagi!!! " ucap Carl dengan sudah menghentikan gerakannya.


"Kau hanya mendapatkan 2 kepala, karena susahnya adalah informan yang milik musuh, dan tuan Len sangat membutuhkan info yang mereka miliki!!! " ucap Mike.


"Terserah, bawa kemari!!! " Ucap Carl yang tak jauh beda mengerikannya dengan Len saat berada diruang penyiksaan.


"oke!! " Jawab Mike.


Dan pada akhirnya kembali terulang lagi adegan siksa menyiksa seperti di awal dengan orang yang berbeda hingga jasadnya bernasib sama dengan orang yang pertama, dengan Mike yang tak pernah meninggalkan sahabatnya sampai semuanya selesai.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2