Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Eksekusi


__ADS_3

Di sela-sela pembicaraan Dante dan Anya, ada hati seorang ayah yang menghangat melihat interaksi mereka sedari tadi, tak lama mereka bertemu tapi sudah saling menyayangi satu sama lain.


"Akan aku jadikan istriku secepatnya! " batin Len mantap. " Stop Dante!! " kata Len yang menyadari Dante akan mencium pipi Anya.


"Kenapa? Dante hanya mau cium pipi nyanya? " bingung Dante.


"Tidak bisa! itu milik papa! " Len tak Terima.


" Apanya yang milik papa, sejak kapan nyanya milik papa? " tanya Dante tak mau kalah.


"Sejak dulu, sekarang dan selamanya! " kata Len tak terbantahkan.


"Hanya cium pa! " rengek Dante.


"Tidak bisa, kau pria seperti papa! " kata Len langsung mengambil Dante dari pelukan Anya.


"Pelit! " kata Dante dengan cemberut, tapi tak di hiraukan oleh papa Len.


"Nyanya ke atas dulu! bye Dante! " pamit Anya.


" Tunggu!!! Dante juga mau ke atas!! kita sama sama ke atas nyanya! " cegah Dante.


"Baiklah! " kata Anya tak bisa membantah, membuat Len tersenyum bahagia, jika seperti ini Len akan mencoba memanfaat kan sang anak mulai sekarang.


Tak ada niat jahat, tapi hanya karena sang anak lah yang membuat Anya tak bisa menolak permintaan pria kecilnya.


"Apa papa dan mama nyanya galak? " tanya Dante saat berada di lift.


" Tentu saja tidak, mereka baik!! bahkan mereka suka dengan anak kecil!! papa nyanya juga sering kali meminta anak kecil dengan nyanya! " cerocos Anya.


"Nyanya bisa memberikan anak kecil? " bingung Dante, yang menyadarkan kecerobohan Anya pada anak kecil, apa lagi ada pria mesum di sampingnya.


"Bisa! jika di bantu dengan papa! " jawab Len santai, membuat Anya keringat dingin.


"Dengan papa??? Apa Dante juga bisa membantu? " kata anak kecil polos yang tak tau arah pembicaraan orang dewasa, membuat Anya dan Len syok dengan penuturan Dante.


"Situasi macam apa ini! " batin Anya yang tak tau harus menjelaskan apa.


"Membantu apanya?? enak aja!! " batin Len sudah pasti tak setuju. " Dante tidak bisa ikut dong! hanya orang dewasa yang melakukannya! " kata Len mencoba menjelaskan.


"Oh, begitu!! nanti kalau Dante sudah dewasa saja membantunya! " kata Dante yang semakin membuat syok kedua orang dewasa yang mendengarnya.


Bukankah mereka ayah dan anak, wajar jika sifatnya sebelas dua belas dengan sang ayah, apa lagi jika Dante sudah besar nanti, memikirkannya saja Anya tak sanggup.


"Sepertinya nyanya kebelet buang air! bye Dante! " kabur Anya saat pintu lift sudah di buka.


Menyisakan dua pria beda generasi, menatap seorang gadis yang berlari menjauhi mereka dengan ekspresi bertolak belakang, Dante yang tersenyum cerah sambil melambaikan tangannya, dan Len yang terlihat mengerutkan dahinya.


"Benarkah buang air?? tapi terlihat seperti kabur dari situasi barusan! " Batin Len bingung, yang memang bisa membaca situasi.

__ADS_1


Tak ambil pusing, Len berjalan menuju kamarnya untuk menidurkan sang buah hati. Di rasa sudah aman, Len meninggalkan sang anak sendiri di kamarnya.


*****


Di markas Black B, Mike menunggu kedatangan sang tuan untuk mengeksekusi pelayan kurang ajarnya, ia berharap tuannya cepat sampai, karena suara berisik dari mulut pelayannya yang sangat mengganggu.


Dan benar, tak berlangsung lama sang tuan datang dengan gagah menghampirinya.


"Bagaimana dengan pria brengsek itu? " tanya Len saat sudah ada di depan Mike.


"Dia sudah mulai mencari Sekutu, dan sudah ada yang bergabung dari beberapa musuh Black B tuan! " lapor Mike.


"Bagus! " kata Len menyeringai.


"Apa tidak di ringkus sekarang tuan! atau akan membahayakan nantinya! " saran Mike.


"Biarkan saja! semakin kuat akan semakin seru nantinya! " kata Len santai.


"Dan sepertinya ia membawa nona Audrey lagi tuan, saya tak tau kenapa? "


"Aku mengancamnya tadi, yang membuat Audrey bersembunyi di belakang pria brengsek itu!! dan awasi terus!! " perintah Len.


"Baik tuan! ".


" Bawa sisi keruang penyiksaan! " perintah Len lagi.


"Baik tuan. " jawab Mike yang langsung ia kerjakan.


"Apa kalian mencicipi nya dulu? " tanya Len.


"Ya!! mereka memperkosa ku tuan! " adu sisi yang sepenuhnya tak benar.


"Bagus! " kata Len tersenyum misterius, membuat sisi melongo mendengar jawaban tuannya.


"Kenapa malah membelanya!! saya korban pemerkosaan tuan! hiks!!! tangis palsu Sisi keluar.


" Katakan! " perintah Len melihat anak buahnya yang ingin mengatakan sesuatu.


"Dia sendiri yang menawarkan tubuhnya, dan karena banyaknya anggota beberapa memaksa pelayan ini untuk melayani mereka! tapi dia terlihat menikmatinya tuan! " kata anak buahnya berkata jujur.


"Tidak!!!! itu tidak benar!!! " kata Sisi tak Terima.


" Keluarlah!! " perintah Len pada sang anak buah yang langsung di jalankan oleh mereka.


Baru juga anak buah Len keluar, ia langsung menembakkan pistolnya tepat di mulut Sisi menembus di lebih bagain belakang.


"Akkkkhhhhhhhh!!!" teriak sakit Sisi, yang terjatuh di lantai.


Len terlalu jijik menyentuh mangsanya malam ini, walau mangsa yang lain juga seorang ****** seperti Sisi, tapi setidaknya mereka tidak sedang di pakai saat sebelum ia pereksekusi.

__ADS_1


"Tthhhuuuuuaaaannnnhhhh! " kata sisi tak jelas dengan mulut yang hancur.


Len mulai mendekat tanpa mau menyentuh, menembak ke bahu Sisi dari jarak dekat, dan seketika hancur dengan darah bercucuran.


" Akkkkhhhhhhhhh!!! " jerit Sisi lagi, tak ada kata-kata lain selain jeritan itu.


"Belum mati ternyata! " kata Len santai.


Kembali duduk di kursi yang semula ia duduki, meminum winenya yang belum sempat ia rasakan tadi, lengkap dengan sebatang rokok yang mulai mengeluarkan asapnya.


"Sakit! " Kata sisi yang hanya bisa membatin, karena tak bisa berbicara dengan mulut hancurnya.


"Kau terlalu lancang! " kata Len santai sambil menatap wanita yang berbaring di lantai dengan darah yang terus mengalir. " Menyesal juga tak ada artinya!! Kau pikir bisa bergerak bebas di mansion ku!! aku bukan pria penyabar, kau tau itu!!! " kata Len panjang lebah.


"Ampun!!! sakit!!! tolong!! " jerit sisi dalam hati.


Tapi tak ada jawaban dari lawan bicaranya, yang Len yakini sedang menikmati rasa sakitnya sekarang.


"Mulut lancangmu, sudah hancur sekarang!! Apa kau sudah sadar dengan tingkah lakumu sekarang??? "


"Hahahhahahahaaa!!!" tawa Len menggelegar di ruangan itu. " Kau sudah terlambat sekarang!!! hahahahaaaa!!!! "


Setelah menghabiskan satu botol wine dan sebungkus rokok, Len mulai mendekat pada tubuh wanita yang berbaring dengan tangisannya.


"Waktumu sudah habis! " kata Len yang mengacungkan pistolnya kembali, tapi hanya di jawab gelengan kepala oleh Sisi.


Dorrrrr..


Len menembak tepat di kening Sisi yang langsung membuat Sisi meregang nyawa, tak ada raut kasian pada manusia seperti Sisi, berjalan keluar ruangan penyiksaan tanpa beban apapun.


"Bereskan! " perintah Len pada sang anak buah yang sedari tadi berjaga di luar ruangan.


"Baik tuan! " jawab anak buah.


Len bergegas menuju ruangannya untuk membersihkan dirinya dari bau rokok dan alkohol, jika dulu ia tak mempermasalahkan hal itu, tapi sekarang ada balita yang harus ia pedulikan kesehatannya.


" Pantau terus pria brengsek itu!! " perintah Len pada Mike sebelum pergi dari markas.


Seolah tak sabar ingin pulang, Len bergegas menuju mobilnya, karena ada dua orang yang ia cintai sedang berada di mansion nya, yang membuatnya malah tak betah berlama-lama di luar.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2