
Tak butuh waktu lama akhirnya Len keluar dari ruangan kamar khususnya, ia sebelumnya sempat penasaran siapa yang Dante maksud, kerena sang anak tak akan mengatakan orang lain jika itu orang yang ia kenal, sedangkan orang yang bisa begitu mudah masuk ke dalam ruangannya hanyalah sekretaris dan asistennya saja yang tentunya dua orang yang sangat Dante kenal.
Tapi seketika ia mengerutkan dahinya saat ketua divisi perencanaan ada di ruangannya sekarang yang yang baru satu minggu ini bekerja di perusahaannya, di sela kebingungan nya ia juga salah fokus dengan tatapan tajam anaknya yang tertuju pada dirinya.
"Apa salahku?? " batin Len yang merasa tak melakukan kesalahan.
Sedangkan Denta sangat lah kesal pada daddy nya yang memperbolehkan pegawai wanita untuk masuk ke ruangannya, untung saja merek ikut tadi, kalau tidak pasti daddy nya akan berduaan di ruangan yang sama dan ika mommy nya tau ia tak bisa membayangkan perasaannya, yang sepertinya ia cemburu untuk sang mommy.
"Selamat siang sir!!! " ucap Illona dengan senyum terbaiknya.
"Siapa yang memintamu datang keruangan ku? " yang Len dengan penuh intimidasi yang membuat kawan bicaranya sedikit gugup.
"Sa.. saya mau membicarakan proyek besar yang akan datang, banyak yang saya rubah dari perencanaan kemarin, karena banyak kejanggalan di sana dan proyek nya.... "
"Kau tau prosedur perusahaan ini? " tanya Len memotong ucapan Illona dengan tatapan dingin penuh intimidasi.
"Sa.. saya tahu, ha.. hanya saja saya ingin membahasnya secara langsung agak tak ada kekeliruan dalam menyampaikannya, atau malah akan berbeda maksud saat di jelaskan oleh pihak kedua!!! " ucap Illona yang paham kalau semua yang ia lakukan itu harusnya ia sampaikan melalui asisten bossnya, dan itu memang ia lakukan beberapa hari ini.
Tapi saat mendengar pemilik perusahaan ini mulai kerja kembali dan membawa keluarga kecilnya, membuat Illona yang memiliki rasa penasaran besar nekat melakukan hal seperti sekarang.
"Kau meragukan kemampuan asisten ku yang belasan tahun bekerja bersamaku, orang yang ikut berjasa di perusahaan ini! denganmu yang baru 1 minggu bekerja dan belum berkontribusi apapun di perusahaan ini!! Kau pikir kau pantas menilai di sini!! " ucap pedas Len tanpa ekspresi.
Dengan Dante yang tersenyum kecil melihat ketegasan daddy nya terhadap seorang wanita, yang menurutnya wanita di depannya itu sengaja masuk hanya untuk mencari perhatian daddy nya sampai mengabaikan aturan yang ada, dan tentu saja itu bukanlah kesalahan pria matang yang ia panggil daddy itu.
"Ti.. tidak, tidak!!! se.. setidaknya lebih efisien waktu saja sir!! agar anda bisa memutuskan langsung nantinya!! " ucap Illona yang terlihat tegang. "Kau bisa sombong sekarang!! tapi tidak untuk nanti!!! " lanjut nya dalam hati dengan tatapan kebenciannya.
"Kau salah jika bermain-main dengan ku!!! " batin Len yang begitu tau ekspresi yang tersirat di wajah wanita itu. "Kau mau mengatur perusahaan ini ha? semua sudah ada prosedurnya, jika kau pegawai yang baik, taati aturan di perusahaan ini!!! " ucap Len dengan sangat tegas.
__ADS_1
"Ba.. baik Sir!! maafkan saya, mungkin saya terlalu bersemangat untuk menyampaikan gagasan saya!! " ucap Illona yang beralasan sembari kepalanya menunduk ke bawah.
"Karena kau di sini! jelaskan sekarang! tapi jika kau mengulanginya, sedikit pun aku tak akan membuka kan pintu untukmu maupun pegawai yang tak mengikuti aturan!!! " ucap Len menasihati pegawai barunya itu.
"Siap sir! " ucap ucapnya dengan begitu senang dan pada akhirnya ia bisa duduk di meja yang sama dan berhadapan dengan orang yang ia incar.
Tapi saat Len yang sudah duduk berhadapan dengan pegawainya, tatapan tajam anaknya itu kembali muncul menatapnya tanpa berkedip.
"Kau cemburu?? Kita sama-sama pria, itu tidak benar pria kecil!!! " batin Len yang kembali bingung .
Tapi saat pegawainya itu mulai menjelaskan, Len mulai memfokuskan wajahnya pada berkas yang pegawainya berikan dengan pendengaran tajamnya yang siap menampung ucapan-ucapan penting.
Di sela sela penjelasan yang cukup rumit itu, tiba-tiba pintu ruang khusus yang Anya tidur tadi terbuka, menampakkan wanita yang terlihat bangun tidur dengan mata yang belum siap untuk melakukan tugasnya.
"Dad aku lapar!!! " ucap Anya yang membuat semua mata orang di ruangan itu tertuju padanya.
"Mom, daddy selingkuh!! " ucap Dante yang asal bicara.
Membuat Anya yang matanya masih susah untuk di buka itu tiba-tiba dengan mudah terbuka lebar dan yang tadinya masih ada rasa kantuk langsung hilang seketika.
Apa lagi Len yang syok dengan ucapan anaknya yang membuatnya spot jantung, padahal ia tak melakukan apapun selain berhadapan dengan seorang wanita.
"Apa maksudnya? " bingung Anya mantap satu persatu orang di sana, yang memang ia tau ada pegawai wanita di hadapan suaminya yang terlihat sedang membahasa tentang pekerjaan.
"Hohoho!! istrinya ternyata, muda sekali!! sepertinya aku akan mudah mempermainkan perasaan gadis remaja ini!! " batin Illona yang bukannya kaget malah diam dengan senyum di dalam hatinya.
"Lihat! daddy bicara dengan wanita lain, duduk bersama seperti itu! dia selingkuh darimu mom!!! " kata Dante mengungkapkan apa yang ia tahu.
__ADS_1
"Dante!!" ucap Len penuh penekanan karena ia sudah bicara yang tidak benar.
Anya yang berusaha menjadi ibu sekaligus istri yang bijak itu, memulai dengan tersenyum hangat pada sang suami seolah ia tak termakan omongan sang anak agar tak membuat beban pikiran untuk suaminya, lalu berjalan ke arah sang anak yang duduk di sofa dengan kedua tangan yang bersedekah di dada dan wajah yang cemberut.
"Daddy sedang bekerja! mereka tak selingkuh hanya karena duduk berhadapan dan saling berbicara sayang! mereka sedang membahasa pekerjaan saja! daddy tak akan selingkuh dari mommy, tapi jika itu terjadi kita tinggalkan saja daddy sendiri!!! " ucap Anya sembari memeluk tubuh sang anak yang duduk di sampingnya.
"Tapi.... "
"kau tadi lapar baby?? mau makan sekarang? " Tanya Len memotong ucapan dante untuk mengalihkan pembicaraan yang tak mengenakkan untuknya, dan dengan nada bicara yang sangat berbeda jika bersama pegawainya.
"Tidak! lanjutkan pekerjaan mu dulu! " ucap Anya dengan tegas menatap suaminya yang bahkan ia tak mempedulikan pegawai wanita yang juga berada di jangkauan matanya.
"Baiklah, ini akan segera selesai baby! " ucap Len terdengar lembut walau tanpa ekspresi.
"Hm! " jawab Anya seadanya setelah tak sengaja menatap wajah wanita selain dirinya di dalam ruangan itu.
"Kenapa?? bukannya tadi membelaku di depan putramu! kenapa jawabnya begitu!! ck, jadi takut aku!!! " batin Len menatap sang istri untuk memastikan mimik wajah Anya yang terlihat tak bersahabat itu, dan tak lama ia kembali fokus pada berkas di tangannya dan meminta Illona untuk kembali menjelaskan gagasan yang ia miliki.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...