Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Bunuh Diri


__ADS_3

Tak lama dari itu, Senta kembali membungkam bibirnya dengan tidur membelakangi pria yang sangat ia benci sekarang, sakit tubuhnya dan sakit hatinya melebur menjadi satu hingga merasakan keputusan asaan nya akan hidup.


Bersamaan dengan itu, Carl menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, memeluk tubuh Senta dari belakang sesekali mencium kepala bagian belakang Senta.


"Aku mencintaimu dan akan mempertanggung jawabkan perbuatanku ini, jangan khawatirkan apapun sayang! maaf tak bisa menjaganya sampai akhir!!! " ucap Carl yang tau kekasih nya itu tak baik-baik saja saat ini.


Tak ada jawaban sama sekali dari mulut Senta, hanya diam dengan tatapan kosong nya yang sesekali air matanya keluar dengan sendirinya dan berlahan memejamkan matanya tanpa peduli setiap ucapan Carl yang ia dengar.


2 jam berlalu saat terakhir Senta tertidur setelah kejadian yang sangat tak ia ingin kan di di hidupnya, ia terbangun karena rasa lapar di perutnya karena seharian ini perutnya belum terisi apapun.


Senta menatap tubuhnya yang berbalut pakaian tidur baru, dan seprei baru juga, lalu menatap sekelilingnya yang sama sekali tak melihat ke kehadiran Carl di kamarnya, ia mulai berharap semua yang ia lalui hanya lah mimpi belaka, apa lagi di dukung dengannya yang baru bangun tidur kembali.


Tapi sayangnya ia tak memakai pakaian yang sama dari tadi malam ia pakai, harapan itu semua hanyalah mimpi tinggal lah karapan saat melihat keranjang kotor berisi baju dan seprei yang kotor dan tak berbentuk.


Air matanya kembali luruh dengan sendirinya, sembari berlahan bangun dari tidurnya, tapi saat satu kakinya melangkah, inti pada tubuhnya merasakan sakit yang luar bisa, membuat air matanya keluar semakin deras, dan dengan hati-hati senta berjalan dengan sesekali berpegangan pada tembok untuk sampai ke arah tujuannya ya itu kamar mandi.


Di depan kaca kamar mandi, ia menatap bagian lehernya yang terlihat mengenaskan, dengan warna merah bercampur biru tersemat hampir di seluruh lehernya, menarik turun bagian tas bajunya sedikit yang memperlihatkan hal sama di tubuhnya.


"Aaaaakkkkkkkkhhhhhhhh!!!! " Teriak senta sekencang kencangnya.


Brakkkkk....


Dengan sengaja memberikan pukulan pada kaca di depannya membuat barang pecah belah itu ketika pecah tak tersisa, bersamaan darah yang mengalir tangan senta.


"Aku benci hidupku!! kenapa kau membuatku hidup Tuhan!!!! aku benci padamu!!!! " teriak Senta dengan rasa sakit yang teramat dalam di hatinya, hidup dan hatinya begitu hancur seperti kaca di depannya. "Kenapa kau memberikan ku nyawa kalau hanya untuk di bunuh secara berlahan seperti ini!! kenapa takdirmu begitu kejam untukku, apa salahku? apa dosa yang pernah aku perbuat dengan tega kau membuatku seperti ini Tuhan??? kenapa?????huhuhuhuuuuu!!!!" ucapnya lagi dengan lebih nyaring dadi sebelumnya, sampai membuat suaranya terdengar serak.

__ADS_1


Di tengah tangisan pilunya, mata penuh air itu tak sengaja melihat pecahan kaca yang lumayan besar, dengan rasa sakit yang ia dapatkan bertubi-tubi dan puncaknya ia harus kehilangan kesuciannya, membuat Senta gelap mata untuk menyudahi hidup menyakitkan nya ini.


Dengan tangan yang bergetar hebat, Senta mengambil pecahan kaca itu, lalu menatap pergelangan tangan yang satunya berganti menatap pecahan kaca yang terlihat sangat tajam.


"Hiks, hiks!!! aku mencintai kalian tapi tidak untukku, kalian hanya mementingkan diri kalian sendiri tanpa berfikir bagaimana dengan perasaanku!!! Anya, maaf aku menyerah sekarang, kau adalah orang yang paling mengerti tentang hidupku, dan Rica, kau selalu sibuk dengan kekasihmu sampai kau lupa ada sahabat yang begitu membutuhkanmu!!! maaf aku.... "


Brakkk...


Tiba-tiba pintu kamar mandi di buka dengan cukup kencang, memperlihatkan wajah pria yang merenggut kesuciannya dengan raut wajahnya sangat khawatir.


Sedangkan Senta yang mendengar itu sangat kaget, dengan cepat membalikkan tubuhnya ke arah pintu kamar mandi, dengan mengacungkan pecahan kaca yang sedari tadi ia genggam.


"Jangan mendekat sialan!! " ucap Senta dengan air mata dan darah bercucuran bersamaan.


"Aku bilang jangan mendekat, atau kaca ini akan dengan cepat menggores nadiku!!? " ancam Senta yang cukup ampuh di lakukan, karena dengan itu Carl menghentikan langkahnya untuk mendekat.


"Dengarkan aku!!! aku sangat mencintaimu, dan aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku!! jangan berbuat nekat seperti ini sayang!! kita bicara baik-baik ya!!! " ucap Carl dengan begitu lembut, hatinya begitu sakit saat melihat keadaan wanita yang ia cintai sekarang, dengan darah di mana-mana dan wajah yang memperlihatkan keputusasaan.


Dan nyeri di hatinya bertambah menusuk saat dengan begitu sadar semua itu terjadi karena perbuatannya, ia tak tahu harus berbuat apa lagi untuk tak membuat Senta terus-terusan mendorongnya untuk menjauh.


Dan benar, ini adalah hasil dari gelap matanya, tak bisa berfikir jernih dan mengontrol emosinya, bersamaan dengan dorongan untuk tak membiarkan kekasihnya itu pergi dari hidupnya.


Tapi hal itu semakin salah, karena pada kenyataannya kekasihnya memilih ingin pergi dari hidupnya sejauh mungkin dan mustahil untuk ia kejar yaitu sebuah kematian yang bukan hanya membuat putus hubungan mereka tapi hidup yang selama ini kekasihnya jalani akan terputus karena nyawa yang tak bersatu dengan raganya.


"Hiks, hiks, aku lelah!! hiks, aku tak mau hidup lagi!! aku tak cukup kuat untuk kembali menahan rasa sakit luar biasa ini!!! " ucap Senta sembari menatap nadinya yang berniat mempertemukannya dengan pecahan kaca yang cukup tajam dengan tangan yang tadi sempat mengacung ke arah depan.

__ADS_1


Tapi sayang nya gerakan lambat Senta di manfaatkan Carl yang dengan penuh kesigapan menangkap kedua pergelangan tangan Senta dengan kedua tangannya juga.


Bukannya memberontak, Senta malah menatap wajah Carl dengan tatapan penuh keputusasaan, mata yang memerah,bengkak dan terus mengeluarkan air matanya sembari tersenyum kecil di bibir pucat nya.


Rasa sakit kedua insan itu semakin menjadi-jadi saat yang satu harus menghadapi hidup pahitnya, dan satunya lagi harus menyaksikan kepiluan, dan keadaan memprihatinkan pasangannya.


Hingga tanpa di sadari air mata yang Carl miliki juga ikut keluar dengan sendirinya, Carl bisa merasakan rasa sakitnya, Carl bisa merasakan hancur hati atas perbuatannya, penyesalan hanyalah penyesalan, tak akan bisa merubah semua kembali seperti semula.


Rasa takut kehilangan dan rasa untuk memiliki nya seutuhnya malah membuat semuanya tak terkendali, yang bahkan ucapan permintaan pertanggung jawaban saja sedikitpun tak pernah kekasihnya minta yang sebenarnya itu yang ia harapkan sebelumnya.


"Aku mohon jangan menyakiti dirimu seperti ini!! dan jangan berbuat konyol seperti ini Senta!!! " ucap Carl yang masih bertatapan dengan wajah menyedihkan kekasihnya.


"Hehehehee!! kau juga mau ikut mati bersamaku hm?? " ucap Senta tersenyum lebar tapi dengan mata yang menyiratkan kesedihan.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2