
Flashback on
Di kantor Len, ia termenung sesat dengan sahabatnya Carl yang sedang berkunjung di kantornya, sudah satu bulan ini hubungannya dengan Anya semakin membaik, membuat Len berencana melamar gadisnya itu.
"Aku berniat melamar anya! " cletuk Len yang membuat carl langsung menatap temannya. " rencananya setelah liburan kami di bali nanti! " terang Len lagi.
"Secepat itu? " tanya Carl.
"Apanya yang cepat? aku sudah memperbaiki segalanya dan aku juga sudah mendapatkan kepercayaan itu kembali dalam 2 bulan ini! " kata Len tak Terima di katakan terlalu cepat.
"Kau sudah yakin dengan keputusanmu! kau akan terikat dengan Anya! dan kau akan menyatukan dua pendapat nantinya! " terang Carl.
"Aku sudah memikirkannya sejak lama! "
"Dengan umur Anya yang terkadang masih kekanak-kanakan? kau sanggup menerima segala resiko yang kamu Terima kedepannya saat berjalan beriringan Anya? " tanya Carl lagi.
"Ya tentu saja aku akan Terima! kenapa kau seolah sangat mengenal Anya saja! " cibir Len.
"Bukan aku mengenal Anya! tapi aku yang sangat mengenal dan tau sifatmu itu! Jika kau sudah sangat serius lamar saja di bali dengan sedikit rencana! " kata Carl memiliki ide di otaknya.
"Ide apa? " tanya Len penasaran.
"Papa? " panggil Dante yang tiba masuk di ruangannya, membuat rasa penasarannya tertunda.
"Kau kesini dengan siapa sayang? tanya Len. " sini sayang? " Len melambai tangannya mengajak sang anak duduk di pangkuannya.
"Tidak mau! aku sudah besar! " kata Dante lebih memilih duduk di sofa samping Carl.
"Kenapa dengan anak ini! bukannya dia biasanya suka di pangku dan di ciumi Anya!! " batin Carl aneh melihat anak kecil di depannya.
"Huft! baiklah,dengan siapa ke sini dan ada apa hm? " tanya Len sembari mendekat dan duduk di sofa depan anaknya.
"Dante ikut paman Norbert, Dante hanya ingin main ke kantor papa! Anya sedang kuliah saat ini, jadi tidak seru di rumah! papa lanjutkan saja pembicaraannya! " kata Dante yang terlihat datar di depan mereka
"Lah, dia Dante yang selau manja itu kan!! kenapa jadi gini? " batin Carl menatap bingung pria kecil di sampingnya.
"Jangan kaget! dia akan bicara selayaknya pria jika berhadapan dengan pria, dan akan manja jika dengan Anya dan grandpa grandma nya! lanjutkan idemu tadi, aku ingin dengar? " tanya Len lagi.
"Emm, Kau berniat ikut berlibur sedang Anya di bali bukan, jika itu di ajak sih...... "
"Tentu pasti di ajak! " potong Len yang tak Terima dengan perkataan Carl.
"Jangan potong ucapanku dulu! " Carl kesal.
"Ya sudah, cepat teruskan! " kata Len.
"entahlah, aku lupa ! " Carl yang masih kesal.
__ADS_1
"Kau! " tunjuk Len yang ikut kesal dengan tingkah sahabatnya itu.
"Kalian seperti bocah! " cletuk Dante melihat perdebatan tak berfaedah di depannya.
Yang tentu saja membuat Len memejamkan matanya sebentar saat mendapatkan olokan anaknya karena meladeni manusia konyol di depannya.
"Kau yang bocah tau apa! " kesal Carl menatap Dante yang sama sekali tak di pedulikan pria kecil itu. " Aku sudah ingat! waktu kamu di ajak bilang saja kau tak bisa ikut karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan..... "
"Apa?? tidak!! tidak, aku tak bisa berjauhan dengannya sebenar saja!! " tolak Len.
"Dengarkan aku dulu makannya!! " kesal Carl penuh penekanan, mau mengumpat pun tak bisa kerena ada bocah di bawah umur di sampingnya. " Hanya sehari saja, beri dia kejutan dan lamar sekalinya di sana, sekalian di saksikan kedua orang tuanya di sana! " ide Carl .
Yang membuat Len terdiam, tapi tak lama tersenyum bahagia menatap sahabatnya.
"Ide bagus! Sekalian bawa kedua sahabat Anya untuk menambah kejutannya! " kata Len yang tentu saja di sambut bahagia oleh Carl.
"Ide yang sangat bagus juga! aku akan ikut
juga! " kata Carl yang semangat kembali bertemu dengan Senta setelah pertemuan terakhir mereka.
"Siapa yang mengajakmu! " canda Len.
"Kau tak mengajakku di saat momen terpenting mu ha? " kesal Carl.
"Ck, aku hanya bercanda! " kata Len yang langsung membuat Carl sumringah. "Kau kenapa? " bingung Len melihat perubahan wajah Carl yang sangat cepat.
"Tidak!! hanya senang apa salahnya? " Carl yang juga bingung.
"Halo pa! " sapa Len pada orang yang di telpon.
"Ya Len, ada hal penting kah? " tanya papa Oscar orang yang di telpon Len.
"Ya sangat penting pa! emmmm...!!! aku berniat melamar putri anda saat liburan nanti!! apa anda mengijinkannya? " tanya Len dengan hati-hati.
"Apa dia sudah menerimamu? " tanya papa Oscar.
"Sudah, dan sudah cukup lama juga pa! " jawab Len.
"Aku akan mengijinkan yang terbaik untuk putriku!! aku merestui mu! " kata paap Oscar yang membuat Len semakin sumringah.
"Terima kasih pa! Terima kasih! tolong sampaikan niatku pada mama Rosa juga! " kata Len
"Pasti! pasti akan aku sampaikan! " jawab papa Oscar.
"Dan tolong rahasiakan semuanya pada Anya! aku ingin memberikan kejutan untuknya dan mengatakan tak bisa ikut nanti! " kata Len sambil menatap anaknya yang berjalan mendekat padanya, seolah tau apa yang di inginkan anak, Len kembali bicara pada papa Oscar. " Sepertinya Dante kangen dengan grandpa nya! " kata Len lagi.
"Mana? berikan ponselnya pada cucuku! " ucap paa Oscar yang tak sabar.
__ADS_1
Yang pada akhirnya Len menunggu sang anak yang berbincang panjang dengan grandpa nya dari balik ponsel.
*****
Di hari H keberangkatan Anya, Len sebenarnya juga ikut berangkat dengan pesawat lain setelah mengantarkan sang anak dari perpustakaan kota, dengan Dua sahabat Anya dan 3 sahabat Len yang sudah menunggu di jet pribadi miliknya tak hanya satu tentunya, karena Anya juga menggunakan jet pribadinya.
Tapi ada hal yang membuat semua orang aneh melihat Carl yang begitu akrab dengan Senta saat di dalam pesawat.
"Sejak kapan mereka kenal! " pikir Len melihat pemandangan aneh itu.
"Apa ini mangsa barumu! " pikir Norbert.
Banyak pikiran bertebaran di masing-masing orang yang melihat interaksi dua manusia itu.
" Kau pasti sendirian di sana baby! " pikir Len yang tiba-tiba mengarah pada Anya, sambil mengusap pelan kepala sang anak yang sedang tertidur.
Tapi Len baru keluar dari banda, ia mendapatkan telpon dari bawahannya yang bertugas mengikuti Tyga
"Katakan! " kata Len dengan wajah serius.
"Saya baru mendengar laporan bahwa anda ada di indonesia! Tyga baru-baru ini juga bersembunyi di Indonesia tepatnya juga di bali! Apa perlu ada tindakan? " lapor si pe nelpon.
"Ck, dia lagi! dia lagi!! awasi saja pria itu, setidaknya dia tak berada di sekitar gadisku! " ucap Len yang masih berbaik hati.
" Baik tuan! " ucap si bawahannya sebelum mematikan sambungan telpon mereka.
Saat menuju ke hotel entah kenapa perasaan Len tidak baik-baik saja yang mengarah pada Anya. Dan benar saja, pagi nya Len mendapatkan kabar kalau Anya kembali bertemu dengan Tyga yang kembali menggoda gadisnya.
Tentunya hal itu membuat Len marah besar, memerintahkan seluruh anak buahnya yang ada di sana dengan terang-terangan memberikan sebuah ancaman, sampai Len mendengar laporan kalau Tyga detik itu juga melakukan penerbangan ke negara lain.
Yang membuat Len lega sesaat, kembali fokusnya pada persiapan lamarannya dengan sebuah cincin yang sudah ia siapkan sebelumnya, tak ada yang istimewa hanya sebuah cincin cantik yang di berikan dengan sebuah cinta yang begitu besar.
Hingga malam yang di tunggu tiba, dengan setelan jas yang senada dengan sang anak, Len menatap cincin itu kembali, memantapkan kembali isi hatinya untuk ia berikan sepenuhnya pada si pemilik cincin.
Tak lama orang yang ia tunggu tiba, dengan hari yang tertahan Len menatap gadis yang juga menatapnya saat itu, gadisnya begitu cantik malam itu dengan gaun merah yang melekat di tubuhnya, membuat Len semakin terpesona dengan keindahan ciptaan tuan yang segera ia miliki.
"Aku sangat beruntung mendapatkanmu!! kau milikku, sampai kapan pun kau hanya milikku seorang! tak akan aku biarkan kau berada jauh dari jangkauan ku!! KAU HANYA MILIKKU!! " batin Len menatap wanita yang terus berjalan mendekat padanya, Len tak peduli itu Cinta begitu besar atau sebuah obesi yang terpenting ia tak akan menyia nyiakan gadis di depannya.
Flashback off
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...